
Atha dan seila sudah siap dengan semua barang-barang yang akan mereka bawa ke rumah baru. Mereka hanya membawa pakaian saja. Atha juga sudah memberi kabar kepada para sahabatnya dan juga keluarga seila untuk datang di acara syukuran rumah baru mereka besok akhir pekan.
"Sayang udah semua kan"
"Sudah kak. Tinggal dibawa turun aja"
"Ya udah biar kakak aja yang bawa sayang. Kamu turun aja dulu"
"Ya kak"
Seila turun terlebih dahulu dan Atha sudah mengikuti dari belakang dengan membawa koper miliknya dan milik seila. Keluarga Atha sudah menunggu diruang makan untuk sarapan pagi bersama.
"Seila sarapan dulu yuk"
"Ya mam. Nunggu kak Atha sebentar baru naruh barang di mobil"
"Mami tunggu di meja makan ya"
"Ya mam"
Friska kembali keruang makan bergabung dengan sang suami, karena Galang masih berada diluar kota.
"Sudah kak"
"Sudah. Kita sarapan dulu baru berangkat".
"Iya kak"
Atha merangkul pinggang sang istri dan mengajaknya keruang makan. Disana Tian dan Friska sudah lebih dulu menyantap sarapan mereka. Seila langsung melayani sang suami. Mereka sedang menikmati sarapan pagi tanpa suara. Usai menyelesaikan sarapannya, Atha langsung berpamitan kepada kedua orangtuanya.
"Pap, mam, kita pergi sekarang ya. Jangan lupa besok kerumah atha ada acara kecil-kecilan"
"Iya bang. Hati-hati bang. Pesan papi cuma satu. Jaga kepercayaan kalian dan saling jujur itu kunci langgengnya rumah tangga kalian"
"Iya pap. Makasih"
Atha beralih pada maminya yang nampak sedih . Dia teringat kejadian dimana Atha meninggalkan rumah dan memilih hidup bersama dengan Jay. Namun sekarang dia pergi karena akan memulai hidup baru dengan keluarga kecilnya.
"Mam kami pamit. Jangan sedih. Kami akan main kesini lagi nanti. Mami juga bisa main ke rumah Atha"
"Bang kenapa gak disini aja sih"
Tian langsung memperingatkan sang istri. Karena Tian tau jika istrinya terus merengek seila akan luluh dan itu akan membuat Atha lebih tidak menyukai maminya.
"Mam. Sudah besok kita juga ketemu mereka lagi"
"Iya pap"
Seila juga berpamitan kepada kedua mertuanya. Dan kini mereka sudah berada didalam mobil Atha menuju rumah baru mereka.
"Kak Senin aku udah mulai koas"
"Iyalah. Cepet banget yang"
"Iya ini juga baru dapat kabar lewat email. Iya kak Daffina itu gimana orangnya kak"
"Kan kamu udah pernah ketemu yang"
"Maksud seila sifatnya kak"
"Daffina itu satu karakter dengan kakaknya Daffa dan Ayahnya Andrea. Mereka profesional banget. Nanti saat kamu bertemu pertamakali dirumah sakit, jangan kaget kalau Daffina gak kenal sama kamu bee. Karena dia gak mau orang disekitarnya dianggap aji mumpung. Padahal orang itu memiliki kemampuan yang mumpuni. Tolong jangan marah jika kamu bertemu Daffina seperti itu besok. Ya walaupun banyak sih teman-temannya yang marah dan gak mau kenal dia lagi hanya gara-gara dia bersikap cuek seperti itu"
"Hmmm begitu ya kak. Seila paham sekarang"
"Kak besok seila mau pulang nengok mama sekalian ambil mobil"
"Besok kan mama sama kak Gaza datang kerumah kita sayang. Gimana sih"
"Ya Allah lupa kak. Hahahaha"
"Hadeh masih muda dah pikun yang. Asal gak lupa punya suami aja"
"Insyaallah nggak. Hahaha"
"Kok gak meyakinkan gitu jawabannya bee"
"Namanya manusia kak. Tempat salah dan lupa"
"Hmmm pinter banget sih ngelesnya"
"Hehehe. Iya kak gimana kalau kak Gaza aja yang bawa mobil aku sekalian besok. Kan senin udah aku pakai"
"Dirumah mama ada berapa mobil yang"
"Dua kak. Punya aku sama kak Gaza"
"Terus kalau mama mau pergi gimana"
"Naik ojeg kak. Tapi kalau pas aku dirumah ya pake mobil aku kak. Kenapa"
"Hmmm. Mobil kamu biar dirumah mama aja sayang. Kasian mama kalau kemana-mana harus pake ojeg"
"Terus aku pake mobil kakak atau diantaranya kakak terus. Gitu maksud kakak"
"Iya gimana mau gak"
"Maulah kak. Tapi aku kasian sama kakak kalau tiba-tiba kakak ada acara malah ribet"
"Kakak juga gak bisa anterin atau jemput kamu terus sayang. Jadi kakak udah punya hadiah buat kamu dirumah nanti"
"Apa kak"
"Rahasia dong sayang"
"Huh sukanya main rahasiaan segala"
"Hahaha"
Atha kembali fokus mengendarai mobilnya. Setelah tiga puluh menit mereka sampai di gerbang perumahan yang cukup mewah. Seila melihat setiap jalan yang mereka lewati dengan kagum. Rumah mewah berjajar rapi di setiap jalannya. Bahkan mereka melewati taman komplek yang cukup mewah.
"Kak kita akan tinggal disini"
"Iya sayang. Kenapa memangnya"
"Ini gak kemewahan kak"
"Bagi kakak yang penting keamanan sayang. Kamu lihat saat kita masuk tadi. Tidak mudahkan melewati pos penjagaan"
"Kan sekarang masih berduanya sayang. Belum tau nanti seminggu lagi. Sebulan lagi atau bahkan setahun lagi. Yang penting kakak udah menyiapkan semua untukmu dan anak-anak kita nantinya"
"Kak. Jadi terharu"
"Hahaha kamu yang. Udah sampai kita turun yuk"
Atha turun dari mobil dan diikuti oleh seila. Seila masih berdiri memperhatikan rumah yang nantinya akan menjadi tempatnya dan atha kembali setelah lelah seharian beraktivitas.
"Yuk masuk sayang"
"Ya kak"
Atha menuntun tangan sang istri untuk masuk kedalam rumah tersebut. Seila masih mengamati sekeliling rumah barunya itu. Begitu asri dengan taman yang indah. Bahkan masing-masing rumah disana tidak berdempetan. Atha membuka pintu utama rumah miliknya. Setelah mengucapkan salam mereka masuk dan melihat isi dalam rumah tersebut.
"Kak ini bagus sekali"
"Kamu suka sayang"
"Iya kak. Suka banget"
"Ya udah kita lihat kamarnya yuk"
"Ya kak"
Atha menuntun tangan sang istri menaiki tangga. Kamar utama ada dilantai atas dan bawah. Sengaja Atha membuat dua, agar seila bisa memilihnya sendiri"
"Ini kamar utamanya sayang. Biasanya kalau lagi tidur disini aku pakai kamar ini. Gimana kamu suka gak"
"Suka kak. Apalagi ada balkonnya juga. Tapi apa gak sebaiknya kamar kita dibawah saja kak"
"Kenapa sayang"
"Menurutku lebih baik dibawah kak. Karena ada masanya kita pasti akan lelah naik-turun tangga sayang"
"Gampang nanti kakak bikinkan lift"
"Gak. Seila gak setuju kak. Lebih baik kita pakai kamar dibawah saja. Apalagi sekali buka jendela langsung menghadap taman"
"Oke permaisuri hatiku. Biar kamar ini nanti buat anak kita sayang"
"Iya kak"
"Oya tadi belum lihat sampai belakang kan. Yuk turun kita lihat kebelakang. Kakak mau kasih kamu sesuatu"
"Iya kak"
Atha merangkul pundak istrinya mesra dan membawanya menuju halaman belakang. Terdapat kolam renang yang cukup mewah dan juga kolam ikan.
"Wah kak ini sejuk sekali. Bisa betah disini"
"Alhamdulillah kalau kamu suka sayang. Sekarang kamu ke arah samping . Nanti ada pintu. Kamu buka pintu itu"
"Ada apa disana kak"
"Sesuatu menunggumu sayang"
Seila mengikuti arahan sang suami dan setelah membuka pintu tepat didepannya. Seila melihat ada tirai membentang tinggi dihadapannya.
"Kamu tarik saja tirai itu sayang"
Seila menarik tirai itu dengan sekali tarik. Seila benar-benar terkejut melihat apa yang dihadapannya. Atha yang sudah berada dibelakang tubuhnya langsung memeluk tubuh seila. Atha menaruh dagunya dipundak sang istri.
"Makasih kak"
"Aku belum tau kamu suka warna apa sayang. Jika warna itu tidak sesuai dengan inginku, akan kakak tukar sayang"
"Seila suka warna putih kak. Makasih ya kak udah memberikan yang terbaik"
"Tidak perlu sungkan sayangku. Aku adalah suamimu. Sudah sepatutnya memberikan yang terbaik"
Atha mengecup singkat bibir sang istri. Mereka pun saling tersenyum. Atha juga menjelaskan mengapa dia memilih tempat ini untuk dijadikan tempat tinggal.
"Sayang kamu tau gak kenapa aku memilih perumahan ini"
"Nggak kak"
"Coba kamu lihat kearah sana sayang"
Atha menunjuk kearah dimana terlihat sebuah rumah yang cukup besar terlihat dari bangunannya yang nampak berbeda dari bangunan lainnya.
"Rumah itu besar sekali kak. Pasti yang punya orang yang sangat kaya. Beda sama rumah yang lainnya kak"
"Itu rumah Daddy Jay sayang"
"Maksud kakak Zaydan Malik"
"Iya sayang. Kakak sengaja memilih rumah di daerah sini selain karena dekat dengan kantor dan rumah sakit tempat kamu koas, agar kamu ada teman sayang. Kakak terkadang keluar kota. Dan kakak akan merasa tenang jika kamu ada yang menjaga"
"Terimakasih kak"
"Iya sayang. Sebaiknya kita belanja dulu sayang untuk makan nanti malam. Atau kamu mau order saja makan malam kita"
"Masak aja kak"
"Ya udah yuk belanja. Nanti sekalian makan siang diluar"
"Besok acaranya mau masak sendiri kak"
"Nggaklah sayang. Kakak Uda pesan semua makanan dari restoran langganan kakak"
"Oke kak"
Mereka keluar dari rumah dan kembali melakukan kendaraannya menuju pusat perbelanjaan yang tak jauh dari rumah mereka.
Pagi harinya, Atha meminta bantuan markoneng untuk menyiapkan rumahnya karena acara syukuran akan dilaksanakan pagi hari. Atha juga mengundang anak panti milik Arka. Dan tetangga dekatnya. Tak lupa geng soak juga turut hadir. Kecuali pasangan Arash dan Icha serta Ghaisan dan Malika. Acara berlangsung lancar. Bahkan mama seila dan kakaknya Gaza sangat terharu dan bahagia melihat Atha memperlakukan seila secara istimewa.
__________
Hai gaeessss untuk konflik dighaydan beda sama si kembar ya .. udah aku ingetin dari awal jadi nanti jangan kaget....
Jangan lupa jempolnya
Happy Reading