RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Afnan yang malang



Entah ada angin apa pagi tadi saat kembali dari masjid seuasai sholat subuh melihat sesuatu yang aneh..Seseorang duduk berjongkok dibawah pohon disamping pagar rumahnya...Arash yang berjalan sendiri karena Opa dan Arsya serta Mang Toyib berhenti dirumah pak RT...karena agak siang nanti akan. ada kerja bakti


Arash perlahan berjalan..memperhatikan orang tersebut dari kejauhan..tak begitu jelas...yang Arash lihat orang itu menggunakan jaket parka warna hijau tua sambil berjongkok dan menunduk...perlahan lahan arash mendekat saat sebuah suara datang dari arah dalam pagar


"Kolor ijo...tolong ada kolor ijo"


Orang yang tadi jongkok ikut berdiri bingung...Arash berlari mendekati orang itu yang berdiri dengan berkacak pinggang dan memarahi Eneng...karena dia meneriaki orang itu dengan sebutan kolor ijo


"Kolor ijo sontoloyo kamu Neng...buka pagarnya"


"Anda siapa nyuruh nyuruh saya...jangan jangan mau maling ya"


"Enak aja..kamu gak kenal saya Neng"


Si Eneng masih menggeleng..tapi sedikit berfikir


"Coba perhatikan saya baik baik"


Eneng mendekat ke pagar menatap lekat orang itu...Eneng menunjukkan telunjuknya kearah muka orang itu


"Eh...kamu..kamu...kamu"


"Siapa coba"


"Hmmm...saya kira liminho...ternyata kolor ijo"


"What...bisa bisanya Jay masih mempertahankan manusia ini...bikin gedeg aja"


Arash mendekat dan menepuk pundak orang itu...Orang itu sontak menengok dan Arash pun kaget


"Uwak Bule"


"Ck...kapan kamu mau memanggil dengan sebutan uncle"


"Belum dapat Ilham"


Eneng yang mendengar nama Ilham disebut melempar sapunya dan mendekat ke pagar


"Aden ganteng mana mas ilhamnya"


"Gak tau Neng..buka pagarnya"


"Mas Ilham mana dulu den"


"Gue gak tau Oneng...buka gak"


Arash menatap tajam si Eneng..Eneng selalu salah tingkah jika si kembar ataupun Jay menatap dengan intesn..Dengan gaya malu malu memegang ujung bajunya dan bergoyang kekanan kekiri


"Den Arash jangan gitu dong lihatin Eneng kan Eneng jadi tambah suka"


Afnan yang mendengar itu mulai jengah


"Oneng buka pintu pagarnya...atau mau dipecat"


"Ye...gak akan mempan karena den Afnan gak bayar Eneng"


"Eneng guw kasih foto liminho buka pintunya"


"Ok Ok.. laksanakan"


Afnan kaget dengan perubahan si Eneng hanya dengan menyebut nama artis Korea


kriet...


"Kenapa pake digembok biasanya juga gak"


"Ya karena tadi ada kolor ijo didepan gerbang turun dari taksi"


"Kolor ijo apaan dasar sontoloyo"


"Hahaha...lagian kenapa uwak subuh subuh sampai sini"


Mereka ngobrol sambil berjalan


"Sengaja"


"Mau numpang sarapan kan"


"Nah tu tau"


"Nggak modal amat sih"


Jasmine dan Melany mendengar orang berbicara keluar menemui


"Afnan"


"Oma... Jasmine"


Afnan mencium tangan oma kesayangannya itu


"Afnan kamu pagi banget sampai sini"


"Mau numpang makan mom"


"Anak nakal"


"Afnan"


"Eh uwak Bule pagi pagi nongol...kayak serangan fajar aja"


"Mulutnya"


Mereka duduk diruang tengah penasaran ada apa Afnan subuh sudah sampai tanah air dan tanpa mengabari


"Uwak kabur dari rumah"


"Nggak ya..emang abegeh kabu kabur segala"


"Trus ngapain nongol subuh subuh disini"


"Iya Af ada masalah apa sampai sepagi ini udah disini"


"Hmmm...bukan masalah serius sih Jay..Opa.. Suami Queen dapat proyek tapi hak bisa nanganin sendiri..Daddy sedang kurang sehat..dan Daddy Alex sedang berada di London..Dito sedang sedikit bermasalah"


"Iya sebenarnya gue yang akan kesana tapi kata Daddy Alex bisa dia atasi"


"Ya sudah kalau gitu"


Dari belakang Jasmine mendekati mereka


"Sarapan yuk uda disiapin"


Semua berjalan ke meja makan


"Huh...modus si uwak Bule"


"Iya aslinya minta sarapan aja"


Semua tertawa kecuali Afnan...Menu pagi ini adalah nasi uduk lengkap dengan sambal dan orek tempenya..Afnan sangat menyukai makanan itu..Bahkan dia terus menambah saat yang lain selesai makan dan menjadi penonton bagi Afnan


"RashSya..jujur dari dulu Opa masih penasaran apa yang membuat kalian kekeuh memanggil Afnan dengan uwak bukan uncle seperti yang lainnya"


"Baiklah kami akan jujur...selain karena memang usianya lebih tua dari yang lain...lihat saja mana ada bule makan nasi..setau kita Bule tidak makan nasi"


uhuk..uhuk


Afnan kesedak makanannya dan Melany mengambilkan minum untuknya


"Heh ngaca dulu sebelum ngomong...Kalian gak sadar wajah kalian Bule juga...dan kalian juga makan nasi bukan sereal..roti atau gandum"


"Uwak...kita memang berwajah Bule tapi kita lahir dan hidup disini wajar kita makan nasi...kita Bule dengan kearifan lokal.. Sedangkan uwak hidup dan tinggal diluar negeri...jujur kami selama ini berfikir jika uwak sedang dinner diluar atau meeting dengan klien sirestauran apakah uwak juga mencari menu nasi..kan hil yang mustahal ada dalam menu makanan mereka


Jay tiba-tiba tertawa teringat sesuatu


"Buahahaa..benar kata kalian..asal kalian tau slogan uwak kalian ini..belum kenyang jika belum makan nasi...dan kalian kira uwak kalian suka makan diluar...tentu tidak... bahkan aunty kalian tidak pernah diajak dinner keluar...hanya karena dia tidak akan menemukan menu nasi didalam daftar menunya... hahaha"


"Sialan loe ngil suka banget loe buka aib gue...tunggu gue dapatin aib loe biar bisa gue balas"


"Oh itu tidak semudah yang kau bayangkan Ferguso"


"Haha..Apa kau takut Fernando Jose"


"Tidak ada kata takut dalam kamusky Fernando Jose"


"Baiklah kita buktikan perkataannya itu...tunggu tanggal mainnya"


"Aku selalu menunggu waktu itu Ferguso...Haha...jangan tetlalu yakin"


Si kembar jengah melihat ulah mereka berdua..


"Stop...drama terus..Uda tua gak sabar umur banget...tambahin beramal bukan nambah dosa...gak takut kuburan sempit"


"Eh ponkan nakal kuburan soit karena pelit"


"Iya amal kurang kuburan juga sempit...mau kegenjet"


"Ya Allah..apa salah hamba niat hamba hanya bersilaturahmi kenapa selalu hamba yang teraniaya"


Kembali RashSya bersuara


"Gak usah lebay...niat silaturahmi hanya modus aslinya minta makan.. Sekere itukah...Bule kok kere"


"Heh kalian berdua apa uncle kalian ini tidak ada kelebihannya dihapadan kalian..Selalu kurang"


"Ya karena kelebihan uwak adalah kekurangan yang uwak miliki"


"Dasar sontoloyo...Solimi banget...kenapa selalu aku yang tertindas gak bapak gak anak gak ada bedanya"


"Oya kami akan memanggil uwak menjadi uncle asal uwak tidak lagi makan nasi..jika masih makan nasi selmanya uwak Bule"


"Penyiksaan banget...sumpah itu tidak mungkin"


Semua tertawa melihat perdebatan si kembar dan Afnan...Afnan yang selalu sial bila dihadapkan dengan Trio Tengil itu...Hanya saja Afnan belum tau kelemahan mereka bertiga jika saja tau dia pasti akan merdeka


_______


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak


Happy Reading