RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Amukan Raja Singa



Secara perlahan rencana Arash sudah berjalan...bahkan orang ya g menjadi targetnya saat ini tidak menyadari bahwa perusahaan miliknya sudah hampir dikuasi Arash dan Keynan


Sebuah fakta yang sangat mengejutkan didapat Keynan saat dia berhasil mengambil hampir 50% kepemilikan saham di perusahaan ayah Malika yang bergerak di bidang konstruksi sama dengan bidang yang digeluti Keynan


"Rash ini orang benar-benar binatang bukan manusia...sumpah gedeg gue sama manusia kayak gini"


"Kenapa sih bang gak paham gue"


"Loe baca data dari anak buah ini tentang perusahaan konstruksi milik Agung Hendrawan yang dirahasiakan"


Arash membaca file itu dan wajahnya berubah menjadi sangat murka...dia bahkan langsung mengambil tindakan dengan meminta bantuan Keynan


"Bang bisa gak Abang ambil alih perusahaan itu"


"Gue akuisisi maksud loe"


"Iya...dan ubah semua pake nama Abang...sampai waktunya tepat kita kembalikan ke pemilik aslinya"


"Ok itu muda buat gue..tapi kita harus ketemu Opa Adrian dulu karena ini ada sedikit sangkut paut sama opa"


"Oke Abang atur secepatnya... pokoknya sebelum pertunangan Ghaisan semua sudah beres"


"Oke...gue pesan tiket ke Bali sekarang..Loe gapapa gue tinggal"


"Emang gue bayi apa pake nangis loe tinggal"


"Ye siapa tau loe kangen atau takut gitu gue tinggal sendiri..Hahahaha"


"Gak kebalik ya...siapa kalau tiap tengah malam kebangun minta ditemani...besok - besok gue gak mau nemenin biar dimakan sama mis kunkun"


"Canda aja Rash...jangan ambek napa"


"Hmmm"


Keynan langsung memesan tiket untuk penerbangan sore nanti dan juga tiket kembali ke Jakarta esok pagi...karena Keynan yakin Opanya akan mempercepat proses akuisisi perusahaan milik ayah Malika


"Down...tiket uda clear...gue berangkat ntar sore balik besok pagi"


"Oke...kita hari ini jadwal publish semua pembaruan info web...and down semua tinggal melihat"


Arash menampakkan seringainya...Keynan yang melihat seringai Arash sudah bergidik ngeri...karena sepupunya itu bukanlah seorang pendendam namun jika sudah diisi hingga nama kedua orangtuanya dibawa - bawa bersiaplah menghadap kematian


"Jalan-jalan yuk Rash bete disini mulu"


"Kuylah"


Mereka membereskan barang-barang mereka dan berlalu keluar apartemen...mereka hanya akan keliling disekitaran apartemen saja...karena akan beresiko tinggi bertemu anak buah Jay jika mereka berjalan lebih jauh


Sedangkan pagi ini Arsya harus keperusahaan Arash yang sementara dipegang kembali oleh Jay...Arsya diminta Arash mengambil file penting yang tertinggal untuk dikirim via email kepada Arash


"Assalamu'alaikum daddyku sayang"


"Waalaikumsalam...kok Daddy merinding yang dengar kata sayang dari kamu bang"


"Emang Arsya Mr Popon apa pake merinding segala"


"Hahaha..sensi amat yak pms bang"


"Ih kita normal kali gak belok"


"Hahahha...ada apa siang-siang kesini..kangen"


"Kangen duitnya... Hahaha"


"Huh matre"


"Ya nggaklah...punya bapak Sultan mah kudu dimanfaatin...kasian kalau numpuk duit banyak - banyak dimakan serangga"


"Serah deh"


Jay masih fokus dengan pekerjaannya dan Arsya berjalan perlahan mendekati meja Daddy-nya dan mengambil berkas yang dibutuhkan memfotonya dan langsung mengirim kepada Arash


"Down...arsya balik ya Dad...mau ke hotel"


"Check in bro"


"Iyalah anak muda gitu loh"


"Ya sudah met heppy heppy bro ingat daratan"


"Huah...mau pecah ni kepala dad...Rizky keluar kota gak balik - balik"


"Hahaha...kamu kan punya kepala pandangan bro"


"Dasar mesum...uda tua ingat umur dad"


Arsya berpamitan dan akan keluar dari ruangan Jay dan bersamaan dengan Daffa akan masuk membawa tamu untuk Jay


"Woy bro"


"Eh loe Ars...uda kelar"


"Uda mau balik ke hotel gue Daf"


"Check in melulu bro..Hahaha"


"Mau gimana lagi...uda kerjaannya hahaha"


Dan seseorang dibelakang Daffa langsung berkata-kata yang tak mengenakan hati ran dapat didengar oleh Jay


"Sudah miskin harta masih juga miskin akhlak..cuma modal tampang saja"


"Wah menarik nih dia masuk ke kandang singa... mampus loe"


"Sepertinya Anda mengenal saya tuan"


"Oh tidak saya tidak perlu mengenal anak tak beretika seperti kamu...oh dan apa yang kamu lakukan disini...mencari sumbangan"


"Wah Anda cerdas seki tuan"


"Tanpa kamu tau saya sudah menebak apa kurang uang yang dihasilkan dari setiap kali chek in dengan tante-tante"


"Darimana Anda tau"


Arsya berpura-pura kaget mendengar ayah malika menuduhnya sebagai seorang simpanan tante-tante...dan ayah Malika memperlihatkan foto Arsya bersama seorang ibu muda berhijab masuk kedalam salah satu kamar hotel..bahkan perempuan itu sangat manja kepada arsya...Arsya ingin tertawa namun ditahannya


"Apa bukti ini apa masih kurang...saya bahkan bisa meminta pihak hotel untuk menyebarkan rekaman CCTV itu"


"Saya ingatkan tuan Agung Hendrawan yang terhormat sebelum bertindak berfikiah dahulu..jangan sampai Anda malu sendiri"


Jay yang dari tadi memperhatikan sang putra dihina dan melawan orang yang ingin meminta kerjasama dengan dirinya...jay berdiri dan mendekati mereka


"Sebenarnya ada apa bang"


Bukan Arsya yang menjawab namun ayah Malika dan itu membuat Jay semakin murka


"Maaf saya mengganggu ketenangan Anda tuan Zaydan Malik...saya juga mau memberitahu Anda harus berhati-hati dengan anak licik ini"


"Siapa yang Anda maksud tuan"


"Dia... Arash namanya..dia tak sebaik tampangnya bahkan saya melihat dia check-in dihotel dengan tante-tante"


"Dimana anda mengenal Arash"


"Arash pernah menjalin hubungan dengan Putri saya namun saya tak merestui karena tabiatnya tidak baik bahkan tak pernah sopan dengan yang lebih tua"


"Apakah Putri bapak bernama Malika Ayesha Putri"


"Benar sekali Anda mengenalnya tuan Zaydan"


"Iya sangat kenal...dan mengapa Anda tidak merestui hubungan mereka..apa Arash tidak layak bersanding dengan Putri anda"


"Ya seperti itu Tuan...lebih tepatnya saya ingin Putri saya berjodoh dengan orang yang bisa membuatnya bahagia dan tidak kekurangan apapun itu"


"Oh menurut Anda Arash anak orang miskin"


"Anda lebih paham dari saya tuan"


Arsya hanya menahan senyum dan ingin melihat amukan raja singa disiang bolong bahkan Daffa hanya bisa menatap dengan tatapan yang menyakitkan untuk ayah Malika


"Sekarang ada keperluan apa anda datang kepada saya tuan Agung Hendrawan"


"Apa kita bisa bicara sambil duduk saja tuan"


"Tidak perlu...katakan apa tujuan Anda"


"Saya ingin mengajukan kerjasama dengan Anda Tuan"


"Begitu ya...Daffa blacklist nama orang ini dari dunia perbisnisan...dan bekukan semua aset miliknya..selain tempat tinggal dan kendaraan pribadi"


"Baik Dad"


Tuang Agung Hendrawan langsung pucat pasi mendengar suara Jay yang menggelegar didalam ruangan


"Salah apa saya tuan"


"Anda mau tau siapa anak ini...anak yang Anda hina"


"Dia hanya anak miskin saja tuan...dan anda akan menyesal melindungi anak ini"


"Saya akan lebih menyesal dan sakit jika ada yang menghina keluarga saya terutama anak saya sendiri"


"Maksud anda dia..."


"Ya dia putra kandung saya Arsya Abdellah Malik jika Anda ingin mengetahui namanya"


"Bukannya dia bernama Arash"


"Arash adalah kakak kandung Arsya...apa anda masih kurang paham sampai disini"


"Maaf maafkan saya tuan...saya benar-benar tidak tahu"


"Maaf Anda saya terima namun tidak dengan perlakuan Anda...jika saya mendapat bukti lain anda menghina putra putri saya siapkan kehancuran lebih dalam lagi"


"Tuan tolong...Nak Arash saya minta maaf"


"Anda pernah bilang ingin mengenal orangtua saya kan...sekarang perkenalkan Daddy saya Zaydan Malik Alfatir dan perempuan difoto tadi adalah mommy saya Jasmine Adila Mahendra...adik kandung Syamil Mahendra"


Duar


Sambaran petir dihati tuan Agung meluluh lantakan semua keangkuhan dan kesombongan yang dimilikinya


_______


...Jangan menilai orang hanya dari penampilan saja...belum tentu yang kayak gelandangan adalah gelandangan bisa jadi yang seperti Sultan adalah the real gelandangan...


jempol ya jangan lupa...senin votenya cuy


happy Reading