
"Daddy gak nyangka masih ada orang seperti itu didunia ini...manusia yang menjijikkan...dan kamu bang kenapa gak pernah bilang kalau kamu dihina seperti itu...ck Daddy paling tidak suka sama orang yang memandang sesama manusia dari harta"
Jay masih saja berceramah walaupun kejadian itu sudah hampir tiga hati berlalu namun emosi sang raja singa tak pula teredam bahkan Arka yang berada di Jerman menemani Melany merawat Reino ikut murka dan langsung kembali bersama Alex yang juga sama-sama murka
"Daddy baru mengerti mengapa waktu itu kamu ngotot meminta hak peralihan San's corp London sementara dipindah ke kamu karena ini bang"
"Iya Dad...karena hanya dengan cara ini Arash bisa langsung menyelidiki semua kejahatan agung hendrawan"
"Terus kenapa Keynan juga ikut andil... sedangkan kami tidak kamu beritahukan"
"Arsya tahu Daffa dan iky juga tahu bahkan Ghaisan juga ikut andil"
"Terus Daddy gak dianggap gitu"
"Huh..kalau daddy ikut dari awal gak seru...karena Daddy pasti akan langsung menghancurkan tanpa sedikitpun kejutan yang mengasikkan"
"Belajar darimana kamu son"
"Dari seorang Zaydan Malik"
"Hahaha ternyata bisa juga nyerap ilmu Daddy"
"Emang Arash spons gitu nyerap nyerap"
"Gak ada yang bilang gitu loh ya"
"Gak bilang cuma jelasin"
Emosi Jay mulai mereda...mereka kini sedang menunggu kedatangan Alex dan Arka serta Melany mereka kini dalam perjalanan menuju rumah dari bandara..Alex datang karena menghadiri pertunangan Ghaisan besok malam...sedangkan dari keluarga Reino akan diwakili Afnan beserta keluarganya dan mereka akan tiba malam hari nanti karena Arka dan Melany lebih dahulu berangkat
Sedangkan ayah Malika sedang gusar dirumahnya...karena dia belum memberitahukan kepada keluarganya jika saat ini tempat tinggal mereka saat ini hanya dapat digunakan selama satu bulan saja...Arash memberi kelonggaran waktu
"Darimana anak ingusan itu tau jika mereka hanya keponakanku saja...Ck..bodoh kenapa dari awal aku gak percaya omongan Mirza...jika bisa diantisipasi dari dulu mungkin ini gak akan terjadi...harta yang berusaha gue ambil akan sia-sia saja...haaaaaaahhhh...an***ng"
Ayah Malika berteriak didalam ruang kerjanya...bahkan mengumpat dan menghancurkan beberapa benda dalam ruangan itu...Ayah Malika mengambil sebuah foto yang disembunyikannya...foto sepasang suami istri bersama kedua anak kembar mereka dalam gendongan
"Saat tau kalian mati bersama aku bahagia sekali...karena harta kalian bisa aku kuasai namun datang orangtua kalian tidak terima namun berkat anak-anak kalian aku berhasil...dan sekarang aku harus menderita lagi karena ulah anak perempuan mu berkenalan dengan orang yang salah....asal kau tau..aku gak akan rela melepas semua yang sudah aku dapat...meskipun nyawa seseorang akan aku korbankan demi kekayaan kalian...Hahaha"
Kebetulan saat itu rumah Malika memang hanya ada ayahnya saja karena yang lain sibuk untuk pertunangan Malika besok malam di hotel milik Arsya
Berbeda dengan kondisi ayah Malika yang masih saja memiliki rencana jahat...Devin..Ghaydan dan Shanum sedang mendapat tugas dari Arsya mencari keberadaan seseorang sebaagi saksi kunci
Sebenarnya Arsya sudah menyuruh mereka mencari dari awal bulan namun masih belum bertemu..saat ini mereka dalam perjalanan ke sebuah kota yang sangat jauh dan terpencil serta berbeda pulau dengan tempat tinggal mereka... tiba-tiba dering ponsel Shanum berbunyi panggilan masuk dari Keynan
"Assalamu'alaikum bang"
"__"
"Kami sudah dipulau X kak...ini lagi jalan ke alamat yang dikasih sama anak buah Arash"
"__"
"Oh gitu...oke kita ketemu dimana Bang Key shareloc aja"
"___"
"Hahah...uda terbiasa manggil gitu gak bisa diubah...hahaha"
Pamggilan dari keynan pun berakhir..shanum kembali fokus melihat gps sedangkan Devin menyetir dan Ghaydan istirahat karena mereka bergantian menyetir
"Apa kata keynan"
"Dia nunggu kita diperbatasan kota...kebetulan dia kesini ada urusan bisnis terus mau ikut gabung"
"Modus"
"Maksud bang dev apa"
"Ealah bocah gak nyadar apa pura - pura oon sih"
"Hah..ngomong yang jelas dong bang"
"Si keynan itu uda lama suka ma loe sha..gak peka banget"
"Ngaco bang dev mah"
"Serius sha...apa loe gak nyadar apa setiap bulan key ngirimin loe barang - barang branded"
"Itu kan cuma hadiah biasa aja kali bang...gak usah lebay"
"Loe hidup dan kenal sama kita-kita berapa hari sih sha...bertahun-tahun kan..masa kode kayak gitu aja gak nyadar"
"Gue anggap bang key kayak abang sendiri seperti kalian"
"Huh...tapi key nggak...loe ingat pas loe sakit tifus tahun lalu...key langsung terbang kesini buat nungguin loe..asal loe tau sha...dia sampai marah-marah ke perawat hanya gara-gara loe disuntik malah kejang"
Shanum terdiam mencoba mencerna setiap perkataan devin...dia memang tak memungkiri jika selama ini keynan selalu menghubungi dia hampir setiap hari namun shanum menelponnya bahkan video call berjam jam hanya mengobrol tak tentu arah...hadiah keynan pun sampai berjibun
"Loe uda nyadar belum sha"
"Bang apa aku salah karena belum sempat bilang kalau gue uda punya Mirza"
"Apa selama ini loe gak pernah cerita tentang Mirza ke Keynan"
Shanum hanya menggeleng lemah sambil menunduk...dia merasa bersalah kepada keynan
"Huh sha loe keterlaluan banget sih...loe php in keynan namanya"
"Terus gue harus gimana bang"
"Jujur dan kenalin Mirza ke Keynan"
"Iya bang"
"Tapi sebaiknya nanti saat acara Ghaisan usai jangan sekarang karena kita sekarang fokus sama si kembar dulu"
"Ya bang"
Devin menghela nafasnya cukup dalam dan tak lama mereka melihat keynan berdiri disamping mobilnya...mobil Devin berhenti tepat didepannya dan Keynan menghampirinya
"Sip bang...masuk aja"
"Ck...just call me keynan"
"Hahaha...uda seru dengan embel-embel mengerikan"
Keynan langsung masuk dan duduk disamping Ghaydan yang masih tertidur pulas...kali ini shanum seperti salah tingkah terhadap keynan
"Sha loe tumben anteng banget biasanya uda paling heboh"
"Hehe...gapapa kok bang"
Keynan membuka ranselnya dan mengeluarkan beberapa cemilan bahkan dia membawa pot air minum berisi kopi dan juga teh panas beserta gelas plastik
"Dave mau kopi atau teh"
"Widiw gue suka gaya loe bang...kopi deh biar melek"
"Loe mau apa sha"
"Sama aja bang"
"Loe teh aja ya sha...gak baik cewek banyak minum kopi"
"Oh...ok..tapi kan gue nanti juga gantiin nyupir bang"
"Loe gak usah nyupir cukup kita bertiga saja"
"Oh...o..ok bang"
Devin melihat kearah shanum yang kebetulan juga melihatnya...devin memberikan tatapan tak suka pada shanum dan shanum hanya bisa diam menunduk
Perjalanan mereka untuk sampai ketempat tujuan tinggal sepuluh menit lagi..selama perjalanan hanya devin dan keynan yang asyik mengobrol sedangkan shanum hanya terdiam sesekali ikut tertawa
"Akhirnya sampai juga"
"Rumahnya yang mana ini..mana jaraknya jauh-jauh"
"Sepertinya kita harus bertanya satu persatu karena nomor rumah tidak ada"
"Ok ide bagus...kita berempat berpencar ya...jangan lupa kalau uda ketemu calling"
"Ok"
Mereka lalu berpencar di kampung dengan rumah panggung itu.. dan tak lama Ghaydan mengirim pesan sudah bertemu alamat yang dimaksud..dan dengan ditemani kepala adat setempat mereka masuk kerumah yang dianggap angker oleh penduduk...rumah itu jauh dari kampung dan hampir mendekati hutan..dan tanpa penerangan bahkan selama ini warga sekitar tidak ada yang berani mendekat
"Nak Devin ini rumah tidak pernah dikinjungi...karena kami takut setiap malam ada suara rintihan bahkan terkadang siang hari ada teriakan"
"Pak boleh kami masuk"
"Silahkan saya tidak berani dan saya disini hanya mengantar dan menemani"
Devin dan kawan - kawannya berusaha membuka pintu rumah yang ternyata digembok itu dengan bantuan alat seadanya pintu kayu itu berhasil dibuka...rumah yang gelap tanpa penerangan..udaranya juga pengap
"Assalamualaikum...ada orang disini"
Ghaydan berusaha memanggil penghuni rumah itu...namun masih tak ada jawaban...kembali ghaydan mengulangi dan diikuti keynan melakukan hal yang sama
dug dug bruk
"Suara apa itu kak"
"Sepertinya dari arah dalam kamar ayo kita periksa"
Mereka melihat hanya ada satu kamar yang terkunci dan kembali suara gaduh didalamnya...Ghaydan dan Keynan langsung mendobrak pintu itu...semua terkejut termasuk ketua adat setempat dan juga beberapa warga yang penasaran...shanum mendekati tubuh seorang wanita paruh baya yabg sedang terikat diatas tempat tidur dan juga seorang lelaki paruh baya yang sedang menutup mata
"Nek..nenek sehat kan"
Sumpalan mulut dan tali mulai dilepas oleh shanum dan meminta air mineral dan teh hangat kepada keynan agar sang nenek meminumnya
"Nenek minum dulu ya"
Nenek tersebut mengangguk dan meminum teh hangat itu...dan tiba-tiba menangis memeluk shanum...keynan mendekat kearah ranjang mengecek kondisi lelaki paruh baya yang masih tertidur
"Dev...bapak ini sakit...panas banget badannya"
Sang nenek berkata sambil terbata-bata
"Su...su..suami sa..sa..saya sa...sakit su..su...da...h dari ke...ma..rin"
Tanpa pikir panjang keynan lengsung mengangkat tubuh renta itu dan mencari tempat berobat terdekat terlebih dahulu..beruntung desa tersebut sedang dikunjungi dokter dari puskesmas kota..dan sang kakek langsung bisa ditangani
Ghaydan menghubungi seseorang memberikan kabar gembira yang diharapkan selama beberapa minggu ini
"Hallo bro misi selesai..target aman"
"___"
"Gue balik besok pagi karena kondisi salah satu target sedang sakit"
"___"
"Iya aman itu mah...lokasi sudah disteril dan anak buah keynan akan memantau siapa tau dapat curut lagi disini"
"___"
"Siap bos..kita kan genk your heart so gak usah ragu meminta tolong...kita susah senang bareng bro...uda dulu gue mau mantau kondisi si kakek"
______
Wah wah apa lagi ini ya....siapa yang ditemuin sama ghaydan....🤔🤔🤔🤔🤔
Sorry selama puasa cuma sesempatnya ya upnya...bagi waktu kerja...masak dan beribadah..selamat berpuasa
jempol ya jempol
Happy Reading