RashSya Story

RashSya Story
Devin~CLBK 20



"Bagaimana kondisi istri saya dok"


"Tidak ada yang mengkhawatirkan pak Devin. Karena kondisi ibu baik-baik saja. Ibu sedang mengandung sekarang pak"


"Apa dok"


"Ibu Tisya sedang mengandung pak. Selamat ya pak Devin"


"Dokter tidak bohong"


"Kami tidak berani. Untuk lebih jelasnya, kami akan meminta dokter Seila memeriksa secara khusus"


"Ya dok. Saya ingin lebih yakin"


"Baik tunggu sebentar, saya akan menghubungi dokter Seila"


Beberapa dokter masih menunggu disana. Mereka takut jika apa yang mereka sangkakan itu salah. Bisa-bisa nasib mereka dipertaruhkan. Seila pun langsung menuju ruangan VVIP. Seila sendiri belum mengetahui jika calon pasiennya adalah Tisya.


"Selamat pagi dokter Seila"


"Pagi dokter Raga. Pasien saya"


"Silahkan"


Devin langsung menarik tangan Seila agar cepat memeriksa Tisya.


"Cepetan loe periksa bini gue Sel"


"Bang Dev. Kirain siapa"


"Udah buruan"


"Gak sabaran amat sih jadi orang"


"Seila. Ck jangan lama-lama"


"Sabar. Duh kak tis punya suami kok ribet"


"Hehe. Kayak gak tau aja gimana Devin Sel"


"Kak aku mulai periksa ya"


Mereka tidak sadar saat mereka sedang bercanda, beberapa dokter sedang menunggu hasil yang bisa menentukan kelangsungan hidup mereka.


"Gimana sel"


"Hmm. Kak tis sudah telat berapa lama"


"Oh iya kok gue lupa sel"


"Telat apaan sih"


"Telat haid bang Dev"


"Kamu gak catat sayang"


"Nggak kak"


"Kira-kira kakak ingat gak terakhir kali haid kapan"


"Kalau gak salah ingat pertengahan bulan kalau gue masih haid kok sel"


"Hm. Dan sekarang sudah akhir bulan loh kak"


"Astaghfirullah. Iya sel baru ingat gue. Berati udah hampir satu bulan ya"


"Kita pastikan lagi saja. Tes urine dulu saja ya kak"


"Okey"


Barisan dokter dibelakang Devin merasa lega. Mereka pun berpamitan tak lupa Devin juga mengucapkan terimakasih kepada para dokter tersebut.


"Kita tunggu hasil tes urine dulu kak"


"Lama gak sel"


"Gak paling dua menit"


"Akurat gak sih"


"Sembilan puluh tujuh persen akurat. Nanti bisa langsung USG juga bang. Biar tahu ada kantong kehamilannya belum"


"Apapun yang terbaik lakukan saja sel"


Tisya sudah selesai mengambil urine dan memberikan kepada Seila. Seila mencelupkan alat tes kehamilan. Mereka menunggu sesaat. Tak sampai lama hasilnya pun keluar.


"Alhamdulillah. Selamat ya kak"


"Sel loe gak bercanda kan"


"Ini lihat dua garis terang kak. Artinya positif"


"Kak Dev"


"Sayang"


Devin langsung memeluk dan menciumi seluruh wajah Tisya. Seila yang melihat hanya tersenyum saja. Seila bahkan sengaja mengambil gambar mereka dan membagikan didalam grup persahabatan suaminya. Seila juga memberi caption yang mengarah kepada kehamilan Tisya.


"Sudah pelukannya. Sekarang keruangan Seila aja yuk kak, bang. Kita USG"


"Baiklah"


Devin semakin protektif setelah mendengar kabar kehamilan Tisya. Seila berjalan didepan pasangan calon orangtua baru.


"Gantiin teman kak. Gak enak juga menolak. Apalagi awal mula gue kerja juga disini kak"


"Oh kirain rumah sakit Atha gak jadi dibuka"


"Ih doanya kok gitu bang. Tuh kak suaminya nyebelin"


"Hahaha. Biarin aja sel. Lagi bahagia dia"


"Cie cie calon hot Daddy"


"Tentu dong"


"Semoga anak kakak gak nurun bapaknya. Songong"


"Benar-benar sel. Hahahaha"


"Ck. Kalian ya senang banget kalau bully gue"


Seila langsung meminta tolong kepada perawat yang menjadi asistennya untuk menyiapkan bed. Dan membantu seila untuk berbaring. Serta menyiapkan peralatan USG. Saat mereka tiba diruangan Seila.


"Yuk kita lihat. Sudah ada kantong kehamilan belum ya"


Devin dan Tisya begitu antusias melihat kearah layar didepan mereka. Perlahan Seila mengarahkan transduser mencari gambar yang tepat.


"Wah. Ini sudah ada kantong kehamilannya. Dan lihat ada titik hitam itu. Itu calon anak kalian. Selamat ya"


"Kak"


"Iya sayang. Itu calon baby kita sayang"


"Sel. Kira-kira berapa usianya"


"Kalau dari prediksi USG disini tertera, lima Minggu lebih tiga hari kak"


"Berati sudah lebih dari satu bulan"


"Ya begitulah"


"Kok gue gak merasa tanda-tanda hamil ya sel"


"Setiap kondisi ibu hamil itu berbeda-beda kak. Mungkin awalnya kakak baik-baik saja tapi bisa jadi setelah periksa kakak baru akan mengalami tanda kehamilan. Seperti morning sick. Ada juga yang dari awal sudah mabuk karena morning sick yang berlebihan. Tapi ada yang sampai lahir gak merasakan apapun. Kalau kata orang hamil kebo. Tapi bukan berarti hamil bayi kebo loh ya"


"Saat hamil pantangannya apa aja sel"


"Gak ada bang. Cuma kurangi pedas aja. Apalagi kak Tisya punya riwayat asam lambung. Dan perbanyak minum air putih"


"Duh dengerin sayang. Kalau suruh minum air putih aja susahnya minta ampun"


"Iya iya"


"Ada lagi gak sel"


"Oh ya ini paling penting ya buat Abang. Usia kandungan kak Tisya masih rawan keguguran. Jadi tolong tahan dulu untuk main jaran goyang"


"Kok gitu. Berapa lama"


"Paling gak sampai dua bulan ke depan saja. Sat usia kandungan masuk bulan keempat biasanya sudah sedikit kuat"


"Nyiksa amat yak"


"Harus bisa ya bang"


"Oh ini akal-akalan kalian aja kan"


"Ck. Gak ada kerjaan banget sih bang. Coba tanya si kembar tuh. Udah lebih berpengalaman"


"Iya deh. Kalau masalah makanan gimana"


"Makan sayur buah dan ikan-ikanan baik untuk awal pertumbuhan janin. Bisa daging juga. Yang penting kak Tisya harus rajin minum pil penambah darahnya. Karena disini darah kakak terlalu rendah. Oh ya udah tes HB belum kak"


"Apa itu"


"Jadi belum ya. Nanti darah kakak akan diambil sedikit untuk melihat kadar HBnya. Wanita hamil paling tidak HBnya harus 11. Dibawah itu dianggap kekurangan darah. Bisa beresiko tinggi pada kehamilan"


"Lakukan saja sel. Mumpung masih disini. Gue mau pastiin istri dan calon anakku selalu baik-baik saja"


"Oke. Bentar aku minta tolong perawat untuk melakukan tes HB"


"Okay"


Sambil menunggu hasil tes HB Tisya, Devin banyak bertanya seputar kehamilan. Ini adalah pengalaman pertama bagi Devin. Dan dia masih buta tentang kehamilan. Seila menjelaskan semua tentang seputar kehamilan terutama perubahan mood ibu hamil yang seperti roller coaster.


Devin menghela nafasnya dalam saat Seila menjelaskan bagaimana seorang ibu hamil bisa berubah mood hanya dalam hitungan detik. Seila meminta Devin agar menjaga emosi Tisya. Dan bersabar dalam menghadapi kelakuan Tisya yang tiba-tiba aneh. Termasuk ngidam.


"Huh. Harus ekstra sabar ini. Demi baby dan mamanya"


"Harus bang. Manjain istrinya. Jangan dibentak kalau tiba-tiba dia manja banget atau rewel banget. Ingat sekali saja suara keras, hatinya hancur bang"


"Iya. Makasih ya sel"


"Sama-sama. Sampai ketemu bulan depan kak"


"Iya"


_____


Wuih bang Dev mau jadi papa


Jangan lupa jempolnya gaesss


Happy reading