RashSya Story

RashSya Story
CPS~Rizky Story



"Bang. Boleh ibu bertanya". Suara lembut sang ibunda yang duduk disamping Rizky, membuatnya menoleh.


"iya ibu". Jawab Rizky lembut.


"Apa sudah ada jawaban dari sholat istikharah kamu nak". Tanya sang ibu kembali.


"Maaf ibu. Masih belum terlihat jelas. Bolehkan Iky meminta waktu sebentar lagi ibu. Iky hanya ingin lebih memantapkan pilihan". Jawab Rizky dengan sopan dan lembut.


"Jika memang belum mendapatkan jawaban pasti, tidak apa nak. Ibu juga tidak mau jika nanti apa yang menjadi pilihan kamu salah. Dan ibu akan menerima apapun nanti pilihanmu nak". Jawab sang ibu dengan kasih sayang.


"Terimakasih ibu". Rizky mencium tangan sang ibu.


Rizky melanjutkan pekerjaan yang sengaja dia bawa pulang. Karena akhir-akhir ini sang ibu kesehatannya mulai terganggu. Arsya juga meminta Rizky untuk memperioritaskan sang ibu. Jika memang Arsya tidak terlalu sibuk, Arsya akan menyelesaikan pekerjaannya tanpa didampingi Rizky.


"Dasar anak durhaka. Gak akan ada yang mau sama perempuan kayak loe". Umpat salah seorang tetangga Rizky.


Suara berisik itu membuyarkan konsentrasi Rizky. Bahkan sang ibu kembali keluar kamar karena mendengar suara ribut didepan rumahnya.


"Ada apa nak". Tanya ibu Rizky.


"Iky tidak tahu Bu. Coba Iky periksa kedepan sebentar". Rizky berjalan menuju pintu depan.


Sang ibu berjalan mengikuti dibelakang Rizky. Rizky membuka pintu depan rumahnya. Didepan rumah Rizky sudah ada seorang ibu yang terus mengumpat.


"Bu Marwah ada apa". Tanya ibunda Rizky kepada tetangganya.


"Itu loh Bu. Si Medina. Gara-gara dia saya jatuh". Ucap Bu Marwah.


Rizky menolong Bu Marwah untuk berdiri. Dan ternyata Medina masih belum jauh dan mendengar perkataan Bu Marwah. Medina kembali mendekati Bu Marwah.


"Maaf ya Bu. Gue gak salah dengar ya. Anda jatuh sendiri ya. Makan tuh karma. Makanya jangan asal omong". Medina berkata dengan kesal dan segera berlalu pergi.


Rizky dan ibunya tersenyum mendengar perkataan Medina. Ibunda Rizky sangat paham sifat tetangganya yang bernama Bu Marwah tersebut. 


"Tuh lihat kan Bu Rizky. Gak ada sopanya sama sekali. Mana ada lelaki mau sama perempuan kayak gitu". Jawab Bu Marwah.


Berbeda dengan Rizky. Rizky selalu bisa tersenyum melihat ulah Medina. Yang memang barbar itu. Dibalik sikap bar-bar Medina tersimpan rasa sakit dan Medina mencoba segala cara untuk menutupi itu semua bukan menyembuhkan.


Ponsel Rizky berdering. Salah satu anggota remaja masjid menghubungi dirinya untuk mengkonfirmasi acara baksos yang akan diselenggarakan akhir pekan nanti. Rizky pun bersedia untuk ikut acara tersebut.


Pagi menjelang. Aktifitas berjalan seperti biasanya. Hari ini akan diselenggarakan meeting rencana pembukaan resort milik Arsya yang sepenuhnya telah selesai. Mereka akan mengadakan meeting dihotel milik Arsya. 


"Ky. Habis meeting loe bisa anterin Mommy gak". tanya Arsya.


"Kemana bang". tanya Rizky kembali.


"Pemgajian bulanan. Daddy pergi keluar kota. Supir gak ada semua. Gue nanti mau jemput nyonya". Jelas Arsya.


"Oke. Gak masalah". Jawab Rizky sambil tersenyum.


"Loe bawa mobil loe sendiri ya". Pinta Arsya.


"Siap". Jawab Rizky semangat.


Meeting sedang berlangsung. Rizky dan Arsya fokus mendengarkan penjelasan dari bawahannya tentang kesiapan resort untuk beroperasi. Satu jam lamanya meeting berlangsung.


Rizky bergegas meninggalkan perusahaan setelah meeting usai. Dengan mengendari motor kesayangannya, Rizky menuju kediaman Malik. Tiga puluh menit lamanya Rizky tiba dikediaman keluarga angkatnya.


"Assalamualaikum Mommy". Rizky mengucapkan salam begitu dia memasuki rumah keluarga Malik.


"Waalaikumsalam. Apa kabar anak . Kenapa jarang main kesini". Jasmine menjawab salam dan menyambut hangat Rizky dengan mengelus puncak kepalanya saat Rizky mencium telapak tangannya.


"Mommy sehat. Maaf Iky sibuk. Gak sempat negokin Mommy". Jawab Rizky.


"Alhamdulillah Daddy dan Mommy sehat nak. Ibu kamu sudah sembuh". Tanya Jasmine.


"Alhamdulillah. Ya sudah kita berangkat sekarang saja bang". Ajak Jasmine.


"Ayo mom". Rizky menggandeng Jasmine seperti ibunya sendiri.


Rizky mengendarai mobilnya dengan perlahan. Saat perjalanan keduanya asyik berbincang. Karena memang sudah cukup lama Rizky tidak mengunjungi keluarga Malik.


"Bang. Kata bang Arsya kamu mau khitbah anak gadis. Benarkah itu bang". Tanya Jasmine.


"Insyaallah mom". Jawab Rizky dengan senyuman.


"Kenapa nadanya ragu gitu bang". Tanya Jasmine


"Sebenarnya ibu ingin Rizky mengkhitbah anak teman ibu mom. Tetangga rumah. Tapi Rizky masih belum menjawab permintaan ibu". Jelas Rizky.


"Apa ada pilihan lain selain dia bang. Karena dari nada bicara kamu jelas ada kamu memiliki pilihan lain". Tanya Jasmine.


"Iya mom. Sebelum ibu meminta Rizky mengkhitbah tetangga kami, Rizky memang sudah menjatuhkan pilihan. Dia teman lama Iky saat dipesantren dulu". Jawab Rizky.


"Oh bagus itu. Lalu kenapa ibu meminta kamu menikahi tetangga kalian jika pilihan kamu sudah pasti terbaik". Tanya Jasmine.


"Karena gadis itu cukup spesial mom. Kami dulu berteman hingga sebuah tragedi membuatnya berubah sikap. Namun Iky yakin dia masih memiliki hati yang baik seperti dulu". Jelas Rizky.


"Sudah istikharah bang". Tanya Jasmine.


"Sudah mom. Namun masih ada sedikit keraguan. Iky masih menunggu waktu sebentar lagi mom". Jawab Rizky


"Apapun nanti pilihan kamu bang. Mommy doakan dia jodoh yang memang ditakdirkan untuk kamu. Dan ingat untuk mengabari kami. Kamu tau kan Opa sama Oma sudah menetap di London sekarang menemani Si kembar Dean dan juga Arsyilla. Dan mereka berharap masih bisa melihat pernikahan kamu". Ucap Jasmine.


"Iya mom. Pasti Iky akan memberitahu begitu Rizky sudah mantap dengan pilihan Iky". Jawab Rizky.


Mereka sudah sampai dirumah tempat Jasmine akan mengikuti pengajian. Seperti amanah Arsya, Rizky harus menunggu sampai sang mommy pulang dari pengajian. Rizky menunggu didalam mobil sambil merebahkan tubuhnya.


Istirahat Rizky sedikit terganggu dengan suara deru motor yang telah dimodifikasi. Rizky sedikit menegakkan tubuhnya untuk melihat siapa yang baru saja melintas disamping mobilnya. Wajah Rizky bersemu merah karena melihat sejoli yang dengan santainya berciuman ditempat umum.


"Astaghfirullah". Pekik Rizky pelan.


Rasa terkejutnya Rizky semakin menjadi setelah melihat wajah gadis yang baru saja melakukan hal tak pantas ditempat umum. Rizky mengamati sesaat dan kembali merebahkan tubuhnya sambil menutup mata dan terus beristighfar.


"Ya Allah inikah jawaban dari Mu". Gumam pelan Rizky.


"Tolong yakinkan hamba sekali lagi ya Allah". Doa Rizky dalam keheningan dan disambut suara adzan.


Rizky keluar dari dalam mobil dan mencari masjid terdekat. Saat Rizky berjalan didepan rumah dimana tadi sepasang sejoli berbuat tak pantas, terdengar seseorang memanggil nama Rizky.


"Nak Rizky". Sapa orang tersebut.


"Loh pak Sidiq. Assalamualaikum". Jawab Rizky saat melihat orang yang memanggilnya.


"Waalaikumsalam. Kok bisa disini nak". Tanya pak Sidiq.


"Mengantar mama pengajian dirumah temannya pak. Bapak tinggal disini". Tanya Rizky.


"Iya. Ini rumah saya. Siapa tau bisa mengenal sekalian mama nak Rizky". Jawab pak Sidiq


"Insyaallah pak. Mari kita ke masjid pak bersama pak. Saya belum tau letak masjid dimana". Jawab Rizky dengan senyuman.


"Iya mari kita berangkat bersama". Jawab pak Sidiq.


Mereka berjalan beriringan. Dalam benak Rizky masih terlintas kejadian beberapa saat yang lalu. Rizky berusaha untuk berfikir positif. Dan Berdoa semoga segera mendapatkan jawaban pasti dari doanya.


____


Maaf lama ya gaess. Karena memang harus benar-benar istirahat total. maaf membuat kecewa...