
Seperti biasa setiap weekend akan digunakan berkumpul dengan para sahabat dan juga saudara si kembar. Karena Retha baru saja melahirkan, mereka memutuska berkumpul dirumah si kembar.
Rumah Jay sudah ramai dengan kedatangan mereka. Apalagi akan bertambah beberapa anggota baru. Hari ini mereka akan membantu calon pengantin untuk memilih souvenir. Dan tentunya merencanakan kejahilan.
"Chil loe gak ada gitu bayangan mau ngasih souvenir apa"
"Tadinya Bagas mau ngasi tiket liburan ke Bali selama tiga hari free semua. Tapi gie masih ragu bang"
"Oh dasar horang kaya ngasi souvenir kayak bagiin kerupuk aja"
"Biasa aja kali bang dev"
"Terus ini maunya yang apa"
"Chila bingung. Kalau chila mau kasih paket spa satu minggu free ditempat kak shanum"
Shanum yang merasa namanya dipanggil langsung menyahut.
"Bisa diatur asal jangan gue sponsorin. Bisa gulung tikar gue"
"Tenang itu semua dari gue sama Bagas kok. Kakak cuma ngasih pelayanan terbaik aja"
"Calon nyonya bos mah beda"
Karena Bagas sedang berada di Bandung. Chila mengirim pesan untuk meminta persetujuan. Jika pilihan souvenir keduanya akan digabungkan.
"Gimana uda dibales belum pesan kamu dek"
"Lagi sibuk kayaknya. Serkan tampan ponakan aunty sini gendong aunty dulu"
Retha yang baru bergabung dengan membawa Serkan. Serkan sedang menjadi idola dikeluarga. Berwajah tampan perpaduan oriental dan timur tengah.
"Aunty aunty. Bibi aja kenapa sih"
"Yew kak Icha mah suka gitu. Kerenan aunty"
"Aunty kalau kamu seratus persen gak makan nasi sama sambel terasi. Ketemu jengkol aja khilaf nasi satu panci habis"
"Kak icha jangan buka kartu dong. Awas ya sampai Bagas dengar. Tensinkan chila"
"Kenapa harus malu. Kalau dia beneran cinta gak akan malu kamu makan kayak gitu. Malu itu kalau jadi perebut punya orang. Uda tau ada yang punya masih aja dikejar"
Perkataan Icha itu tak hanya untuk Chila namun juga Keynan. Karena Keynan yang dulu menyukai Shanum yang sudah dimiliki oleh Mirza.
"Gak usah nyindir gitu napa sih cha. Gue juga uda ikhlas kok"
"Anda berasa. Padahal saya gak nyindir anda"
"Sumpah rash, bini loe semenjak hamil kok nyebelin ya"
Arash hanya cuek saja. Sedangkan Icha asyik menikmati rujak bersama Shanum yang juga sedang hamil muda. Rizky dan Daffa baru saja ikut bergabung. Rizky membawakan pesanan Icha tumis cumi asin dan balado ijo ikan jambal bikinan ibu Rizky.
"Cha nih pesanan kamu"
"Ah pak Sutat emang the best"
Mereka semua mencibir Icha yang memuji Rizky. Entah kenapa hanya pada Rizky Icha bersikap manis. Terkadang membuat Arash cemburu.
"Ih kak Iky emang baik. Preeet"
Icha yang diejek oleh Keynan tak terima. Perdebatan itu pun terjadi. Dan selalu mereka akan kalah. Namun juga membuat Arash panas.
"Kenapa gak terima gue ngomong kak Iky baik. Itu kenyataannya dia baik. Dia lembut. Dan tampan. Emangnya situ. Katanya tampan tapi sampe sekarang gak laku. Jones. Ujung-ujungnya suka sama orang gak taunya ada yang punya. Ngenes amat yak nasibnya. Gue saranin loe diruwat mandi pake air kembang. Dan lebih baik pake bunga bangkai kalau cuma kembang tujuh rupa gak mempan. Aura loe gak akan keluar. Mengerti tidak Bang Key"
"Wah ngelunjak nih anak. Coba loe gak bunting gue libas beneran. Rash besok lagi jangan dikasi sarapan bon cabe bini loe. Biar gak pedes banget tuh mulut"
Mereka hanya menonton pertunjukan Keynan dan Icha. Entah dendam seperti apa yang dimiliki oleh anak Arash kepada Keynan. Seingat Arash mereka seperti itu berawal dari kejahilan Keynan pada Icha saat di Paris.
"Kalian kapan akur sih tiap bareng kayak gitu"
"Nanti kak Iky kalau dapat hidayah"
Mereka kembali bercanda dan saling bertukar cerita. Para calon emak muda sedang sharing masalah kehamilan kepada Retha. Chila pun ikut bergabung dengan para calon emak muda.
"Serkan besok kalau gede sifatnya kayak siapa ya"
"Kalau Icha lihat bakalan dominan bapaknya ini mah"
"Iya matanya aja uda kelihatan"
"Iya bener banget kata kak Icha sama kak shanum. Mata serkan kayak bang Arsya. Mematikan"
"Semoga dia punya watak lembut maminya ya"
"Semoga"
Acara berkumpul mereka akhirnya berakhir saat sore menjelang. Mereka sudah kembali ke rumah masing-masing. Arash masih dikamar karena permintaan Icha untuk ditemani nonton film horor. Beranak dalam kubur. Kalau kata sikembar dulu film seperti itu disebut drahor.
"Mas itu matanya si setan gak capek apa melotot terus"
"Gak tau juga sayang. Mungkin itu ada lakbannya dikelopak mata atas biar gak capek"
"Oh jadi lakbannya buat narik keatas gitu biar melotot sempurna"
"Bisa jadi"
"Ah gak seru filmnya mas. Ganti aja"
"Emang gak seru dimananya sayang. Kurang serem gitu"
"Kalau kurang serem tinggal lihatin muka daddy lagi kesel disuruh joged"
"Hahaha bener banget. Terus kenapa mau diganti filmnya"
"Habis gak ada bukti konkrit saat lahiran didalam kuburannya. Cuma suara bayi nangis. Gak ada adegan yang pas lahiran langsung"
"Hah. Ya yaya"
"Kalau sampai ada adegan kayak gitu beneran gak akan ada yang berani nonton sayang yang ada filmnya gak akan pernah tayang" Arash berbicara dalam hatinya
"Mas cariin film keluarga kamboja"
"Maksud kamu film dari Thailand gitu sayang"
"Emang ada film indonesia judulnya keluarga kamboja"
"Adalah. Icha aja suka lagunya"
"Gimana lagunya"
"Selamat pagi emak selamat pagi abah. Gitu"
"Bukannya itu film keluarga cemara sayang"
"Iya kalau mereka keluarga cemara. Kalau kita kan keluarga kamboja"
"Kok bisa kamboja"
"Kamboja tumbuh dimana mas"
"Kuburan"
"Kuburan identik dengan apa"
"Serem"
"Kan sama kayak keluarga ini serem kalau pas icha minta dibuatin makanan"
"Heh"
Arash hanya bisa kicep. Gimana gak berubah jadi serem kalau permintaan ibu hamil itu selalu diatas normal.
"Eh mas Icha punya ide bagus"
"Paan sayang"
"Icha pengen anak kita nanti manggil kita emak sama abah"
"Uhuk uhuk"
"Pelan - pelan dong mas minumnya"
"Mas gak salah dengar kan sayang"
"Nggaklah. Emang kenapa sih"
"Kan kita sepakat manggil ayah sama bunda"
"Itu biasa. Pasran. Icha kan pengen ngenalin budaya negara kita pada anak-anak nantinya"
"Hmm gimana kalau bapak sama ibu saja"
"Itu juga masih pasaran mas. Pokoknya emak sama abah"
"Hehehe. I iya deh"
Pikiran Arash melayang jika keluarganya terutama uwaknya mendengar panggilan anak-anaknya kepadanya nantinya akan membuat Afnan menang telak.
"Ini tidak bisa dibiarkan. Nak kamu memang pandai tak menyiksa bundamy tapi kamu menyiksa ayah sayang. Tolong sadarkan bundamu sayang"
Arash berbicara dalam hatinya sambil mengusap perut sang istri yang sudah sangat besar. Dia juga berdoa agar saat pagi datang Icha sudah lupa dengan permintaannya itu.
Apa yang menjadi ketakutan Arash semalam terjadi. Mereka sedang sarapan pagi bersama sekarang.
"Abah nanti emak beliin es cream ya"
Semua yang dimeja tersedak. Jay langsung bertanya.
"Siapa yang kamu panggil abah icha"
"Ya suami icha lah dad. Siapa lagi"
"Hah abah"
"Iya kenapa emangnya. Ada yang salah gitu"
"Enggak nak. Enggak salah kok. Cuma amazing wow gitu"
Arsya terkikik mendengar penjelasan kakak iparnya. Arash menendang kaki kembarannya. Arka dan Melany juga terkikik. Sedangkan Arash hanya bisa menunduk sambil menggaruk pelipis ya. Chila yang penasaran kenapa Icha merubah panggilan langsung bertanya.
"Kok ganti panggilan lagi kak"
"Kan biar beda chil. Dan lebih membumi"
"Terus harus gitu panggil emak sama abah gak ada panggilan lain"
"Nggak itu panggilan langka"
"Opa jadi ingat sesuatu dengan panggilan itu"
Jay dan Arka bernyanyi untuk mengolok Arash. Arash hanya bisa tersenyem kikuk saja. Dalam hatinya dia berkata kalian bahagiakan bisa mmembantaiku.
"Ingat apa opa"
"Selamat pagi emak. Selamat pagi abah. Mentari hari ini berseri indah. Terimaksih emak. Terimakasih abah untuk tampil perkasa bagi putra putri yang siap berbakti"
"Baguskan. Icha juga suka sama lagu itu. Opa setuju kan icha manggil mas arash abah"
"Setuju. Setuju banget"
"Daddy juga setuju. Lebih menghargai budaya"
Arka dan Jay tersenyum mengejek Arash. Senyum itu berarti kapan lagi bisa menghabisimu anak tengil. Arash membalas dengan tatapan mata yang bisa diartikan ancaman oleh kedua orangtua itu.
"Awas kalian"
_______
Ah gak bisa dibayangin kalau tuh anak lahir dengan tampilan bule manggilnya emak sama abah....Gimana reaksi afnan ya
Jangan lupa jempol dan jangan lupa sambil nyanyi ya...biar happy terus..
Happy Reading