
Karena ini hari Minggu dan Icha masih belum berangkat ke Jogja, Arash memanfaatkan waktu yang ada untuk sekedar quality time bersama tunangannya itu. Kebetulan hari ini Jasmine ingin berkumpul dirumah dan acara baberque
"Icha nanti bantu mommy bikin cookies ya"
"Iya mom, tapi icha gak bisa masak loh mom jadi Icha minta ajarin ya mom"
"Iya sayang"
Arash sedang mengerjakan pekerjaannya diruang kerjanya. Sedangkan Arsya sedang mengurus acara pernikahannya yang tinggal dua minggu lagi.
"Mom mau masak apa kita"
"Untuk makan siang kita bikin ikan gurame bakar aja. Kebetulan Mang Toyib tadi habis ambil dijolam belakang"
"Oke mom Icha ajarin ya mom, biar besok pas kost sendiri gak cuma jajan dan makan mie instan aja"
"Eh jangan sayang, makan mie instan itu boleh tapi jangan terlalu sering. Besok mommy bikinkan kering kentang gimana sayang biar bisa dibawa ke Jogja dan tahan lama"
"Uh sayangnya mommy ku"
"Hahaha, uda-uda kalau Abang lihat bisa jealous nanti. Hahahaha"
"Masa bisa gitu sih mom"
"Kamu lihat nanti sifat over protectivenya sama kayak Daddy-nya "
Mereka tertawa dan Icha mencoba mencari tahu seperti apa calon suaminya itu. Dan saat bersama keluarga dan sahabatnya, Icha memanggil Arash dengan sebutan abang
"Makanan kesukaan Abang apa sih mom"
"Abang bukan pemilih makanan asalkan ada nasi dan sambal terasi uda seneng banget dia"
"Masa sih mom. Bukannya abang keturunan bule ya mom. Kok doyan nasi"
"Karena lidah mereka sudah terbiasa masakan Indonesia apalagi masakan rumahan"
"Wuih bule kw dong mom. Hahaha"
"Hahaha ya seperti itu"
Jasmine dengan telaten mengajari Icha memasak. Icha memvideo setiap langkah-langkahnya sambil sesekali bertanya jika kurang paham.
"Selesai sayang sekarang kita buat cookies buat cemilan nanti sore. Tapi kayaknya bahannya ada yang kurang deh. Mau nemenin Mommy ke mini market depan"
"Mau dong mom. Icha bilang Abang dulu takutnya nyariin"
"Iya mommy juga mau pamit ke Daddy"
Icha berjalan kearah lantai dua menuju ruang kerja Arash. Setelah didepan pintu Icha mengutuknya terlebih dahulu
tok tok
"Masuk"
"Mas, Icha ganggu gak"
"Kamu sayang. Nngak kok masuk aja sini ada apa"
"Icha mau ijin keluar nemani mommy bentar"
"Kemana sayang"
"Ke minimarket depan kompleks"
"Naik apa"
"Motor aja biar cepat. Lagian juga dekat kok"
"No. Pake mobil mas aja. Nanti biar Mang Toyib yang nganterin kamu sayang"
Icha ingin membantah namun dia tau pasti jika tunangannya itu tidak suka dibantah
"Oke baiklah. Icha pergi dulu"
"Iya hati-hati sayang, mas mau aja nganterin tapi kerjaan mas lagi numpuk ini"
"Iya gapapa kok"
Icha mengambil tangan Arash lalu menciumnya. Setelah Icha meninggalkan ruangan kerjanya, Arash kembali fokus dengan tumpukan berkasnya. Jasmine dan Annisa membeli beberapa bahan kue dan juga barbeque yang masih kurang.
"Icha mau jajan sesuatu gak mumpung masih disini"
"Gak ah mom. Lagian nanti pasti banyak makanan dirumah kalau Icha jajan lagi malah gak kemakan"
"Malam ini jadi nginap rumah mommy kan sayang"
"Jadi mom. Kan Abang uda minta ijin ke ibu sama Aa"
"Syukurlah. Mommy cuma pengen dekat sama Icha, apalagi icha habis acara Arsya langsung berangkat ke Jogja kan"
"Iya mom, Icha harus segera registrasi dan Icha juga belum mencari kost"
"Sayang apa tidak sebaiknya kamu tinggal diapartemen saja biar nyaman"
"Mom Icha sekolah karena beasiswa kalau Icha tinggal diapartemen bisa langsung kena sangsi dong mom"
"Kalaupun kamu terkena sangsi, Abang masih bisa biayain icha kuliah sayang"
Dengan senyuman Icha mencoba menjelaskan kepada Jasmine agar perkataannya tidak menyakiti hati Jasmine
"Mom Icha bahagia banget punya orangtua seperti mommy yang sayang sama Icha walaupun Icha cuma tunangan abang. Icha juga senang jika icha bisa nuruti permintaan mommy. Tapi untuk yang satu ini icha mohon ijinkan Icha untuk tetap menggunakan beasiswa Icha. Agar nanti kedepannya tidak akan ada kabar miring tentang Abang dan Icha mom. Biarkan mereka mengenal Icha dengan apa adanya Icha tanpa embel-embel nama Abang membantu Icha. Tapi icha janji jika suatu saat Icha ada kendala, Abang orang pertama yang Icha beritahu"
Jasmine langsung memeluk Icha. Disaat semua wanita mengejar putra putrinya karena harta dan kedudukan, tapi icha tidak bahkan sampai saat ini Icha masih menyembunyikan wajahnya dari pencari berita.
Jasmine dan Icha baru pulang dari mini market Dengan belanjaan yang lumayan banyak. Dan Arash juga sedang berada didapur mengambil minuman
"Sudah pulang"
"Iya mas. Mas sudah selesai pekerjaannya"
"Belum sayang bentar lagi. Kamu bosan ya"
"Nggak kok. Malah bahagia bisa belajar masak sama mommy. Lumayan buat bekal ngekos besok"
Arash mendengar kata-kata icha seolah mengingatkannya jika Icha akan segera pergi meninggalkan dirinya untuk menuntut ilmu. Arash meletakkan gelasnya dan langsung meraih kedua tangan Annisa
"Boleh gak sih gak usah sekolah jauh disana"
"Kenapa emangnya mas"
"Gak kuat nahan rindu"
"Haish gak usah lebay gitu deh gak cocok sama muka"
"Beneran sayang. Kamu kuliah disini aja ya. Mas bayarin deh"
"Mas kita uda pernah bahas ini ya. Dan mas tau apa alasan aku"
"Iya sih. Tapi bisa gak berangkatnya bulan depan gitu"
"Hahaha mas Icha harus registrasi dan nyari kostan loh"
"Huh, iya iya. Tapi besok mas yang nemenin nyari kostan loh"
"Syiap bos"
"Ya udah mas balik kerja lagi. Tinggal dikit nanti mas temenin. Kalau capek istirahat dikamar tamu atau kamar mas juga gapapa"
Tak lama setelah Arash pergi meninggalkan dapur, Jasmine datang dan mereka kembali berkutat dengan adonan cookies
"Ini tinggal dipanggang sayang. Atur temperatur dan waktunya. Kalau misal gak ada oven listrik tinggal kamu waktuin pake jam aja. Jangan lupa ovwn dipanasin dulu"
"Iya mom"
"Oya sayang, ini uda waktunya sholat. Kita sholat dulu"
"Icha lagi halangan mom"
"Ya sudah mommy sholat dulu. Abang kayaknya juga mau ke masjid sama Daddy"
"Iya mom"
Icha menunggui ovennya. Saat Arash melintasi dapur dia mendekati Icha yang sedang asyik dengan ponselnya
"Sayang gak sholat"
"Lagi libur mas"
"Yasudah mas ke masjid dulu"
"Ya Mas"
Icha kembali menatap ponselnya. Dia asyik menonton boyband idolanya dna juga kekasih halunya. Eneng yang akan menaruh sesuatu dikulkas melihat Icha sedang asyik dua ikut nimbrung. Mereka benar-benar cocok membahas cowok ganteng ala mereka. Tanpa sadar cookies Icha gosong
"Mbk Icha kok bau gosong"
"Gue wangi Eneng gak bau gosong"
"Bukan Mbk yang bau, tapi ini bau gosong"
"Astaghfirullah, kenapa gak ngomong dari tadi sih Eneng. cookies icha gosong"
"Ya Allah black cookies namanya ini mah. Kue paling limited edition"
"Gimana dong neng"
"Ya gak gimana-gimana Mbk. Emang mau digimanain wong udah gak bisa gimana-gimana"
"Ck Eneng. Icha takut mommy marah"
"Gak ada sejarah sepanjang dunia perdapuran Eneng dirumah ini nona muda marah"
"Iyakah"
"Iya. Mendingan jujyr aja nanti"
Jasmine yang mendengar kehebohan didapur langsung mendekat. Dengan wajah takut Icha menjelaskan. Bukan marah, Jasmine malah ketawa
"Alhamdulillah cuma cookiesnya yang gosong. Tuh markoneng panci mommy dua digosongin. Gara-gara keasyikan nonton tong mingslep"
"Ih nona suka gitu deh"
"Hahahha. Ternyata kalian memiliki hobi yang sama ya"
"Apa mom"
"Suka bikin gosong. Hahaha"
"Kalau Eneng yang gosong-gosong itu yang eksotis nona"
"Uda jangan dipanjangin kasian icha bingung sama bahasmu yang absurd"
"Mom ini gimana"
"Ya uda gapapa sayang. Toh adonannya masih banyak. Kue gosong itu kamu masukin mangkok aja taruh dimeja biar nanti dibuat campuran makanan ikan sama Mang Toyib"
"Iya mom"
Icha mengemasi black cookies nya kedalam mangkok dna kembali memanggang sisa adonan yang ada.
"Wah ada cookies nih. Tapi kok tumben mommy bikin cookies sampai goldwn brown mendekati angus gini. Biarlah bikinan istri harus dihargai"
Jay langsung duduk sambil membaca buku dan memakan black cookies bikinan Icha. Saat Icha akan mengambil gelas, dia mencari keberadaan mangkok kue gosongnya yang sudah hilang
"Mom"
"Ya sayang"
"Memangnya tadi Mang Toyib uda kesini ya mom"
"Belum sayang kan belum ada yang manggil. Kenapa emangnya Cha"
"Nggak mom. icha cuma penasaran aja"
"Penasaran kenapa"
"Ikan mommy yang dipelihara terbiasa makan dimeja makan ya mom bukan didalam air"
"Maksudnya gimana mommy gak dong"
"Ini loh mom, tadi cookies gosongnya Icha taruh sini katanya mau dikasih buat campuran makanan ikan. Lah ini udabgak ada sama mangkok-mangkonnya kalau buak Mang Toyib berati si ikan datang ambil makanan sendiri disini kan mom"
"Kamu ngaco mana ada ikan makan cookies dimeja makan sayang"
"Terus kalau bukan ikan berarti Dedemit dong mom"
"Gak ada dedemit disini sayang"
"Lah cookiesnya kemana"
Jasmine juga bingung. Dan saat matanya tanpa sengaja menatap sang suami yang juga menatapnya sambil memegang black cookies hendak masuk kedalam gua, Jasmine pun tertawa
"Oh iya sayang kayak ya ada dedemit disini kelaparan. Makanya cookies gosong pun dicomot sama dia"
Annisa melihat kearah Jay. Beruntung cookies itu sudah ditaruh oleh Jay
"Daddy apa disini memang ada dedemit yang doyan cookies gosong"
"Daddy gak tau Cha emang kenapa"
"Tadi Icha naruh cookies gosong dimangkok katanya mau buat campuran makanan ikan. Tadi niatnya Icha mau kebelakang ngasi cookies itu sama Mang Toyib eh kok ilang. Icha pikir ikannya ambil makan sendiri kesini, kok amazing gitu. Tapi mommy pikir itu dedemit. Masa ada dedemit doyan makanan gosong apa gak takut makin jelek wajahnya ya Dad. Kan dedemit mukanya uda gosong kena azab. Bener gak Dad.....Eh itu...."
Jay memainkan cookies itu dan Annisa langsung menutup mulutnya dengan tangan
"Maaf dad. Icha gak bermaksud ngatain Daddy dedemit beneran deh"
"Iya Daddy ngerti kok. Daddy pinjam mommy bentaran ya"
"Tapi Daddy gak marah kan sama Icha"
"Gak sayang. Mommynya Daddy pinjam ya"
"Iya Dad"
Arash yang sedari tadi mendengar dari lantai dua hanya bisa tertawa karena hanya Icha dengan mulut slebornya itu yang mampu menghina dia dan daddymya....
____
Dikit dulu ya...
jangan lupa jempolnya kakak
Happy Reading