
Arash mengantarkan pulang Malika karena sudah hampir satu jam belum juga dijemput..Awalnya Malika menolak namun saat menemani menunggu jemputan Malika diminta naik taksi saja karena tidak ada yang menjemput
"Makasih ya Rash...maaf selalu merepotkan loe"
"Nggak kok Mal...Gue gak merasa direpotkan"
Arash menjawab dengan tersenyum dan sudah beberapa kali Malika melihat Arash tersenyum bahkan jika hanya berdua Arash bisa bersikap konyol dan tertawa lepas...berbeda dengan Arash yang berada disekolah
"Hmm Mal...Loe besok berangkat diantar siapa"
"Kak Eza kayaknya Rash...emang kenapa"
"Nggak siapa tau mau bareng gue bisa jemput loe dulu"
"Nggak usah kita ketemu di bandara saja ya"
"Oh ok kalau begitu...Gue balik dulu assalamu'alaikum"
"Iya hati hati Rash... Waalaikumsalam"
Arash meninggalkan rumah Malika kali ini dia mengantar menggunakan mobilnya..Tanpa Arash sadari orangtua Malika melihat mereka dari arah berlawanan
"Pah kayaknya pria itu uda sering nganterin Malika"
"Oya...siapa dia..siapa orangtuanya"
"Kalau dilihat dari penampilannya dia dari keluarga biasa saja"
"Hum begitukah"
Mobil yang digunakan oleh orangtua malika memasuki gerbang rumahnya...mereka lalu turun dan masuk kedalam rumah
Sampai dirumah Arash mendapatkan pesan
*Yesha
Sudah sampai
Arash
baru saja
Yesha
Baiklah selamat istirahat
Arash
kamu juga*
Arash tersenyum sambil menyimpan ponselnya..Arsya tau apa yang sedang terjadi dengan kakaknya itu
"Widiw yang polling in lope kalau kata Eneng mah"
"Apaan sih Sya resek banget"
"Hahaha..udah gak usah ngelak bang..Loe suka ka ma Malika..Gue juga tau dia emang tipe loe"
"Sejak kapan loe jadi peramal"
"Ck...gengsi aja digedein bang...kalau suka bilang jangan dipendkalaul jadi kentut..bau...Haha"
"Rese loe..pergi sono gue mau mandi"
"Hahaha...witing tresno jalaran Seko kulino"
(Cinta datang karena terbiasa)
"Arsyaaaa"
Arsya berlari keluar dari kamar Arash...Mommy yang melihat Arsya tertawa mencoba bertanya
"Ada apa bang kok ketawa gitu"
"Gapapa mom..seneng aja bikin jengkel Abang"
"Jangan suka jail...nanti dibalas loh"
"Haha...gak masalah Mom"
"Oya mamoko jadi dibawa"
"Hahaha jadilah mom...Abang gak akan bisa tidur tanpa boneka kesayangannya itu..kecuali dia sekamar sama Arsya...pasti tidurnya minta dipeluk"
"Heh jangan suka ngledek...kamu sendiri juga gak bisa tidur tanpa menghisap jempol iyakan"
"Mommy...hish nyebelin"
"Hahaha..Abang Abang"
Itu menjadi rahasia keluarga dan juga Ghaydan..jika ada yang tau hal itu bisa dipastikan mereka akan malu
Dari pagi hari rumah Arka sudah sibuk karena si kembar akan berangkat ke Singapura pagi ini...dan disana selama satu Minggu lamanya
Mereka sudah berada di bandara Jay dan Arka yang mengantar si kembar beserta Chila Jasmine tidak bisa ikut karena takut menangis di bandara
"Abang jangan lupa kabari Chila ya"
"Iya sayang..jangan bandel ya"
"Chila mau oleh oleh gak dari Abang"
Chila menjawab dengan sebuah lagu dangdut
"Aku Tidak minta oleh oleh
Emas permata dan juga uang
Tapi yang kuharap engkau pulang
Tetap membawa kemenangan"
RashSya menjawab
"Insyaallah..doakan Abang ya honey"
Saat Jay bersama Arka dan Chila hendak keluar bandara mereka bertemu Malika yang sedang diantar kedua orangtuanya..Yang tadinya hanya Mirza yang akan mengantar karena mendengar Arash ingin menjemputnya...membuat orangtua Malika berubah pikiran
"Wah gak nyangka bisa bertemu tuan Arka dan tuan Zaydan..apa kabar tuan"
"Alhamdulillah kami baik...bagaimana dengan Anda Tuan Agung Hendrawan"
"Baik..sangat baik..ada apa gerangan Anda ke bandara tuan"
"Oh kami mengantarkan kedua putra saya karena harus mengikuti perlombaan di Singapura"
"Wah kebetulan sama..Putri saya juga akan berlomba disana"
Belum sempat tuang agung melanjutkan omongannya Malika menyela
"Pah ayo pesawatnya uda mau take off"
"Oh ya lupa..Tuan arka..Tuan Zaydan saya pamit dulu"
"Oh ya silahkan tuan"
Mereka berpisah didepan pintu masuk bandara...Jay dan Arka langsung pulang kerumah kebetulan Chila tidak ingin kemana mana
Di pesawat yang sama tanpa sengaja tempat duduk mereka pun berdampingan..
"Arash"
"Malika"
"Kok kebetulan ya bisa samaan"
"Alhamdulillah dong jadi gak perlu cari carian lagi..Haha"
"Iya juga ya..Arsya gak bareng teamnya"
"Gak tau gue Mal mereka berangkat jam berapa"
"Oh gitu..Kalian satu hotel kan"
"Iya cuma beda lantai"
"Hmm ya ya"
Mereka kembali membaca buku yang mereka pegang sesuai dengan bidang yang akan mereka lombakan..terkadang Malika bertanya pada Arash jika dia bingung..Hubungan mereka semakin dekat sejak pelatihan Olimpiade
Setiba di Singapura.. mereka sudah dijemput team panitia menuju hotel..
"Mal kamar loe kayaknya dekat sama kamar gue deh"
"Iya kayaknya Rash...Huh capek juga ya"
"Ya uda yuk ke kamar..Arash membawakan koper Malika"
"Eh Rash gue bisa bawa sendiri kok"
"Uda loe diem aja deh"
Malika tersenyum dibelakang Arash..Saat akan masuk lift..ternyata didalam lift sudah ada Marsha dan temannya dari negara lain
"Kalian baru nyampe"
Malika yang menjawab karena sikembar tak menanggapi
"Iya loe kapan sampai Cha"
"Gue berangkat kemarin Mal...Gue kira kalian juga berangkat kemarin"
"Nggak kita sengaja berangkat sekarang"
"Oh gitu..Loe kok gak bawa apa apa sih Mal"
"Bawa kok..tuh dibawa sama Arash"
Marsha nampak geram...karena Malika dengan mudahnya mendapat perhatian Arash sedangkan dia sudah lama berusaha tidak ada hasil sama sekali..dari mulai Arsya dan kini Arash
Arash mengantarkan Malika hingga depan kamarnya yang kebetulan bersebrangan dengan kamarnya
"Loe masuk gih..istirahat"
"Loe juga"
"Hmm"
"Gue masuk dulu"
"Iya..selamat istirahat"
"Iya"
Malika menutup pintu kamarnya dengan tersenyum..
"Ya Allah setiap didekat Arash pasti jantung ini gak aman"
Malika tersenyum dan langsung membersihkan diri sebelum beristirahat..Malam harinya semua anggota peserta lomba makan malam bersama..mereka duduk dimeja sesuai dengan negara mereka masing masing..Sebelum Marsha duduk disebelah Arash...Arash lebih dulu meminta Malika duduk disana
"Loe mau makan apa Mal"
"Apa aja deh gue gak milih milih"
"Hmm..steak aja gimana"
"Ok..samain aja"
"Ok"
Arash memesan makanan masing masing dua porsi untuknya dan Malika..Marsha semakin kesal..bahkan sepanjang makan malam Arash selalu berbisik pada Malika dan tertawa bersama...Arsya terkadang ikut nimbrung juga...memang Arsya juga semakin dekat dengan Malika
_____&
Happy Reading
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak