
Hari ini atha akan ke kampus miliknya. Memang setiap enam bulan atha memang akan datang untuk mengoreksi kekurangan kampus miliknya agar tetap bisa bersaing dengan kampus ternama.
Atha juga akan memeriksa sendiri siswa yang layak mendapat beasiswa dikampusnya. Sudah beberapa hari ini atha mencari sosok wanita bernama seila yang pernah berkenalan dengannya.
Atha ingin meminta tolong untuk mau berpura-pura menjadi kekasihnya. Karena tenggat waktu yang diberikan oleh jasmine tinggal satu minggu lagi. Jika atha tak berhasil menemukan gadis itu, mau tak mau dia harus menerima perjodohan dari kedua orangtuanya.
"Bos mari kita berangkat sekarang"
"Ya son"
Atha banyak diam akhir-akhir ini. Dia tak ingin mengecewakan kedua orangtuanya terutama jasmine. Atha yang banyak diam menarik perhatian sang asisten.
"Bos saya lihat akhir-akhir ini anda lebih banyak diam. Anda sedang tidak puasa bisu kan bos"
"Sontoloyo kamu son. Saya lagi bingung son"
"Kalau kata emak. Bos kalau bingung jongkok aja hadap utara"
"Terus ilang gitu bingungnya"
"Gak tau juga bos. Saya belum pernah nyoba"
"Ck gak jelas kamu son"
"Bos bingung kenapa. Siapa tau saya bisa bantu"
"Tenggat waktu dari mommy son. Dan sampai sekarang says belum ketemu cewek itu lagi"
"Bos udah nyari ditempat terakhir kali ketemu"
"Udah son. Tapi dia gak pernah kelihatan disekitar sana lagi"
"Bos disekitar salon mami itu kan kawasan perumahan elite. Pasti ada CCTV ditaman itu"
"Bener juga kamu son. Ya udah balik dari kampus kita kesana coba cek CCTV"
"Siap bos"
Mereka sudah sampai dikampus milik atha. Atha berjalan menuju ruangan rektor. Atha selalu datang tanpa pemberitahuan. Itu yang terkadang membuat pihak kampus tidak siap.
Tok tok
"Masuk$
" Selamat siang pak rudi. Apa kabar"
"Pak ghaydan. Mari silahkan masuk"
Rektor dikampus atha sampai lupa menjawab pertanyaan dari atha tadi. Atha langsung duduk disofa ruangan rektor.
"Bagaimana kondisi kampus pak"
"Kondisinya sangat stabil. Dan bulan depan pembukaan peserta didik baru"
"Masalah akreditasi lancar"
"Lancar semua pak ghaydan"
"Siswa penerima beasiswa bagaimana kemajuan belajarnya"
"Semua lancar. Hanya saja ada dua orang siswa penerima beasiswa yang sedikit menurun nilainya"
"Panggil mereka kemari. Saya ingin berbicara langsung"
"Baik pak"
"Saya minta semua laporan kampus pak rudi"
"Baik segera saya siapkan"
Setelah beberapa berkas yang diminta ghaydan sudah siap. Baik sony dan ghaydan langsung bekerja. Sesekali ghaydan akan menanyakan sesuatu yang menurutnya janggal.
Ghaydan sedang menanyai kedua mahasiswa penerima beasiswa dari fakultas kedokteran. Keduanya termasuk anak cerdas. Nilai mereka turun karena harus bekerja part time untuk bisa mengumpulkan uang. Sebentar lagi mereka akan menjadi koas dan butuh biaya lumayan banyak.
Ghaydan mengambil jalan tengah. Dia yang menanggung biaya kedua anak itu dan mereka hanya fokus belajar. Setiap pengeluaran ghaydan meminta ada bukti agar mereka tidak seenak hati.
"Son sudah selesai semua kan"
"Sudah bos"
"Ya sudah kita kembali ke kantor"
Atha dan sony keluar dari ruang rektor. Banyak para mahasiswi mengagumi ghaydan. Mereka sampai berusaha menegur atha agar bisa berkenalan. Namun atha cuek saja.
"Son ke toilet dulu"
"Oke bos"
Mereka berbelok menuju toilet terdekat. Kebetulan ada toilet tamu didekat lorong itu. Atha langsung kesana. Sony masih setia mengikuti.
"Eh sel loe kemarin jadi ketemu calon suami"
"Belum kar. Dia sibuk. Tapi alhamdulillah deh kalau sibuk. Loe sendiri gimana sama ghaydan"
"Tau ah. Gue gak pernah ketemu lagi. Kan loe tau sendiri dia ngasih nomor palsu ke gue"
"Haha sabar ya kar. Eh ada apa sih ribut-ribut"
"Gak tau juga gue"
Seila dan karina mendengar dari beberapa siswa yang melintas mengatakan jika pemilik yayasan sedang berada di kampus.
"Ghaydan kar. Loe gak mau ketemu gitu"
"Maulah. Yuk temenin sel"
"Malas gue"
"Ayolah plis"
"Iya udah yuk"
Karina beranjak dari duduknya bersama dengan seila. Mereka berjalan mengikuti alur para mahasiswa. Namun mereka malah bertemu orang yang mereka cari didepan toilet.
Si pemilik nama aslinya menengok. Sedangkan sony masih asyik bermain ponselnya.
"Ya ada apa"
"Gue manggil loe. Gue manggil ghaydan"
"Ya saya ghaydan nona. Apa kita pernah ketemu"
"Tunggu-tunggu kalau loe ghaydan terus dia siapa"
Karina menunjuk sony yang masih menunduk. Atha pun memanggil nama sony.
"Son"
"Ya bos"
Sony kaget melihat wanita yang pernah menjadi teman kencan buta bosnya itu. Karena bosnya memiliki ingatan buruk tentang wanita seksi, sudah bisa dipastikan atha lupa siapa wanita itu.
"Kok son. Loe ghaydan kan"
"Seila"
Seila asli dan kawe menjawab bersamaan. Dan atha baru menyadari gadis yang dicarinya ada dihadapannya. Bunga dihatinya langsung bermekaran.
"Ya"
"Apa"
"Loh kok kalian namanya sama"
"Itu anu mm"
"Hai seil apa kabar"
"Kak atha. Alhamdulillah baik"
"Kalian saling kenal"
"Iya"
Sony langsung menyela karena rasa penasarannya dengan adanya dua seila didepannya.
"Kalau dia seila. Berarti kamu bukan seila kan"
"Mmmm bukan"
"Jadi kamu bohong sama saya"
"Maaf. Eh tapi gue juga gak salah. Dari awal kita ketemu dikafe loe bilang nama loe ghaydan. Dan loe bukan ghaydan kan"
"Bukan"
"Ya udah impas kita. Kita sama-sama korban keegoisan dua orang"
"Benar kamu benar"
"Kalau gitu boleh kenalan lagi dong"
"Boleh. Sony"
"Karina"
Sedangkan atha dan seila yang juga mendengar percakapan dua orang itu sedikit paham. Jika mereka berdua adalah pemeran pengganti.
"Jadi kamu anak tante nindi"
"Iya. Dan kamu anak tante friska"
"Iya"
"Bisa bicara ditempat yang layak. Gak enak masa kita bicara didepan toilet"
"Oke"
Atha dan sony berjalan lebih dulu dan kedua wanita tadi mengikuti di belakang. Atha membawa mereka ke kafe didepan kampus.
"Kalian mau pesan apa. Silahkan pesan. Saya yang bayar"
"Terimakasih"
Mereka memesan makanan masing-masing. Sambil menunggu mereka memulai pembicaraannya. Meluruskan kesalahpahaman.
"Sekarang loe jelaskan kenapa meminta sony menggantikan loe ketemu seila"
"Karena saya gak suka dijodohin. Dan mami pasti milihin jodoh buat saya barang obralan"
"Maksudnya barang obralan"
"Kamu tidak sadar dengan pakaian kamu. Oya baru ingat sepertinya saya harus merubah aturan kampus dalam berpakaian"
"Suek emang loe ngatain barang obralan"
"Sekarang saya tanya kepada kamu seila. Kenapa kamu juga memakai dia menggantikan kamu"
"Saya juga tidak suka dengan perjodohan seperti ini. Apalagi pacaran. Saya tidak suka. Jika ada yang menginginkan saya, langsung saja khitbah saya bukan pacaran"
"Begitu ya. Oke saya akan mengkhitbah kamu besok didepan kedua orangtua saya dan kedua orangtua kamu. Persiapkan dirimu seila. Saya akan datang besok ba'da maghrib"
"Apa. Kamu bercanda kan kak"
"Apa wajah saya terlihat bercanda"
Ketiga makhluk yang sama kagetnya menggeleng. Bahkan sony langsung melotot mendengar bosnya langsung melamar anak gadis orang yang baru dikenalnya.
___________
Akhirnya ghaydan menemukan jodohnya gaees... Maaf ya kalau gak begitu suka sama ghaydan. memang karakternya begini. Gak bisa dibikin konyol kaya rashsya karena keluarganya juga gak konyol..
Jangan lupa jempol
Happy reading