RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Party



Shanum masih belum mau kembali..alasan karena lelaki itu hanyalah bualan dia kabur karena orangtuanya yang hanya sibuk bekerja saja..Bahkan untuk mengurus Shadam adeknya diserahkan pada Kakek dan neneknya


"Sha loe kenapa"


"Apa sih Gha-i i'm fine"


"Loe bisa bohongi yang lain tidak gue dan si kembar"


Shanum hanya manggut-manggut saja sambil mengaduk minumannya..sudah satu Minggu Shanum tinggal dirumah Devin...bahkan Jay meminta Shanum kerumahnya dia masih tak bergeming


Ghaisan sengaja membawa Shanum pergi jalan jalan...agar bisa menanyakan apa yang terjadi dengan sahabatnya itu.. Ghaisan mengajaknya keliling Mall namun tetap tidak bisa membuat Shanum berbicara jujur.. Ghaisan sudah memberi kabar pada yang lain untuk kumpul di Ayesha Kafe tanpa Shanum tau..bahkan Shanum juga tidak tau jika si kembar sudah pulang


"Gha-i kok kita ke kafe"


"Gue laper Sha..dari tadi gue nemenin patung berjalan..Gak nyaut diajak ngomong"


"Ck..Ya uda ayo"


Ghaisan tersenyum lihat wajah kesal Shanum...setidaknya masih ada ekspresi yang terlihat..Ghaisan merangkul pundak Shanum dan Shanum juga merangkul pinggang Ghaisan bak pasangan kekasih


Saat akan memasuki kafe Ghaisan berpapasan dengan mantan kekasihnya.. Ghaisan biasa saja..namun mantannya seperti masih berharap ada sedikit hati untuknya


"Hai Chan apa kabar"


"Eh loe Put baik gue..Loe gimana kabar"


"Ya begitulah"


"Hmm..Sorry gue masuk dulu ya"


"Hmm Chan gue bisa ngomong berdua sama loe sebentar aja"


Ghaisan mengerutkan dahinya lalu menatap Shanum sambil menunduk dia berbisik pada Shanum


"Sha loe masuk dulu apa mau nunggu gue"


"Masuk aja deh..selesaikan secara baik-baik pak..dia seperti masih berharap loh...Haha"


"Sha...Gue cium loe"


"Sini kalau berani"


Bukan Ghaisan namanya kalau tidak menanggapi tantangan Shanum...dan hanya dengan Shanum dia seperti itu..Sebuah kecupan singkat di pipi Shanum seperti biasa


"Berani kan"


Sambil memainkan alisnya


"Papa...pipi Shanum gak perawan lagi"


"Bac***t loe Sha..uda lama kali gak perawan punya loe"


"Dasar kamp**t loe Gha-i"


"Hahaha"


Shanum menghentak hentakan kakinya sambil cemberut lalu masuk kafe.. Ghaisan tersenyum tenang melihat sahabatnya kembali seperti itu


Ditaman samping kafe Ghaisan menemui Putri... Putri sebenarnya kaget saat melihat Ghaisan mencium pipi Shanum didepannya


"Ada Put"


"Chan apa dia beneran cewek loe"


"Kenapa memangnya"


"Sorry Chan gue sering lihat dia keluar dari rumah kak Devin...bahkan kayaknya tidur disana"


Putri memang tinggal tak jauh dari rumah Devin.. Ghaisan cuma senyum tipis saja menanggapi omongan Putri


"Apa loe gak curiga gitu sama dia Chan"


"Huh...Loe cuma mau ngomong itu aja Put"


"Gue cuma ngingetin aja ke loe kalau dia gak sebaik yang loe pikir"


"Hah..gue baru sadar memang lebih baik kita pisah..dulu gue sempat mikir pingin balikan sama loe tapi setelah gue dengar ucapan loe barusan tentang Shanum gue jadi ogah buat balikan ke loe"


"Chan.."


Ghaisan berdiri hendak pergi sebelumya dia berkata pada sang mantan


"Loe gak kenal dia gak usah sok menilai...dan asal gue tau gue pemegang prinsip CLBK...Cinta Lama Buang Kelaut..bye"


Harapan Putri bisa balikan lenyap sudah..bahkan mungkin untuk sekedar dekat dengan Ghaisan sudah tak bisa


Ghaisan masuk ke kafe sudah ada Ghaydan dan juga Devin..Hanya sibkemvar yang belum datang...karena duduk Shanum membelakangi pintu masuk dia tak melihat siapapun yang datang


"Kalian uda nyampe"


"Hmmm...gimana sama Putri"


"CLBK"


"What loe balikan lagi sama dia...ckck..Gak kreatif"


"Siapa yang bilang gue balikan Atha"


"Nah tu CLBK tadi"


"Cinta Lama Buang Kelaut dodol"


Kompak mereka bertiga


"Ooooooh"


"Gue kangen RashSya kapan balik sih"


Shanum tak sadar orang yang dibicarakan sudah berdiri dibelakangnya.. Arsya menutup mata Shanum dengan telapak tangannya


"Woy gue gak bisa napas woy"


"Loe bege banget sih Sha..hidung mancung kedalam loe gak ketutup gimana gak bisa nafas"


Celetuk Devin


"Ish buka dong engap nih"


Ghaydan berucap


"Gimana gak engap nih hidung minimalis ikut kegencet tangannya selebar daun talas"


Shanum mulai membaui parfum sipemilik tangan


"Arsya sialan loe mata gue sakit bege"


Arsya melepas tangannya...dan memberikan paperbag yang dibawanya untuj Shanum


"Wah sayangku tentyu so much..pokoknya kalian the best"


Arsya duduk berhadapan dengan Arash..Pelayan datang untuk menulis pesanan


"Kalian kapan balik"


"Semalam"


"Menangkan"


"Alhamdulillah"


Kompak semua tepuk tangan


prok...prok..prok


"Party cuy"


"Hem"


"Tapi sebelum party gue minta Shanum cerita loe ada apa..dan kenapa gak mau kerumah..Daddy uda sampai nyuruh sendiri kan"


Shanum langsung lesu..mengingat apa yang dialaminya..Arash lalu menyela omongan Arsya


"Sha ayah bunda pergi lagi"


Shanum mengangguk malas wajahnya sendu


"Shadam ikut"


Shanum hanya menggeleng malas..Arash menghembuskan nafasnya kasar...karena mereka sudah paham sekali masalah keluarga Shanum..


"Nanti loe pulang kerumah sama gue...Gak ada penolakan"


Shanum mengangguk sambil menghela nafas berat...jika Arash sudah berkata seperti itu bantahan apapun tak mempan


Kafe Ayesha sekarang sudah menyediakan live musik..Saat kafe mulai penuh live musik dimulai


"Selamat siang menjelang sore semua pengunjung Ayesha Kafe..perkenankan kami menghibur kalian semua siang ini..Selamat menikmati penampilan kami"


Band pun mulai bermain...Arash melihat sang kekasih hati keluar dari ruang kerjanya..dia berdiri menghampiri..membuat semua sahabatnya heran


"Arash mau kemana tuh"


"Toilet kali...kepo amat sih loe Ghay"


"Woy toilet bukan arah sana kali Sha..Lihat noh nyamperin Malika dia"


Semua menatap Arash...dan mereka semua melongo dan menganga mulutnya saat melihat Arash menggenggam tangan Malika dan berjalan menuju meja mereka..hanya Arsya yang biasa saja bahkan tetap setia dengan ponselnya


"Iya loe benar Tha..itu tembok uda runtuh gitu"


"Ck..ck...alamat kita bakalan kebanjiran gunung es mencair gaes"


Arsya menyambar


"Lebay banget sih kalian..Fyi..mereka uda jadian di Singapura kemarin"


Kompak mereka berteriak bahkan menggebrak meja...membuat para pengunjung lain memperhatikan mereka semua


Brak


"Apaaaaa"


Mereka merasa diperhatikan langsung malu dan kembali duduk...Arash sudah mendekat bersama Malika


"Cie cie...tembok Berlin runtuh kembali cuy"


"Loe pada angkat kaki...air sebentar lagi datang...banjir cuy banjir"


Arash menatap malas para sahabatnya...dia duduk berdampingan dengan Malika


"Gak perlu gue jelasin Arsya pasti uda ngomong kan kelihatan dari muka kepo kalian"


Devin memanasi Ghaisan


"Chan kalau gue jadi loe gak terima...Loe disuruh ngejomblo dianya gandeng cewek"


"Ck...emang sepupu lucknut dia mah...tapi aku Mah apa atuh...hanya bisa ikhlas"


Muka Ghaisan dibuat sedih meminta belas kasihan... Ghaydan melempar kentang goreng kearah Ghaisan


"Drama amat sih loe Chan"


Tak lama suara seseorang naik panggung membawakan sebuah lagu membuat Shanum terkesima


Dan kau hadir merubah segalanya 


Menjadi lebih indah 


Kau bawa cintaku setinggi angkasa 


Membuatku merasa sempurna 


Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup 


Berdua denganmu selama-lamanya 


Kaulah yang terbaik untukku


Saat Mirza menyanyikan penggalan lagu itu matanya mengarah keseseorang yang sedari tadi juga menatapnya kagum..Bahkan godaan dari teman temannya pun serasa tak terdengar


"Aduh kok Abang gue nyanyinya dalem banget yak"


"Mal setau gue Eza itu 11 12 ma laki loe..kok sekarang melow gitu..hahaha..curiga gue"


"Gak tau juga bang...kayaknya lagi lope lope dia"


Mereka menatap Shanum yang sedang fokus pada satu titik obyek


"Kayaknya bakalan ada yang jatuh bangun aku mencintaimu...dududu"


Ghaydan malah bernyanyi


Mirza turun dari panggung berjalan ke meja para teman-temannya dan juga adiknya


"Wuih baru kali ini gue dengar seorang Mirza Ahmad Fahrezi mengeluarkan suara emasnya...patut dipertanyakan"


"Loe gak tau aja bang Dev...kalau uda kayak gitu bentar lagi bakalan ada hujan es"


"Apaan sih kalian ngaco aja"


Mirza melihat kearah Shanum yang masih dalam posisi yang sama..Mirza mendekati Shanum dan meniup wajahnya


Fyuh


Shanum mengerjapkan matanya pertanda dia mulai tersadar


"Apaan sih loe..basah semua muka gue karena liur loe... nejong"


"Loe kira gue babi"


"Sadar diri juga loe..hii"


Shanum bergidik ngeri melihat Mirza


"Sok jijik..padahal gue lihat loe dari tadi natap gue gak ngedip tuh mata..Terpesona loe sama gue seketek"


RashSya yang baru dengar istilah dari Mirza itu meminta penjelasan


"Seketek"


"Iya karena Princess kalian ini tingginya cuma seketek gue...jadi gue panggil dia seketek"


Arash menyela


"Iya gue juga baru sadar kalau Shanum cuma seketek kita ya"


Shanum menatap tajam Mirza dia jengkel karena ulah Mirza barusan


"Loe ya kenapa selalu buat masalah sama gue..Loe naksir sama gue..sampai segitunya cari perhatian ke gue hah"


Mirza melihat kedua tangannya didepan dadanya berdiri sedikit membungkuk kearah Shanum


"Iya gue naksir sama loe...Loe mau apa"


Shanum melotot mendengarkan jawaban Mirza bahkan dia jadi tak bisa menjawab


Fyuh


"Kenapa diam...Loe juga ada hati sama gue"


Shanum sadar dengan muka sedikit merona karena wajah Mirza hanya berjarak beberapa centi saja dari wajahnya


Shanum menoyor jidat Mirza


"Loe gak usah ke GR an..mau lautan berubah jadi tawar sekalipun gue gak ada minat sama loe..Pangeran Omes"


"Iyakah...tapi wajah loe kenapa merah kayak habis dicat"


"Gue kepanasan...Huh..hareudang oey"


Ghaydan bernyanyi


"Panas panas panas...selalu selalu"


"Tha diem napa..Gak lihat tuh masih tegang"


"Apanya yang tegang sih Chan"


"Mau loe apanya Tha"


"Apa apanya dong apanya dong...sang dong dong...hahaha"


RashSya hanya geleng-geleng.. sedangkan Malika dan Devin tertawa melihat ulah sahabatnya berusaha mencairkan suasana


Back to Miss seketek dan pangeran omes....


"Heh seketek..ngaku aja kalau loe ada hati sama gue"


"Hati gue sudah layu"


"Mau gue suburin lagi"


"Hah"


"Gak usah terpesona gitu...Gue emang ganteng"


"Pede banget yak jadi orang...sayang gue sudah ada yang punya"


Shanum bangun dari duduknya dan menyambar tangan Ghaydan dia mengajak Ghaydan keluar kafe..Mirza sempat dingin wajahnya mendengar ucapan Shanum..


"Kuy kita jadi party kan"


"Yuk kerumah gue aja..Mommy uda nyiapin barbeque"


"Let go"


Malika menarik tangan Arash


"Rash aku gak ikut ya"


Arash merangkul Malika dan berbisik


"Gak mau kenal sama camer"


Malika tersenyum malu dan mengangguk dia berjalan bergandengan tangan...Arash menyentuh pundak Mirza dan berbisik...membuat Mirza tersenyum kembali dan mengikuti Arash keluar kafe


_______


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak


Happy Reading