RashSya Story

RashSya Story
RashSya~ Pacar Dadakan



"Icha sayang ibu boleh minta tolong"


"Iya Ibu ada apa"


"Boleh ibu nitip kue ini untuk dibawa ke warung Bu Yati"


"Iya Ibu nanti Icha bawa....Aa sudah berangkat Bu"


"Sudah Aa sift pagi hari ini sayang"


"Icha siap-siap dulu bu"


"Iya sayang"


Icha lalu masuk ke kamarnya mengganti pakaian dan mengenakan hijabnya...dia lalu mengambil tas dan ponselnya...ibu Icha memanggil dari ruang tamu


"Icha...Adam sudah didepan nak"


"Iya bu"


Icha melangkah keluar dan langsung berpamitan kepada ibunya yang sedang berada di dapur membersihkan peralatan yang digunakan memasak tadi


"Bu icha berangkat ya"


"Iya sayang hati-hati dan belajar yang benar"


"Syiap bosque"


"Assalamu'alaikum Bu"


"Waalaikumsalam"


Selepas mencium tangan ibunya...Icha langsung menemui Adam yang sudah menunggu diatas motornya...selama ini memang adam selalu mengatur jemput Icha...beruntung mereka magang ditempat yang sama


"Yuk dam"


"Uda siap"


"Uda....mampir warung Bu Yati dulu ya dam nitip kue"


"Iya"


Adam menjalankan kendaraannya Dengan kecepatan sedang setelah menitipkan kue mereka bergegas menuju kantor...mereka selalu berangkat lebih awal karena jarak rumah mereka menuju perusahaan memang lumayan jauh..saat menunggu lampu merah biasanya mereka mengobrol sambil tertawa


"Itu Annisa kan....rupanya sudah punya pacar dia"


Seseorang yang tak sengaja berada dilampu merah yang sama sedang memperhatikan apa yang dilakukan Annisa dan Adam...lampu berubah menjadi hijau...perlahan kendaraan mulai berjalan


"Cha...loe nanti pulang sendiri ya"


"Kenapa emangnya dam"


"Hari ini gue ngantarin Shania balik dari Bandung besok kan weekend jadi dia balik dulu"


"Oh oke gapapa kok...salam buat Shania ya"


"Iya dia juga kangen sama loe"


Mereka kini sudah berada diparkiran khusus karyawan di basemen..Adam dan Icha berjalan beriringan...saat akan mendekati lift seseorang menghentikan annisa


"Hai loe yang magang jadi asisten pak Daffa kan"


"Iya kenapa kak"


"Boleh nitip ini buat pak Arash"


"Hah...apa ini kak"


"Gak usah kepo deh kasih aja"


"Wah saya gak berani kita kak...kalau gak jelas"


"Loe itu gak usah ngeyel kenapa sih...timbang tinggal ngasih aja pake bawel"


"Huh kasi aja sendiri aja kak..saya gak berani"


"Loe berani ya...asal loe tau gue calon istri pak Arash"


"Oh ini to yang namanya mak lampir"


Annisa bermonolog dalam hati sambil terkikik melihat kearah Tifany...Adam menatap heran kearah teman kecilnya itu


"Siapa sih Cha"


"Itu loh Mak Lampir yang kemarin bikin heboh digrup ngaku tunangan pak Arash"


"What...jadi dia orangnya kok beda sama foto profilnya"


"Efek kamera jahat itu dam"


"Hahaha tega bener sih loe Cha"


Adam mengusap kepala Icha sambil mengacaknya...membuat Icha kesal


"Berantakan ini dam...nyebelin sih"


Mereka kembali berjalan menuju lift...dan ikut mengantri..didalam antrian itu juga ada Arash dan Daffa yang pagi ini memang berangkat lebih awal...Arash sempat melirik kearah Annisa dari balik kacamata hitamnya


Lift pertama sudah penuh....Arash dan Daffa lebih memilih menunggu lift berikutnya...tanpa sengaja Annisa dan Adam satu lift dengan Arash serta Daffa..Arash berdiri dibelakang Annisa...ponsel Annisa berdering


"Assalamu'alaikum Bu"


"__"


"Iya nanti Icha langsung ke rumah sakit setelah pulang Bu"


"__"


"Adam gak bisa ngantar Bu...nanti Icha naik angkot aja Bu"


"__"


"Iya gapapa Bu... Assalamu'alaikum"


"__"


Annisa menyimpan ponselnya..Adam pun bertanya kepada Annisa


"Kenapa"


"Biasa dam gue pulang nanti langsung kerumah sakit"


"Loe mau gue antar dulu"


"Gak usah dam...Gue bisa sendiri kok"


"Oh cwitnya adamku ini"


"Lebay loe Cha"


Dua orang dibelakang saling memandang dan sama-sama menutup mulut mereka dengan tangan menahan tawa saat melihat Annisa beradegan uwu bersama Adam


"Dasar bocah"


Arash tersenyum tipis melihat Annisa yang bisa berubah-ubah dalam sekejap...kini mereka sudah berada diruangan masing-masing..Daffa sudah menentukan tugas untuk mereka


"Icha hari ini kamu kembali mendampingi pak Arash dan kamu Aditya temani saya ke Bandung kita ada proyek disana yang harus dipantau"


"Pak boleh gak kalau hari ini kak Adit yang nemenin pak Arash"


"Saya gak mau ada yang cemburu sama saya Icha....asal kamu tau pacar saya orangnya super cemburuan...dan gualak banget...Kamu mau jadi korban"


"Nggaklah pak"


"Yasudah kamu sama Pak Arash saja yang masih jomblo"


"Huh...baiklah"


Arash ternyata sudah berada diruangan Daffa saat Annisa mencoba memprotes Daffa..bahkan arash sempat menatap tajam kearah Daffa saat Daffa berkata jomblo kepadanya


"Ehem...Annisa segera kamu bawa semua berkas untuk meeting karena kita harus segera berangkat"


"Baik pak"


Annisa langsung beranjak meninggalkan ruangan Daffa dengan berkas setumpuk ditangannya...karena jadwal Arash hari ini semua diluar perusahaan...kali Arash membawa sopir karena dia memang sedikit lelah


"Annisa nanti tolong kamu buat rangkuman hasil rapat sekalian ya...biar saya langsung bisa memeriksanya"


"Baik pak"


Mereka tiba sirestauran tempat meeting berlangsung...didalam klien Arash sudah menunggu


"Selamat pagi pak Arash"


"Pagi pak Baskoro...Maaf menunggu lama"


"Oh tidak pak...mari silahkan duduk"


Meeting pun dimulai...tidak terlalu alot dan meeting selesai dengan cepat


"Wah saya senang bisa bekerjasama dengan Anda nak Arash"


"Saya juga demikian pak"


"Oya mumpung kita ketemu...saya mau mengenalkan nak Arash kepada putri saya...Saralee Amandea...dia baru saja pulang dari Perancis menyelesaikan S2 disana"


Arash masih diam mendengarkan sedangkan wanita yang bernama Saralee sejak awal Arash datang selalu memperhatikan dirinya...Arash sudah paham maksud pembicaraan kliennya itu sedangkan Annisa hanya menjadi pendengar saja


"Nak Arash saya dengar nak Arash masih belum punya pendamping ya...jika berkenan bolehkah Putri saya mengenal nak Arash lebih jauh lagi...dan saya sangat berharap kita bisa menjalin silaturahmi lebih baik lagi"


Arash tersenyum tipis...sebelum menanggapi omongan kliennya tadi...arash sengaja menyenggol kaki Annisa dibawah meja... Annisa hanya mengernyitkan dahinya sambil menatap Arash...Arash memainkan alisnya sambil tersenyum yang seolah berkata tolonglah


"Maaf sebelumnya pak Bagaskara...saya berterimakasih atas keinginan bapak menjalin silaturahmi kepada saya namun...saya minta maaf karena sejujurnya saya sudah memiliki kekasih"


Saralee dan papanya nampak kecewa dengan jawaban Arash...karena setau mereka Arash sampai sekarang bmasih sendiri


"Apa kamu yakin dengan jawaban kamu itu...karena setauku kamu masih single"


"Saya sangat yakin nona"


"Tapi saya merasa Anda berbohong tuan Arash Malik"


"Apa Anda perlu bukti saat ini juga nona"


"Ya sudah pasti itu...dan jika Anda tidak bisa membuktikan...Anda harus mau menjadi kekasih saya"


Arash hanya tersenyum menyeringai...dan tangannya langsung menggenggam tangan Annisa


"Perkenalkan Annisa Maharani kekasih saya sekaligus asisten pribadi saya"


Beruntung Annisa sudah sangat siap dia tersenyum kearah dua orang yang sedang menatap tidak percaya itu


"Oh ternyata selera seorang Arash Malik seleranya sangat biasa...dan saya yakin dia tak sebanding dengan saya"


"Saya mencari pasangan hidup...bukan mencari pesaing hidup...cukup saya yang mempunyai menafkahi dan saya tidak suka dinafkahi...yang terpenting kenyamanan hati saya...dan saya sangat nyaman berasama Annisa...iyakan sayang"


"Hmm..Iya mas"


"Ya Allah bencana apa lagi ini...poor Annisa...bukan untung malah buntung...sabar Icha...sabar"


Annisa bermonolog dalam hatinya...sedangkan tuan Bagaskara yang berusaha menerima kenyataan jika seorang Arash Malik memilih wanita biasa saja


"Benar sekali nak...saya setuju suatu hubungan harus ada kenyamanan hati...jika hanya cinta saja yang kita andalkan bisa jadi salah satu dari oasna kita mencari kenyamanan dari orang lain"


"Iya begitu pak Bagaskara...jadi saya minta maaf...dan saya juga pmit karena masih ada meeting"


"Oya silahkan nak...saya minta maaf atas kelancangan saya nak"


"Tidak apa-apa pak...saya permisi"


Arash langsung merangkul pundak Annisa agar meyakinkan kliennya tadi...Arash yang memiliki tinggi 180cm...merangkul pundak Annisa yang hanya memiliki tinggi 165cm


"Berasa jalan sama tiang gue...tinggi amat yak...pegel leher gue"


Entah mengapa arash tetap merangkul Annisa hingga masuk kedalam mobil...sampai didalam mobil Arash meminta maaf kepada Annisa


"Nis maaf ya kamu harus ikut-ikutan masalah ini"


"Iya gapapa Pak"


"Makasih ya atas pertolongan kamu"


"Iya sama-sama pak"


"Terpaksa aku mengakui dirimu hanya untuk status palsu....Hahaha...efek ganteng tapi jomblo...Hahaha"


Annisa bermonolog sambil senyum-senyum menunduk.... sedangkan arash masih bingung dengan dirinya sendiri yang menggunakan Annisa sebagai pacar palsunya....ini diluar kebiasaan dia


_________


Aduh babang Arash pake sayang sayang segala oe....


Nih visual Neng Nisa Maharani...



jangan lupa jempolnya kakak


happy Reading