RashSya Story

RashSya Story
Ghaydan~Tenggat Waktu



Sudah dua bulan lamanya atha tidak direcoki lagi sang mami masalah jodoh. Atha merasa aman dan nyaman. Sony juga merasa aman karena ibunda ratu tidak terus-menerus mengirim pesan mengingatkan jadwal blind date sang bos.


"Bos siang nanti ada undangan lunch dari Perwita group"


"Acara apa"


"Pembukaan cabang baru bos"


"Kamu aja yang berangkat son"


"Bos ayolah. Hari ini saya mau ngantar emak ke dokter"


"Emak kenapa son"


"Biasa darahnya naik kelas bos"


"Kamu apain emak kamu"


"Biasa minta cucu"


"Tinggal bikin aja kok susah son"


"Mahal bahannya bos"


"Emang semahal apa"


"Kan harga sembako naik sekarang bos belum lagi pengembangnya. Kalau gak dikasih pengembang bantet bos"


"Sa ae loe son"


"Bos jadinya bos yang datang kan. Ya bos ya"


"Iya saya yang akan datang"


"Bos terbaik dah. Peluk boleh"


"Sini sini kasian gak pernah dapat pelukan"


Atha berdiri dari tempat duduknya dan memeluk sony. Bahkan atha sempat mengusap kepala sony penuh sayang. Tanpa mereka sangka sang kanjeng mami masuk ruangan putranya.


"Astaghfirullah"


"Mami"


"Pusing pala mami. Pusing"


"Mami duduk dulu"


"Jadi berita itu benar"


"Berita apaan sih mam"


"Mami gak nyangka kalian berdua.."


"Kan nething lagi. Uda dibilang kira normal masih aja gak percaya"


"Gimana mami mau percaya dihadapan mami sendiri kamu memeluk sony sambil dibelai-belai. Ini gak sehat buat jantung mami"


"Kayak mami baru sekali aja lihat atha sama sony pelukan. Dari dulu kami kan sering pelukan. Lupa"


"Tapi itu dulu atha sebelum kalian gede. Kalau sekarang sudah beda presepsi"


"Gak ada bedanya mami. Mami ngapain coba kesini. Tumbenan gak ngabari"


"Kalau mami ngabari duluan, mami gak akan bisa nangkap basah kelakuan kalian berdua"


"Udah dibilang salah paham juga"


"Huh. Mami kesini mau minta kamu temenin mami makan siang sama tante nindi"


"Gak bisa mam. Atha ada undangan makan siang juga sama kolega"


"Sony bisa gantiin"


"Maaf mam sony juga gak bisa. Sony mau antar emak ke rumah sakit"


"Emak sakit apa son"


"Darahnya naik mam"


"Ya sudah sana pergi kenapa masih disini. Udah tau emaknya sakit bukannya langsung pulang malah pelukan"


"Iya mam ini sony juga mau pulang. Nunggu bos selesai tanda tangan"


"Alasan. Ya udah kalau kamu gak bisa. Mami pergi sendiri. Kali ini kamu lolos bang. Tapi lain kali awas ngelak lagi"


"Iya kanjeng mami"


Friska langsung meninggalkan ruangan kerja sang putra. Atha dan sony langsung tertawa mengingat wajah shock maminya. Dan sony juga berpamitan untuk mengantarkan emaknya ke rumah sakit.


Atha memang jarang sekali mau memenuhi undangan koleganya yang sekedar makan siang atau makan malam tanpa ada acara khusus. Karena dia sangat hafal jika ada maksud didalam acara itu. Para koleganya akan menjodohkan putri mereka kepada atha.


Atha sudah tiba di lobby hotel yang ternyata milik sahabatnya itu. Karena dia sering mengunjungi arsya dihotel tersebut, membuat para karyawan mengenalnya. Atha berjalan santai menuju ballroom tempat diadakan acara.


Kedatangan atha memang menjadi sorotan bagi para tamu undangan. Banyak yang tak menyangka jika seorang Ghaydan Septian bersedia hadir.


"Suatu kehormatan bagi saya anda datang sendiri menghadiri undangan saya tuan ghaydan"


"Jangan terlalu sungkan tuan prakas. Kebetulan saya sedang ada waktu luang, jadi saya menyempatkan diri untuk datang"


"Mari silahkan dinikmati pesta kecil ini"


"Terimakasih tuan prakas. Pesta yang cukup meriah"


Atha duduk dimeja yang sudah disediakan. Dari sekian banyak tamu undangan yang hadir, tak satupun yang atha lihat tulus mengenalnya. Atha tak berlama-lama dacara tersebut. Apalagi putri dari sang empunya acara terus saja berusaha menempelinya. Membuat atha gerah.


Atha menghubungi sony. Dia lupa menanyakan agenda berikutnya. Beruntung hari ini sudah tidak ada meeting ataupun undangan lainnya. Atha sudah lama tak mengunjungi sahabatnya. Dia merindukan serkan. Atha langsung melajukan kendaraannya menuju rumah daddy jay.


Atha berhenti disebuah toko mainan yang cukup besar dan lengkap. Atha menganggap serkan seperti putranya sendiri. Bahkan atha menyebut dirinya ayah untuk serkan. Setelah mendapatkan mainan yang dinginkan atha langsung bergegas menemui putranya.


"Assalamualaikum. Serkan ayah datang"


"Waalaikumsalam. Ingat kamu kerumah mommy atha"


"Kemana saja kamu atha. Gak pernah main sini lagi"


"Maaf mommy atha sibuk kerja demi sebongkah berlian"


"Alah alasan. Padahal menghindari perjodohan mami kamu kan"


"Mommy gitu deh"


"Kenapa gak mau nikah. Mau jadi bujang lapuk gitu"


"Belum nemu yang kayak mommy aja"


"Mommy gak mau dengar alasan lagi dari kamu tha. Mommy kasih kamu waktu satu bulan sudah harus bawa calon mantu kesini"


"Mom jangan gitu dong"


"Gak ada tawar menawar. Kalau dalam satu bulan gak ada hasil. Kamu harus mau menerima perjodohan dari mommy dan daddy atau kedua orangtua kamu"


"Iya mommy atha paham"


"Uda makan belum"


"Belum. Lapar ini mom"


"Ya udah sana makan. Mommy tadi masak udang saos padang"


"Ah the best emang mommy"


Atha memang lebih patuh jika jay atau jasmine yang berbicara. Dia tidak bisa membantahnya. Terkadang hal itu yang membuat friska iri. Karena kesalahan mereka dulu membuat hubungannya dengan atha tak semanis yang mereka harapkan.


"Mom serkan mana"


"Ada dibelakang baru bangun tidur"


"Ya udah atha kesana dulu. Kangen anak"


"Bikin sendiri sana jangan merusuh anak oranglain"


"Nanti mom kalau uda ketemu lubang yang pas"


"Lubang semut nganggur noh dibelakang tha"


"Bengkak ntar mom"


Atha langsung ke belakang mencari serkan. Melihat serkan sedang berada ditaman bersama aretha dia langsung mendekat.


"Anak ayah lagi apa"


"Eh ayah atha datang tuh nak. Lagi mainan ayah"


"Uluh-uluh gantengnya kayak ayah ya. Sini ayah gendong. Kangen banget sama anak ganteng ayah"


"Ayah kemana aja"


"Sibuk mengumpulkan berlian buat serkan"


"Sok banget deh ayah ini"


"Oya ayah punya hadiah banyak buat serkan. Tadi baru dikeluarin sama mang toyib"


"Makasih ayah. Besok lebih banyak lagi ya"


"Beres itu mah. Yuk masuk nanti di gigit nyamuk. Kita main bareng ya"


Aretha hanya tersenyum melihat ghaydan yang begitu piawai dalam menggendong serkan. Atha yang sedang bersama serkan langsung melakukan panggilan video kepada maminya.


"Hallo oma"


"Hai cucu oma. Oma kangen. Atha kamu dimana"


"Momong anak. Serkan lagi kangen ayah ya"


"Serkan gak kangen oma"


"Gak ya serkan. Cuma kangen ayah ya"


"Ish kamu tha. Bawa serkan pulang"


"Gak mau. Oya malam ini atha tidur dirumah mommy masih kangen serkan"


"Oya uda gapapa. Nanti mami nyusul"


"Oke. Dagh oma"


Atha sibuk bermain dengan serkan didalam kamar miliknya dirumah jay. Bahkan pakaiannya pun ada disana. Baginya rumah si kembar adalah rumah keduanya. Atha mengirim fotonya bersama serkan kepada maminya.



Ayah dan anak mau bobok dulu...


Mami friska yang melihat pesan gambar anaknya tersenyum. Mami friska lupa jika sedang bersama seila dan mamanya. Mami friska memamerkan foto itu kepada sahabat dan calon mantunya.


"Lihat jeng. Atha kalau gendong anak uda luwes banget"


"Ih tampan sekali cucunya jeng. Tapi bukannya anakmu belum merried ya"


"Ini anak sahabatnya. Mereka memang dekat"


Seila yang melihat wajah atha dari samping langsung kaget. Dia cukup mengenal wajah pria itu.


"Dia bukannya atha sang imam"


____


Noh bonus mas atha gendong serkan


Jangan lupa jempol


Happy reading