RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Au ah gelap



Setelah kejadian dibioskop saat weekend lalu...membuat Annisa sedikit canggung bila bertemu Arash...namun itu hanya berlaku selama satu Minggu saja...setelah itu Annisa kembali pada mode aslinya


"Icha kamu nanti ikut saya meeting dengan bagian HRD karena Aditya sedang saya suruh meninjau lokasi di daerah Tangerang"


"Baik pak"


Annisa keluar dari ruangan Daffa..dia langsung mengerjakan tugasnya...saat asyik mencatat telponnya berdering panggilan masuk dari sang ibu mengagetkannya...annisa keluar ruangan untuk menerima telpon ibunya...dia berdiri ditaman kecil didekat toilet


"Assalamu'alaikum Bu"


"Waalaikumsalam Icha...Kamu sibuk nak"


"Lumayan sih Bu...ada apa Bu"


"Apa kamu bisa mengantar ibu ke rumah sakit"


"Kapan Bu"


"Nanti jam sebelas bisa tidak nak"


"Insyaallah Bu"


"Kenapa kamu gak suka ya nak mengatakan ibu bertemu dia"


"Bu bisa gak kita berhenti mengurusi kehidupan dia lagi...Icha capek mungkin Aa Alif pun sama"


"Nisa sayang tolong hilangkan dendam kamu nak"


"Nisa sudah maafin dia Bu...Nisa cuma minta kita berhenti untuk peduli sama dia itu saja Bu"


"Sudah nanti kita bahas lagi dirumah sakit nak... Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam Bu"


Icha berbalik dan langsung masuk toilet untuk mencuci mukanya..sedari tadi Annisa menerima telpon seseorang mencuri dengar


"Ada apa dengan dia sepertinya masalahnya sangat berat bahkan dia sampai menangis"


Orang itu langsung pergi meninggalkan toilet... sedangkan Annisa mencoba menenangkan dirinya agar tetap bisa fokus dalam bekerja


"Loe bisa Cha...dan harus bisa"


Icha kembali keruang kerjanya dan kembali fokus pada pekerjaannya...tak lama Daffa keluar dan mengajak icha untuk meeting...Icha berjalan mengikuti Daffa dibelakangnya


Meeting berjalan lancar dan Annisa menggunakan waktu istirahatnya untuk mengantar ibunya kerumah sakit dengan meminjam motor milik Adam..saat di lobby Annisa dicegat oleh Tiffany


"Eh loe Annisa kan"


"Iya Kak kenapa kak"


"Titipan dari gue ke pak arash udah loe kasihkan"


Annisa tiba-tiba teringat sesuatu tepatnya hampir dua bulan titipan itu masih ada di Icha...dengan santainya dan tersenyum tanpa dosa Icha menjawab apa adanya


"Maaf kak saya lupa"


"Gimana sih loe dikasih amanah kok gak disampein...pantes aja gue tunggu-tunggu gak ada jawaban...pokoknya gue gak mau tahu surat itu harus sampai ke Arash"


"Iya Kak Insyaallah nanti Icha kasih ke pak bos"


Tiffany pergi meninggalkan Icha dengan perasaan jengkel...dan Icha melanjutkan perjalanannya menjemput sang ibu dirumah dan langsung berangkat ke rumah sakit


Annisa masuk kesebuah ruangan yang khusus untuk pasien sedang dalam kondisi tertidur panjang...


"Hai apa kabar..jujur gue sudah males nengok loe kalau bukan karena ibu gue uda gak peduli lagi sama loe...Loe mau sadar atau gak gue gak peduli"


Annisa tetap meneteskan air mata walaupun dia sudah meyakinkan diri untuk tidak menangis...perlahan dia meninggalkan ruang ICU yang sudah hampir lima bulan ini rajin dia datangi dengan sang ibu...didepan ruangan ibunya beserta kakaknya sudah menunggu Annisa


"Dek maafkan dia...kasian kan dia seperti itu terus"


"A' Icha uda maafin kok tapi entah mengapa rasanya masih saja jengkel tiap melihatnya"


"Karena kamu belum ikhlas sayang...sekarang mulai ikhlaskan dia"


"Icha sedang mencobanya ibu"


Mereka bertiga saling berpelukan...dan Annisa meminta ijin untuk kembali ke kantor karena jam istirahatnya akan segera berakhir...sedangkan sang ibu akan kembali bersama Alif kebetulan sift dia sudah berakhir


Annisa berjalan bersama sang ibu menuju parkiran sembari menunggu Alif untuk absen terlebih dahulu..saat dipintubkeluar tanpa sengaja dia bertemu bos kulkasnya juga bersama dua orang paruh baya


"Annisa"


"Eh pak bos...periksa pak"


"Nggak"


"Terus jenguk orang sakit pastinya"


"Nggak"


"O salah juga...kasih clue-nya dong pak"


"Emang kuis apa"


Dua orang paruh baya disamping Arash terkikik melihat annisa menggoda Arash


"Yaelah jangan galak - galak pak kerutan nambah noh...awas icha aduin ibu Icha"


Icha melihat kearah ibunya yang memang berdiri dibelakangnya..Arash yang melihat ibunya Icha langsung mendekat meraih tangannya lalu menciumnya


"Apa kabar Bu"


"Baik nak"


Icha berbisik kepada ibunya


"Ini bos Icha dikantor bu"


"Iyakah masih muda sekali"


Arash tersenyum mendengar penuturan ibu Icha..karena senyumannya itu membuat Icha salah berucap


"Ya Allah mimpikah hamba melihat mahakarya indahmu merekah bak mawar merah nan indah sayang berduri"


Kedua orang paruh baya yang bersama arah langsung tertawa sedangkan Arash malah melotot.. berbeda dengan ibu Icha yang menoyor kepala putrinya


"Icha ih di rem dong omongannya gak sopan sama bos sendiri itu...maafkan anak saya ya pak bu"


"Hahaha tidak perlu khawatir Bu...saya bahagia ada orang yang berani menggoda cucu kami ini yang terkenal dingin kayak kulkas"


"Ih Kakek suka bener kalau ngomong emang dia pak bos kulkas...ups...Ya Allah nih mulut"


Ibu Icha dan arash sama-sama melotot kearah Icha sedangkan Melany dan Arka hanya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah polos Icha..arka maju mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan ibu Icha


"Assalamu'alaikum Bu perkenalkan saya Arka kakeknya arash..dan ini istri saya Melany"


"Saya Hanifah ibunya Annisa..maafkan kelakuan Putri saya ini memang anaknya suka slebor bibirnya"


"Tidak apa-apa Bu...kami malah bahagia ada yang bisa mengimbangi sifat cucu kami ini"


"Oya bapak sama ibu sedang menjenguk seseorang atau periksa"


"Biasa kami sudah berumur harus check up rutin saja..dan kebetulan cucu kesayangan kami ini yang mengantarkan kami"


Bahkan arash nampak bahagia ketika kepalanya diusap lembut Arka...seperti seorang bayi


"Wah berbakti sekali cucunya pak"


"Alhamdulillah...ibu sendiri habis periksa atau menjenguk"


"Habis menjenguk saudara"


"Sakit apa"


"Koma sudah lima bulan..karena kecelakaan"


"Aamiin.. terimakasih doanya pak bu"


Arash sempat melihat ekspresi wajah tak suka pada Annisa saat ibunya menjelaskan tujuan mereka kerumah sakit ini


Mang Toyib sudah datang membawa mobil keluarga sedangkan Arash akan pergi bertemu kliennya


"Annisa kamu ikut saya meeting ya...Daffa sedang pergi meninjau pabrik bersama Aditya"


"Tapi saya gak bawa materi meeting pak"


"Tenang ini baru pertemuan awal kok"


"Baiklah pak...tapi motor saya gimana pak"


"Nanti dibaw supir kantor saya akan hubungi dulu"


Alifoun juga sudah sampai dengan membawa motornya untuk mengajak sang ibu pulang


"Pak bu saya pamit duluan...itu kakaknya Icha sudah datang dan menunggu"


"Iya silahkan Bu .. hati-hati dijalan dan kapan-kapan kita bisa ketemu dan ngobrol-ngobrol lagi Bu"


Melany tiba-tiba memeluk ibu Icha....membuat ibu icha serta kedua anaknya ikut kaget


"Iya Bu Insyaallah"


Mereka sudah berada dalam kendaraan masing-masing dengan tujuan berbeda


"Kayaknya ada yang gak mau minta maaf nih setelah tadi menghina orang bahkan didepan keluarganya"


"Siapa itu pak kok gak sopan banget"


"Emang gak sopan"


"Tapi kalau saya sih...."


Annisa teringat sesuatu dan langsung minta maaf


"Aduh pak maafkan saya....saya gak bermaksud menghina bapak sumpah deh pak...cuma saya keceplosan aja...Maaf ya pak"


"Hem....Gak bermaksud tapi sudah berulangkali"


"Kayak lagu dong pak...berulangkali aku mencoba untuk slalu mengalah"


"Jadul amat yak..Kamu lahir tahun berapa sih Cha"


"Kenapa bapak mau ngasih saya kado ya"


"Tahun Cha bukan tanggal"


"O...Kirain"


Arash masih fokus menyetir...arash mulai suka menggoda annisa sejak kejadian dibisokop waktu itu...bahkan saat bersama Annisa sifat kulkasnya mendadak cair


"Kamu berharap apa Icha"


"Gapapa Pak bos"


Mereka langsung hening...dan Arash memutar lagu yang sama dengan waktu itu Icha nyanyikan


"Loh loh bapak punya lagu ini juga...ah daebak banget sih pak bos ini"


Tanpa sengaja Icha menggoyangkan lengan arash manja...arash tiba-tiba mematung mendapat perlakuan dadakan Icha


"Oppa jungkok Love pull dah"


"Yah ternyata satu spesies ma Eneng dan Shanum"


Arash bermonolog sendiri dalam hati setelah mendengar teriakan Icha menyebut salah satu artis kesukaannya


"Emang yang nyanyi orang Korea"


"Iya ini versi yang lain pak ..yang nyanyiin pacar saya Jungkook"


"Apa jongkok...masa namanya jongkok sih Cha gak sekalian nungging gitu lebih asyik"


"His bapak gak boleh gitu dong ganti nama orang sesuka hati...emang bapak mau namanya diganti dari Arash menjadi arwah...Gak kan"


"Penasaran dong Cha sambil gelantungan di pohon"


"Ngapain gantungan dipohon pak"


"Loh kata kamu saya arwah berati melayang dong"


"Ya kali gak pake gelantungan juga pak...kasian Tarzan kalau jatahnya bapak ambil"


"Au ah gelap"


"Idih ngambek si bapak..sadar umur kali pak"


"Emang kenapa sama umur saya Cha"


"Ya gak kenapa-kenapa pak cuma aneh aja uda tua ngambek..haha"


"Ih kamu ngatain saya tua Cha"


"Nggak sengaja pak maafin ya pak"


"Au ah Cha"


Annisa kembali bernyanyi sambil goyang-goyang...Arash hanya tersenyum melihat itu sesekali dia pun ikut mengetuk jari sesuai irama


"Jungkook lophe u pull dah"


"Kamu halu ketinggian Cha...dia kenal kamu aja gak"


"Ya bagus dong gak kenal Icha jadi Icha gak perlu malu kalau ketemu"


"Emang kamu pernah ketemu dia Cha"


"Pernah dalam mimpi pak.. hehe"


"Ya Allah...ada ya makhluk kayak gini"


"Kenapa kak kan Icha cantik...imut gemesin"


"Iya dilihat dari puncak Monas pake sedotan"


"Jaharanya bapak...belum apa-apa udah kdrt nih"


"Kapan kita berumah tangga cha kok uda kdrt"


"Secepatnya...ups bibir kenapa sih"


"Kamu berharap menikah dengan saya Cha"


"Au ah gelap"


"Terang loh Cha gak gelap"


"Hem"


"Cie cie yang pengen dinikahin gak sama jongkok aja Cha"


"Jungkook pak arwah"


_______


Wah ada apa ini kenapa menjadi dekatπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


jempolnya kakak


happy Reading