
"Hay sudah lama"
"Oh hay belum kok. Kamu ghaydan"
"Oh bukan kenalkan saya sony asisten ghaydan"
Ghaydan memperkenalkan diri sebagai sony. Sony ingin memprotesnya tapi kakinya sudah diinjak oleh ghaydan.
"Oh terus ghaydan yang mana"
"In perkenalkan ghaydan. Maaf dia sedikit pemalu"
"Hai gue Seila. Duduk"
"Ghaydan. Makasih"
"Ya udah kalau gitu saya duduk dimeja sana ya bos. Nanti kalau uda beres panggil saya saja bos"
"Hem"
Ghaydan menahan tawanya melihat wajah sony yang sudah cemberut. Ghaydan duduk dimeja lain sambil melihat pemandangan anak buahnya yang menjalani blind date.
"Sorry ya son. Gue males sama wanita kayak gitu"
Ghaydan menikmati kopinya dan sesekali melihat pekerjaan diponselnya. Ghaydan ingat jika setengah jam lagi mereka masih ada meeting. Ghaydan mendekat kearah meja sony.
"Maaf bos. Kita sebentar lagi meeting"
"Oh ya hampir saya lupa. Maklum terlena dengan kecantikan nona seila. Saya jadi lupa waktu"
"Ah anda bisa saja memuji saya"
"Maaf saya harus pergi lebih dulu nona. Lain waktu kita bisa berjumpa lagi"
Mendengar perkataan sony yang menjanjikan pertemuan berikutnya, ghaydan sedikit menyenggol lengan sony. Dan sony hanya menyeringai saja.
"Rasakan pembalasan saya bos"
Sony juga memerintah ghaydan layaknya bawahan. Kapan lagi dia bisa menggoda bosnya seperti itu. Memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya itulah yang ada diotak sony.
"Son kamu bayar semua tagihan nona seila"
"Hah"
"Kenapa kaget. Bayar sana"
"Oh siap bos"
Ghaydan berjalan menuju kasir. Dia membayar semua tagihan yang dimakan sony dan seila.
"Awas loe ya son. Berani ngerjain gue. Loe makan apaan habis banyak gini. Gue aja cuma ngopi"
Ghaydan menggerutu sendiri. Dia menyusul sony yang sudah keluar kafe bersama seila. Ghaydan kaget karena sony berulah. Dia berani memegang tangan seila.
"Dasar asisten kampret. Loe berani ya melanggar batasan. Awas loe ya"
Ghaydan mendekat dan berdehem kepada sony dan seila. Dengan perkataan yang penuh penekanan untuk menyindir sony.
"Ehem. Maaf bos mari kita berangkat"
"Ganggu aja kamu son"
"Mending diganggu saya bos daripada diganggu setan. Lebih berbahaya"
"Seila saya pamit dulu. Senang bisa berkenalan dengan wanita secantik kamu"
Ghaydan semakin melotot mendengar perkataan sony kepada seila. Dia saja tidak pernah memuji wanita selain maminya.
"Berani ya loe son. Awas loe"
Sony tak peduli dengan tatapan ghaydan. Dia bahkan semakin memuji seila. Sony sangat mengetahui jika seila bukan wanita tipe bosnya. Karena berpakaian kurang bahan. Ghaydan anti wanita obralan seperti itu.
"Saya juga senang bisa mengenal kakak. Kapan bisa ketemu lagi kak"
"Secepatnya. Kita akan segera bertemu kembali manis"
Sony sangat ingin tertawa melihat wajah bosnya yang sudah sangat kesal dengan ulahnya. Sony mungkin memliki nyawa lebih berani menggoda ghaydan.
"Ya sudah kakak jangan lupa kabari seila ya"
"Pasti cantik"
Sony masuk kedalam mobil dan duduk dimana ghaydan biasa duduk. Dan ghaydan menggantikan posisi sony duduk disamping sopir.
Dipertengahan jalan ghaydan meminta sang sopir menepi disebuah taman. Ghaydan sudah sangat kesal dengan ulah sony yang tidak bisa diajak kerjasama.
"Turun kamu sony"
"Kita kan belum sampai bos"
"Turun loe sekarang atau gue seret loe keluar"
Sony keluar dari mobil dan langsung diserang ghaydan. Sony berlari menghindari kemarahan ghaydan. Terus berlari agar wajah tampannya selamat.
"Dasar asisten gak tau diri. Seenak udel kamu aja ya"
"Ampun bos. Kan bos sendiri yang nyuruh saya buat gantiin bos. Gak ijin juga kan"
"Nggak bos ampun bos"
"Ampun ampun. Gak ada ampun buat kamu son. Seenaknya kamu janjiin ketenu wanita obralan itu. Sok manis kamu son"
"Saya memang manis bos"
"Masih berani kamu jawab"
"Ampun bos. Berhenti dong bos capek ini lari-larian gini"
"Siapa yang nyuruh kamu lari"
"Kalau saya berhenti muka ganteng saya remuk bos"
Mereka masih saling mengejar ditaman itu. Sambil saling melempar kata. Pemandangan itu menjadi tontonan para pengunjung taman.
"Mereka romantis banget ya. Kayak film india"
"Romantis tapi cowok semua. Hiii merinding"
"Uda mau kiamat kayaknya lihat mereka pasangan hombreng"
"Ganteng sih tapi doyannya terong. Padahal eneng masih jomblo loh bang"
"Timun lalap timun coy"
Suara-suara indah itu yang menghentikan aksi kedua makhluk yang sedang bermain kejar-kejaran. Ghaydan yang emang dasarnya eror langsung saja memainkan perannya kembali.
"Ah sayang gak enak tuh jadi tontonan. Pindah tempat aja yuk"
"Yuk cuzz baby"
Sony dan ghaydan saling merangkul. Bahkan ghaydan sambil mengusap kepala sony layaknya pasangan kekasih. Semua mata memandang kearah dua pasang manusia tak waras itu.
"Kiamat sudah dekat"
.
.
.
Sedangkan ditaman yang sama namun berbeda temapat empat orang wanita cantik sedang berbahagia karena sandiwaranya berhasil.
"Sel gue gak mau ya diamuk sama tante nindi kalau sampai ketahuan gue gantiin loe nemuin ghaydan"
"Sante aja Rin gak bakalan ketahuan sama mama kok. Hahaha"
"Heh gimana-gimana oke gak tuh cowok"
"Oke sih tapi gue lebih sreg sama asistennya. Asistennya mantap cuy"
"Ah loe rin lihat cowok mengkilap dikit gak kedip"
"Wajar dong han"
"Eh tapi tadi loe uda gagalin rencana perjodohan gue sama dia kan rin"
"Gue lupa sama tujuan gue tadi sel. Sorry"
"Karina loe gimana sih. Gue kan nyuruh loe buat gagalin perjodohan gue. Gimana sih loe"
"Sorry sel. Gue lupa. Terhipnotis sama perkataan manis kakak ghaydan"
"Ck. Huh bakalan tambah panjang nih masalah"
"Lagian loe kenapa gak ketemu sendiri aja sih sel sama ghaydan"
"Males gue han. Loe kan tau gue bukan penganut pacaran kayak gitu. Kalau dia serius datang kerumah langsung khutbah gue"
"Dia kan gak tau sel. Lagian ini renacana mama loe. Bukan rencana dia"
"Iya juga ya. Kok gue bisa oon gini sih"
"Dasar oneng"
Keempat wanita itu adalah Seila gadis yang dijodohkan dengan ghaydan. Gadis hijaber namun seperti jasmine dan paling pantang pacaran.
Karina sahabat Seila dari kecil. Dia sedang mengawali karirnya di bidang model.
Raihana mereka berteman saat putih abu-abu. Dia juga mengenakan jilbab namun terkadang masih suka dilepasnya.
Putri mereka juga mengenal saat putih abu-abu dan hanya putri yang berlainan keyakinan dengan ketiganya. Namun mereka sangat solid.
Keempatanya masih menempuh pendidikan disebuah kampus ternama dengan berbeda jurusan. Seila sama halnya dengan ghaydan yang ping benci jika diminta blind date. Namun demi menghargai mamanya, seila menyanggupi untuk bertemu namun bukan dirinya yang datang, melainkan para sahabatnya. Dan sudah berulang kali juga hal itu diketahui mamanya. Namun seila masih saja meminta sahabatnya menggantikan perannya.
_____
Dua-duanya gak bereesss ini...
Oya ini mau dibikin judul sendiri atau lanjut disini. Karena bakalan panjanggg ini hahahaha...
Jangan lupa jempol
Happy reading