
"Sialan...sialan....sialan...kenapa aku gak percaya sama Mirza...bego banget"
"Maaf tuan lima belas menit lagi ada rapat pemegang saham"
"Rapat apalagi"
"Rapat dengan para pemegang saham di Grand Contractor tuan"
"Oh ya saya lupa masih punya perusahaan itu...setidaknya Zaydan Malik tidak mengetahui jika itu milik saya"
"Iya Anda benar tuan"
"Ya sudah ayo kita berangkat"
Agung Hendrawan dan asisten pribadinya berjalan keluar perusahaan yang sudah dibekukan oleh Zaydan Malik...untuk sementara masih dalam pengawasan Syamil
Setelah satu jam perjalanan ayah Malika sudah sampai ke perusahaan miliknya yang menggunakan nama orang lain agar tak terdeteksi jika ada masalah dadakan..ruang rapat sudah dipenuhi oleh para anggota pemegang saham...namun semua mata tertuju saat pintu dibuka dan nampak lelaki muda dengan postur menggoda...bahkan sangat mempesona kaum hawa hanya dengan memandang wajahnya
"Maaf saya terlambat"
Dan orang itu langsung duduk di kursi yang kosong...Mereka kemudian melanjutkan pembahasan perkembangan perusahaan
"Jadi hampir seluruh saham Grand Contractor sudah ada yang mengambil alih...dan saya tidak mengetahui itu"
"Maaf tua Agung bukannya Anda sendiri menyetujui untuk menjual beberapa saham yang tidak berpotensi mendapat harga tinggi"
"Iya tapi tidak harus semuanya kan"
Dan salah satu dari anggota rapat berdiri mewakili yang lain untuk mengatakan keputusan semua pemegang saham
"Maaf saya disini mewakili seluruh anggota...dan kami minta maaf mungkin bagi Anda ini tidak adil karena kami mengambil keputusan dibelakang Anda tuan Agung...namun dalam hal ini Anda tidak memiliki wewenang utuh karena perusahaan ini masih milik keponakan Anda"
"Iya tapi saya wali sahnya dan saya berhak mengambil keputusan"
"Tapi itu sebelum usia keponakan Anda delapan belas tahun...namun saat ini usia keponakan Anda sudah delapan belas tahun"
Wajah ayah Malika semakin pias...dia melupakan hal penting itu dia lupa merubah semua aset yang tersisa menjadi miliknya
"Dan saya lanjutkan tuan Agung...disini kami telah membuat kesepakatan pemegang saham mayoritas saat ini adalah Tuan Adrian Waseso namun dengan berbagai hal beliau telah melimpahkan kepada sang cucu Tuan Keynan Fernandez"
Keynan berdiri memberi hormat...dan kembali tuan Agung menghina sesukan hatinya meremehkan kemampuan Keynan hanya karena masih muda
"Huh anak ingusan akan memimpin perusahaan ini..saya tidak yakin...pasti gak akan lama akan bangkrut"
"Anda meremehkan saya tuan"
"Saya tidak meremehkan pun sudah banyak yang meremehkan kamu hai anak bau kencur"
Keynan hanya tersenyum menyeringai saja...karena selama ini memang sepak terjang Keynan di bidang perusahaan masih dikenal di Jerman saja..dia belum mau mencoba keluar zona nyaman walaupun Louis sebagai Papa sudah mengijinkan Keynan...jika bukan karena Arash dia tidak akan sejauh ini pergi
"Sebaiknya anda membaca profil tuan Keynan Fernandez terlebih dahulu tuan Agung sebelum Anda memberi kesimpulan"
Dengan angkuh ayah Malika mulai membaca map berwarna merah yang diberikan salah satu anggota dewan rapat...secara perlahan senyum mengejek hilang dari wajah Tuan Agung...bahkan wajahnya kembali pucat
"Bagiamana pendapat Anda tuan Agung"
"Tunggu apa kalian semua sudah menjual saham kalian disini kepada anak kecil ini"
"Iya kami sudah menjual saham kami dengan beliau dan beliau memberi harga sangat pantas"
"Apa kalian sudah gila mempercayakan anak kecil mengelola perusahaan ini"
"Jika Anda sudah memahami isi profil tuan Keynan Fernandez Anda pasti paham dan mempercayakan keberhasilan perusahaan ini"
"Saya masih tidak setuju dan ingat saya masih memegang saham disini"
"Jika Anda bisa berhitung jumlah saham Anda saat ini adalah minoritas... karena tuan Keynan telah mengambil hampir seluruh saham milik kami disini"
"Sialan kalian semua...Saya merasa ditipu saya tidak terima...saya akan menuntut kalian semua"
"Atas tuduhan apa tuan"
"Pemalsuan data..karena kalian tidak meminta pendapat saya saat proses jual beli saham"
"Apa..."
Agung Hendrawan semakin pusing...belum lama Jay membekukan asetnya kini perusahaan hasil monopoli keponakannya juga akan diakuisisi oleh orang lain karena kecerobohannya sendiri..tanpa aba-aba ayah Malika bersama asistennya meninggalkan ruang meeting dan kembali marah didalam ruangan itu
"Sekarang juga cari info secara lengkap Keynan Fernandez...saya ingin tahu sehebat apa dia"
"Baik tuan"
Agung Hendrawan duduk disofa sambil memijat pelipisnya yang berdenyut sangat kuat.. tak lama ada panggilan masuk dari Angga asisten Syamil yang memberitahu jika Minggu depan akan diadakan penandatanganan MOU kerjasama yang sempat ditunda karena pemilik saham terbesar sedang berada di London
"Setidaknya masih ada harapan dari kerjasama dengan perusahaan calon besan"
Belum lama telpon dari Angga dimatikan kini masuk telpon dari Rizky yang mengabarkan tentang kembalinya tuan Syauqi
"Haha...saya memang orang paling beruntung...hilang perusahaan ini tapi diganti dua mangsa besar...Hahaha"
Saat asisten ayah Malika ingin memperlihatkan hasil temuannya tentang Keynan..ayah Malika menolaknya karena merasa tidak butuh lagi dan membiarkan perusahan ini menjadi milik anak ingusan itu
"Tuan jika Anda tau bahwa Keynan Fernandez adalah anak Louis Fernandez yang juga sepupu Zaydan Malik apakah Anda tidak akan semakin terpuruk...inilah yang disebut mati secara perlahan namun pasti"
Asisten agung bermonolog dalam hatinya jika diartikan dalam bahasa gaul anak muda..poor agung hendrawan
Keynan menghubungi Arash jika saat ini Grand Contractor sudah diakuisisi menjadi miliknya...dalam waktu kurang dari tiga hari Arash sudah mulai melumpuhkan secara perlahan musuhnya
"Rash jangan lupa siapkan pemakaman...Hahaha"
"Gampang itu bang...pertunjukan terbesar belum dimulai"
"Hari ini loe mau kemana"
"Hari ini gue nganggur dulu persiapan buat besok bakalan ada yang serangan jantung"
"Hahaha...okelah...gue mau happy happy dulu ntar pulang malam"
"Eh bang gue balik rumah dulu..daddy uda sempat ngamuk..gue harus nenangin dulu sebelum jatah gue beraksi diserobot Daddy semua"
"Ok ntar gue mampir rumah..oya Chila balik gak"
"Sepertinya ini belum ngabarin juga tuh anak"
"Ya uda kalau gitu.. Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Keynan menutup sambungan telponnya dengan Arash dan meminta Daffa menemaninya berkeliling Jakarta..Daffa yang mengetahui Keynan berada di Jakarta sangat kaget
Sedangkan orang yang akan menghadapi kehancurannya secara perlahan sedang menikmati makan siang dengan bahagia
"Ayah happy banget"
"Iya Bun perlahan target kita akan kita dapat"
"Wow mangsa gede yah"
"Seperti itu..kita akan disegani banyak orang"
"Wah hebat dong yah"
"Pastilah...agung hendrawan harus lebih dibanding yang lainnya"
"Sudah pasti dong yah"
_______
Udah ah besok lagi ya...hehehe...mas Arash lagi kencan...Si emak mau ke duo Naren dan Nia dulu
ritual jempolnya kakak
happy Reading