RashSya Story

RashSya Story
RashSya~GGS



"Arash dipanggil sama Pak Erlan"


"Ok thanks"


Arash keluar kelas menemui guru Matematikanya


Tok tok


"Masuk"


"Selamat pagi pak"


"Pagi Arash...sini masuk"


"Ada apa bapak memanggil saya"


"Begini Arash Dua bulan lagi akan ada olimpiade matematika...Karena Nilai kamu dan Arsya paling tinggi di kelas bapak memilih salah satu dari kalian..Dan kebetulan juga Arsya terpilih olimpiade Fisika..Jadi kamu bisa mewakili untuk matematika... Bagaimana"


"Baik pak saya mau"


"Bagus kalau begitu..Untuk kali ini kita akan mengirim dua orang..Apa kamu mau memilih sendiri atau berdasarkan seleksi yang sudah sekolah lakukan"


"Sebaiknya berdasarkan seleksi dari sekolah saja pak biar adil"


"Kalau begitu kamu nanti akan berangkat bersama Malika Ayesha Putri teman sekelas kamu...dia nilainya selisih sedikit dengan kamu"


"Pak apa tidak ada siswa yang nilainya lebih tinggi dari Malika"


"Sebenarnya ada selain Arsya..dia Ghaydan tapi Ghaydan sudah mendaftar olimpiade sains bersama Revan..Selain itu tidak ada lagi...Kenapa apa ada masalah"


"Sebenarnya saya tak begitu nyaman jika bersama seorang perempuan"


"Haha..kamu Rash yang lain kalau minta patner cewek eh kamu malah gak mau"


"Hehe"


"Sudah gapapa...Malika gak akan gigit juga kok..Haha..Kamu gak bisa sama kembaran kamu...karena untuk tahun ini baru sekali ini ada yang bisa meraih nilai tertinggi saat seleksi olimpiade fisika kemarin..Ya walaupun kalian itu imbang..kalau digabungin kasian jurinya susah bedain..Haha"


Walaupun alasan yang tak wajar namun Arash masih bisa menerima dengan lapang dada..Toh Malika gak ganjen kayak yang lain..Pikir Arash


Arash kembali ke kelas saat pelajaran dimulai..Dia tetap bisa masuk walaupun terlambat karena menghadap guru


Pelajaran telah usai para murid meninggalkan area sekolah untuk kembali kerumah masing-masing..Pesona Trio rusuh selalu membius siapa saja..Saat menuju parkiran ponsel Arash..Arsya dan Ghaydan berbunyi


*Group Sahabat Selamanya


Sha : Gue ada di Jakarta study banding...ketemuan yuk kuy"


Ghai : Gue nyusul ya...lagi rapat OSIS


Ghay : Sok sibuk loe Chan...ketemu dimana


Sha : Ayesha Kafe gak jauh dari sekolah loe Tha..gak pakai lambat...gue sore uda balik


Ghay : Hotewe


Sha : Okay...ini RashSya kemana gak nongol


Ghay : Nyimak aja mereka mah


Sha : Gue kira uda uda didunia lain...Bang Devin gak nongol juga nih


Bang Dev : Sorry lagi buka hengpong...otewe gue*


*Sha : Okay gue otewe juga..Kembar wake up..gempa noh gempa


Me : Hmm


Arsya : Hemmmmm*


Si kembar lalu menghubungi Opa dan Daddy nya karena teelamabta masuk kantor


"Hallo Opaaa.. Assalamualaikum wahai calon penghuni surga"


"Waalaikumsalam cucu solimi... Seenaknya ngatain Opa...Ada apa.. Kenapa belum sampai"


"Opa gak boleh marah cepat tua..Eh emang sudah tua yak"


"Dasar semprul..firasat Opa gak enak ini"


"Hehehe..gak usah sok jadi peramal kenapa sih kayak cenayang aja..Arsya telat Opa"


"Telat berapa bulan"


"Jalan empat bulan Opa..Opa harus tanghung jawab"


"Ih najis...Opa masih lurus..emang situ belok"


"Belok kiri jalan terus"


"Heh...traficlight berjalan..Jangan lama lama telatnya"


"Tergantung sikon Opa"


"Mau apa"


"Shanum Princess Sawer Opa minta ketemuan"


"Kenapa gak kerumah"


"Mepet waktunya"


"Siapa yang mepetin"


"Lah itu Arsya yang gak tau..Udah ah pusing ngomong sama Opa.. Assalamu'alaikum"


"Oh dasar cucu ngeselin.. Waalaikumsalam"


Arsya memasukan ponselnya dan menyalakan musik di mobil Arash


"Bang Gak ngabarin Daddy"


"Ntar aja dikafe"


"Okaylah"


Mereka sampai dikafe tersebut..Kafe modern ala anak muda...Nampak didepan ada sebuah bus dengan spanduk SMA Shanum


Memang sekolah Shanum singgah dikafe itu atas rekomendasi dari beberapa murid yang pernah singgah disana


"Bang dimana mereka"


"Nggak tau juga...kita masuk aja"


Ghaydan dan Devin sudah berada ditempat parkir juga..Sikembar masuk bersama mereka..Saat membuka pintu kafe semua mata tertuju pada keempat cowok tampan itu


Shanum melihat sahabatnya datang berteriak lantang


"Bebeb gue uda datang"


Semua teman Shanum melihat kearah Shanum yang berlari menyambut Keempat cowok tampan itu..Hanya Devin yang mau cipika cipika-cipiki..sedangkan Ghaydan dan Si kembar tetap seperti dulu...bukan muhrim


"Apa kabar Sha"


"Baik Abang..masuk yuk uda gue pesenin tempat noh dipojok"


Shanum mengapit lengan sikembar dia berdiri ditengah-tengah mereka


"Aa Ghaisan mana ini"


"Ntar juga datang Sha"


Mereka duduk memesan makanan..Shanum tidak kembali ke mejanya dia duduk bersama sahabat-sahabatnya


"Sha loe gak nginep disini"


"Nggak Ghay sekolah gue cuma sehari disini"


"Rash loe uda ngabarin Daddy belum"


"Iya ini baru mau ngabarin"


Arash mengambil ponselnya dan Selfi bersama yang lain..dan kirim lewat chat untuk Daddy-nya


"Dad Arash telat..Sha datang kita dikafe"


Tak lama Jay membalas


"Kafe mana Bang"


"Ayesha Kafe"


"Ok ntar keruang VIP.. Daddy meeting disitu"


"Huh kenapa gak ngasih tau dari tadi buang buang pulsa"


"Eh..malah Daddy yang salah ini"


"Nggak"


Arash tak lagi membalas pesan Daddy-nya..Jay melihat keluar dari ruang VIP dan melihat putranya..Jay juga kebetulan meeting disitu karena Ayah pemilik kafe itu kliennya


"Gue yang ilfill ke dia"


"Kok bisa"


"Tiap hari ada aja kelakuan gak jelasnya"


"Hahaha..gak usah jual mahal..ntar cinta baru tau rasa loe"


"nggak mungkin"


"Yang mana sih orangnya"


"Noh yang dari tadi natap kesini"


Ghaydan mengambil ponselnya berlagak Selfi..hanya untuk melihat wajah lelaki yang mengejar sahabatnya itu


"Wow keren gitu..Ya walaupun masih kerenan gue"


"Ish pede"


Tak lama Ghaisan datang dengan seorang wanita yang mengikutinya


"Ghaisan sama siapa itu"


"Oh..namanya Karen..dia ngejar ngintilin Ghaisan dari sejak SMP"


"Rash coba lihat muka si Ghaisan ditekuk gitu...kaya baju dilipat..Haha"


"Sepertinya sepupu gue butuh bantuan loe deh Ghay"


"Maksud loe"


RashSya tersenyum disudut bibirnya.. Ghaydan paham maksudnya begitu juga Devin dan Shanum


"Kenapa gak si Sha aja sih"


"Nggak mungkin..Sha kan gak disini..bakalan gak percaya...apalagi Sha nemplok melulu kayak cicak ke bang Devin"


"Ish ya sudahlah..turun pamor ini..Ampuni Ghaydan Ya Allah"


Ghaisan mendekat kearah sahabatnya itu..


"Maaf gue lama..Apa kabar Princess"


Ghaisan memeluk Shanum dan cipika-cipiki..Karen yang melihat menahan amarahnya


"Selalu baik Aa sayang"


Shanum tak kalah menggoda Ghaisan dan tersenyum manis..Ghaisan duduk di samping Ghaydan..bahkan tak mengenalkan Karen pada sahabatnya yang lain..Karen hanya kenal Devin karena kakak kelasnya


"Chan loe lama amat sih...karaten Kuta nunggu loe"


"Iya maaf ada gangguan dikit tadi"


Karen duduk didepan Ghaisan didekat Devin..Bahkan Ghaisan seperti tak menganggap dia disana..Karena Devin kasian..Devin memesankan makanan dan minuman untuk Karen


"Ren loe mau pesan apa"


"Terserah aja kak"


"Ok...Loe pilih aja..ntar kita uang bayari"


Shanum berusaha menggoda Ghaisan


"Aa.. ternyata uda ada pengganti Sha disini pantes jarang hubungi Sha"


"Nggak ada Sha... Princess gak ada yang gantiin..maaf akhir akhir ini sibuk..jadi jarang balas pesan"


Kini giliran Ghaydan beraksi


"Alah loe ngomong aja uda lupa ma kita Chan"


"Sumpah nggak gitu Tha..gue sibuk beneran"


Si kembar hanya diam menyimak.. Ghaisan melirik kearah si kembar ada gelagat aneh


"Mata loe kenapa Rash"


"Gak kenapa kenapa"


" Ih Chan loe perhatian banget sih sama Arash gue loe cuekin"


Ghaisan kaget dengan sikap Ghaydan yang tiba tiba berubah dan bernada manja..Dia melihat Arsya yang menarik turunkan alisnya..Ghaisan pun paham


"Iya maaf..Loe sensitif banget sih jadi orang"


"Loe tuh beberapa hari gak ngasih kabar ke gue..gue kan jadi parno"


"Kenapa parno..Loe kan tau gue gimana"


Ghaydan memeluk lengan Ghaisan dan meletakkan kepalanya di pundak Ghaisan..para sepupunya menahan tawa..Karen melotot kearah pasangan Ghaydan dan Ghaisan


"Chan...Loe kan tau gue sayang sama loe..jadi jangan main api"


"Gue sukanya main sama loe gak main api takut kebakar"


"Ih makin sayang deh sama Ichan"


cup


Ghaydan mencium pipi Ghaisan..semua melotot karena diluar skenario mereka.. Ghaisan yang sempat kaget berusaha diam dia bahkan membalas Ghaydan dengan mengusap rambut Ghaydan


Karen yang penasaran dengan kedua makhluk itupun bertanya


"Kalian ada hub..hubungan apa"


Devin menjawab


"Loe gak tau mereka itu Duo Ghay"


"Hah.."


Karen menganga kaget mendengar perkataan Devin..karena shock..Karen pamit pulang lebih dulu


"Maaf gue cabut duluan"


Karen berlari keluar kafe merasa tak percaya orang yang dikagumi nya ternyata melenceng


Didalam mereka tertawa terbahak-bahak... Ghaisan memukul kepala Ghaydan


"Sialan loe pakai cium cium segala..harus gue cuci pakai pasir tujuh kali"


"Woy loe kira gue an***g"


"Hahaha sumpah sakit perut gue..Dasar GGS"


"Apaan tuh Sha"


"Ganteng ganteng somplak..hahaha"


"hahaha..benar banget itu Sha"


"Woy bang kalau besok ada gosip jelek tentang gue disekolah loe tanggung jawab"


"Tanggung jawab gimana"


"Lah tadi loe pake nyebut Duo Ghay"


"Laiya kalian Duo Ghay.. Ghaydan dan Ghaisan..dimana salahnya"


"Iya juga sih. .tapi penafsiran mereka beda"


"Alah biar aja..biar gak diganggu cabe cabean"


"Huh ya sudahlah..terima nasib gue ajalah"


Shanum sudah dipanggil gurunya dia harus segera kembali ke Bandung..Para sahabatnya mengantarkan sampai depan bis..saling berpelukan dan cipika-cipiki kecuali si kembar pastinya


"Princess hati hati..kabarin kalau sudah sampe"


"Kalian jangan lupain Sha"


"iya pasti itu"


"Bye..miss u"


"Hati hati"


Bis Shanum telah beranjak keluar kafe menuju kota kembang...didalam bis Shanum mendapat pertanyaan tentang sahabatnya itu dari para cewek cewek temannya


_____


Update perlahan cuy...ramaikan yuk


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak


Happy Reading