
"Bang tumben gak jenguk nyonya"
"Hari ini sampai seminggu kedepan sibuk banget Ars. Proyek sama si ikan buntal uda dimulai"
"Icha masih dilombok bang"
"Bulan depan uda selesai kok dia. Libur dua minggu baru balik lagi ke kampus ngurusin skripsi"
"Cepat juga dia nyelesain kuliah"
"Alhamdulillah gak lama gue nunggunya"
"Kenapa gak nikah aja sih bang lagian tinggal nunggu skripsi aja uda gak sibuk banget"
"Iya maunya gitu ars. Nanti Abang bicarain lagi sama Icha. Gimana kandungan Retha"
"Alhamdulillah sehat"
"Masih ngidam aneh-aneh gak"
"Gak kok ya cuma sekali itu aja waktu minta foto prewed Keynan sama Shanum. Eh malah Chila ketiban apes. Hahaha"
"Oya Abang dengar itu studio punya Jimmy asisten Bagas"
"Iya dan dari Jimmy juga Bagas dapat foto prewed abal-abal Chila"
"Ngamuk gak si ikan buntal"
"Gak cuma ngamuk bang. Tapi bukan Chila namanya kalau gak bisa ngadepin ikan buntal"
"Huh asal abang tau, ujung-ujungnya bini gue nonton telenovela ala +62 bang"
"Serius"
"Iya bang"
Flashback on
"Disamber orang bro"
"Loe dimana Jim"
"Studio"
Tanpa memberikan tanggapan lagi Bagas langsung menyambar kunci mobilnya dan menyusul Jimmy ke studio. Bagas menyetir seper orang gila. Bahkan berkali-kali dia mengumpat.
"Berani sekali dia menyentuh milik gue"
"Awas kau preman pasar sampai berani nikah sama dia, bakal gue gangguin"
Beruntung jalan tidak begitu padat karena ini weekend. Bagas tak peduli jika dia akan menabrak orang atau kendaraan lain yang dipikirannya hanya agar cepat sampai studio milik Jimmy.
Sedangkan Arsya mengetahui kedatangan Jimmy dia langsung menyapanya.
"Loh Anda bukannya asisten Bagas ya"
"Benar pak Arsya"
"Anda juga ingin mengambil gambar disini pak Jimmy"
"Oh bukan. Kebetulan ini studio milik saya tuan Arsya"
"Oh ya. Kebetulan sekali ya"
Bagas memanfaatkan kondisi itu untuk memperoleh informasi dari Arsya tentang foto prewed Chila.
"Sedang menunggu adiknya foto prewed tuan Arsya"
"Oh itu, prewed pengantin dadakan. Hahaha"
"Maksudnya mereka menikah karena dijodohkan begitu tuan Arsya"
"Bukan. Jadi mereka foto seperti itu karena ngidam istri saya saja. Hahaha"
"Jadi mereka tidak ada hubungan spesial tuan"
"Tidak Keynan adalah sepupu kami sekaligus kakak ipar saya"
"Ouh begitu"
Jimmy memiliki ide untuk mengerjai Bagas apalagi selama ini mereka belum mengetahui siapa Keynan karena memang informasi tentang Keynan sangat privasi.
"Wah ini bakal jadi rencana yang seru buat si songong satu itu. Hahaha"
Jimmy meminta ijin untuk keluar saat Bagas mengabari dia sudah berada didepan studio miliknya. Jimmy keluar menjemput bos sekaligus sahabatnya itu.
"Lama amat sih loe"
"Salah sendiri gak langsung masuk aja. Sok minta dijemput"
"Berisik banget loe ah"
Bagas berjalan didepan Jimmy dengan wajah kesal. Sedangkan Jimmy hanya menghela nafasnya dalam. Bagas masuk ke ruangan Jimmy langsung melihat monitor CCTV diruangan jimmy yang mengarah ke tempat Chila berada.
"Siapa pria itu"
"Tadi gue sempat bertanya pada Arsya. Keynan namanya"
"Pengusaha"
"Iya pemilik FZ Contruction"
"FZ seperti gak asing gue sama nama itu"
"Mereka akan menikah bulan depan"
"Apa"
"Mereka merried bulan depan. Budeg amat sih"
"Sialan loe"
"Dan mereka memesan paket prewed dioutdor juga"
Bagas tetap menatap layar didepannya tapi juga mendengar penjelasan Jimmy. Dia meremas tangannya sendiri. Saat adegan Chila dipeluk pinggangnya dan menolehkan wajahnya kebawah, sedangkan Keynan mendekatkan wajahnya dan menempelkan keningnya dikepala Chila dari samping.
Melihat adegan itu Bagas menggertakan giginya. Wajahnya sangat dipenuhi amarah. Sedangkan Jimmy bahagia melihatnya seperti itu. Dia pun semaik menjadi kompor.
"Salah sendiri gak langsung gercep. Sekarang nangis aja loe lihat dia uda mau merried"
Bagas beranjak dari duduknya dan berlalu keluar ruangan Jimmy. Jimmy yang pemasaran langsung mengikuti langkah kaki Bagas. Dan Bagas menuju ruangan pemotretan. Tanpa permisi dia masuk saja. Membuat semua orang menatapnya.
"Maaf saya mengganggu kalian"
"Oh Pak Putra kebetulan sekali"
"Oh pak Arsya maaf saya tidak tau jika keluarga Anda sedang berada disini"
"Oh iya tidak apa-apa pak Putra"
"Maternity shoot istri saya"
"Ouh. Dan mereka juga sedang pengambilan gambar pak"
"Ouh Iya pak Putra. Tapi.."
Tanpa mendengar perkataan Arsya selanjutnya, Bagas sudah terlebih dulu mendekat kearah Keynan dan chila yang sedang diarahkan oleh asisten fotografer. Bagas menggantikan asisten itu untuk mengarahkan gaya. Namun bukan untuk bergaya dengan Keynan melainkan dengan dirinya sendiri.
"Ini terlalu kaku sekali. Coba sini saya ajarkan agar hasil fotonya juga bagus"
Bagas sengaja mengalungkan kedua tangan Chila dipundaknya. Bagas memegang kedua sisi pinggang Chila dan menempelkan keningnya dikening Chila. Mata mereka saling menatap. Bagas tersenyum manis namun tidak dengan Chila.
Sang tukang foto pun mengambil gambar itu atas perintah Jimmy. Sebelumnya bagas sudah menggunakan tuksedo berwarna putih senada dengan gaun Chila. Saat sedang proses pengambilan gambar itu Bagas berbisik kepada Chila. Dan membuat Chila sadar dari lamunnanya dan memasang wajah dingin.
"Berkedip sayang. Aku memang tampan"
"Ah. Pede banget"
Gaya berikutnya sampai beberapa gaya terakhir semua diambil alih oleh Bagas. Chila masih belum sadar. Sedangkan Keynan dan yang lainnya duduk menonton. Chila akhirnya tersadar saat akan melakukan gaya menggendong ala bridal style.
"Stop ini ada yang salah"
"Dimana salahnya sayang"
"Sayang sayang pala loe peyang. Kan pasangan gue Keynan bukan manusia jailangkung ini"
"Jailangkung"
"Iya jailangkung. Datang tak diundang pulang ditendang"
"Orang setampan saya kamu anggap jailangkung. Dasar Mak Lampir"
"Enak saja Anda bilang saya Mak Lampir. Atas dasar apa anda mengatakan saya mak Lampir"
"Mata kamu memiliki tatapan membunuh dan itu sudah membunuh hati saya nona"
"Alay"
Keynan sudah setuju dengan rencana Jimmy dia berdiri lalu mendekati Chila dan Bagas yang masih saling melotot.
"Sayang sudahlah jangan berantem"
Chila sempat kaget dengan perkataan Keynan namun tetap mengikuti drama itu. Sampai membuat Bagas kesal.
"Honey apa kita masih bisa foto ulang lagi"
"Mungkin masih bisa. Karena Arsya menyewa tempat ini untuk satu hari sayang"
"Yasudah kita foto ulang berdua sayang"
Bagas langsung memotong pembicaraan Chila dan Keynan. Dengan gaya angkuhnya dia melewati mereka berdua sambil berkata.
"Jam sewa sudah habis"
Chila yang tak terima langsung mengahalangi jalan Bagas.
"Tidak bisa seperti itu dong pak. Kakak saya menyewa tempat ini satu hari"
"Iya tapi bukan dua puluh empat jam nona. Dan sewa kalian sudah habis lima menit yang lalu"
"Wah Anda bermain licik ya pak Putra. Dan apa hak Anda ditempat ini sehingga bisa memutuskan sesuka hati. Saya mau bertemu pemiliknya. Saya gak terima seperti ini"
"Bisa saja. Kan saya yang punya tempat ini"
"Wah culas sekali Anda. Langsung mengakui ini tempat anda. Agar bisa sesuka hati dengan pelanggan"
Chila berjalan menuju beberapa karyawan studio foto itu dan menanyakan kebenaran ucapan Bagas. Dan mereka kompak menjawab memang pemilik studio itu Bagas. Chila langsung mencari ide lain untuk protes.
"Bagaimana nona masih belum percaya"
"Oke sekarang saya percaya. Dan sebagai pemilik Anda harusnya bisa memberikan pelayanan terbaik. Dan saya meminta hak saya karena saya sudah membayar"
"Kami sudah memberikan hak kami kepada Anda nona. Apa anda lupa"
"Tapi saya tidak menjalankan sesi foto dengan calon suami saya melainkan dengan anda tuan putra yang terhormat"
"Sama saja menurut saya nona. Dan mungkin lebih baik saya daripada calon suami Anda"
"Maksud anda sama saja apa ya tuan putra yang terhormat"
"Anda kan akan foto bersama pria kan. Dan saya juga kan pria. Ya sudah sama saja"
"Heh enak banget ya omongan loe. Gue mau foto sama calon suami gue bukan loe"
"Ya sudah loe anggep aja gue calon suami loe bereskan"
"Beres pala loe soak. Loe bisa mikir gak sih itu uda melanggar hak pelanggan"
"Hak mana yang gue langgar. Gur meras ini sudah benar. Kecuali loe penyuka sesama jenis baru bisa dikategorikan melanggar hak yang ada"
"Gue gak terima. Gue bakalan nuntut loe"
"Nuntut pertanggungjawaban begitu maksud loe"
"Iya"
"Gue akan tanggung jawab. Bahkan sekarang pun gue siap tanggung jawab ke loe. Jaga baik-baik anak kita"
"What. Dasar gila"
"Kok gila. Kan loe yang minta tanggung jawab ke gue. Apalagi kalau loe gak hamidun"
"Astaghfirullah. Amit-amit. Seenak mulut loe ya ngomongnya. Capek gue ladenin orang gila kayak loe"
"Lama-lama loe juga bakalan tergila-gila sama gue"
Chila semakin kesal dan jurus lamanya pun keluar. Chila menendang tulang kering Bagas dan memberi dorong Bagas hingga terjungkal.
"Dasar cewek preman loe ya"
"Kalau iya kenapa emangnya"
"Sialan awas loe gue bakal bales"
"Silahkan saya tunggu"
Bagas dituntun Jimmy untuk keluar ruangan itu. Dengan dipapah perlahan karena kakinya sangat sakit.
"Awas loe preman pasar gue balas dengan cara elegan. Dan loe bakalan gak bisa berkutik sayang"
____
Balasan seperti apa ya....
jangan lupa jempolnya kakak
Happy Reading