RashSya Story

RashSya Story
Ghaydan~ Viral



"Idih gak ngira ternyata mereka ada hubungan"


"Iya bener. Pantesan aja kemana-mana berdua"


"Yang jelas mereka gak pernah kelihayan gandeng cewek kan"


"Eh iya betul. Betul banget itu"


Para karyawan bergosip aneh saat atha dan sony melintas pagi ini. Bahkan tatapan mereka nampak aneh. Atha dan sony tak peduli dan terus melangkahkan kaki mereka menuju ruangan CEO.


"Eh son kamu merasa ada yang aneh gak sama mereka tadi"


"Biarkan saja bos. Mereka memang suka bergosip"


"Iya juga ya"


Hari ini atha hanya menyelesaikan pekerjaan didalam kantor. Bahkan ponselnya pun hanya tergelatak tanpa dia pedulikan. Atha berencana akan pergi ke singapura lusa menyelesaikan kontrak kerjasama dengan perusahaan disana.


Karena pekerjaan yang sudah berkurang banyak, atha mencoba memegang ponselnya. Ada banyak panggilan tak terjawab dari para sahabatnya. Yang menjadi perhatian atha nama arash juga ikut tertera disana.


"Tumben Arash nelpon gue. Kayaknya gawat ini"


Atha menghubungi arash kembali. Karena jika sudah arash atau arsya yang turun tangan bukan masalah biasa lagi.


"Assalamualaikum. Tumben bro"


"Waalaikumsalam. Ponsel loe lempar aja ke ciliwung. Punya ponsel gak ada guna. Ditelpon berkali-kali gak ada yang diangkat"


"Slow bro slow. Ada apa sih kayaknya gawat banget"


"Gue yakin loe belum buka berita viral hari ini"


"Emang ada apa"


"Cepet loe buka dan segera ambil tindakan. Kecuali jika berita itu memang benar"


"Apaan sih. Ya udah gue lihat dulu"


Tanpa salam atha mematikan penggilannya. Dia sangat penasaran dengan berita yang dimaksud oleh sahabatnya itu.


"Astagfirullah. Nih siapa juga yang berani bikin berita hoak kayak gini"


Ghaydan melihat video saat dirinya sedang mengejar sony karena kesal. Tajuk dari video itu yang membuat atha melongo. Pasangan gay the real ghay gaess.


"Sony. Son"


"Ya bos. Ada apa"


"Loe lihat video ini"


"What kok bisa jadi begini sih. Kerjaan siapa lagi ini"


"Masih beruntung tidak ada yang tau nama kita. Tapi para klien kita yang sudah sering bertemu kita itu yang bahaya son"


"Biar saya yang atasi bos. Saya akan cari penyebar berita hoak ini"


"Cepat bereskan son"


Atha kembali menatap video itu. Tiba-tiba dia tertawa sendiri. Jika bukan karena nama perusahaan dan juga keluarga, atha tak akan ambil pusing dan membiarkan saja video itu viral.


Tak jauh beda dengan suasana di kantor atha. Saat ini empat sekawan sedang makan dikantin dan juga sedang menotot video viral saat ini.


"Kar loe yakin ini yang namanya ghaydan"


"Iya yang tinggi itu asistennya namanya sony"


"Masa asisten sama bos cakepan bosnya sih. Loe gak salahkan kar"


"Nggaklah. Kan gue yang ketemu dan ngobrol. Gue juga dikasih nomor ponselnya"


Karina dan putri sibuk beradu argumen sedangkan hana dan seila sedang mengingat siapa pria yang divideo itu.


"Cowok mesum"


"Imam masjid"


Seila dan hana sama-sama menyebut atha sesuai pertemuan mereka kala itu.


"Kalian kenal"


"Gak sih. Kalau gue gara-gara tragedi disanggar tari waktu itu"


"Jadi sony yang loe maksud han"


"Gue gak tau namanya. Pokoknya dia"


"Nah kalau loe sel. Kenal dimana"


"Dihari yang sama saat kejadian hana ketemu dia. Tapi gue ketemu dimasjid didekat kompleks permata. Dan dia jadi imam disana. Suaranya merdu banget"


"Hah loe gak salah lihat sel"


"Gak lah. Malahan gue gak sengaja naruk kakinya sampai jatuh gara-gara gue terpleset. Kan malam itu hujan"


"Masa sih cowok mesum ini jadi imam. Kok gue gak yakin ya"


"Kalau kita sih yes"


"Kalian kok jahara sih. Nasib gue cemmana ini"


"Loe yakin suka sama dia kar"


"Siapa yang gak suka sih sel. Muda, sukses, mapan, tampan. Idamankan"


"Tapi doyannya terong hahaha"


"Sialan loe put. Gue yakin ini cuma hoak"


"Loe gak lihat apa gaya mereka saling merangkul dan membelai. Hiii gue jadi merinding gaess"


"Gue masih gak percaya put"


"Ya coba aja loe telpon pangeran dadakan loe itu"


"Oke tunggu gue konfirmasi dulu"


Karina mencari nomor ponsel yang waktu itu diberikan atha kawe. Dengan penuh keyakinan dan percaya diri karina menghubungi nomor itu.


"Hallo"


"Ya hallo selamat siang dengan layanan gali sumur. Bisa dibantu"


"Layanan gali sumur. Maksudnya ini jasa gali sumur gitu mbak"


"Iya kak. Kakak mau gali sumur atau gali kubur juga bisa"


"Maaf saya mau tanya apa disana ada yang bernama pak ghaydan"


"Ghaydan. Gak ada kak. Adanya mang gozali tukang gali kubur"


"Oh gak ada ya mbak. Ya sudah. Saya salah sambung"


"Kakak mau gali sumur apa kubur dimaan kak"


"Besok mbak saya kabari lagi kalau saya sudah mati. Janji saya telpon mbak buat gali kuburan saya"


Karina langsung mematikan panggilannya dan disambut tawa oleh para sahabatnya. Karena terlalu percaya diri panggilan tadi diloudspeaker oleh karina.


"Hahahaha. Sumur mana kak yang mau digali"


"Ukuran lubang kuburannya berapa kak"


"Dinding kuburannya mau diukir gak kak"


"Sialan kalian. Awas ya kalau gue ketemu sama ghaydan lagi bakal gue kasih pelajaran"


"Pelajaran apa kar"


"Pelajaran melemahkan hati apa pelajaran mati-matian aku mengejarmu kar"


"Kampret kalian"


Mereka benar-benar menertawakan kebodohan karina yang mau ditipu oleh ghaydan. Mereka kini asyik menikmati makan siang dikantin kampus.


Dikediaman atha, mami friska sedang uring-uringan karena berita mengenai putra pertamanya dan putra angkatnya itu.


"Mami duduk aja kenapa sih. Galang pusing lihatnya"


"Diam aja kenapa lang. Kamu gak khawatir apa sama kondisi abang kamu itu"


"Abang uda gede mam. Masa mami gak percaya sama anak sendiri sih"


"Tapi berita itu bisa bikin reputasi abang kamu buruk galang. Makin gak laku nanti dia"


"Jadi mami kepikiran abang karena takut abang gak laku mam"


"Iyalah apalagi. Mami gak mau ya abang kamu jadi bujang lapuk. Amit amit"


"Hahaha. Galang kira mami khawatir sama abang, takut abang gak bisa menghadapi berita aneh ini. Tapi ternyata hahaha"


"Ingat ya galang. Kalau abang kamu belum nikah jangan harap kamu bisa nikah duluan"


"Yah kalau abang beneran jadi bujang lapuk. Galang pun sama dong mam"


"Nah itu tau. Makanya jangan senang dulu kamu galang. Makanya bantuin mami cari solusi jawab rumor gak jelas ini"


"Ealah nasib emang. Udahlah mam. Mami berdoa saja, galang yakin abang sudah lebih sigap menjawab berita itu"


"Pokoknya sekarang kamu bantu mami cari solusi. Biar mami bisa ngasih jawaban teman-teman mami lang"


"Ealah masih mikirin reputasi dirinya sendiri ternyata. Kirain beneran khawatir sama anaknya. Capek deh"


________


Ternyata oh ternyata....


Jangan lupa jempol


Happy reading