
"Pah semua persiapan sudah clear loh...Kok kayaknya Papa gak seneng"
"Papa seneng kok mah"
"Papa itu gak bisa bohong sama Mama..apa Papa gak seneng Ghaisan dapat jodoh seperti Malika"
"Seneng"
"Kok Mama gak yakin"
"Hmmm...Ma...Papa cuma mau pesan sesuatu...jangan terlalu berharap lebih kepada sesama manusia"
"Maksudnya apa pa"
"Mah manusia itu penuh tipu muslihat pintar-pintar kita saja mencari yang benar-benar tulus"
"Huh...mama belum paham maksud Papa"
"Haha..istri tercintaku ini kenapa jadi lemot ya semenjak hamil adiknya Ichan"
"Oh jadi Papa bilang Mama oon gitu"
"Eh gak gitu sayang...Papa cuma bilang Mama agak lemot...Mama kan biasanya langsung tanggap"
"Iya Mama tau mama lemot Mama oon...Hiks hiks"
"Yah kok nangis sayang"
Syamil langsung memeluk tubuh sang istri...memang semenjak dinyatakan hamil anak kelima harusnya namun karena sering keguguran...membuat Syaqilla sangat sensitif
"Semoga kamu gak kecewa sayang setelah mengetahui yang sebenarnya tentang Malika dan keluarganya"
Sambil mengusap sayang punggung Syaqilla...Syamil melihat langit-langit rumah sambil membatin
Berbeda dengan kondisi dirumah Malika saat ini..setelah pertemuannya dengan Arsya beberapa waktu yang lalu semakin membuatnya penasaran karena tak ada satu info yang pasti tentang Arsya yang dia kira Arash di dunia maya
"Sebenarnya siapa anak itu..kenapa tuan Syamil juga menganggap bukan sekedar ponakan biasa"
"Siapa yang ayah maksud memangnya"
"Arash Bun"
"Ayah ketemu anak miskin itu lagi"
"Iya...dan sekarang dia berani menentang perkataan ayah"
"Dasar anak kurang ajar...udah miskin kok belagu"
"Ayah sepertinya harus tanya Mirza mengenai siapa Arash"
"Sudahlah yah...gak penting juga kan"
"Asal bunda tau...asisten Mr Syauqi juga dekat dengan anak itu...bahkan tadi dikantor tuan Syamil...arashlah yang mengerjakan semua pekerjaan disana..da tuan Syamil berkata dia anak dari adik kandungnya"
"Apa...ayah gak salah dengar kan...anak itu keponakan calon besan kita Yah"
"Iya tun Syamil sendiri yang bilang"
"Masa sih...Kok bunda gak yakin ya...apalagi penampilannya aja seperti itu"
"Eh coba bunda tanya sama Mamanya Ghaisan mengenai Arash"
"Ok yah bunda langsung telpon nih"
Bunda Malika langsung menelpon calon besannya itu...dan usai menutupnya wajahnya berubah menjadi pucat
"Bun...Bunda kenapa"
"Yah... sepertinya kita dalam masalah besar"
"Maksud bunda"
"Mama Ghaisan bilang dia memiliki adik ipar yang menikah dengan sepupunya sendiri dan memiliki anak kembar lelaki dan satu anak perempuan"
"Terus bahayanya dimana"
"Adik iparnya itu istri Zaydan Malik Alfatir yah"
"Apa...Bunda gak salah informasi kan"
"Nggak Yah...itu valid"
"Trus siapa nama anak mereka"
"Sikembar bernama Arash dan Arsya sedangkan anak perempuannya Arsyila"
"Nama Arash itu banyak Bun...dan ayah yakin itu bukan dia...bukan Arash yang selalu kita hina"
"Semoga ayah...tapi firasat bunda tidak baik"
"Bunda hanya khawatir berlebihan saja"
"Iya sepertinya memang begitu"
"Sebaiknya kita istirahat besok masih ada beberapa yang harus disiapkan dari pihak kita untuk pertunangan Malika"
"Iya yah...ayok"
Kedua orangtua Malika sudah masuk kedalam kamar...namun mereka tak menyadari saat mereka terlelap dalam buaian mimpi seseorang telah kembali ke tanah air dengan membawa kejutan terindah untuk semua orang... kepulangannya sengaja dimajukan jauh dari rencana karena ada yang harus dipersiapkan
Kepulangannya benar-benar dirahasiakan bahkan dia menggunakan penerbangan klas bisnis hanya agar tidak terlacak sang Daddy...
"Bang kita ke apartemen gue aja ya"
"Apartemen loe...Gak takut ntar ketahuan"
"Huh dasar licik"
"Harus dong namanya sedia payung sebelum hujan bang"
Mereka berjalan menuju pintu keluar bandara dan mencari taksi...setelah mendapat taksi mereka langsung menuju apartemen Arash
Apartemen yang cukup mewah karena berada dikawasan yang elit bahkan unit miliknya berada ditempat yang memiliki pemandangan menakjubkan bukan dilantai paling atas seperti kebanyakan
"Masuk bang"
"Widih the real anak Sultan...Gue aja pengen beli kayak gini harus hemat-hemat dulu Rash"
"Loe mau bang"
"Seriusan"
"Hmmm"
"Asyik...makasih banget ya...emang saudara the best"
"10% saham loe gantinya"
Keynan yang tadinya bahagia langsung kicep dan berlalu pergi
"Dasar gak mau rugi"
"Ya iyalah emang belinya pake daun"
Keynan langsung masuk ke salah satu kamar apartemen Arash...begitu juga Arash...mereka memilih mengistirahatkan tubuh mereka karena masih jetlag
Pagi hari setelah menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim Arash memberi kabar kepada adiknya untuk menjalankan misi berikutnya...sedangkan Arash akan memainkan perannya dari hotel bersama keynan
Arsya
Jalankan yang selanjutnya
Arsya yang sedang menikmati paginya bersama sang Mommy ditaman belakang langsung membalas pesan kakaknya
Abang
Syiap laksanakan😎
Keynan baru selesai mandi lalu menghampiri Arash yang sudah memangku laptop miliknya begitu juga Keynan yang juga memangku laptopnya saat ini
"Rash kita mulai darimana"
"Kita ikut aja jual beli saham di perusahaan milik Agung Hendrawan..karena yang gue dengar dia lagi mau jual saham bang"
"Okay...Gue jalanin ya"
"Okay...Gue juga mau membuat sebuah kejutan di media"
"Hahaha...mau keluar kandang loe"
"Iya...bosan ngumpet terus"
"Gak takut banyak yang nglamar..Hahaha"
"Gue gak suka dilamar tapi ngelamar bang"
"Haha...bagus dong"
Mereka langsung mengerjakan tugas masing-masing...Arash sedang merubah susunan website perusahaan yang memliki hubungan keluarga dengan dirinya...sebuah pesan dari Arsya membuatnya tertawa dan membuat keynan penasaran
"Hahaha dasar adik lucknut"
"Kenapa Rash"
"Loe baca tuh pesan si arsya"
"Hahaha gue setuju sama judul taglinenya"
Arash bertugas membuat isi website perusahan yang sengaja mereka kunci sebagian infonya menjadi terbuka untuk diketahui umum...sedangkan Arsya membuat judul tagline untuk surat kabar dan media onlie..dan dua judul yang dikirim untuk Arash pilih
**KEBENARAN TENTANG PENERUS ZAYDAN MALIK
MUNCULNYA THE REAL ANAK SULTAN**
Arsya memang terkadang konyol namun hanya dengan keluarga saja dia seperti itu...kini website perusahaan sudah sempurna...bahkan foto-foto sikembar dan Chila yang terbaru sudah terpampang hanya tinggal publish dan seluruh dunia tahu
"Rash gue uda dapat salah satu saham mereka dan lumayan gede...apa mereka ini bego jual saham segede itu...Gue akuisisi mampus"
"Tahan bang...itu pasti akan terjadi...tapi bertahap"
"Loe emang kejam Rash...tapi gue suka balas dendam yang elegan..Oya dady Jay uda tau"
"Papa Syam akan segera mengirim beberapa rekaman kepada Daddy...dan sebelum Daddy ngamuk kita harus sudah dapat kartu as bang"
"Pasti itu Rash...manusia seperti mereka harus dimusnahkan"
Arash hanya tersenyum disudut bibirnya...dia benar-benar melakukan balas dendam secara perlahan dan elegan..bahkan menguntungkan
"I'm back...."
______
Detik-detik babang Arash ngeluarin sifat aslinya cuy
jangan lupa jempolnya komen juga boleh
happy Reading