
Sesuai janji Devin, tepat satu jam sebelas acara dia menjemput Tisya dan Bundanya. Devin memakirkan mobil didepan pintu rumah Tisya. Dia turun dengan stelan tuxedo yang menambah aura ketampanannya. Berjalan dengan penuh percaya diri. Beberapa tetangga yang melihat pria tampan dengan mobil mewah memasuki rumah sederhana Tisya, langsung bergosip.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam. Maaf siapa ya"
"Bunda apa kabar. Lupa sama Devin"
"Ya Allah Devin. Kamu tampan sekali nak"
"Dari dulu kali Bun. hahahaha"
"Yuk masuk dulu. Tisya baru ganti baju"
"Ya Bun"
"Duduk dulu. Mau minum gak"
"Gak usah repot-repot Bun"
"Ya sudah. Gimana kabar Mamah sama papah kamu Dev"
"Alhamdulillah baik Bun"
"Kata Tisya kamu punya adik"
"Iya Bun. Dua"
"Hah. Bunda kira kamu akan tetap jadi anak tunggal dulu"
"Maunya Bun. Tapi nyatanya masih dikasih adik"
"Berapa usia adik kamu Dev"
"Yang cewek masih sembilan belas tahun Bu. Kalau yang cowok hari ini genap lima belas tahun"
"Jauh banget"
"Iya Bun. Kalau jalan sama adik cewek dikira istri atau pacar. Kalau sama yang cowok dikira anak. Susah Bun"
"Hahahaha. Benar itu. Kamu emang belum merried Dev"
"Jomblo Bun"
"Masa ganteng gini jomblo"
"Mau gimana lagi. Semoga malam ini jomblo Devin menghilang ya Bun"
"Aamiin. Semoga cepat dapat jodoh Dev. Jangan kayak Tisya tuh. Saking traumanya jadi takut sama cowok"
"Trauma kenapa Bun"
Belum juga mendapatkan jawaban, sang pemilik nama keluar dari kamar.
"Ngrumpiin Tisya ya"
"Kepedean anak bunda"
Devin menatap kagum kearah tisya. Walaupun tidak begitu glamor namun penampilan Tisya sangatlah elegan. Tisya memang tidak mengenakan hijab. Dan bundanya masih ada turunan Tionghoa.
"Yuk berangkat udah siap nih"
"Oh ya. Ayo"
Devin berjalan didepan dan membukakan pintu untuk Tisya dan Bundanya. Dalam perjalanan mereka membahas masa lalu. Canda tawa terdengar memenuhi mobil Devin. Butuh waktu satu jam untuk sampai di resort milik Arash. Tisya begitu terpukau dengan desain resort Arash yang ala Hawai.
"Dev. Disini tempatnya"
"Iya. Yuk masuk"
"Tapi Dev.."
"Gak usah takut. Yang hadir cuma keluarga kok"
Dengan langkah sedikit ragu dan gugup, Tisya dan Bundanya mengikuti langkah Devin. Mereka sama-sama gugup bahkan tangan mereka sama-sama dingin. Mereka takut jika keluarga Devin lainnya tidak bisa menerima kehadiran mereka.
Devin langsung menemui kedua orangtuanya. Tak lupa menggandeng tangan Tisya. Tisya hanya bisa menunduk malu. Apalagi saat masuk duo ghay sudah menggodanya.
"Mah. Pah"
"Untung udah datang kalau gak Danish bisa ngambek"
"Maaf. Kan jemput tamu spesial dulu"
Andini melihat seseorang berdiri dibelakang Devin. Raut wajah Andini langsung berubah. Bahkan ada tetes air mata disana.
"Ya Allah. Mbak Fatma"
"Andini. Apa kabar"
Mereka saling berpelukan. Bahkan Andini benar-benar menangis. Lebih dari sepuluh tahun mereka tak bertemu. Bunda Tisya adalah saksi kisah percintaan orangtua Devin yang begitu rumit.
"Jangan menangis"
"Aku gak percaya bisa bertemu dengan mbak lagi. Mbak pergi kemana selama ini"
"Oya dimana Mas Farhan mbak"
"Mas Farhan sudah meninggal. Kecelakaan saat bertugas"
"Innalillahi. Terus Tisya mana. Sudah secantik apa dia sekarang"
"Itu dibelakang Devin"
Tisya keluar dari persembunyiannya dan melambaikan tangan kepada Andini.
"Mama"
"Sayang. Mama kangen sama kamu. Apa kabar kamu nak. Semakin cantik saja"
"Tisya baik mah. Mama juga masih cantik"
Bintang menyalami bunda Tisya. Bahkan adegan pertemuan mereka menjadi tontonan keluarga. Jay dan Arka juga mengenal bunda Tisya. Mereka pun mendekat untuk menyapa.
"Apa kabar Tante"
"Ini. Zaydan bukan"
"Benar tante"
"Ya Allah lama tidak bertemu. Tampannya anak ini. Memang sedari kecil sudah tampan kamu nak. Mana istri kamu. Tante mau ketemu. Sudah lama tidak berjumpa"
Jay memanggil Jasmine, mereka benar-benar melepaskan rindu. Karena takut malam semakin larut acara ulangtahun Danish pun dimulai. Ada satu hal yang Devin lupa memperkenalkan siapa Lea. Karena Lea sempat meninggalkan acara sebentar. Dan datang terlambat.
Saat Lea datang dan langsung memeluk kedua orangtua Devin, ada sedikit rasa sesak di dada Tisya. Apalagi, dengan Danish sangat akrab. Devin mengambil alih acara. Malam ini, dia akan melamar Tisya dihadapan seluruh keluarga.
"Assalamualaikum. Maaf acara Danish, Devin sabotase sebentar. Malam ini Devin mau memperkenalkan seseorang kepada seluruh keluarga"
Sambil menggandeng Tisya, Devin kembali berbicara didepan keluarganya.
"Perkenalkan ini Tisya Aulia. Beberapa dari kalian mungkin sudah mengenalnya. Sengaja Devin mengajak Tisya ke acara keluarga bukan hanya untuk mempertemukan dengan mama dan papa, namun Devin memiliki maksud lain"
Tisya sudah sangat takut dengan perkataan Devin. Apalagi dihadapannya berdiri wanita cantik yang terus tersenyum kepadanya. Dalam pikiran dan hatinya, Tisya tak ingin menjadi perempuan perebut.
"Tisya Aulia Rahman. Maukah kamu menikah denganku. Dan dihadapan seluruh keluarga besar Alfatir dan Malik serta bunda Fatma, aku melamar kamu"
Suara tepuk tangan terdengar sangat riuh didalam ruangan tersebut. Bahkan Danish dan Lea orang yang paling heboh saat ini. Tisya semakin penasaran karena Lea sama sekali tak memperlihatkan rasa cemburu atau marah. Padahal kekasihnya melamar gadis lain dihadapannya.
"Bagaimana Tisya. Apa kamu siap menyandang gelar nyonya Devin Alfatir"
"Dev. Apa ini tidak terlalu cepat. Kita baru saja bertemu. Aku takut akan ada hati yang terluka nanti"
"Tidak akan ada hati yang terluka. Statusku masih sendiri. Bahkan kedua orangtuaku sangat setuju saat aku berkata akan melamar kamu. Begitu juga dengan kedua adikku"
"Adik kamu ada dua"
"Oh iya lupa. Lea adalah adik perempuan satu-satunya yang ada di keluargaku. Maaf tadi dia datang terlambat. Dan Danish adalah adik lelakiku"
"Oh jadi dia adiknya"
Tisya bergumam dalam hatinya. Ternyata selama ini dia salah paham. Tisya kembali termenung. Dalam hatinya ada kebimbangan.
"Bagaimana, apa lamaran ku kamu terima"
Beberapa keluarga berteriak untuk menerima. Hanya duo ghay dan Rizky serta si kembar yang berteriak untuk menolak. Tisya memejamkan mata sejenak. Dalam hatinya dia sedang meyakinkan diri. Agar tidak salah dalam memilih.
"Bismillahirrahmanirrahim. Aku bersedia"
"Alhamdulillah"
Devin berjingkrak bahagia. Duo ghay dan Rizky langsung berteriak menyanyikan lagu yang dipromotori oleh Eneng.
Kawin, kawin, minggu depan aku kawin
Kawin, kawin, tidur ada yang nemenin
Kawin, kawin, status di KTP nanti jadi kawin,
Hey kawin, hey kawin, hey kawin
Amin, amin, undangan disebar, amin
Amin, amin, ketering kebayar, amin
Amin, amin, mas kawin dibayar lunas bilang, amin
Hey amin, hey amin, hey amin
Bahkan mereka berjoged asyik ditengah ruangan. Bahkan Airil yang notabene dokter ternama juga ikut terpengaruh.
*Maaf kalau gak suka sama visual Tisya. Jadi sengaja aku bikin gak semua berhijab ya...kalian bisa bayangkan sendiri jika kurang cocok.*
_________
Akhirnya Devin dapat jodoh gaessss
Jangan lupa jempolnya gaesss
Happy Reading