RashSya Story

RashSya Story
RashSya~ Rusuh



RashSya dan gengnya masih berada dirumah Shanum.. sebenarnya mereka ingin kembali ke Jakarta subuh tadi...tapi Ghaydan terkena serangan fajar hanya karena kebanyakan makan kacang rebus semalam...sehabis pulang dari sholat subuh dimasjid Ghaydan tak hentinya pergi ke toilet


"Aduh Tha sejarah ini mah.. sumpah"


"Ish...apaan sih Chan melilit nih perut..bawal aja kayak ikan"


"Gimana gak sejarah coba kita bolos bersamaan cuy... seumur gue sekolah baru sekali ini kita kompak bolos..gara gara perut si Atha yang sok elit makan kacang aja gak bisa..kalah loe sama yag gelantungan dipohon"


"Emang gue Kukang"


"Gue gak ngemeng ya"


"Emang nggak tapi ngoceh kayak burung ayah Varo"


Dasar memang otak mereka gak selalu waras jadilah perdebatan Duo Ghay itu semakin kacau..Devin yang disamping mereka bukannya melerai malah ikutan nimbrung


"Wuih hebat burung ayah Varo bisa ngoceh..Loe pernah lihat Tha"


"Dari tadi pagi loe gak denger...budeg emang kuping loe shincan"


"Masa sih...gede gak tuh burung"


"Gede...gede banget malahan"


"Gila..gila loe gak dimarahin Ayah Varo lihat lihat burungnya"


"Nggak malahan tadi pagi gue ikutan mandiin"


"Daebak beneran loe Tha..ck..ck..Gak nyangka loh gue"


"Napa Sinchan...Gue kenapa memangnya"


Devin ikut menyela


"Gue aja tadi juga ikut mandiin burung Varo...mana tuh burung lincah banget untung gue megangnya kuat kalau gak...pasti ayah uda marah burungnya lepas ditangan gue"


Ghaisan tersedak kue yang dimakannya mendengar ucapan Devin...bahkan wajah Devin santai saja saat berbicara bahkan sambil membaca buku


"Tau gak bang burungnya bikin gemes"


"Iya Abang jadi mupeng tau gak Tha...tapi gak tau gimana ngerawatanya"


"Huum..Gue juga bang"


Ghaisan jengkel dengan omongan absurd kedua orang itu...Ghaisan berdiri lalu menggebrak meja didepannya


brak


"Kalian piktor amat sih...gila barang orang lain dimainin..Kalian punya sendiri kan..jijik gue lihat kalian"


Devin dan Ghaydan cengok melihat Ghaisan yang tiba-tiba ngamuk tanpa sebab


"Loe tuh kenapa sih Chan...ga jelas amat"


"Kalian tuh yang gak jelas..ngomong jorok sampai bahas benda keramat ayah Varo..kuwalat tau gak"


"Heh kodok..mulut loe..siapa yang bilang kayak gitu"


"Ya kalian dari cuma itu yang dibahas"


Ghaydan yang sudah paham ikut geram karena Ghaisan yang jadi mesum


"Shincan Omes cuci otak loe sana kasih pemutih biar kembali waras...emang loe kita dari tadi kita bahas pusaka ayah...Dasar ngeres aja tuh otak"


"Lah terus"


"Kita itu bahas burung kakaktua sama burung Makau ayah..kodok"


"Oh..Kirain..hehehe"


"Dasar gelo..piktor aja..Loe ketularan prince Omes nya Shanum Chan"


"Opo iyo...mosok mosok"


Ghaisan menjawab dengan perkataan konyol dan nada jenaka


"Ngelunjak ya nih anak lama lama"


Saat Ghaydan ingin memukul Ghaisan tiba-tiba saja serangan perutnya kembali mendera dia pun berlari menuju toilet terdekat


"Buahahaa...kasian amat sih loe Tha"


Devin pun ikut tertawa...mereka memang belum berniat untuk kembali ke Jakarta karena kebetulan besok juga weekend sekolah mereka libur


Arash baru saja kembali dari mengantar bunda Shanum ke pasar...kebetulan Arsya ikut Varo dan Shadam ke empang...rumah Varo adalah rumah kedua bagi si kembar jika sedang berada di Bandung


"Atha kemana kok gak kelihatan"


"Bo****r dia Rash"


"Belum sembuh juga dia"


"Mene ke te he"


"Ck kalian sahabat tak berperikemanusiaan"


"Lah emang si Atha manusia Rash"


"Kagak tau gue golongan apa dia... Hahaha"


Ghaydan yang mendengar celaan sagabtabta langsung melayangkan pukulan ke pundak Arash


"Sialan loe Rash....sekate kate emang loe"


Arash menampakkan wajah jijik untuk mengolok Ghaydan


"Aish...kondisiin tuh tangan...bersih kagak tuh.. jangan-jangan CLBK (Cebok Lama Bersih Kagak) lagi"


"Bersih Rash bersih uda gue cuci pake pasir tujuh kali...air tujuh sumur kembang tujuh rupa..sabun tujuh merk...pokoknya serba tujuh..cium nih kalau gak percaya"


Ghaydan mengarahkan tangan ke muka Arash dan Ghaisan karena duduk mereka berdekatan.. Ghaisan lah yang menjawab perkataan Ghaydan


"Cuih bau amat sih Tha..Loe habis cebok megang apaan sih..ada bau asem gitu"


"Woy shincan lihat tangan loe sendiri yang loe ciumin...Loe ngupil aja dari tadi chan... jorok"


"Buahahaa iya gue lupa pantes asem"


"Wuuuu"


Arash...Devin dan Ghaydan menyoraki Ghaisan bersama-sama...arash dan Ghaisan seperti tak ada masalah apapun hilang menguap begitu saja yang da hanya canda dan tawa yang saat ini mereka rasakan


Tak lama Arsya datang dengan ember berisi ikan gurame yang akan mereka jadikan hidangan hari ini...sedari pagi Shanum belum kembali dari acara sekolahnya...bahkan saat berangkat pagi Arash mengantar Shanum dan langsung pergi ke pasar..kehebohan terjadi saat seorang berwajah tampan menghampiri Shanum karena bekalnya tertinggal


"Ars bawa apa loe"


"Loe tanya apa ngejek Chan"


"Jelas nanya lah"


"Ada gak pertanyaan yang sedikit cerdas"


"Maksud loe gue bege"


"Coba loe pikir aja sendiri"


Arsya pergi membawa membernya ke dapur dan masuk ke kamar mandi untuk mandi karena badannya bau amis


"Adek loe kenapa sih Rash...sensi amat"


"Adek gue gak papa...Loe aja yang bege"


Ghaisan jengkel karena sedari pagi dia merasa di bully oleh sahabat-sahabatnya itu


"Kalian semua itu kenapa sih..dari tadi gue melulu yang kalian salahkan...dimana salah gue..hah"


Kompak para sahabat - sahabatnya itu kompak menjawab Ghaisan sambil berlalu pergi


"Lebay"


"Gue gak lebay ya...Gue buruh keadilan dong"


"Huh..pikir aja sendiri napa...katanya cerdas"


"Huh...betapa malang nasibku"


Varo sangat bahagia rumahnya masih ramai dengan anak-anak sahabatnya itu yang sudah seperti anaknya sendiri


"Kalian kenapa sih berisik terus"


"Ayah..huaaah..ayah"


Ghaisan berakting layaknya seorang anak meminta perlindungan kepada orangtuanya..Varo yang tau tabiat para CEO dan calon CEO muda yang tak pernah waras jika sedang berkumpul..Varo mengikuti alur akting itu


"Oh sayang kenapa nak...siapa yang nakal"


"Huah..mereka yah mereka nakalin Ichan"


Ghaisan berkata sambil menunjuk si kembar... Ghaydan dan Devin yang santai menyantap cemilan dan melihat adegan ala sinetron itu


"Oh tayang nak tayang..kamu diapakan..dicubit kayak gini.."


Varo tiba-tiba saja mencubit lengan Ghaisan...dan Ghaisan terus mengasuh


"Aduh ayah...Kok Ichan yang dicubit sih"


"Lah terus apa dijewer kayak gini..."


"Aduh ayah...ampun Ichan ini korban loh yah...Kok malah Ichan yang dianiaya...KDRT ini mah"


"Oh KDRT...sini ayah tunjukkin KDRT versi kamu itu...ayo sini"


"Nggak Yah...ampun gak akan ngilangin lagi"


Ghaisan berlari mengelilingi ruang makan dan dikejar oleh Varo... sedangkan yang lain hanya menertawakan kelakuan mereka...dan memprovokasi keadaan


"Kejar terus yah... kejar jangan kasih kendor"


"Sunat aja lagi yah kalau nakal..Haha"


"Iya sini kamu Chan ayah sunatin lagi kamu"


"Ampun yah...ampun jangan...ini masih murni yah..belum pernah tersentuh...ampun yah"


"Buahahaa...Sok murni loe Chan..jangan di lepasin yah"


"Sompret bener loe Ars...ayah berhenti dulu...kasian ayah capek nanti ya...ayah duduk dulu..mau Ichan buatkan jus"


Varo yang nafasnya uda ngosngosan mendapat tawaran sesuatu yang menyegarkan pun tak disia siakan


"Ya buatkan ayah minuman yang segar gak pake lama...hosh...hosh..capek juga ya"


"Huh...Gak sadar diri"


"Maksud kamu apa Rash"


"Ya ayah gak sadar usia"


"Huh...Rash ayah capek ayah gak minat debat sama kamu"


"Dasar gak bapak gak anak sama aja...sama sama tengil"


"Namanya juga anaknya Yah...kalau gak sama ntar dikira anak tetangga"


"Serah deh serah sesuka hatimu...ayah mau mandi"


Arash tersenyum menyeringai saat Varo melangkah pergi...tak lama Shanum pulang diantar oleh seorang teman prianya


"Assalamu'alaikum..any body home...yuhuu Princess come back nih"


Pria dibelakang Shanum tersenyum melihat ulah Shanum berteriak didalam rumah..dan Ghaydan lah yang menyambut Shanum di depan


"Berisik amat sih loe...cicak pada bangun gara gara suara cempreng loe itu"


"Heh kuda apaan sih resek amat"


Ghaydan berjalan sambil membawa jus yang baru sedikit diminumnya...dan minuman itu sekarang berpindah tangan dan ditenggak habis oleh Shanum..adegan itu tak luput dari pengamatan teman prianya


"Sha itu jus gue bege"


"Sruppp...ah seger...masalah buat loe"


"Loe sadar gak itu uda gue minum.. otomatis kita ci**an gak langsung Sha"


"Gak masalah kalau cuma sama loe Tha"


"Gue gak masalah sama loe tapi sama yang berdiri di pintu noh tanduk mas taringnya keluar"


Shanum berbalik melihat siapa yang dimaksud oleh Ghaydan dan mata Shanum melotot mendapat tatapan membunuh dari seseorang


"Oh My God..pliss tolongin gue Tha..digantung beneran gue kali ini"


"Gue gak mau tau...kaburrrrrr...selamat menikmati Sha..hajar aja Za si Shanum...nakal dia"


"Athaaaaaaaa dasar unta kebon...awas loe ya...kompor gosong"


Shanum juga lupa jika dia pulang diantar kakak kelasnya sekaligus ketua organisasi paskibraka...Shanum menyuruh temannya duduk dan mendekati Mirza yang berdiri menyender dipintu kaki menyilang dan tangan dilipat didepan dada sambil terus menatap Shanum..bak singa mengincar mangsanya


"Eh lupa kak Edwin duduk aja dulu..sha ambilin minum"


"Iya sha makasih"


Shanum berjalan kearah pintu...Edwin terus memperhatikan gerakan Shanum..Shanum menarik tangan mirza untuk ikut masuk kedalam..Mirza hanya diam saat ditarik oleh Shanum..Saat mata Mirza dan Edwin bertemu mereka hanya melempar senyuman tipis saja


Diruang keluarga sudah riuh menyambut kedatangan Mirza..bahkan arash juga sama..bahkan arash ikut menyambut Mirza seperti biasanya


"Woy Mirza datang juga ternyata"


"Kalian bopos ngapa gak ngomong sih gue kan mau ikut"


"Ini tuh gak disengaja... gara-gara noh dakocan kabur"


"Dakocan siapa sih bang"


"Siapa lagi coba kalau bukan Sinchan"


"Ngapain loe kabur...disuruh kawin loe"


"Nikah dulu kali Za"


"Siapa tau langsung kawin aja"


"Emang gue kucing"


"Buahahaa...loe tuh emang kucing Chan...kucing garong"


"Sialan loe Rash..coba bukan saudara uda gue karungin gue lempar ke empang"


"Ouh takuttt"


"Jijay"


Mirza melihat Arash yang sudah seperti biasa saja...dia merasa lega...dia hanya takut masalah dia mempengaruhi hubungan persahabatan mereka dan juga membuat Arash terpuruk..namun nyatanya tidak seperti itu


Shanum hanya mengantar mirza menemui sahabat sahabat mereka lalu mengambil jus untuk Mirza dan Edwin..Shanum langsung menemui Edwin untuk menyelesaikan tugas mereka


"Itu siapa sih"


"Gak tau kita juga Za..napa..panas loe"


"Gak Tha...cuma penasaran aja"


Dasarnya Ghaydan suka banget jadi pemanas ruangan dan pemanas suasana tak menyia-nyiakan kesempatan itu...dan dasarnya juga sahabat mereka tak berakhlak ikut memperkeruh suasana...posisi duduk Ghaydan bisa melihat apa yang Shanum sedang lakukan


"Wuih gue rasa tuh cowok ada rasa ma Shanum...lihat cara menatapnya...tatapan cinta...ck..ck"


Ghaisan yang duduk disebelah Ghaydan ikut bergeser melihat kearah Shanum dan Edwin


"Iya bener loe Tha...lihat senyumannya melelehkan hati adek....uh..cuit banget sih...lihat tuh Tha caranya ngasih kertas ke Sha...mesra banget tatapannya"


"Iya jadi gumush....gumush"


"Sakit kali Tha"


Ghaydan berkata sambil memukuli lengan Ghaisan...sedangkan Devin masih belum mengambil peran... RashSya kali ini hanya ingin menonton...sedangkan Mirza sudah sangat terbakar dari tadi dia hanya minum berulang kali..Sambil memainkan ponselnya


"Kalau gue jadi loe zha...gue samperin trus gue kenalin diri gue sebagai cowok sahnya Shanum...karena seingat gue tuh cowok namanya Edwin...dia kakak kelas Shanum yang pernah nembak Shanum tiga kali"


"Oiya gue ingat bang yang terakhir dia nembak Shanum di Jakarta waktu kunjungan industri...dan bilang kalau loe cowok Shanum kan bang"


"Yoi...loe benar Chan...dan menurut gue tuh cowok masih berharap masih bisa kesempatan dari Sha"


"Iya benar banget bang...lihat aja cara dia menatap Shanum dari tadi penuh binar binar cinta"


Mirza yang sudah tak tahan lagi mendengar ucapan kompor sahabat Shanum..langsung dia berdiri dan langsung berjalan mendekat kearah Shanum dan Edwin yang masih sibuk membahas rencana lomba paskibraka antar kabupaten bulan depan


Sedangkan para sahabat lucknut Shanum tertawa sambil berdoa ria


"Berhasil umpan kita kali ini... Hahaha"


"Betul...betul..betul...tinggal lihat bioskop kita...siapkan cemilan"


Diruang tamu mirza langsung duduk disamping Shanum dengan santainya sambil memainkan ponselnya dan mencuri dengar apa yang mereka bicarakan


"Sha gimana kalau besok kita mulai hunting aja bahan bahannya"


"Boleh kak...tapi agak sorean ya"


"Nggak sebaiknya pagi aja"


"Gue mau ada acara keluarga besok pagi kak gimana"


"Hmmm gitu ya uda lusa aja...besok sore gue ada turnamen"


"Ok..lusa aja"


Mirza yang sedang asyik main game....dia melampiaskan kekesalan dengan suara kerasnya


"Mampus loe...mampus kan loe...jangan macam macam macam gue...beli kacang sana...emang enak dikacangin...mampus gak loe"


Shanum dan Edwin sama sama menengok kearah Mirza yang asyik bermain sambil mengumpat tak jelas..Tak lama Edwin pun melihat arlojinya dan berpamitan


"Sha gue balik dulu...lusa gue jemput loe kesekolahnya jadi gak usah bawa mobil sendiri"


"Ok kak..Gue tunggu"


Woy ingat Sha singa loe mau ngamuk tuh..suara setan ditelinga Shanum saat tak sengaja mata mereka bertemu karena shanum sempat menengok


Edwin berlalu pergi setelah berpamitan...dan para sahabat lucknut itu sudah bersiap siap dengan aksi mereka..bahkan mereka menyaksikan pertunjukkan mengasikkan dari balik pintu penghubung


"Ay..Sorry aku gak maksud nyuekin kamu"


"Ouh"


"Ay jangan ambek dong..matanya itu loh serem banget"


"Siapa dia"


"Kak Edwin kakak kelas aku"


"Berapa kali jalan sama dia"


"Gak sering kok Ay"


"Berapa kali"


"Cuma kalau ada urusan paskibra aja Ay"


"Berapa kali ditembak"


"Tiga kali"


Jawaban spontan Shanum itu membuatnya masuk kedalam perangkap buaya...Sambil bergumam Shanum merutuki kesalahannya tadi


"Mampus gue...bege...kenapa keceplosan"


"Ouh uda pernah nembak ya...kenapa ditolak..kan ganteng"


"Gak Ay gantengan kamu kok...lagian dia nembak dulu sebelum kita kenal"


"Masa iya"


"Beneran Ay"


"Kok aku dengernya sakit ya"


Tak lama rombongan semprul keluar persembunyian sambil bernyanyi riang gembira dengan gaya lebay mereka


Sakitnya tuh di sini di dalam hatiku


Sakitnya tuh di sini melihat kau selingkuh


Sakitnya tuh di sini pas kena hatiku


Sakitnya tuh di sini kau menduakan aku


Shanum geram melihat ulah sahabat sahabatnya itu bukan membantu malah mengompori


"Diem gak kalian...bantuin gue kenapa"


"Ogah...Za dia kalau dibelakang loe nakal"


"Atha sompret loe"


Mirza berbisik ditelinga Shanum yang membuat Shanum hanya bisa melongo yak berdaya


"Urusan kita belum selesai beib...Gue akan kasih hukuman ke loe..karena berani jalan ma cowok lain dibelakang gue..."


_________


Maaf ya kemarin mau up...listrik mati seharian belum sempat ke save juga jadi ilang


Apa hayo hukuman bang Ezha buat Eneng Shanum


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak


happy Reading