RashSya Story

RashSya Story
Ghaydan~Ayu Ananta



Setelah mengantarkan seila memeriksakan kesehatan, Atha memenuhi janjinya untuk menemui Ayu. Dikafe yang sudah ditentukan, ayu menunggu Atha. Saat menunggu Atha, ayu bertemu dengan Friska dan geng sosialitanya.


"Tante"


"Eh sayang. Lagi makan siang"


"Iya tan. Tante makan juga"


"Hem iya. Bareng teman-teman"


"Mau gabung apa tan. Ayu sekalian nunggu Atha"


"Kamu janjian sama Abang yu"


"Iya tan. Lagi otewe katanya"


"Ya sudah tante temani sampai Abang datang"


"Boleh Tante"


Dua orang teman friska yang suka sekali memberinya komentar, langsung menanyakan tentang siapa ayu.


"Siapa ini jeng"


"Oh ini anak teman lama dari Surabaya jeng. Teman kecilnya anak saya"


"Wah teman masa kecilnya di Atha. Berati dekat banget dong"


"Iya lumayan dekat Tan"


"Sudah merried belum nak ayu"


"Belum Tante. Tapi.."


"Wah cantik gini kok belum merried. Kerja dimana"


"Di Arse Hotel tante"


"Ck ck perfect. Gak gampang loh masuk Arse Hotel. Anak saya berkali-kali tes gagal terus. Padahal anak saya lulusan luar negeri"


"Iya kah Tante"


"Iya beneran. Kamu dibagikan apa nak ayu"


"Akuntan Tan"


"Iyakah. Hebat masih muda. Punya karier bagus. Cocok tuh sama Atha"


"Ah Tante bisa aja"


"Ngawur kalian. Atha sudah menikah"


Ayu yang baru tahu jika teman masa kecilnya sudah menikah, sedikit kaget saja.


"Oh Atha sudah menikah ya tan"


"Iya sayang satu tahun yang lalu"


"Heleh. Udah setahun tapi belum juga hamil. Jangan-jangan ada gangguan menantunya jeng"


"Semua hanya menunggu waktu saja jeng. Lagi proses"


"Kalau saya mah gak mau dibohongi gitu. Bilangnya lagi proses. Padahal nutupi kekurangannya"


"Iya loh jeng Friska. Apalagi nak Atha pengusaha sukses. Dia butuh penerus. Kalau sudah selama ini, saya yakin nantinya juga akan sama. Capek-capek nungguin eh ternyata gak ada hasil"


"Bener banget itu jeng. Mumpung ada calon yang potensial kayak gini"


"Bener banget. Toh gak ada larangan buat laki-laki poligami. Bahkan gak perlu ijin istri pertama"


Friska hanya tersenyum tipis saja menanggapi perkataan para temannya itu. Sedangkan ayu hanya diam saja sambil mengaduk minumannya.


Atha yang baru sampai dikafe tersebut. Saat akan mendekati meja ayu, seila ijin untuk mengangkat telepon dari teman kerjanya. Dan meminta Atha agar lebih dulu menemui ayu.


Atha mendekati ayu dan menyapanya. Atha terkejut karena disana juga ada mami dan teman-teman maminya.


"Ayu. Loh mami kok ada disini"


"Abang. Sendirian"


"Nggak mam. Sama seila"


"Loh mana seilanya"


"Masih didepan. Lagi ngangkat telpon"


"Tha duduk"


Atha duduk disalah satu kursi yang kosong dan kebetulan dekat dengan ayu. Para emak rempong kembali berulah.


"Tuh kan jeng apa saya bilang mereka itu cocok banget. Ketimbang sama yang dokter itu"


Atha dan ayu saling pandang. Ayu hanya mengangkat kedua bahunya. Atha memang tak begitu suka dengan kedua teman maminya itu.


"Bener. Mending juga sama yang ini jeng. Coba anak saya ada yang laki. Langsung saya jodohin ke anak saya aja jeng"


Belum sempat Atha menjawab. Terdengar suara dari belakang Atha dan ayu. Membuat semua terdiam.


"Siapa yang mau dijodohkan"


Atha dan ayu sama-sama menoleh. Keduanya sama-sama tersenyum melihat kepada orang dibelakang mereka. Ayu dan Atha menyambut orang tersebut.


"Sayang sudah telponnya"


"Baby kamu sudah datang"


Friska tersenyum menatap kedua pasangan itu. Teman-teman Friska terutama duo nyinyir sama kagetnya.


"Selamat siang Tante semua"


"Iya siang nak Angga"


"Hm kayaknya mami gak jadi ikut gabung sama kalian deh. Mejanya gak cukup"


Seila mendekati mami mertuanya untuk mencium tangannya. Friska selalu mencium kedua pipi seila setiap bertemu.


"Apa kabar sayang"


"Alhamdulillah baik mam. Mami sehat kan"


"Sehat. Alhamdulillah. Kapan main kerumah"


"Habis dari sini ya mam. Hmm seila ada kejutan buat mami sama papi"


"Apa sayang"


"Nanti saja seila dan kak Atha katakan dirumah"


"Ya sudah. Mami pamit dulu ya. Kalian have fun"


"Iya mam"


"Ayu Tante pamit ya. Mari nak Angga"


"Iya tan"


"Mari Tante"


Geng emak rempong sudah berpindah meja. Kini meja itu hanya ada dua pasangan muda saja.


"Oya yu. Ini seila istri gue. Sorry waktu nikah gue udah undang loe, tapi rumah loe di Surabaya kosong"


Seila mengulurkan tangannya dan disambut hangat oleh ayu.


"Hai seila. Gue Ayu Ananta. Gue sahabatnya si judes. Iya sorry tha. Gue sudah lama gak tinggal dirumah itu. Dan sekarang kamu menetap di Jakarta"


"Loe tinggal dimana sekarang"


"Di Jalan X no 23. Maenlah kesana. Bunda pasti senang ketemu sama loe"


"Oke"


"Oya sampai lupa. Kebon calon suami gue"


"Hai Angga"


"Atha. Kalian sudah lama kenal"


"Dia teman gue kuliah dulu tha. Tapi dekat saat udah mau lulus dan Alhamdulillah sampai sekarang"


"Alhamdulillah. Kapan nih undangannya sampai ke gue"


"Ini udah gue siapin. Sengaja gue ngajak ketemuan sekalian mau ngasih undangan nikahan gue tha. Kalian wajib datang"


"Insyaallah"


Mereka berbincang seru. Bahkan Angga dan Seila bisa saling akrab dengan Atha dan Ayu. Mereka juga berjanji akan selalu bertemu agar jalinan persaudaraan yang sudah lama putus terjalin kembali.


Flashback On


"Atha ganteng banget ya yu"


"Iya Bun. Kayaknya udah sukses banget"


"Iya kata Friska dia CEO diperusahaan milik kakeknya. Kurang apa coba yu. Muda, tampan, kaya lagi"


"Sayangnya selama ini kami tidak pernah cocok Bun. Hahaha"


"Iya kalian itu kayak kucing sama tikus. Selalu saja ribut. Akur lima menit berantemnya bisa semingguan"


"Mungkin memang bukan jodohnya Bun. Apalagi sekarang ayu sudah punya Mas Angga. Insyaallah dia juga lelaki baik"


"Aamiin nak. Bunda selalu mendoakan kalian selalu bahagia sayang. Bunda bisa melihat Angga lelaki yang bertanggung jawab dan sangat menyayangimu nak"


"Iya Bun. Semoga memang kami berjodoh"


"Kamu sudah cetak undangannya yu"


"Sudah Bun. Baru jadi dua hari lagi. Kan gak banyak yang diundang"


"Yang penting Atha dan keluarganya diundang nak. Biar bagaimanapun mereka juga sangat berjasa buat kita. Tanpa papinya Atha, mungkin kita akan menjadi gelandangan nak"


"Iya Bun pasti. Makanya tadi ayu minta no ponselnya. Biar bisa ketemuan ngasih undangan sekalian ngenalin Angga sama Atha"


"Iya sayang. Bunda setuju. Ingat jangan pernah merusak kebaikan mereka sayang. Bunda bisa bertemu mereka kembali saja sudah sangat bahagia"


"Ayu juga sama Bun. Apalagi selama ini cuma Atha yang mau berteman dengan ayu. Tanpa memandang siapa ayu Bun. Ayu menyayangi Atha seperti kakak sendiri. Yang selalu melindungi ayu disaat orang lain membulat ayu"


"Iya yu. Merkel adalah keluarga kita. Walaupun kita tidak bisa membalas dengan materi. Cukup kita selalu menjaga hubungan baik ini, sudah cukup bagi bunda nak"


"Iya Bun"


Flashback off


________


Kan udah dibilang gak akan ada pelakor. Baru nyerempet ada nama wanita lain. Statistik langsung anjlok๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Jangan lupa jempolnya


Happy reading