RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Princess Bar bar



Hari ini untuk kesekian kalinya Jasmine harus datang ke sekolah Chila karena sang putri berulah.. Jasmine dan Jay sangat heran karena putrinya sangat berbeda dengan kedua kakaknya..Bahkan Arka dan Melany sama herannya dengan Jay


"Dad..siapa yang hari ini akan menemui guru Chila"


"Huh..ini surat cinta ke 20 loh mom dari sekolah Chila.. beruntung sekolah itu milik kita jadi Chila masih bisa sekolah disana"


"Dad..Apa tidak sebaiknya membiarkan guru Chila memberikan hukuman dengan begitu Chila akan mendapat pelajaran"


"Iya mom Daddy setuju..Huh..Daddy bingung sama Princess kita...kenapa bentukannya kayak gitu ya gak ada feminimnya sama sekali..uda kayak langit dan bumi sama si kembar"


"Haha..itulah anugerah Dad...jika semua anak kita memiliki sifat dan sikap yang sama..akan berasa hampa..karena monoton"


"Iya..tapi jangan Chila juga kali..Abangnya kalem.. adeknya bikin pusing"


"Udah ah..yuk berangkat keburu ditungguin"


"Ayo sayangku"


Jay merentangkan tangannya didepan Jasmine dan tersenyum genit


"Ih alay"


"Kamu tuh aneh deh..diromantisin malah dibilang alay"


"Haha..Gak pantes Abang kayak gitu"


"Hmm begitukah"


Jay merangkul pundak sang istri dan berjalan keluar kamar..di lantai bawah kedua orangtuanya sedang asyik mengobrol sambil bermesraan... sebenarnya Jay sangat bahagia melihat keharmonisan kedua orangtuanya itu walaupun sudah berumur tapi tetap saja romantis..Namun mulut Jay berasa gatal jika tak menjahili mereka


"Woy ingat umur..lihat tempat juga...Untung gak ada anak kecil"


"Apaan sih...Iri ya"


"Buat apa iri..Jay juga bisa"


Jay mengecup bibir Jasmine didepan orangtuanya...yang membuat Jasmine malu dan memukul lengan sang suami


Cup


"Abang..ih bikin malu aja"


"Gak usah malu Yang...anggap aja gak ada orang"


"Heh..kamu kira kami setan gak kelihatan"


"Jay gak ngomong loh"


"Dasar anak durhakim kamu"


"Huh..Gak lah...kan Jay gak mengumpat ke papa...Papa yang ngumpat untuk diri sendiri..jadi papa yang durhakim"


Melany menyudahi perdebatan itu jika tidak akan lebih lama lagi durasinya


"Sudah stop...Kalian mau kemana kok rapi banget"


Jasmine menjawab pertanyaan Melany


"Ke sekolah Chila Mah"


Arka mendongak keaeh sang menantu


"Kalian dapat surat cinta lagi"


"Iya Pah..Haha"


"Ya Allah apalagi yang dibuat Princess kecilku itu"


"Kami juga belum tau Pah...makanya kami akan memastikannya dulu"


"Heran Papa..saat ngidam si kembar mintanya aneh aneh.. keluarnya kalem..giliran ngidam Chila yang biasa aja...keluarnya bar bar"


"Hush..Gak boleh gitu Pah..Chila juga cucu kesayangan kita"


"Iya Mah saking sayangnya..Papa rela tiap hari jadi bahan praktek"


"Hahaha nikmati saja Pah"


"Ya sudah kalian berangkat sana takut ditunggu"


"Iya Mah Pah kami pamit"


Jay dan Jasmine mencium tangan kedua orangtuanya lalu bergandengan tangan keluar rumah..Arka masih bisa menjahili sang putra


"Gandeng aja bro kayak mau nyebrang"


Jawaban Jay tak kalah menohok


"Truk aja gandengan masa kita kalah"


Sambil berlalu meninggalkan rumah menuju mobilnya didepan pagar karena memang sudah dikeluarkan oleh Mang Toyib


Disekolah Chila sedang mendapat hukuman menyapu ruang guru BK sambil menunggu orangtuanya datang..Bukan hanya menyapu Chila bahkan bernyanyi menggunakan gagang sapu dengan gaya roker..naik keatas kursi


"Kamu tak tau hancurnya hatiku...saat berhadapan kamu"


Saat berucap kamu Chila menatap kearah sapu yang dipegangnya..dan kembali bernyanyi


"Kamu tak bisa bayangkan rasanya jadi diriku yang sudah capek"


Chila duduk dipojok ruangan setelah turun dari kursi sambil berbicara dengan sapu yang dipegangnya


"Loe tau gak pu..Gue lelah..sangat lelah..disuruh nyapu sama Pak Singa"


Sebenarnya nama guru BK itu Sena tapi Chila memanggilnya singa karena suka memberi hukuman pada Chila


"Padahal ya gue gak salah..Gue kan cuma nolongin Ratih yang diganggu sama ikan buntal"


Tak lama suara pintu dibuka Pak Sena masuk bersama dengan orangtua Chila..Jay dan Jasmine terkikik melihat putrinya duduk dipojokan sambil bernyanyi


"Betapa Malang nasibku...Huh uda kayak anak tiri aja gue"


Chila berkata sambil menatap kearah orangtuanya..Membuat Jasmine dan Jay tertawa


"Hahaha..kamu bisa aja nak"


"Huh dasar Daddy gak ada sedih sedihnya lihat aku dihukum kayak gini"


"Nggak.. Daddy malah bahagia"


Drama pun terjadi


"Sebenarnya siapa sih orangtua gue...Gue ini dilahirkan dari mana sih...kok gini amat ya punya Daddy..Boleh gak tukar tambah"


Jasmine dan Pak Sena tersenyum melihat interaksi Jay dan Arsyila


"Sono cari dulu yang lebih segala galanya dari Daddy..baru bisa dipertimbangkan"


"Huh sayangnya tak ada..nasib mu Chil...terima aja napa"


Jay mengusap lembut kepala sang putri...Dan mengajaknya duduk disampingnya.. Usia Chila 8tahun tapi karena dia mengikuti kelas akselerasi kini duduk dikelas empat yang harusnya masih dikelas dua SD


"Apa kabar Pak Sena"


"Alhamdulillah baik Pak Zaydan.. bagaimana dengan Anda"


"Alhamdulillah baik..dan kali ini apa lagi yang dibuat Putri kami pak"


Jay santai saja bertanya seperti itu tanpa ada rasa amarah sama sekali karena Jay tak ingin anak anaknya ketakutan jika menghadapi mereka dengan amarah yang akan menjadikan mereka semakin jauh


"Seperti biasa pak..Arsyila berkelahi dengan Bagas kakak kelasnya"


"Masalah apalagi kali ini nak"


Chila menghela nafasnya sebelum bercerita


"Huh..Si ikan buntel menghina sahabat chila"


Jasmine memperingatkan sang putri agar menyebut nama orang dengan benar


"Arsyila Qeeva..bicara yang bagus"


"Ok Mommy..Si Bagas menghina Ratih sahabat Chila..di bilang Ratih anak pungut..Chila gak suka itu"


"Terus kamu apakan dia Chila"


Jay bertanya lembut namun terkesan tegas


"Gak diapa apain kok Dad..cuma sedikit tonjokkan"


Tak lama suara ketukan pintu terdengar


Tok tok


"Silahkan masuk"


Terlihat Bagas ditemani kedua orangtuanya masuk ke ruang BK..Karena sudah terbiasa dengan yang dialami sang putra apalagi mereka juga menyadari jika sang putra sering mem-bully teman temannya menjadikan kedua orangtua Bagas tak begitu marah


"Oh Pak Gautama dan Ibu silahkan masuk Bagas juga"


"Terimakasih pak Sena"


Jay berdiri menyalami Gautama dan istrinya begitu juga Jasmine


"Apa kabar Pak Zaydan"


"Haha sangat baik.. Bagaimana dengan. Anda pak Tama"


"Hahaha seperti yang Anda lihat.. Sepertinya kita ditakdirkan untuk terus bertemu ya pak..hahaha"


"Anda benar sekali"


Jasmine dan Istri Tama juga ikut tertawa mereka sudah sangat akrab selain memang Gautama rekan kerja Jay mereka sering bertemu karena kedua anak Mereka yang terus berseteru


Arsyila menatap sini kearah Bagas..Sedangkan Bagas berkata perlahan kearah Chila


"Dasar preman"


"Apa loe"


Jay yang melihat itu langsung melerai


"Kalian ini kenapa selalu berkelahi bahkan sedari bangku TK kalian tak akur"


Jay menatap wajah Bagas yang membiru..karena tonjokkan Chila..itu tak seberapa pernah Bagas sampai harus kehilangan dua giginya karena Chila


"Chila kenapa wajah Bagas bisa sebiru itu"


"Gak usah lebay deh dad...dianya aja yang letoy..mulut aja tajam tenaga gak ada baru tonjok pelan udah tumbang"


Bagas yang tak terima dikatakan seperti itu langsung berdiri dan menantang Chila


"Dasar preman..enak aja loe bilang gue letoy..karena loe cewek gue gak berani nglawan"


"Oya..sini maju tunjukkin ke gue kalau loe gak letoy...ikan buntal..Badan aja dipompa gede tenaga cuma seuprit"


"Apa loe bilang..Heh preman pasar gue gak takut sama loe.. loe jual gue beli sini loe"


Jay dan Tama langsung berdiri menarik anak masing-masing sebelum ruangan tersebut berubah menjadi area gulat


"Stop..Chila yang lembut dong kamu anak perempuan loh"


Bagas menyela


"Iya dasar preman pasar"


Tama yang mendengar ucapan putranya langsung menjawab


"Kamu juga Bagas jangan seperti itu sama perempuan...kalau bukan karena kamu menghina sahabat Arsyila gak mungkin kan wajah kamu makin ganteng gini"


"Pah...wajah Bagas bonyok ini"


"Iya bagus nambah ganteng kok"


Pak Sena langsung kembali berkata


"Bapa ibu sebenarnya selain perkelahian..mereka berdua juga tertangkap sama sama akan bolos saat jam pelajaran berlangsung... Mereka tertangkap saat sedang memanjat pagar belakang sekolah"


Jasmine dan Istri Tama sama sama beristighfar mendengar perkataan Pak Sena


"Astaghfirullah"


Sedangkan Jay dan Tama sama sama menggeleng kepala mereka karena kelakuan anak mereka..Jika Bagas itu wajar laki laki..tapi ini Arsyila..seorang perempuan berperilaku layaknya lelaki


"Pak Sena kami mau bicara dengan bapak secara pribadi"


Jay meminta waktu khusus untuk berbicara dengan Pak Sena agar tidak didengar kedua anak tersebut


"Baiklah pak..Bagas dan Arsyila silahkan tunggu didepan dulu"


Arsyila berdiri bersamaan dengan Bagas..saat akan menuju pintu tanpa sengaja mereka bersenggolan..Dan mereka kembali adu mulut


"Apaan sih loe ikan buntal"


"Heh preman pasar minggir gak loe gue mau lewat"


"Lewat lewat aja kenapa..jalan masih lebarrrr"


Arsyila mengatakan kata lebar sambil menatap tajam kearah wajah Bagas


"Loe ngejek gue"


"Nggak..Loe aja yang baperan"


"Ok ayo jadiin sekarang...jangan kira gue takut"


"Hayuk siapa takut"


Tama dan Jay langsung berlari memeluk anak masing masing


"Ya Allah kalian ini bisa gak sih akur aja bentar..Bagas kamu juga sadar emang badan kamu itu lebar"


Tama bukannya membela sang putra malah ikut mengatainya..Dan mendapat ejekan dari Chila


"Papa kok malah ngatain Bagas sih"


"Wle.. rasain"


"Eh maksud papa gak gitu...uda jangan berantem lagi..ayo Papa antar ke depan"


Jay pun juga memarahi Arsyila namun dengan nada lembut


"Chila sayang kamu jaga sikap dong..anak perempuan kok bar bar banget..kalem..slow slow"


"Slow..slow..yang ada slowly but suwe dad"


"Dapat istilah darimana sih"


"Eneng.. Daddy mau nganterin Chila juga kayak si anak mami itu"


"Gak lah..bisa jalan sendiri kan"


"Sudah pasti bisa..sana balik lagi Daddy..ntar mommy kepincut Pak Singa"


Jasmine yang mendengar ucapan sang putri memberi peringatan


"Arsyila omongannya"


"Love mom"


Chila berlalu pergi meninggalkan ruangan..dan berpapasan dengan Tama yang tersenyum kearahnya


"Om gak usah senyum senyum kering tuh gigi"


Tama melongo mendengar ucapan Arsyila..Jay pun yang mendengar langsung berkata


"Arsyila Qeeva Malik.. Daddy ambil kartu kamu"


Mendengar itu.. Arsyila langsung berubah jadi manis..bak seeokor kucing meminta perhatian


"Arsyila minta maaf ya Om...Om ganteng deh"


Tama tertawa mendengar ucapan Arsyila..


"Hahaha..ada ada aja kamu nak"


Sedangkan Jay hanya membatin melihat kelakuan Putri semata wayangnya itu


"Salah apa gue punya anak cewek kayak gitu amat...sabar jay sabar"


Jay kembali duduk disamping istrinya begitu juga Gautama...Mereka membahas perihal hukuman untuk mereka berdua...Tanpa mereka tau diluar ruangan sudah terjadi adu mulut


"Ini semua gara gara loe..gue dipanggil lagi ke BK"


"Eh gak sadar dianya...loe yang nonjok gue..dasar cewek kasar..preman pasar"


"Kalau bukan mulut loe gak kayak com***an...gue gak akan nonjok loe..Tapi emang dasarnya loe letoy aja...tonjok dikit tumbang"


"Masih berani loe ngatain gue"


"Buat apa takut"


"Ngajakin gelud loe"


"Hayuk"


Saat mereka sudah bersiap untuk saling menonjok tangan...Kedua orantua mereka keluar ruangan


"Stop...Duh Gusti kalian ini ya..belum satu jam uda mau gulad aja"


"Iya...uda kalian ikut masuk lagi Pak Sena mau bicara"


Mereka berdua masuk ke ruang BK...dan mendengarkan ucapan Pak Sena yang memberikan hukuman untuk mereka berdua


"Kalian berdua bapak hukum...setiap pagi sebelum jam pelajaran dimulai...membersihkan toilet..dan sepulang sekolah kalian harus sama sama membersihkan ruang guru"


Kompak Arsyila dan Bagas kaget dengan hukuman mereka


"Apa"


"Ih Pak Sena jahara deh..nanti tangan Chila kasar"


"Emang dasarnya tangan uda kasar sok sok an aja"


Jawab Bagas..


"Pak gimana si bagas aja yang ngerjain...itung itung olahraga biar kurusan tuh badan"


"Enak di loe dong"


"Iyalah"


Jay dan Tama menyudahi perdebatan mereka


"Kalian berdua"


Mereka kicep mendengar ucapan Papa masing masing


"Baiklah"


Akhirnya disepakati hukuman berlaku selama satu minggu jika mereka masih berulah maka hukuman akan ditambah..i kembar mendapat kabar tentang adeknya dari sang Opa hanya bisa tertawa terbahak-bahak... Sebenarnya mereka juga merasa bersalah..karena merekalah yang diam diam mengajarkan beladiri kepada Chila..karena mereka yakin Chila tidak akan menggunakan ilmunya itu untuk menindas orang


____


Uda dua up ya😅😅😅


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak


Happy Reading


"Maafkan.