
"Mam, pap malam ini temani atha ya"
"Kemana"
"Lamar anak gadis orang"
Semua menghentikan aktifitas sarapan mereka. Kecuali atha yang masih santai menyuap makanannya. Mereka saling pandang. Galang yang duduk dekat dengan atha langsung meletakkan telapak tangannya dijidat sang kakak.
"Normal kok"
"Loe kira gue oleng"
"Abang gak salah makan kan"
"Gaklah pap. Emang kenapa sih"
"Papi yang harusnya tanya. Abang kenapa. Kok tiba-tiba minta ditemani lamar anak orang. Abang baik-baik saja kan"
"Abang waras pap. Seratus persen"
"Tapi kok tiba-tiba gitu ngomong gini. Takutnya papi karena permintaan mami yang nyuruh abang merried, abang jadi stress"
"Kenapa kalian sepertinya meragukan atha"
"Bukan meragukan. Cuma takutnya abang salah ngomong"
"Ya sudah abang minta tolong mommy saja"
"Jangan ngambek dong. Ya sudah papi dan mami antar kamu nanti malam"
"Makasih pap, mam. Oya baju seragam kalian siang nanti diantar. Atha kerja dulu. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Atha meninggalkan rumah dengan kondisi keluarganya yang masih terkejut. Mereka saling melempar pertanyaan setelah atha pergi.
"Pap yakin atha gapapa"
"Papi juga gak yakin mam. Ini sih gara-gara mami ngejar-ngejar atha buat merried. Dia kayaknya stres"
"Kok mami sih. Kan itu juga demi kebaikan atha pap"
"Terus apa kita akan tetap ikuti kemauan abang mam,pap"
"Iya galang. Sebaiknya kita ikuti kemauan abang kamu. Papi gak mau dia kecewa lagi mam"
"Ya sudah kita ikuti kemauan abang. Semoga tidak terjadi hal buruk"
Tian hari ini tidak berangkat ke kantor. Dan galang juga tidak ada kelas. Mereka kini sedang bersantai diruang tamu. Friska mendapat panggilan dari jasmine yang menanyakan perihal lamaran atha.
Tak jauh beda dengan kediaman atha. Dirumah seila juga sama hebohnya.
"Mah, bang. Anu seila mau ngomong"
"Ngomong apa. Kok kayaknya serius banget"
"Malam nanti akan ada yang mengkhitbah seila"
"Apaaa"
"Dek jangan bercanda"
"Nggak bang. Seila serius"
"Siapa yang akan mengkhitbah kamu"
"Seila gak boleh ngomong. Nanti buat kejutan"
"Mama gak mau ya kalau gak jelas asal-usulnya"
"Abang setuju. Kamu anak perempuan satu-satunya. Dan abang sebagai wali kamu, gak mau kamu dikecewakan dan dapat jodoh asak-asalan"
"Mah, bang. Apakah kalian tidak yakin dengan pilihan seila"
"Mama masih kurang yakin"
"Abang gimana"
"Abang pun sama. Berapa lama kalian kenal"
"Tiga hari"
"Hahh. Yang benar saja seila. Mama semakin gak yakin ini"
"Dimana kalian kenal"
"Dimasjid dekat perumaha permata"
"Dia ustadz dek. Atau marbot"
"Bukan keduanya kak. Kebetulan dia jadi imam disana waktu itu"
"Bagaimana mah"
"Mama masih belum yakin bang. Takut akhirnya mengecewakan. Abang sendiri gimana"
"Kalau abang. Sebaiknya kita terima kedatangan mereka mah. Masalah nanti cocok atau tidaknya tergantung seila. Abang setuju karena dia langsung mengkhitbahmu bukan mengajakmu pacaran. Jarang ada lelaki seperti itu"
"Terimakasih bang. Mah"
"Ya sudah kalau begitu mama siapkan segala sesuatunya untuk menyambut tamu kita nanti. Jam berapa mereka datang dek"
"Ba'da maghrib insyaallah"
"Huh. Baiklah mama akan pesan makanan saja direstauran. Kita gak mungkin masak sendiri. Waktunya tidak akan sampai"
"Abang akan meminta tolong teman abang untuk mendekorasi ruangan depan agar indah"
Karena berita yang mengagetkan, kakak seila tidak masuk kantor. Dia ikut membantu persiapan acara khitbah sang adik.
Seila sudah memberi kabar kepada atha jika keluarganya sudah mengijinkan atha untuk datang kerumahnya. Atha juga sudah mengirim gaun dan seragam keluarga milik seila. Saat mama seila menerima paket tersebut, dia sangat terkejut melihat merk label baju itu.
"Masyaallah bang sepertinya pria ini bukan orang biasa"
"Kenapa memangnya mah"
"Ini gaun rancangan butik ternama. Bahkan sangat susah mendapatkan rancangan eksklusif pemilik butik. Dan gaun ini berlebel ekaklusif"
"Iya mama benar. Siapa sebenarnya laki-laki itu"
Tak lama datang beberapa orang yang dikirim atha dari perusahaan wedding organizer milik chila untuk mendekorasi acara lamaran seila dan atha.
"Selamat siang. Benar ini rumah ibu nindi"
"Benar. Maaf kalian dari mana"
"Tapi saya belum memesan wedding organizer"
"Kami sudah dibayar oleh calon suami nona seila"
"Masyaallah. Mah. Mama"
"Ada apa kak"
"Ini loh ada wedding oeganizer yang mau dekor ruangan. Kiriman dari calonnya seila"
"Ya Allah kak. Ini gak mimpi kan"
"Gak mah. Kakak juga kaget"
"Bagaimana pak bu, apa bisa kami mulai"
"Oh ya silahkan masuk. Kalian bisa pilih sendiri ruangan yang ingin kalian dekor"
"Baik. Kami ijin masuk ya"
"Silahkan"
Mama nindi dan kakaknya masih kaget dengan kejutan ini. Mereka semakin penasaran dengan siapa seila akan bertunangan. Apalagi nama perusahaan ZM sangatlah ternama. Dan pastinya harganya sangatlah mahal.
"Kak siapa pria ini. Mama penasaran"
"Sepertinya memang bukan orang biasa mah. Mama uda pesan catering"
"Astaghfirullah belum bang. Bentar mama pesan dulu"
"Pesan makanan terbaik mah. Takutnya mereka bukan orang biasa. Dan jangan lupa makanan untuk para pekerja itu mah"
"Iya kak"
Setelah mendapat persetujuan sang empunya rumah. Diputuskan lokasi lamaran diadakan ditaman belakang. Dan taman itu sudah disulap dengan indahnya.
Jam telah berganti. Atha sudah dirumah sejak satu jam yang lalu. Friska terkejut karena semua keperluan lamaran sudah siap. Mereka hanya tinggal berangkat saja.
"Mam pap uda siap"
"Sudah bang"
"Abang kapan nyiapin ini semua"
"Kemarin"
"Sendirian"
"Nggak ada shanum dan sony yang bantuin"
"Kenapa mami gak dikabari bang. Kan mami bisa bantu"
"Kan surprise mam"
"Ya sudah yuk berangkat"
"Bismillah"
Keluarga septian sudah dalam perjalanan. Begitu juga keluarga malik yang sudah berangkat mereka akan bertemu disana. Karena Jay tidak bisa pulang, arka menggantikannya. Hanya Arash dan Ghaisan yang tak hadir. Arash diwakilkan oleh Icha.
"Mam kenapa sedih"
"Mami gak sedih cuma bingung pap"
"Bingung kenapa"
"Mami bingung gimana jelasin ke nindi masalah perjodohan yang batal ini"
"Ya tinggal bilang aja kalau abang udah nemu jodoh"
"Gak gampang pap jelasinnya. Nindi itu teman dekat mami"
"Ya sudah diamkan saja mam. Kalau emang gak mau jelasin"
"Kamu bang enak banget jawabnya"
Tak lama rombongan itu sampai disebuah kompleks perumahan. Didepan komplek rombongan keluarga malik sudah menunggu. Mereka beriringan menuju kediaman seila.
"Yuk turun. Udah sampai nih"
"Bang ini rumah calon mantu mami"
"Iya mam. Kenapa. Gak segede rumah kita"
"Bukan bang. Tapi perasaan mami pernah lihat deh rumah ini. Tapi mami lupa"
"Ya sudah yuk masuk aja. Biar gak penasaran"
Atha berjalan didepan dan mulai mengetuk pintu yang sudah terbuka lebar itu. Baik mami atha dan mama seila sama-sama terkejut melihat tamu yang datang.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Loh jeng nindi"
"Jeng friska. Jadi yang mau nglamar seila itu atha"
"Iya tante. Maaf kalau mengejutkan"
"Ya Allah nak. Kenapa harus pake rahasia segala sih . Bikin deg deg an saja"
"Iya mami juga terkejut"
Setelah berbasa-basi mereka langsung masuk dan memulai acara intinya. Jay dan arash menyaksikan acara tersebut menggunakan video. Keluarga seila bertambah kaget karena ternyata atha adalah anak angkat zaydan malik. Apalagi kakak seila bekerja disalah satu perusahaan milik jay.
"Jadi pernikahan keduanya dilaksanakan dua bulan lagi ya"
"Benar. Kalau mau menunggu seila lulus kuliah akan sangat lama. Takut ada fitnah. Dan saya sebagai kakeknya tidak setuju itu"
"Baiklah tuan arka. Kami setuju"
Tanggal pernikahan sudah ditetapkan. Dan mereka segera mempersiapkan semuanya.
Seila Athabina Aulia
_____
Jangan lupa jempol gaesss.....
Happy reading