RashSya Story

RashSya Story
RashSya~



"Ars...siang ini Opa minta kamu ke kantor untuk ikut meeting"


"Opa hari ini Arsya ada pertandingan Futsal antar sekolah"


"Ck..apa tidak bisa digantikan oleh Arash"


"Arash ada pertandingan basket Opa"


"Ck...kalian ini kenapa kompak sekali jika menolak hadir untuk meeting antar pemegang saham"


"Baper amat si Opa...Opa yang salah jadwal kita yang dimarahi"


"Kalian harusnya bisa menyesuaikan jadwal pertandingan kalian dengan jadwal kantor"


"Huh...sepertinya memang sudah pikun"


"Iya betul bang faktor U"


Jay hanya terkikik melihat Papanya ditindas sikembar


"Ck Opa belum pikun"


"Benarkah...Abang coba Abang jelaskan"


"Ehem... RashSya.... Pekerjaan kalian bukanlah prioritas utama jadi Opa minta kalian tetap fokus pada sekolah kalian...Kalian harus aktif dalam kegiatan sekolah agar memudahkan kalian bersosialisasi"


Arash berkata dengan menirukan suara Opanya


"Dasar cucu semprul


"Hahaha Papa jika tidak bisa menjawab mereka sudah jangan memaksakan diri..hahaha"


"Huh...kamu kan tau Jay..rumor yang selama ini tersebar tentang si kembar"


"Opa biarkan saja..selama itu tidak merugikan kami...kami masih bisa menerima"


"Menurut Opa itu sangat merugikan apalagi ada yang berani mengaku sebagai RashSya"


"Huh...Opa biarkan saja...kami memang sudah tau dan kami memantau orang orang tersebut..saat mereka berbuat diluar kendali dan merugikan kami...maka kami sendiri yang akan bertindak"


"Tapi Opa harap salah satu saja dari kalian untuk datang"


Kompak RashSya menjawab


"Insyaallah Opa"


RashSya pergi ke sekolah dengan satu kendaraan roda dua...Sudah hampir dua Minggu Arash tidak menjemput Malika...bahkan mereka terkesan backstreet dari orangtua Malika


"Bang gimana sama Malika"


"Hem... entahlah..Gue jalanin dulu Ars"


"Bang gue saranin jangan sampe Daddy tau bang"


"Iya tapi Abang gak jamin itu bertahan lama...Gue yakin Daddy dan Opa sudah menyelidiki siapa Malika"


"Iya itu pasti"


Selama perjalanan mereka saling bertukar cerita


"Ars.. Retha bagaimana"


"Bagaimana apanya bang"


"Apa loe akan terus memendam rasa seperti itu"


"Bang gue belum bisa memastikan selama dia masih di Jerman"


"Apa Retha setuju pindah kesini"


"Uncle Lou bilang dia yang menginginkan untuk kembali kesini"


"Loe harus bisa memastikan hati loe...apakah perasaan kagum atau cinta"


Tak lama mereka sampai disekolah...Motor yang dikendarai oleh Arash berpapasan dengan mobil Ayah Malika


Arash berusaha tersenyum menghormati namun ayah Malika hanya mengacuhkan


"Sombong banget sih jadi orang"


"Ars jaga ucapan kamu"


"Huh... Baiklah"


Si kembar masuk ke dalam sekolahnya... Malika masih menunggu Arash di parkiran sekolah..dia masih merasa tak enak hati saat ayahnya mengusir Arash dari rumahnya sepulang mengantar Malika dari kafe


"Ay...kamu masih marah"


Arash tersenyum manis kepada Malika


"Gak lah Ay buat apa aku marah...aku gapapa"


"Ay aku gak enak banget sama ayah kemarin itu"


Arash memegang tangan kekasihnya dengan lembut dia berkata


"Ay bagiku itu bukan masalah besar jadi hak usah kamu pikirkan..kita jalani saja dulu sejauh mana"


"Ay...kenapa kamu gak jujur saja siapa kamu sebenarnya"


"Hehe..kamu tau kan prinsipku Ay...aku gak mau mereka mengenalku karena keluargaku"


"Hmmm...iya Ay"


"Ya udah masuk yuk bentar lagi bel"


Arsya yang selalu setia menunggu kakaknya agar tak terjadi fitnah... walaupun mereka ditempat terbuka dan banyak yang lalu lalang...tapi mencegah masalah yang akan timbul


Didalam kelas pelajaran dimulai...hari ini Trio rusuh hanya akan mengikuti pelajaran hingga jam ketiga mereka akan mengikuti pertandingan olahraga antar sekolah


Sementara itu diruang guru sedang terjadi rapat interen menjelang pemilihan ketua OSIS yang baru


"Menurut bapak siapa yang pantas menyandang ketua OSIS yang baru"


"Kalau dari kami dewan guru memilih diantara Arash dan Arsya..karena kita tahu seperti apa prestasi mereka selama ini dan berkat mereka sekolah kita kembali berjaya"


"Saya setuju saja...namun ada baiknya kita bertanya kepada yang bersangkutan..karena saya pernah dengar dari ketua OSIS yang saat ini menjabat...mereka tidak berminat menjadi anggota OSIS"


"Iya... iya kami setuju...nanti sebelum mereka berangkat bertanding ada baiknya kita bertanya.. Mengingat masa jabatan ketua OSIS saat ini akan segera berakhir"


"Kami setuju"


Bel pelajaran ketiga sudah berbunyi...para siswa yang akan bertanding keluar kelas dan bergabung dengan team mereka masing masing sesuai bidang olahraga yang mereka ambil


"Arsya loe dipanggil ke ruang kepsek tuh"


"Ada apa ya"


"Gak tau juga gue tadi gue papasan sama si ketos minta bilangin ke loe sama lembaran loe juga kok"


"Oh ya uda gue ke ruangan kepsek dulu gue nitip perlengkapan gue"


"Sans aja bro"


Arsya keluar ruangan klub futsal sekolahnya menuju ruang kepsek


tok tok


"Masuk"


"Bapak memanggil saya"


"Iya silahkan duduk..kebetulan saudara kamu juga sudah saya panggil"


"Oh baik pak"


Tak lama Arash datang mereka duduk berdampingan..Kepala sekolah langsung mengutarakan niatnya memanggil mereka berdua.. Setelah mendengar penjelasan kepala sekolah Arash mewakili sang adek memberikan jawaban mereka


"Sebelumnya kami mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh sekolah ini...tapi maaf kami tidak bisa mengemban tugas mulia itu pak...selain sekolah kami ada kesibukan lain diluar sekolah yang juga sama pentingnya..dan ada baiknya jabatan ini diberikan kepada siswa lain saja pak..masih banyak siswa yang kompeten mengemban tugas ini"


"Begitu ya...Baiklah kamu akan mulai seleksi saja..jika memang kalian tidak bisa mengemban tugas ini kami tidak akan memaksa"


"Kalau begitu kami permisi pak..karena akan berangkat ke pertandingan"


"Oya semangat untuk kalian..bermainlah sportif dan semoga membawa kemenangan untuk sekolah kita"


"Terimakasih pak..kamu akan berusaha sebaik mungkin"


Mereka langsung menuju bis yang telah menunggu mereka...hari ini mereka bertanding di GOR milik pemerintahan karena pertandingan antar propinsi


Di Jerman seorang gadis cantik sudah bersiap untuk ke kantor Daddy-nya bersama sang kakak


"Baby ayo kita pergi.. Daddy sudah menunggu"


"Iya Kak sebentar"


Mereka menuju FZ Group perusahan cukup ternama bergerak di bidang konstruksi milik Louis Fernandez..Di lobby para karyawan menunduk hormat pada Sepasang anak manusia yang baru saja masuk ke kantor tersebut


"Wah pasangan yang serasi ya"


"Iya...tapi sayang mereka saudara"


"Iya benar"


Dilantai terataa gedung itu ruangan CEO berada


"Selamat siang tuan muda..nona muda"


"Siang uncle Steve...Daddy ada"


"Ada tuan muda silahkan masuk"


"Terimakasih uncle Steve"


Keynan dan Aretha masuk keruangan Louis setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan


"Daddy"


"Heh sayang kalian sudah datang..ayo sini"


Mereka duduk di sofa ruangan Louis


"Retha kamu sudah tau daddy minta kesini karena apa"


"Iya Daddy Retha tau"


"Dad...jika retha ke Indonesia Key tak ada teman lagi"


"Key bukannya kamu harus ke London meneruskan sekolah disana"


"Huh key berharap bisa bersama Retha Dad"


"Key kamu tak lupa kan pesan opa Arka"


"Hem...tapi Retha adek key...Key akan merindukannya"


Aretha memeluk tubuh Keynan


"Kakak jangan sedih Retha tak akan lama..Usai sekolah Retha akan kembali kesini"


"Huh Baiklah baby"


"Kalian ini sweet banget...hehe..oya kamu berangkat lusa Retha akan diantar Keynan dan kami juga"


"Jadi key boleh ikut dad"


"Hem...Trio semprul merindukan mu key"


"Huh...pasti akan dibully lagi oleh mereka"


"Haha...kamu seperti tak mengenal mereka saja...hahaha"


_________


Maaf baru keluar gua...kemarin lagi pingin jadi pembaca saja...😅😅😅😅


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak


Happy Reading