
Tak terasa sudah dua bulan Annisa magang dikantor Arash...dan selama itu mereka masih sama saja Arash yang dingin sedangkan Annisa yang ceroboh...saat Annisa menerima gaji pada bulan lalu membuatnya sangat gembira...saking gembiranya dia berulang kali mencium telapak tangan Arash...hal itu membuat Daffa dan Aditya yang melihat tertawa bahkan dengan jahil Daffa mengabadikan momen itu dan dipotong dalam akunnya dengan judul SAH
Hari ini hari Sabtu dan saat weekend Annisa selalu mengambil kerja partime disebuah minimarket tak jauh dari rumahnya...annisa melakukan itu untuk mengumpulkan biaya kuliahnya nanti dan dia juga ingin membuatkan kios kue untuk ibunya
"Dek kamu masuk sore kan hari ini"
"Iya A' kenapa emangnya"
"Jalan-jalan yuk dek ke mall gitu"
"Males sih sebenarnya tapi hayuklah..lagian masih pagi ini"
"Ya sudah ganti baju sana Aa tunggu didepan ya sayang"
"Siap A' "
Annisa bergegas mengganti pakaiannya dan langsung menemui kakak laki-lakinya...hari ini Alif libur bekerja dan setiap libur diluangkan untuk adik tercintanya...Alif bekerja sebagai perawat disalah satu rumah sakit di Jakarta
"Yuk A' aku uda siap"
Mereka berdoa pergi menaiki motor Alif... sepanjang jalan mereka terus bercanda jika orang tidak paham pasti mengira mereka adalah sepasang kekasih
"Sudah sampai Eneng sayang yuk masuk"
"Yuk atuh uda gak sabar pengen ngrampok Aa' Eneng mah"
"Kebiasaan"
Mereka berjalan sambil bergandengan tangan sesekali Alif merangkul pundak adik tercintanya itu...saat mereka sedang melihat aksesoris tak sengaja bertemu dengan Adam dan kekasihnya Shania
"Icha..."
"Shan shan apa kabar"
"Baik Cha loe apa kabar...Gue kangen banget sama loe Cha"
"Gue juga baik Shan..sama gue juga kangen...Loe jarang banget sih ke Jakarta"
"Iya maaf gue sibuk banget"
"Iya gue tau..ya udah gue mau nonton sama Aa Alif mau gabung gak"
"Kita baru aja selesai nonton Cha"
"Ya udah gue duluan ya"
"Oke bye icha ntar gue telpon"
"Wokey"
Setelah memeluk kekasih sahabatnya itu Icha dan kakaknya langsung menuju ke bioskop..Alif mengantri membeli tiket sedangkan Icha sedang menunggu dimeja tak jauh dari pintu masuk bioskop
ditempat yang sama Arash sudah duduk manis bersama Arsyila...tanpa sengaja tempat duduk mereka pun berdampingan
Film yang mereka tonton action romantis.... dengan adegan dewasa namun tak begitu vulgar
"Neng kamu mau duduk sebelah kiri apa kanan"
"Kanan aja A' "
Mereka langsung duduk di kursi sesuai no pada karcis masuk...film pun dimulai...mereka menonton dengan khidmat terkadang mereka sambil minum dan makan popcorn
"Ih ganteng banget sih romantis lagi mau dong satu yang kayak gitu"
Alif mendengar ocehan adiknya hanya geleng-geleng sambil tersenyum dan mengusap kepalanya...sedangkan seseorang disamping kanan Annisa sedikit penasaran
"Suara cempreng ini kayak gak asing deh...tapi masa dia sih"
Arash masih fokus menatap layar sambil menerima suapan dari Arsyila...kembali Arash mendengar suara yang membuatnya menengok ke sebelah kirinya
"Aduh mata suci gue...harus lihat adegan itu bikin hareudang oey"
"Tuh kan benar dia...tapi sama siapa dia kok kayaknya bukan sama cowok yang waktu itu"
Arash melirik kearah Annisa entah mengapa dia merasa gadis itu memiliki daya tarik tersendiri bagi seorang Arash Malik.. Arsyila yang merasa ada sesuatu yang aneh dengan kakaknya mencoba ikut menengok dan tanpa sengaja mendengar celotehan gadis itu
"Daebak bener gantengnya gak kalah sama si bos kulkas...tapi bedanya ini murah senyum...bos kulkas kayak tembok...Hahaha"
"Eneng ih gak boleh kayak gitu atuh Aa gak suka"
"Haha...gapapa kali A' selama orangnya gak dengar ini...Haha"
"Serah eneng ajalah"
Orang yang dibicarakan Annisa hanya bisa melongo mendengar ucapan Annisa sedangkan arsyila terkikik geli mendengar perkataan Annisa
"Wah ternyata ada juga ya cewek yang gak suka sama Abang gantengku ini...Haha"
Arash semakin kesal saja mendengar perkataan arsyila
"Awas loe bocah...seenak aja ngatain gue kulkas sama tembok"
Mereka kembali melihat kearah layar besar...namun Arash masih saja mencuri pandang kearah Annisa...sampai Annisa tidak sadar meletakkan minuman disamping minuman arash...Arash yang melihat itu langsung mendapat ide
"Rasain loe"
"Loh kenapa minuman eneng berubah rasanya ya A' "
"Berubah gimana coba Neng"
"Ini kok pait sih bang...Tadi kan cola rasanya"
Arash menggunakan kesempatan itu untuk menegur Annisa
"Ehem maaf Mbk minuman kita tertukar"
"Woalah..tertukar ya kak.... ma...loh bapak kenapa bisa ada disini"
Annisa langsung kaget melihat orang yang sedari tadi dia olok-olok ada disampingnya...dan Arash menjawab pertanyaan Annisa dengan santai
"Nonton...emang gak boleh saya nonton"
"Bo...bolehlah kak Eh pak...hehe masa nonton aja gak boleh"
Saking gugupnya Annisa kembali meminum kopi milik Arash yang tadi sengaja Arash tukar dengan minuman Annisa
"Aduh paitnya..."
"Ehem itu minuman saya Annisa"
"Astaghfirullah...kenapa bapak gak bilang sih"
"Lah tadi saya kan uda bilang"
"Bencana... bencana besar ini"
Alif serta arsyila sama sama melihat kearah dua pasangan aneh itu
"Ada apa sih bang kok ribut"
"Ada yang ambil minuman Abang honey bukan dikembalikan eh malah diminum lagi"
"Eh bapak jangan gitu dong...Icha kan refleks karena kaget tiba-tiba bapak nongol disini"
"Eneng makanya jangan ceroboh dong sayang"
"Namanya juga gak sengaja A'...kalau sengaja itu mah rencana namanya"
"Maaf ya mas atas kecerobohan adik saya...apa saya ganti saja minumannya"
"Oh tidak perlu mas gapapa...saya minum cola ini saja"
Arash tersenyum sambil mengangkat gelas cola kearah Alif dan langsung meminumnya
"Maaf sekali lagi ya mas"
"Iya gapapa mas...mungkin adiknya terlalu fokus melihat pemerannya yang ganteng jadi salah ambil minuman"
Alif kembali ke posisi duduk semula...sedangkan Annisa merasa sedikit kikuk...semenjak tau siapa orang disebelahnya itu...sambil berbisik Arash kembali menggoda annisa
"Kamu sengaja ya gak mau ngenalin minuman saya Icha"
"Eh iya lupa....hehe..ini pak"
Mereka kembali bertukar minuman
"Wah ternyata kopi saya berubah rasa jadi asam ya... jangan-jangan kamu kasih racun ya"
"Ya Allah suudzon banget sih pak...saya gak ngasih apa-apa kok...sini coba saya rasain lagi"
Bahkan tanpa sadar kini Annisa memegang telapak tangan arash sambil meminum kopi milik Arash
"Orang rasanya masih sama aja kok pak...pait..gak asem"
"Cha kamu kayaknya seneng banget ya ciuman sama saya"
"What apa maksudnya pak...jangan asal nuduh ya pak"
"Siapa yang nuduh...buktinya dari tadi kamu terus meminum kopi bekas saya dan secara otomatis bibir kita sudah ciuman walaupun tak langsung"
Annisa speechless mendengar perkataan Arash...dan dia langsung memegang bibirnya sendiri...arash tersenyum menyeringai dan kembali menggoda annisa
"Tapi lama-lama cola ini juga sedikit asem...apa karena pemilik bibirnya yang suka ngatain orang sembarangan itu tadi kebanyakan minum cuka ya...jadi asem gini rasa bibirnya"
Annisa reflek menarik minuman dari tangan Arash
"Sudah pak jangan diminum lagi saya takut semakin dosa"
Arash hanya tersenyum kecil...berusaha menyembunyikan tawanya karena berhasil membuat Annisa kicep
Sampai film usai Annisa hanya dia saja dan sudah tidak terlalu fokus lagi
"Berarti ciuman pertama gue secara tidak langsung diambil pak Arash dong....aihhh Icha bego kenapa ceroboh banget sih"
Tak jauh beda dengan Icha yang sedang berkelana fikurannya...Arash pun demikian karena melihat Icha memainkan jari-jarinya pertanda gugup
"Haha lucu juga ngerjain ni bocah...entah itu benar atau salah... tentang kita secara tidak langsung berciuman..yang penting gue punya senjata buat loe kicep"
Film sudah selesai mereka segera bangun dan meninggalkan ruangan gelap yang sudah menjadi terang kembali...Annisa tidak sadar jika arash sengaja jalan dibelakangnya..kembali Arash menggodanya sambil berbisik
"Cha makasih ya ciumannya..ya walaupun rasanya asem"
Annisa diam mematung sedangkan Arash sudah berlalu pergi sambil merangkul Arsyila..Alif yang baru sadar berjalan sendiri tanpa Annisa...kembali menengok dan menggandeng Annisa untuk pulang karena sebentar lagi Annisa Haris kerja di mini market
____
wah wah bang Arash makin berani saja ya menggoda si Eneng
Jangan lupa jempolnya kakak
Happy Reading