RashSya Story

RashSya Story
RashSya~ Rencana



"Mas jadi mau prewed disini"


"Iya sayang. Mas berangkat ke Lombok besok sore sama Chila"


"Kak Chila ikut Mas"


"Maksa dia sayang. Kamu uda gak sibuk sayang"


"Oya baru ingat. Pihak kampus menarik kami dipercepat dari wakti yang sudah ditentukan"


"Ada apa sayang. Kampus tidak akan mempercepat apa yang sudah direncanakan kalau gak ada masalah sayang"


"Memang ada masalah tapi bukan diteam Icha mas. Jadi Minggu depan kami sudah kembali ke kampus"


"Cepat banget sayang. Tapi acara kita gak bisa dirubah loh ya"


"Iya. Lagian Icha mau dijakarta dulu agak lama buat nyari bahan skripsi. Besok mau bikin proposal buat perusahaan"


"Ck gak usah sok pikun gitu deh. Lupa siapa calon suami kamu ini"


"Hehehe amnesia sesaat mas. Berarti boleh dong Icha magang lagi buat nyari data"


"Gak akan ada yang melarang honey"


"Ya uda Icha mau kumpul dulu sama yang lain bang"


"Iya sayang. Tunggu mas besok kesana. Miss u sayanhku"


"Miss u to masku. Assalammualaikum"


"Waalaikumsalam"


Arash meletakkan gawainya dimeja dan melanjutkan pekerjaannya. Hari ini dia fokus dikantor untuk urusan keluar dia serahkan pada Daffa. Hanya beberoaa pekerjaan yang butuh penanganannya langsung.


tok tok


"Masuk"


"Maaf pak arash. Pak Putra dari GT Cotp sudah datang"


"Langsung saja suruh masuk"


"Baik pak"


Sekretaris Daffa memberitahukan jika Putra sudah datang. Hari ini memang mereka berjanji untuk bertemu.


"Assalamualaikum abang ipar"


"Waalaikumsalam. Sejak kapan gue jadi ipar loe ikan buntal"


"Halah diaminin aja kenapa sih bang"


"Jujur aja belum berani uda minta diakui"


"Bukan belum berani bang. Nunggu waktu yang tepat"


"Iya asal jangan Chila tau dari oranglain"


"Nggak. Gue pastiin segera ngasih tau preman pasar"


"Jujur ya Gas, kalian itu apa bisa akur nantinya. Tiap ketemu adu mulut kalau gak Chila nendang atau mukul loe"


"Kami akan selalu akur bang"


"Semoga. Ada apa tumben nemuin gue dikantor"


"Papa minta gue buat nanyain ke loe bang. Masalah kerjasama yang diperancis"


"Kenapa ada masalah"


"Papa minta loe fokus disana dan untuk sementara tinggal disana"


"Aduh bukannya gue gak mau. Loe tau bentar lagi gue merried. Trus Annisa juga baru skripsi. Kalau gue tinggal jauh apa mau"


"Kenapa gak loe ajak aja bang"


"Dia masih penelitian untuk skripsi disibu. Insyallah tahun depan uda lulus"


"Skripsi kan bisa dibawa juga kemanapun"


"Ya kali dia mau bolak balik Jogja Prancis"


"Hahahaha. Sultan sekalipun juga ogah bang"


"Tau kan loe. Memang berapa lama rencana Om Tama nyuruh gue tinggal"


"Sekitar empat bulan bang"


"Hmmm. Ntar gue diskusi sama Annisa dulu"


"Iya bang. Abang gak ada rencana prewed ke luar negeri"


"Ngapain jauh-jauh di Indonesia aja banyak yang bagus"


"Emang mau kemana bang"


"Ke Lombok sama Jogja kayaknya. Lihat nanti"


"Wuih Lombok. Cantik itu. Kapan berangkat bang"


"Besok sore"


"Wah pas itu. Gue ada kerjaan di Bali. Gue ikut ya bang"


"Serah loe. Emang ada kerjaan apa disana Gas"


"Biasa bang cek penjualan di toko sana. Sambil refreshing. Bang gue balik ya"


"Oke. Thanks ya infonya. Nanti gue kabari kalau uda ada jawaban dari Icha"


"Iya bang. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Astaghfirullah. Kan Chila besok ikut ke Lombok. Bisa perang ini. Bodo amatlah"


Arash kembali fokus dengan pekerjaannya. Dia akan meninggalkan kantor agak lama. Jadi harus menyelesaikan semua pekerjaannya.


Berbeda hal dengan Chila saat ini. Dia sedang meeting untuk acara weeding seorang anak pengusaha. Namun baginya klien kali ini sangatlah memusingkan.


"Saya maunya bunganya import dari Belanda langsung"


"Tapi kalau harus import takutnya gak bisa tepat waktu sampai sini kak"


"Ya diusahakanlah masa gitu aja gak bisa"


"Ya sudah begini saja, saya akan mencoba mencari informasi prosedur untuk mengimpor bunga tulip dari Belanda. Tapi jika kami tidak bisa memenuhi apa ada bunga pengganti kak"


"Coba aja dulu. Belum nyoba uda nyerah. Gak tau apa gue ini anak siapa . Berapapun gue bayar"


"Iya baik kak. Akan saya usahakan. Ada lagi gak kak yang harus kami rubah"


"Hmm. Saya minta souvenir esklusif dibungkus dengan kain sutra"


"Baik kak. Ada lagi"


"Tapu ingat kualitas kain sutra terbaik. Dan parfum untuk souvenir juga harus import"


"Baik kak. Ada lagi"


"Sementara tidak. Dan saya tunggu kavar baik kalian dua minggu lagi"


"Baik kak. Nantis saya kabari secepatnya"


Klien chila sudah pergi. Damar dan Icha langsung menghela nafas lega. Mereka masih dikafe untuk membereskan barang-barang dan sekedar menenangkan pikiran.


"Gila tuh klien semua serba import. Kita yang pusing ngurus cukainya"


"Iya kak. Lama-lama gue kasih bunga bangkai sama minyak yongyong tuh klien. Gayanya selangit amat yak"


"Haha. Iya mana calon lakinya gak peduli banget. Malah kayak nikah karena terpaksa gitu mukanya hahaha"


"Bener banget kak. Cuma ham hem aja ditanyain sama ceweknya"


"Loe sadar gak sih chil, dari tadi klien cowok kita nyuri pandang terus ke loe"


"Tau gue kak. Tapi bodo amat"


"Oya kita mau cek sekalian gak kerjaan anak-anak yang lagi ada pameran ini"


"Boleh. Lagian habis ini kita free kak"


"Ya udah yuk"


Mereka berdua meninggalkan kafe. Namun saat akan melangkahkan keluar kafe, perhatian mereka teralih pada seorang wanita yang menyatakan cintanya pada seorang pria.


"Saya sudah memiliki istri Amanda"


"Gue gak percaya Put. Loe masih lajang"


"Terserah anda saja. Yang jelas saya sudah menikah"


"Buktikan kalau kamu sudah menikah Put"


Bagas sendiri bingung gimana caranya meminta chila datang ketempatnya saat ini. Dan disaat yang bersamaan, Jimmy melihat Chila dan Damar berdiri tak jauh dari sana. Dia pun berbisik pada Bagas.


"Ada Chila gas disamping kanan"


Bagas langsung menengok dan berjalan sambil tersenyum. Dia langsung menarik tangan Chila dan merangkul pundaknya. Chila ingin berontak. Tapi Bagas mengancam sambil berbisik.


"Apa-apaan sih loe. Lepasin gue gak"


"Diam sayang. Kalau gak mau gue bikin berita lebih heboh lagi. Gue bakal cium loe disini sayangku"


Chila hanya bisa diam dan mengikuti kemauan Bagas. Sedangkan gadis bernama Amanda menatap tajam kearah Chila. Dia belum pernah melihat gadis itu selama mengenal Bagas.


"Amanda kenalkan ini istri saya. Arsyila Qeeva"


"Aku masih gak percaya Putra. Selama aku mengenal kamu, belum sekalipun aku melihatnya"


"Karena dia istimewa jadi saya menybunyikannya"


Chila yang tak mau terlalu lama terlibat urusan tak jelas Bagas, langsung bersuara.


"Hai gue Arsyila kak. Mungkin kakak belun pernah bertemu gue, karena gue sama putra LDR"


"Sejak kapan kalian kenal"


"Saya mengenal arsyila semenjak kecil"


Chila sebenarnya kaget mendengar pengakuan Bagas namun mencoba menyembunyikan rasa kagetnya itu.


"Benarkah. Siapa gadis ini putra"


"Benar saya tidak pernah berbohong. Sudah saya bilang dia istri saya. Arsyila Qeeva"


"Aku akan cari tau sendiri siapa gadis ini putra. Dan jika dia tak baik menurutku,aku akan merebutmu kembali"


"Asal anda tak menyesal jika sudah tau siapa istri saya ini"


"Saya gak pernah bohong. Lah ini apa kalau gak boong. Dasar jailangkung"


Chila bergumam dalam hatinya sendiri. Karena kesal dengan Bagas. Beruntung Jimmy berhasil menghalau semua orang yang mengambil rekaman tadi.


--------------


Dimana ada chila disitu ada bagas.....


jangan lupa jempolnya kakak. mau ngasih hadiah juga monggo


happy reading