
Tlah lama kita tidak bertemu
Tak pernah ku dengar berita tentangmu
Apa kabar kamu sayang
Apa kabar kamu sayang
Aku kan terus mendoakanmu
Walau tak ku dengar berita tentangmu
Apa kabar kamu sayang
Apa kabar kamu sayang
Disana...
"Cie cie yang kangen....uhuy"
"Apa sih Pah gak jelas"
"Lagi kangen sama preman pasar kesayangan ya si ikan buntal"
"Bagas gak bukan ikan buntal Papa"
"Hahaha...iya iya yang sedang bertranformasi dari ikan buntal menjadi ikan teri...Hahahaha"
"Ish Papa nyebelin banget sih...Papa mau apa kekamar Bagas...ganggu aja"
"Itu papa mau ngasih tau bulan depan Papa mau balik ke Jakarta ada undangan dari Daddy-nya Chila...mau tunangan"
"Apaaa...siapa yang mau tunangan Pah...coba ulangi sekali lagi"
"Keluarganya Chila...emang kenapa"
"Oh...nggak....nggak kenapa kenapa kok...terus Papa ngapain ngomong sama Bagas"
"Ya siapa tau kamu mau ikut... daripada tiap hari cuma ngepoin sosmednya aja sekalian aja ikut biar ketemu langsung melepas rindu"
"Hish Papa gak jelas...Gak ah Bagas kan belum libur...lagian siapa bilang Bagas kangen"
"Oh berarti kamu gak kangen gitu....ya sudah...tapi gak usah kepoin lagi medsosnya...natap photo sampe ketiduran...tiap nyanyi pasti lagu rindu...itu apa namanya coba kalau bukan mendam rindu"
"Papa sotoy....Uda sana pergi gangguin Bagas aja ish"
"Hahaha...gas kalau suka bilang ntar direbut orang nangis...Haha"
"Papaaaaa"
Tuan Gautama pun berlari meninggalkan kamar sang putra semata wayangnya itu setelah puas menggodanya...selama ini dia selalu memergoki sang putra yang memandang foto gadis musuh abadinya hingga tertidur...bahkan selama di Paris Bagas ikut kelas khusu untuk gym dan juga diet sehat agar badannya tidak gendut lagi
"Huh...belum saatnya ketemu preman pasar..Gue mau ngasih kejutan terindah buat loe...biar aja gue pendam rasa rindu ini...entah kamu rindu aku atau tidak"
Bagas masih memandangi foto Arsyila Qeeva Malik yang saat ini sudah berubah menjadi gadis nan cantik bahkan Chila sudah berhijab seperti mommynya...Bagas kembali memetik gitar kesayangannya sambil berangan jauh menatap langit dari teras balkon kamarnya
ting
Sebuah pesan masuk ke ponsel Bagas...pesan dari temannya yang sengaja dia bayar untuk mengawasi Chila di Malaysia..kebetulan teman lama Bagas satu sekolah dengan Chila dan bagas memanfaatkan keadaan itu demi kepentingan pribadinya
"Bos...cewek loe ditembak lagi sama kakak kelas dan juga anak tetangganya"
Bagas tersenyum smirk...membaca pesan itu dan langsung membalas pesan itu
"*Lakukan seperti biasa...Gue tunggu hasilnya"
"Syiap laksanakan bos*"
Bagas kembali menatap foto Chila yang sengaja dijadikan walpaper ponselnya...foto gadis berhijab menghadap belakang...dan foto itu diambil oleh kakaknya saat dia berkunjung ke London...Bagas sengaja hanya menontong bagian foto Chila saja dan membuang gambar Arash
"Siapapun yang berani mengganggu preman pasar gue akan tau akibatnya"
Bagas selama ini selalu menyuruh orang untuk menghajar siapa saja yang berani menyatakan cinta kepada Chila..Bagas tak rela jika Chila bahagia begitu alasannya setiap sahabat lamanya bertanya alasan Bagas selalu menghalangi pria yang mendekatinya
Sedangkan di negara Melayu orang yang dirindukan Bagas sedang menikmati hari libur bersama teman satu kelasnya sekaligus tetangga rumahnya...mereka sangat akrab bahkan keluarga mereka juga dekat
"Syila ayo kita main"
"Mau kemana hari ini Mar"
"Kesuatu tempat yang indah dan menyenangkan"
"Okay..let's go"
Mobil Ammar menembus jalanan menuju tempat wisata yang cukup ternama dikota Penang...sepanjang jalan Ammar menyalakan musik agar mengusir keheningan
"Syila apa kamu akan ikut kembali ke indo"
"Maybe...kenapa memangnya"
"Berapa lama"
"Belum tau karena aku sudah lama tidak bertemu dengan Abang jadi aku merinduka mereka"
"Oh begitu"
"Sebenarnya aku ingin namun kondisi tidak memungkinkan"
"Kenapa"
"Atuk mengajak kami sekeluarga untuk berkunjung dirumah kerabat disingapura karena anak mereka akan menikah"
"Oh begitu"
Mereka kembali hening...perjalanan mereka cukup lama karena tempat yang mereka tuju memang sedikit lebih jauh...saat melintas disebuah toko mereka berhenti untuk membeli beberapa makanan..tak lama mereka melanjutkan perjalanan
"Ammar kenapa kamu selalu memanggil namaku syila...bukan Chila saja"
"Karena aku tak suka memanggilmu Chila...aku lebih suka memanggilmu dengan syila lebih bermakna"
"Terserah kamu saja"
"Apa kamu marah"
"Tidak aku tidak marah"
Ammar meraih tangan Chila dan mencoba menggenggamnya...Chila hanya diam saja dan tersenyum karena Chila menganggap Ammar sebagai sahabat saja
Mereka sudah sampai ke tempat tujuan...Chila sangat suka pantai dan Ammar tahu itu dan hari ini Ammar membawa Chila ke Pantai Batu Ferringhi Penang...destinasi wisata yang sangat disukai oleh para wisatawan mancanegara...pantai yang sangat bersih dan nyaman
"Ammar kamu memang terbaik"
"Kamu suka"
"Sangat....sangattt suka...makasih my bestie"
"You are welcome my dear"
Chila hanya nyengir kuda saja menanggapi jawaban Ammar karena dia sudah biasa dengan perkataan Ammar yang menyebutnya sayang atau honey...itu sudah membantu dia menjauhkan serangan cinta para pria
"Ayo kita jalan - jalan dan apa kamu mau aku foto"
"Of course"
Mereka berjalan menyusuri pantai yang indah... walaupun sangat padat pengunjung namun tak mengurangi keindahan pantai itu
"Syila jika suatu saat aku mengajakmu untuk snorkling ikan apa yang ingin kamu lihat pertama kali"
"Ikan buntal"
"Hah...kenapa..bukannya itu ikan paling jelek ya"
"Tapi dia imut...Haha"
"Ouh begitukah...tapi ikan buntal ikan paling beracun dan tak bisa dikonsumsi"
"Karena kalian hanya melihat dari covernya saja...jika kalian pahami ikan buntal itu sangat istimewa...dia sangat cantik dan cerdas dalam melindungi dirinya...dan dibalik tubuh beracunnya itu dia memiliki rasa yang lezat"
"Darimana kamu tau...bukannya ikan itu sangat beracun dan racunnya melebihi sianida"
"Dijepang ada makanan bernama fugu dan hidangan itu terbuat dari daging ikan buntal...dan hanya koki istimewa dan hebatlah yang dapat membuat makanan istimewa itu"
"Oh ya...menakjubkan sekali..itukah yang membuatmu tertarik dengan ikan itu"
"Dia istimewa tidak sembarangan orang bisa menyentuhnya"
Chila berbicara sambil menatap laut biru yang indah dia mengangkat sedikit dagunya sambil tersenyum memikirkan sesuatu
"Apa kabar kamu ikan buntal ku sayang"
Ammar mengambil beberapa foto Chila dipantai dengan ponselnya dan ponsel Chila tak lupa juga foto mereka berdua dengan latar belakang pantai nan indah
Salah satu foto dirinya dengan Ammar dia unggah ke akun medsosnya.. karena foto itulah membuat seseorang di bagian negara lainnya merasa terbakar...foto dengan caption yang sangat mengganggu pikirannya
Terimakasih untuk liburan indah ini
Bahkan Chila menambahkan emoticon love disana semakin membuat seseorang murka
"Kurang ajar berani sekali dia mendekati gadis preman pasar milik gue"
Bagas langsung menghubungi temannya untuk mencari info tentang pria tersebut.. setelah dapat Bagas mengepalkan tangannya
"Dasar modus...Gue bisa lihat darai mata tuh pria kalau dia nyimpan rasa sama Chila...Gak ada dalam sejarah pertemanan gue... lelaki dan perempuan bersahabat tanpa ada embel-embel perasaan"
Papa Bagas yang tak sengaja mendengar kemarahan sang putra dari tadi hanya bisa menahan tawanya
"Makanya jangan gede gengsi...nyesek kan ada yang dekatin...hehehe"
Bagas masih uring uringan bukan hanya foto Chila dengan Ammar namun juga komen dari para teman dan kakaknya...yang menggoda Chila seolah mereka memiliki hubungan spesial
"Beginikah rasanya hanya bisa memandang tanpa memilikinya...awas kamu preman pasar"
________
Jeng jeng...apa mereka akan benar-benar bersatu atau bahkan tetap bermusuhan seperti sebelumnya
jangan lupa jempolnya kakak
happy Reading