
Arash sudah tiba dilombok malam hari bersama Chila dan juga beberapa orang yang sengaja Arash sewa untuk pengambilan gambar. Chila antusias untuk berlibur walau hanya beberapa hari saja. Dia tidak tahu jika saat ini dihotel yang sama sedang duduk manis menikmati secangkir coklat panas bersama sang asisten.
"Bang kamar kita gak jauhan kan"
"Gak honey. Sebenarnya abang mau pesan kamar yang twin bed tapi habis"
"Ya uda gapapa bang yang penting jangan jauhan"
"Iya abang tau baby"
Chila merangkul mesra lengan sang abang. Jika dilihat mereka seperti pasangan yang sedang menjalin asmara. Setelah menerima kunci kamarnya, Arash dan Chila langsung menuju kamar mereka.
"Jangan lupa kabari mommy honey"
"Iya abang. Selamat tidur abang"
"Selamat tidur honey. Ada apa-apa langsung hubungi abang"
"Syiap bos"
Setelah mengecup kening sang adek, Arash langsung masuk kedalam kamar. Dia membersihkan diri terlebih dahulu, lalu merebahkan badannya diatas ranjang. Dia mengambil gawainya dan menghubungi sang pujaan hati.
"Assalammualaikum sayang"
"Waalaikumsalam mas"
"Aku uda sampe sayang. Ini lagi dihotel biasanya"
"Alhamdulillah. Ya sudah mas istirahat saja dulu. Icha lagi ada acara perpisahan ini"
"Oke sayang. Sampe ketemu besok baby. Assalamualaikum"
"Iya masku. Waalaikumsalam"
Arash masih memeriksa beberapa laporan yang dikirim oleh Daffa. Dan sebuah kabar jika perempuan gila yang waktu itu menyatakan perasaan pada Arash, terus mencari keberadaan Arash. Arash tak menanggapi. Dia meminta Daffa agar membiarkan saja. Dia sudah memiliki rencana sendiri untuk memusnahkan kuntilanak itu. Setelah semua selesai Arash pun tertidur.
Pagi hari yang indah. Arash sudah siap akan menemui Icha dan memulai pengambilan gambar untuk prewed. Arash sedang menunggu Chila didepan kamarnya. Tak lama Chila keluar. Mereka berjalan beriringan bersama team juga untuk sarapan terlebih dahulu. Arash lupa jika Bagas ada ditempat yang sama. Saat masuk ke dalam kafe hotel itu, Arash melihat Bagas sedang sarapan bersama Jimmy. Namun baik Bagas dan Chila sama-sama belum menyadari. Arash juga tidak berniat memberitahukan kepada Chila.
"Mau makan apa honey"
"Roti aja bang"
"Oke sayang"
Mereka makan dengan riang. Bahkan para pegawai dari studio Jimmy pun mudah akrab dengan Chila dan Arash. Bagas yang baru sadar dengan keberadaan Chila. Namun dia tidak ingin merusak suasana di pagi hari ini.
Rombongan Arash langsung menuju lokasi Icha berada. Lokasi prewed Icha dan Arash sengaja diambil tak jauh dari tempat Icha sedang mengemban tugas kampus. Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di perkampungan tempat Icha berada.
"Wah cantik sekali tempat ini bang"
"Iya makanya Abang milih prewed disini. Yuk ketempat Icha"
"Yuk"
Chila bergandengan tangan dengan Arash. Saat berpapasan dengan beberapa teman Icha, Arash mendapat pandangan yang seolah Arash selingkuh.
"Mereka siapa sih bang, kok melihat kita kayak gimana gitu"
"Mereka teman Icha. Wajar, mungkin dikira kamu selingkuhan Abang dek heehe"
Mereka berjalan mencari keberadaan Icha. Arash mencoba menghubungi Icha agar Icha bisa keluar menemuinya. Icha keluar langsung memeluk Chila. Arash langsung menyuarakan rasa irinya.
"Pengen peluk juga"
"Belum sah Abang. Chila laporin mommy"
"Hahaha sabar ya masku sayang"
"Kak Chila kangen"
"Kok manggil kakak. Kan harusnya Icha yang manggil kakak"
"No kak Icha adalah kakak Chila walaupun usia kita beda"
"Huh mengaku tua dia sayang"
"No Abang, Chila masih muda Abang. Masih imut"
"Amit amit deh"
"Abang. Awas Chila sabotase kak Icha"
"Berani. Abang gak kasih ijin WO kamu"
"Kak Icha. Abang ngancemnya gak banget deh"
"Biarin aja. Ancam aja balik kok susah"
"Heh sayang malah ngajarin jelek ke adik iparnya"
"Itu bukan ngajarin jelek Masku tapi ngasih solusi"
"Solusi menjerumuskan"
Sepanjang jalan menuju lokasi pemotretan, tak hentinya mereka saling berdebat. Saling ejek bahkan tertawa bersama. Arash dan Chila prewede menggunakan pakaian casual agar nampak santai. Hanya dua pasang baju yang mereka pakai. Chila menemani sambil menjadi pengarah gaya.
Setelah hampir dua jam pemotretan Arash selesai. Kini Chila ikut bergabung untuk mengabadikan momen berliburnya. Chila berlari tanpa menghadap kearah depan.
Brugh
"Aduh. Maaf maaf kak gak senga... Jailangkung"
"Dasar Mak Lampir dimana-mana kok ketemu"
"Heh loe ngikutin gue ya"
"Kok setan"
"Mak Lampir kan jelmaan setan"
"Dasar dedemit. Minggir gue mau lewat"
"Loe yang minggir. Loe menutupi jalan gue"
"Heh jalan selebar itu masih bilang gue nutupin"
"Jalan menuju hati loe Mak Lampir"
"Tidur loe kemiringan. Kebanyakan halu"
"Tau aja gue suka miring kalau tidur. Cinta banget ya sama gue. Sampai hafal gaya tidur gue"
"Amit-amit deh. Mending gue sama ikan buntal daripada sama jailangkung"
"Gak usah sok nolak gitu. Besok loe jatuh cinta ke gue awas ya"
"Jangan mimpi"
Chila berjalan menjauh dari Bagas. Bagas menarik lengannya. Bukan adengan masuk kedalam dekapan Bagas. Yang ada Bagas ditarik balik oleh chila dan dibanting"
"Aduh. Gila kasar banget sih loe"
"Kenapa. Gak terima. Maju sini"
"Aduh. Pinggang gue remuk"
"Cowok kok lembek"
Tanpa membantu Chila langsung berlalu melewati Bagas. Bukan Bagas namanya kalau tak bisa membalas Chila. Bagas menarik kaki Chila hingga terjatuh.
"Loe main curang. Ngajakin war ayo"
"Loe tuh udah banting gue gak minta maaf langsung ninggalin aja"
"Emang loe siapa harus gue bantu"
"Suami loe"
"Ngimpi loe"
Kaki Chila yang masih dipegang Bagas, langsung diputar membuat gerakan cepat hingga berganti Bagas dalam Capitan kaki Chila. Beruntung Arash melewati daerah itu dan langsung menolong Bagas. Sedangkan Jimmy menjadi penikmat pertunjukkan yang menyajikan penyiksaan bosnya oleh seorang wanita. Bahkan Jimmy mengabadikan perdebatan mereka dalam bentuk video dan mengirimkan kepada orangtua Bagas.
"Honey stop. Jangan kamu siksa dia"
"Dia duluan bang. Chila hanya membela diri saja"
"Pak Arash adik anda ini sungguh sangat buas"
"Maafkan adik saya Pak Putra"
"Abang gak usah minta maaf sama manusia jailangkung gak tau aturan ini"
"Heh Mak Lampir kalau ngomong bisa dipikir dulu gak. Loe itu hampir marahin tangan gue yang berharga ini"
"Jailangkung. Kalau loe gak rese narik gue. Gue gak akan lakuin itu. Bye"
Chila malas berdebat langsung meninggalkan pantai dengan mood yang sangat buruk. Sedangkan Jimmy dan Arash menertawakan Bagas setelah Chila berlalu pergi. Sepanjang jalan menuju mobil Chila terus mengumpat.
"Setiap ketemu jailangkung pasti sial. Dasar jelmaan jailangkung sialan. Awas ketemu lagi gue bejeg jadi perkedel"
Chila menunggu Arash didalam mobil hingga tertidur. Dan tanpa sadar sudah tiba dihotel. Arash menggendong Chila hingga ke kamar. Setelah itu dia kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Hari menjelang malam. Arash sedang menjemput Icha untuk makan malam bersama. Sedangkan Chila akan menunggu abangnya di restauran depan hotel. Pucuk dicinta, tom and jerry pun bertemu. Suatu kebetulan yang sangat menguntungkan bagi Bagas tidak bagi Chila. Tanpa sengaja kamar mereka berhadapan.
"Wah wah sepertinya kita memang berjodoh sayang"
"Loe lagi loe lagi. Kenapa gue sesial ini sih"
"Berkah sayang. Namanya juga jodoh"
"Nggak dengar nggak lihat. Nggak dengar nggak lihat"
Chila terus bergumam seperti itu dan berjalan didepan Bagas. Sedangkan Bagas berjalan dibelakang Chila dengan terus menampakkan senyumnya.
"Sayang pelan-pelan saja jalannya. Nanti anak kita kenapa-kenapa loh"
"Anak setan"
"Eh emak setan marah"
"Bodo. Astaghfirullah ya Allah sabar kan hati Chila. Jauhkan Chila dari godaan setan yang terkutuk"
Saat Bagas akan menjawab Chila pintu lift terbuka. Dan didalam lift sudah ada empat orang. Bagas mengurungkan niatnya. Namun saat akan keluar lift. Senagaja Bagas berbisik ditelinga Chila dan membuatnya terbengong.
"Terkutuk cintamu preman pasar kesayangan ikan buntal"
Bagas tersenyumelihat reaksi Chila dan meninggalkan Chila sendiri. Chila yang mendengar julukan lamanya dipanggil langsung teringat seseorang.
"Ikan buntal"
______
Jeng jeng jeng sudah mengaku secara tak langsung. Apakah yang akan terjadi nanti
Jangan lupa jempolnya kakak mau ngasih hadiah juga gpp kok
Happy Reading