RashSya Story

RashSya Story
RashSya~ Mas Arash



Dua bukan sudah Annisa tidak lagi magang...semenjak Arash mendapatkan nomor ponsel Annisa belum sekalipun dia menghubungi Annisa kecuali Daffa yang meminta bantuan..hari ini dirumahnya akan ada tamu teman Atuk Syakir untuk makan malam bersama... beberapa waktu yang lalu atuk Syakir berkata jika salah satu temannya ingin berkenalan dengan arash


Daffa yang sedari tadi heran melihat bos sekaligus sepupunya itu bengong mencoba bertanya


"Loe kenapa sih Rash"


"Gue lagi mager banget Daf...bosen"


"Gue lihat semenjak gak ada Icha disini loe lebih suka murung deh"


"Perasaan loe aja deh daf...gue kan emang gini"


"Gue kenal loe banget Rash...kalau loe emang ada rasa sebaiknya loe ungkapin"


"Paan sih gak jelas loe"


"Loe itu yang jelas Rash...bilang ke klien Annisa tunangan loe...tapi giliran suruh serius malah bengong...mau dia direbut orang"


Arash berubah raut wajahnya menjadi sedikit ceria...dia baru saja mengingat jika selama enam bulan Icha menjadi asistennya sudah banyak kliennya yang tau jika Icha adalah tunangannya


"Thanks Daf loe ngasi gue ide"


"Paan coba"


"Ntar loe juga tau Daf"


Arash mengambil gawainya dan mengirim pesan kepada Annisa


Icha Maharani


Assalamu'alaikum hai Icha apa kabar


Cukup lama Arash menunggu balasan pesan dari Annisa...karena memang Arash mengirim pesan di jam dia sekolah.. berkali-kali di menatap layar gawainya menunggu jawaban dari Icha


Pak Arash


Waalaikumsalam Alhamdulillah baik..bapak apa kabar😊


Arash yang melihat layar ponselnya menyala langsung mengambilnya dan dia tersenyum melihat notif pesan dari Icha


*Icha Maharani


Alhamdulillah saya juga baik Cha...oya hari ini bisa ketemu gak Cha


Pak Arash


Bapak ada perlu sama Icha


Icha Maharani


Iya saya mau minta tolong ke kamu..bisa gak Cha...karena cuma kamu yang bisa bantu saya


Pak Arash


Baiklah pak..mau ketemu dimana kita


Icha Maharani


Kamu pulang sekolah jam berapa Cha


Pak Arash


Jam sebelas pak*


Arash melihat jam di tangannya sudah jam sepuluh lebih dua puluh menit..berarti sebentar lagi Icha pulang sekolah


Icha Maharani


*Saya jemput kamu ya disekolah...kamu shareloc sekarang saya berangkat


Pak Arash


Hah yang bener pak mau jemput Icha


Icha Maharani


Iya icha uda kamu shareloc sekarang


Pak Arash


Siap pak bos*


Icha mengirim lokasi sekolahnya dan arash masuk kedalam ruangan daffa untuk mengatakan jika dia akan ada urusan diluar dan bila memungkinkan dia kembali lagi ke kantor jika tidak pekerjaan dilimpahkan kepada Daffa...daffa hanya bisa mendengus kesal


Arash melepas jas dan dasinya dia menaruh di jok belakang lalu membuka dua kancing baju paling atas dan menggulung lengan bajunya menjadi sesiku tak lupa kacamata hitam andalannya...butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai disekolah Icha


Arash menunggu didalam mobil..saat bel berbunyi Arash keluar mobil dan berdiri disamping pintu sambil satu tangan memegang ponsel dan satu lagi masuk kedalam saku celana bahannya


Para siswi kelas tiga menatap Arash dengan tatapan memuja namun tak dipedulikan oleh Arash...hingga sebuah suara mengagetkan Arash


"Kak lagi nunggu siapa"


"Annisa"


"Saya Annisa kak"


Arash mengernyitkan dahinya mendengar seseorang mengaku namanya sebagai Annisa...bahkan sisiwi itu nampak centil sekali


"Annisa Maharani"


"Oh Icha slebor maksudnya"


Arash diam saja...dia melirik dari balik kacamata hitamnya banyak siswi menatapnya sambil tersenyum..tak lama Adam dan Annisa datang menghampiri Arash...namun Annisa sempat kesal karena Arash masih menggunakan status abal-abal mereka


"Kakak siapanya si Icha...karena saya kenal kakaknya Icha jadi jelas kakak bukan kakaknya kan"


"Tunangan Icha"


Semua melongo mendengar penuturan Arash dan dia melihat wajah Icha ditekuk tak suka langsung menampakkan senyum mautnya...membuat semua cewek disana meleleh


"Sayang ayo pulang"


Adam dan Nurul yang tahu siapa Arash sama-sama kaget dengan panggilan Arash ke Icha


"Sayang"


"Kalian berdua jangan nething tuh orang lagi kumat gilanya ntar gue jelasin kalau urusan gue sama tuh bos gila selesai"


Adam dan nurul masih penasaran hanya bisa mengangguk paham...annisa berjalan kedepan Arash...dan menegur para cewek yang masih mengelilingi Arash


"Kalian kayak gak pernah lihat cowok bening aja...Kalian tau gak sih mupeng kalian kayak kucing garong kelaparan lihat tikus got langsung pengen nyaplok"


"Yuk"


Arash membukakan pintu untuk icha dna dia memutar masuk kedalam mobilnya tak lama mobil itu meninggalkan sekolah Annisa


"Huh masih ngajakin Icha terjerumus dalam dosa ya pak"


"Maksudnya apa Cha"


"Kenapa ngaku tunangan Icha sih pak..yang ada heboh semua nanti"


"La mau gimana lagi cuma itu senjata ampuh menjauhkan mereka dari sekitar saya"


"Huh...makanya tadi gak usah keluar mobil biar gak jadi tontonan para kucing garong kelaparan lihat tikus got nganggur pengen dicaplok"


"Kamu nyamain saya dengan tikus got Cha"


"Lah kucing kampung makannya apa coba"


"Tikus got..ikan cue"


"Berarti icha gak salah kan pak"


"Ya Allah cha dua bulan kita gak ketemu...sekalinya ketemu kamu ngatain saya tikus got"


"Ya maaf pak Icha kelepasan tadi..hehehe"


"Mboknya kalau lagi ketemu lagi tuh tanya kabar kek atau bilang apa gitu"


"Lah tadi pas chatan uda nanya kabar Pak..kenapa harus nanya lagi coba"


"Basa basi gitu Cha"


"Ya sudah Icha tanya..bapak apa kabar"


"Basi Cha"


"Apanya yang basi pak...bapak bawa makanan basi...ya dibuang dong pak biar gak bikin bau"


"Kamu yang basi Cha"


"Kok Icha sih...icha masih wangi ya"


"Kamu uda makan belum Cha"


"Belum pak"


"Makan dulu mau..saya juga laper Cha"


"Maulah kalau gratisan"


"Iya saya yang traktir"


Arash membawa annisa ke kafe terdekat..dan ternyata kafe paling dekat milik Malika...arash pun kesana


"Kamu mau makan apa Cha"


"Saya apa aja oke pak"


"Beneran ya gak ada pantangan ini takutnya kamu lagi diet"


"Emang saya gemuk pak"


"Nggak kan biasa jaga image gitu didepan cowok"


"Eleh sok jaga image yang ada lapar..lagian ya kata seseorang...wanita diet selalu makan sayuran hijau biar kurus...tapi mereka tidak melihat sapi yang makan sayuran hijau tambah gemuk..Hahaha"


"Hahaha..Kamu dapat kata kata itu dari mana Cha"


"Ayang Jungkook"


"Jongkok lagi jongkok lagi"


"Bapak gak boleh gitu ya ganti nama orang"


"Cha boleh gak jangan manggil saya bapak...kamu sudah gak kerja dikantor saya lagi...dan saya juga bukan bapak kamu"


"Terus saya harus manggil apa coba"


"Kakak...Abang...mas juga gapapa"


"Kakak...nanti dikira saya adik bapak...abang ya kali kayak lagu..abang tukang bakso mari mari sini Icha mau beli...mas.. kapan kita nikah"


"Ya sudah sayang aja gimana"


Annisa melotot sedangkan Arash nyengir sambil memainkan alisnya...icha menjawab dengan lagu dan menggoyangkn jarinya


"Sayang opo kowe krungu jerit e atiku mengharap engkau kembali..."


"Hok a hok e....asyekk"


"Ih bapak kenapa malah ikutan nyanyi coba"


"Ya habisnya kamu disuruh milih malah nyanyi"


"Icha bingung enaknya manggil apa"


"Senyaman kamu aja asal jangan bapak lagi"


"Hmmm....ya udah mas aja"


"Coba tes panggil"


"Ehem....mas Arash"


"Apa dek Icha"


Mereka ngakak bersama setelah mendengar panggilan masing-masing..Malika yang tak sengaja melihat keakraban Arash dan Icha sempat tertegun..dia merasa Arash sudah menemukan orang yang tepat karena bisa membuat Arash tertawa


Mereka makan siang sambil berbincang Arash menanyakan kegiatan Icha selama dua bulan ini...dan Arash baru tau jika icha memilih kuliah di Jogja...ada sedikit kecewa..namun Arash memiliki sebuah rencana


____


Haish uda mas sama adek aja ini...cayo bang Arash


jangan lupa jempolnya kakak


happy Reading