
Brukkkk
"Abang apa-apaan sih masuk langsung aja nyelonong"
"Kalau gue gak langsung nyolong kalian uda bugil disini. Gak kasian apa sama Iky yang uda istighfar dari tadi diluar gara-gara suara lucknut kalian yang kenceng itu. Apa kamar dihotel ini semua penuh sampai gak bisa masuk kamar dulu"
"Ck lagian siapa juga yang mau gituan disini. Gue masih waras bang"
"Terus suara apaan tadi. Uh ah oh. Cicak kawin gitu"
"Ish gitu amat sih bang. Gak mungkin sampai kedengaran uda gue buat kedap suara"
"Eh oon makannya sebelum apa-apa dicek lagi. Iky gak mungkin sampai ngusir orang di koridor ini terus istighfar berkali-kali kalau suara kalian gak sekenceng itu. Berasa pake toa masjid"
Arsya berjalan menuju pintu luar terus meminta sang asisten mengaktifkan mode kedap suara namun percuma suara masih terdengar.
"Ya Allah baterai remote habis bang. Hahaha"
"CEO terkere beli baterai remote sampai gak sanggup"
"Eits bukan gak sanggup cuma kelupaan bang"
"Lagian apa kalian gak bisa nahan dan harus didalam kantor hah. Bukannya lebih enak diatas kasur"
"Lebih gak bisa nahan kalau didalam kamar bang. Kalau disini gue masih bisa ngontrol gak sampai bablas"
"Lah kenapa harus nahan segala kayak orang mesum aja. Kalian itu uda halal gak perlu nahan segala. Loss in aja. Gaspol pokonya gue mau punya ponakan cepat"
"Gaspol gundulmu bang. Retha aja lagi palang merah gak bisa diterobos"
"Buahahaa. Jadi itu yang bikin loe kayak gini. Solo hits terus"
"Gak sebisa mungkin gue gak solo hits uda ada yang sah ngapain susah-susah buat solo hits"
"Huh kasian. Udah ah uh ohhhh. Cuma tegak gak bisa apa-apa. Apa bedanya sama Monas berdiri hanya untuk dilihat"
"Dasar Abang nyebelin seneng banget sama penderitaan gue. Gue doain loe besok nasibnya sama kayak gue pas nikah ma Icha"
"Apa gunanya gue lulus S2 kalau masalah kayak gitu gak bisa gue atasi"
"Huh iya iya gue yang gak prepare jadinya kayak gini"
Rizky hanya tertawa melihat perdebatan yang sedikit fulgar antara dua manusia kembar itu. Sedangkan aretha saking malunya masih bersembunyi didalam toilet ruangan Arsya.
"Loe kesini mau ngapain bang. Gak mungkin cuma mau gangguin gue kan"
"Niatnya gue kesini mau ngasiin hadiah yang nyasar dikantor gue ke loe. Eh malah mergoki pasangan mesum"
"Hadiah buat gue apa buat loe bang"
"Jelas buat loe lah yang habis merried kan loe bukan gue"
"Kalau buat gue biasanya langsung kesini. Palingan juga buat loe itu bang"
"Gini aja daripada penasaran kita buka bareng-bareng aja apa itu isinya"
"Ayolah. Adil juga kayak gitu"
Sikembar dan Rizky langsung duduk disofa dan membuka bungkus kado perlahan. Kotak yang cukup besar membuat mereka semakin penasaran. Saat kotak itu terbuka nampak isi dalamnya yang membuat mereka jengkel namun juga lucu.
"Dasar Duo Ghay semprul"
"Buahahaa ternyata ulah mereka. Tapi kenapa ada dikantor gue"
"Bentar bang ada suratnya kayaknya"
Rizky membongkar isi kado tersebut dan mendapatkan sepucuk surat dari Duo lucknut.
Happy wedding Arsya dan Aretha. Happy fiance Arash dan Annisa. Kado kita jadikan satu biar kalian bagi berdua. Itu semua lingeri keluaran terbaru dan masing-masing model hanya ada dua didunia. Itu kita borong buat koleksi kalian. Dan buat Arash loe simpan sampai sah. Buat Aretha pakai ini tiap malam biar Arsya gak bisa merem Haha. Pesan dari kami buat Arash jangan dibayangkan dosa tanggung sendiri. Buat Arsya. Joblos Aretha demi keturunan geng bledek sepuluh anak cukup. Hahahaha. Oya lupa kita beliin minyak khusus dari Papua biar loe tahan lama Ars tegak tiada tanding.
Salam dari sahabat tercinta kalian. Orang ganteng tiada tanding. Orang pandai tiada banding. Ghaydan si tampan dan Ghaisan si jenius.
"Ganteng dari Hongkong dasar semprul"
"Hahaha... Sumpah gue suka slogan Duo semprul itu"
"Apa bang"
"Joblos Aretha demi keturunan geng bledek sepuluh anak cukup. Hahaha. Loe emang ada rencana buat ngalahin si geng petir yang terkenal itu Ars"
"Gak ada kepikiran sih bang. Tapi patut dipertimbangkan. Siapa tau anak gue lebih tenar dari mereka. Haha"
"Iya loe yang bahagia nyoblos terus Aretha yang engap ngeluarin hasilnya"
"Betul kata bang Arash nikmatnya pas bikin berdua. Giliran ngeluarin Aretha berjuang sendiri. Loe mah tinggal bilang. Sabar sayang kamu kuat kamu bisa"
"Kalau bisa ikuti saran pemerintah tiga anak cukup"
"Pemerintah nyuruhnya dua anak kali bang"
"Kalau dua anak itu buat pasangan yang gak ada gen kembar. Kalau kayak kita. Anak pertama kembar sama aja hitungannya satu"
"Iyalah gitu aja gak mudeng. Dah ah gue mau balik dulu. Jadwal mantau nyonya diluar kota"
"Nasib yang lagi LDR. Lelah ditimpa rindu. Hahaha"
"Asal jangan lali duwe relationship (lupa punya hubungan) aja. Hahaha"
"Gak lah Ky kalau yang itu. Gue selalu mantau dia dua puluh empat jam"
"Apotek kali"
"Suka-suka gue. Dah gue mau balik. Jangan dilanjut Ars kalau belum buka palang merahnya. Nyesek sendiri ntar. Hahaha"
"Sialan sana pergi bang"
"Jangan lupa cetuskan geng bledek. Hahaha"
Arsya hanya geleng-geleng kepala dan menemui sang istri yang masih bersembunyi ditoilet karena malu. Sedangkan Rizky dan Arash sudah pergi menuju lobby. Kebetulan Rizky juga akan keluar karena urusan pekerjaan.
Tiba dirumah, Arash langsung masuk kamar untuk bersih-bersih dan melaksanakan kewajiban seorang hamba. Setelah itu dia mengambil gawainya untuk menghubungi Annisa.
Tiga kali nada tersambung belum juga annisa mengangkatnya. Arash terus menghubungi Annisa karena tidak seperti biasanya annisa seperti ini. Arash tau pasti jadwal kuliah Annisa karena dia meminta sang kekasih mengirimi salinannya agar dia bisa mengatur waktu untuk berkomunikasi tanpa mengganggu jadwal kuliahnya. Setelah sepuluh kali menghubungi barulah Annisa menjawab. Namun Arash menjadi khawatir.
"Assalamu'alaikum Abang. Huahh Abang hiks hiks"
"Waalaikumsalam sayang kenapa. kamu kok nangis. Ada apa"
"Mati Abang sudah mati"
"Siapa yang mati sayang"
"Arash mati Abang"
"Apa. Coba kamu ulangi sayang siapa yang mati"
"Arash abang Arash"
"Arash siapa. Jangan macam-macam ya sayang”
"Arash hamster syiria punya Icha. Yang icha beli dua minggu lalu. Tadi masih mainan eh Icha tinggal semedi ditoilet bentar gak taunya kandang Arash kebuka. Icha nyariin disekitar kamar gak ada. Terus Mbk kamar sebelah manggil Icha lihat Arash. Pas Icha samperin si arash udah dilahap sama si Jenni kucing kampung milik ibu Kos. Huahhhh arashku mati Abang"
"Huh syukurlah Abang kira siapa gitu ada Arash lagi disana"
"Kok Abang gitu sih malah seneng lihat Arash mati dimakan jenni sibulukkan itu dasar sompreto bin kampreto tuh kucing. Pengen Icha bejek-bejek terus Icha kulitin"
"Lah lagian kenapa kamu melihara hamster sih sayang. Uda gitu dikasih nama pakai nama Abang. Sama aja kamu nyamain Abang sama hamster gak ada bedanya sama tikus got. Bentukan aja sama mungkin kasta tinggian hamster dikit. Kenapa gak melihara kucing anggora gitu yang lucu imut ngangenin kayak abang"
"Icha gak suka kucing karena bulunya suka rontok bikin batuk Abang. Hamster kan bulunya gak lebat dan panjang jadi aman. Lagian kalau digendong itu ringan gak ada suaranya juga jadi gak berisik. Kan sama kayak abang yang kayak kulkas tanpa suara"
"Sayang abang telpon karena kangen kamu. Eh sekalinya diangkat malah dihina disamain sama tikus"
"Hamster Abang bukan tikus"
"Apalah itu yang jelas sejenis sama-sama hewan pengerat"
"Abang juga hewan pengerat. Pengerat cinta Icha. Cie cie"
"Receh amat sih. Jadi makin kangen"
"Sama Icha juga kangen. Abang uda pulang kerja"
"Uda sayang. Kamu gak ada kelas tambahan hari ini sayang"
"Gak bang. Tadi aja kelasnya kosong tiga sks"
"Terus main kemana kok gak nelpon Abang"
"Tadi pas pulang langsung pergi sama Pak Santo. Nyari bahan buat makalah dipasar buku bekas. Keasyikan lupa ngabarin. Terus sampai rumah mainan sama Arash bentar niatnya mau telpon eh malah Arash diembat si Jenni kampreto"
"Sayang besok cari peliharaan yang elut dong jangan hamster"
"Apa ya bang"
"Ya pokoknya jangan tikus dan sejenisnya tega kamu tunangan sendiri disamain sama tikus"
"Ah Icha tau. Icha harus melihara apa"
"Apaan emangnya yang"
"Ikan ******. Kecil lucu gemesin"
"Itu lebih baik daripada tikus sayang"
______
Hai hai ketemu lagi sama author receh nan gaje. jangan bosan ya
jangan lupa jempolnya kakak
Happy Reading