
Hari besar dan bersejarah bagi atha dan seila telah tiba. Sejak semalam atha dan keluarganya sudah berada dihotel milik Arsya. Si kembar membiayai acara resepsi atha dan seila. Akad nikah akan dilaksanakan pagi hari pukul sepuluh. Sedangkan acara resepsi diadakan siang hari. Dan esok paginya atha akan membawa seila ke maldives hadiah honeymoon dari Bagas saat dia membantu melamar chila.
Saat ini atha sedang ditemani para sahabatnya. Bahkan arash yang awalnya tidak bisa pulang, pagi ini sudah ikut bergabung menemani atha didalam kamar miliknya sedangkan mempersiapkan diri.
"Cie. Akhirnya ada satu lagi melepas jones nya haha"
"Sialan lo zha"
"Tinggal dua jones lagi nih. Bang devin sama sinchan"
"Eh sinchan beneran gak pulang ini"
"Kayaknya sih gak"
"Awas aja nikahan dia nanti gue gak akan datang juga. Gak setia kawan banget"
"Siapa yang loe bilang gak setia kawan tha"
Mereka semua menoleh kearah pintu. Ghaisan sudah berdiri disana sambil tersenyum. Atha langsung melonjak bahagia. Bahkan atha langsung memeluk ghaisan erat.
"Sinchannn"
"Tha lepasin napa. Gue masih normal tha"
"Ogah gue kangen loe banget chan. Jahat gak pernah kasih kabar"
"Haha sorry gue sibuk banget"
"Loe balik sama malika kan chan"
"Hm iya"
Memang jawaban ghaisan sedikit ragu mengenai malika. Namun dia berusaha agar para sahabatnya tidak mengetahui apa yang sedang terjadi padanya dan malika.
"Hai dude pa kabar kalian"
"Alhamdulillah baik. Loe gimana chan"
"Alhamdulillah baik juga. Arsya mana kok gak kelihatan"
"Tadi lagi bantuin retha gedong serkan"
"Ah serkan. Gue kangen. Gue belum pernah ketemu langsung sama dia"
"Loe sih sibuk nyari berlian ke negara orang. Hahaha"
"Demi masa depan tha"
"Iya tinggal kita tunggu siapa dulu nih yang melepas jabatan jones hahaha"
"Berlagak banget yang uda mau laku"
"Ya iyalah"
"Tha ini hadiah dari gue. Semoga loe suka"
"Ah makasih my dear"
"Jijik tha"
"Sok jijik gak ingat apa kita pasangan penomenal"
Suara tawa riuh terdengar dikamar atha. Tak lama Arsya kembali ikut bergabung. Kekonyolan semakin menjadi. Dikamar lain seila sedang dirias. Jasmine dan Icha sedang menemani. Karena mereka tidak ingin dirias berlebihan jadilah mereka menemani calon mempelai wanita.
"Mommy kok gak mau dimake up kenapa"
"Lah ini uda dimake up sayang. Hahaha"
"Tapi biasa aja make upnya mommy, kak icha juga"
"Huh bukannya kami gak mau dimake up sel. Tapi singa kami itu ganas banget"
"Haha oh gitu baru tau seila kak"
"Kamu pun nanti juga akan mengalami seil. Ingat atha itu sedari kecil ikut mommy besar bareng sama si kembar jadinya sifat mereka gak jauh"
"Oya mom. Seila sampai sekarang masih penasaean sama si kembar. Seperti apa mereka"
"Mereka menyebalkan kuadrat"
"Kok gitu kak"
"Ntar loe juga tau sendiri ya mom"
"Hahaha iya. Icha benar"
"Kak icha masih kuliah ya"
"Sudah skripsi sel. Nunggu pendadaran ini"
"Loe jurusan apa sel"
"Kedokteran kak. Kalau kakak"
"Manajemen bisnis sel. Wah calon dokter cintanya si mister ghay hahaha"
"Kok mister ghay kak. Berasa gimana gitu dengar itu hahaha"
"Lah loe gak tau apa dia pasangan sejatinya kak ghaisan. Nama mereka sama-sama ghay haha"
"Ternyata kak icha asyik ya diajak bercanda"
"Baru tau dia hahaha"
"Jujur awal-awal kalian datang ikut dalam rombongan keluarga kak atha, ada sedikit rasa takut dihati seila kak. Seila minder banget"
"Kenapa. Apa karana kami menyandang gelar Malik dan Alfathir"
"Iya. Siapa yang tak mengenal keluarga kalian. Dibanding keluarga seila yang hanya remahan kerupuk ini"
"Huh loe bilang keluarga loe remahan kerupuk. Loe gak tau siapa keluarga gue. Dibanding keluarga loe, keluarga gue jauh dibawah"
"Kak.."
Jasmine yang mendengar calon menantunya merendahkan diri sendiri, langsung berusaha membelanya. Apalagi tidak menganggap Icha sebagai menantu melainkan anak.
"Icha sayang, mommy gak senang kamu ngomong gitu. Bagi kami kebahagiaan anak-anak kami yang utama. Berasal dari manapun kalian. Harta tak pernah menjamin suatu kebahagian. Bagi kami kenyamanan anak-anak dengan pasangannya lebih utama. Buat apa kami mencari menantu yang sederajat, jika hanya dengan anak kami seorang bisa mengangkat derajat keluarga istrinya nanti. Ingat surga istri itu ada di ridho suami. Dan suami wajib menafkahi istri. Bukan malah istri ikut mencari nafkah. Kecuali dalam kondisi tertentu. Jangan lagi merasa rendah karena belum tentu kalian rendah dihadapan pencipta. Itu yang penting dan ingat jangan dengar ucapan nitizen yang mulutnya lebih oedas dari bon cabe"
"Ah mommy lophe u pull"
"Iya sayang. Kamu itu anak mommy sejak arash menyematkan cincin dijari manismu ini. Begitu juga denganmu seila. Kamu juga bagian keluarga malik. Kapanpun kamu memerlukan bantuan kami, dengan senang hati kami akan membantu"
Seila ikut terharu melihat Icha sedang berpelukan dengan jasmine. Dia juga bahagia bisa diterima dengan mudah dikeluarga sultan ternama itu.
Seila sudah selesai dirias. Dia dibawa pindah keruangan didekat ballroom sambil menunggu atha selesai mengucapkan ijab qobul. Disana dia masih ditemani Icha dan Jasmine. Shanum sekarang ikut bergabung.
"Saya terima nikah dan kawinnya Seila Athabina Aulia binti alm. Rahmat Aulia dengan mas kawin tersebut tunai"
"Sahhhh"
Air mata seila menetes terharu karena bahagia. Kini statusnya adalah seorang istri. Dan semua tanggung jawab orangtuanya beepindah kepada atha. Jasmine memeluk seila dari samping dan mengucapkan selamat. Bergantian dengan Icha dan Shanum. Dan juga mama nindi.
Pembawa acara sudah meminta seila untuk keluar dari ruangan. Seila dituntun oleh mama nindi dan jasmine. Sedangkan Icha dan Shanum sudah kembali kepada pasangan masing-masing. Terutama arash yang paling tidak bisa jauh dari istri tercintanya.
Selesai dengan urusan surat menyurat dan sungkeman, kini giliran para sahabat dan keluarga mengucapkan selamat. Dan si biang onar kembali beraksi.
"Huah mas atha jahat sama eneng. Eneng ditinggal kawin"
"Baru nikah ini neng. Kawinnya nanti malam"
Seila mencubit lengan atha sambil melotot. Eneng semakin menggila melihat aksi atha dan seila.
"Au kok dicubit sih sayang. Aku kan gak salah"
"Cubit cubitan oe. Senggol-senggolan ihi. Celup-celupan ah ah"
Eneng bernyanyi sambil berjoged. Atha dan devin ikutan berjoged.
"Asyek asyek"
Seila yang melihat tingkah suaminya itu cukup tercengang. Karena atha yang dikenalnya selama ini adalah atha yang penuh wibawa.
"Mas atha serius ninggalin eneng. Trga banget yaa"
"Maafkan gue neng loe kan tau selama ini gue sayang ma loe neng. Apalagi kalau loe masakin udang asam manis. Beuh tambah sayang gue ma loe. Tapi jodoh gue itu ya seila. Maaf ya. Gue tetap sayang ma loe kok"
Seila masih bingung dengan siapa wanita dihadapanmya ini. Selama ini belum pernah lihat.
"Ah gapapa eneng mah ikhlas. Eneng cuma mau bilang.."
"Apa"
"Selamat malam ini anda akan belah duren. Dan selamat anda bebas celap celup ah ah"
Devin, atha dan Mirza kompak berteriak. Karena eneng menyanyi sambil bergoyang memperagakan hal absurd.
"Markoneng"
______
Ayo kondangan mak emak.....
Jangan lupa jempol
Happy reading