
Retha❤
My prince bisa jemput Retha nanti😊😊😊
Sebuah pesan masuk kedalam ponsel Arsya saat dia sedang menikmati minuman di kantin usai mengikuti pelatihan ujian...Retha masih masuk karena ada rapat anggota OSIS...retha memang ikut masuk dalam organisasi tersebut...arsya tersenyum mendapat pesan itu lalu membalasnya
My Prince😙
Okay...jam berapa beib
Retha❤
Lima belas menit lagi...Retha tunggu...thanks My prince😘
Arsya langsung berdiri meninggalkan Ghaydan dan Arash... beruntung hari ini Arash membawa mobil sendiri
"Abang gue cabut duluan ya"
"Mau kemana loe...bukannya loe gak ada meeting hari ini"
"Jemput Retha"
"Ouh..ya sudah"
Ghaydan yang usil belum puas jika tak menjahili sahabatnya itu
"Pacaran melulu...status belum jelas aja uda kayak supir pribadi"
"Ngemeng loe Tha...doainlah yang baik bukan malah jelekin kayak gitu"
"Gue juga selalu doain kamu Ars...makanya jangan kelamaan digantung keburu diembat orang baru nyesel"
"Iya iya...udah gue jalan...assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Ghaydan dan arash masih stay di kantin...ini hari terakhir latihan ujian...minggu depan sekolah seperti biasa saja...dan menunggu ujian akhir...selama disekolah malika selalu menghindari arash...sebenarnya arash tak suka seperti itu tapi dia juga tak ingin memaksa malika kembali seperti dulu lagi
Jalanan sedikit rame..arsya santai saja membawa mobilnya...tak lama dia sudah sampai digerbang sekolah aretha...arsya turun untuk menyapa penjaga sekolah seperti biasa
"Assalamualaikum pak"
"Loh mas arash to"
"Saya arsya pak..hehe"
"Eh maaf bapak gak hafal"
"Gapapa...gimana kabar kalian"
"Baik mas...mas kesini mau ketemu siapa"
"Jemput aretha pak"
"Oh siswi pindahan itu yang orangnya cantik juga ramah"
"Iya pak"
"Wah siapanya mas arsya itu"
"Adek angkat saya pak"
"Oalah yang dulu ikut Tuan Louis"
"Iya...bapak masih ingat"
"Iya ingatlah...wong saya yang ngantar ke bandara waktu itu...udah besar sekarang...jadi idola loh dia disini mas"
"Oya"
"Iya tiap pagi ada aja cowok yang nunggu digerbang bawain bunga atau coklat"
"Terus diterima sama retha pak"
"Iya diterima mas...tapi habis itu dikasih ke bapak..hahaha...katanya alergi bunga sama coklat"
"Hahaha...begitu ya"
Tak lama keluar rombongan osis..retha berjalan diantara dua teman perempuannya..arsya masih mengamati...sambil duduk dikursi tempat satpam...ada dua orang cowok mencoba mendekati aretha...arsya masih diam dan mendengarkan obrolan mereka karena berada didekatnya
"Retha...gue anterin yuk..loe kan tadi diantar supir kan"
"Gak usah terimakasih...gue uda dijemput"
"Ayolah...sekalian temenin gue makan siang dikafe"
"Maaf banget gue gak bisa"
Saat aretha hendak meninggalkan teman prianya itu...tangannya ditarik secara paksa...arsya langsung berdiri mendekatinya
"Tolong lepasin tangan gue"
"Loe harus ikut gue Tha..gak ada penolakan"
"Hai bro...kalau dia nolak jangan maksa dong"
"Siapa loe ikut campur saja...loe bukan anak sini kan"
"Siapa gue loe gak perlu tau...yang loe perlu tau lepasin tangan retha"
Arsya melepas cekalan tangan pria itu dari tangan retha
"Kamu gapapa"
"Sakit ini"
"Ya sudah ayo aku obatin"
Arsya berjalan sambil merangkul retha teman-temannya yang melihat menjadi penasaran karena selama ini retha hanya dekat dengan Devin dan Ghaisan...siswa tersebut langsung menarik tangan arsya bermaksud untuk menghajarnya...beruntung arsya sangat siap untuk mengelak...dia sudah bisa memperhitungkan semua
"Mau loe apa"
"Lepasin Retha...Loe gak bisa seenaknya bawa Retha"
"Emang loe bisa gitu"
"Iya gue bisa...karena gue pacara dia"
Arsya menatap Aretha dengan tatapan dinginnya
"Benarkah itu baby"
"Tidak seperti itu my prince...dia bohong"
Arsya kembali menatap teman lelaki Aretha...sambil tersenyum menyeringai
"Retha gak ngakuin loe...jadi loe gak berhak"
"Dan loe apa hak loe sama Retha"
"Loe coba tanya Retha siapa gue...dan apa hak gue"
Aretha langsung merangkul pinggang Arsya...Arsya membalas merangkul pundaknya...Sambil tersenyum dan menatap wajah Arsya...aretha menjawab pertanyaan temannya itu
"Dia adalah pangeran hati gue...dan selamanya seperti itu..bukan begitu my prince"
"Tentu my baby"
Teman Aretha itu langsung menyangkal tak percaya...karena dia merasa selama ini Aretha tak pernah terlihat bersama pria manapun...dan selalu menolak setiap orang yang menyatakan cinta kepadanya
"Gue gak percaya kalian hanya bohong kan"
"Terserah mau percaya atau tidak tapi apa yang gue katakan tadi adalah sebuah kenyataan"
Tak lama Devin keluar dia baru menyelesaikan latihan ujiannya...melihat Arsya seperti sedang berseteru...Devin pun keluar dari mobilnya
"Ars...ada apa"
"Bang...biasa pengganggu"
Devin bertanya pada siswa tadi yang ternyata adalah wakil ketua OSIS dan bernama Yoga
"Ada masalah apa Ga loe sama sepupu gue"
"Sepupu...jadi ini sepupu loe Dev"
"Iya dia sepupu gue..kenapa"
"Bilang sama sepupu loe untuk tidak mengganggu hubungan gue sama Aretha...Gue gak suka"
"Apa...loe emang punya hubungan apa sama Retha"
"Dia pacar gue"
"Benarkah...setau gue Retha gak punya pacar...selain sepupu gue ini"
"Apa...jadi benar mereka pacaran"
"Mereka bahkan akan segera bertunangan"
"Apa...itu gak mungkin kalian pasti bohong"
"Ya sudah tunggu saja undangan dari mereka"
Devin lalu merangkul pundak Arsya... sebenarnya apa yang dikatakan Devin itu berlebihan...karena sampai sekarang status Arsya dan Aretha belum jelas
"Bang kita balik dulu"
"Ok..Gue juga mau balik"
"Makasih ya uda mau jemput Retha dan nyelamatin Retha dari kegilaan Yoga"
"Hmm"
"Prince jalan yuk...bete nih"
"Hmm"
"Kok cuma hmm terus sih...marah ya"
"Nggak"
Aretha yang memang tidak begitu peka dengan sikap arsya membuat arsya semakin gemas
"Oh ya sudah kalau begitu"
"Hah..sabar..sabar"
Arsya pun bergumam sendiri sambil terus mengemudikan mobilnya dia langsung menuju kantor...karena Rizky sempat menghubungi karena ada yang yang harus ditanda tangani oleh arsya langsung
"Kok ke hotel...mau apa"
"Chek in"
"Heh..jangan macam macam dong"
Aretha langsung menyilangkan tangannya didepan dadanya sambil memundurkan badannya
"Gak cuma semacam"
"Prince...ayo balik lagi"
"Nggak"
"Atau aku lapor opa"
"Silahkan"
Arsya membuka pintu mobil lalu berjalan membukakan pintu mobil untuk Aretha yang masih takut untuk turun...arsya menarik tangannya setelah membuka seatbelt aretha
"Plisss jangan dong"
"Jangan apa"
"Aku salah apa sih kok kamu tega ngajak akubke hotel...hiks...hiks"
Arsya menghembuskan nafasnya panjang lalu menyentil kening Aretha
"Aduh sakit prince"
"Makanya jangan omes...baca tuh nama hotelnya"
Aretha melihat plang nama dan langsung terkikik karena malu
"Hehe...maaf...ya udah yuk"
"Uda gak takut sekarang"
"Nggaklah kan ini hotel kamu"
"Yakin gak takut...nanti kalau aku khilaf gimana"
"Gak mungkin aku tau kamu"
"Benarkah"
Arsya berjalan tanpa menghiraukan aretha yang meminta menunggu...arsya hanya menarik keluar retha dari mobil namun tak berniat menggandengnya...tidak seperti biasanya
"Prince tunggu dong"
Tak ada jawaban sama sekali dari arsya...bahkan sampai diruangan arsya pun tak sepatah kata keluar dari mulut sang CEO muda...rizky yang melihat itu ikut heran...karena arsya tak pernah mengabaikan retha
"Kenapa lagi mereka...sepertinya arsya sedang kesal"
Aretha masih mengekori arsya...karena kesal arsya menyuruhnya duduk dengan nada ketus
"Prince kamu kenapa sih"
"Duduk disana...jangan terus mengikutiku"
"Ba..baiklah"
Aretha berbalik sambil menunduk dia memikirkan dimana letak kesalahannya hingga membuat arsya menjadi dingin...Rizky yang masuk hendak meminta tanda tangan tak sengaja mendengar gerutuan arsya dari balik kursinya yang membelakangi aretha
"Dasar gak peka...uda salah gak mau minta maaf...seenak hatinya saja tebar pesona...php in orang...kamu anggap apa aku ini"
Rizky menahan tawanya...lalu berdehem..agar arsya berbalik menghadap kearahnya
"Ehem"
"Apa lagi..."
"Maaf tuan muda saya mau minta tanda tangan saja"
"Huh..mana"
"Kalau cemburu ngomong aja...ditahan malah bikin nyesek loh"
"Apaan sih sotoy loe"
Arsya melempar gulungan tisu kearah rizky..diikuti tawa rizky karena berhasil menggoda sahabat sekaligus atasannya..sedangkan aretha malah sibuk berbalas pesan dengan teman-temannya digrup kelas sambil tertawa cekikikan...arsya yang jengkel langsung merebut ponsel aretha
"Apa sih...balikin dong"
"Gak...chat sama siapa kamu hah"
"Temen prince"
"Temen...oh jadi temen kamu lebih penting dari aku"
"Apaan sih..gak gitu juga..kamu dari tadi nyuekin aku loh"
"Harusnya kamu mikir salah apa sampai aku cuek"
Aretha diam...dan arsya membuka semua isi pesan digawai aretha...arsya meradang karena sebagian besar isi pesan itu dari pria...yang merayu..bahkan ada yang mengungkapkan cinta
"Blokir semua no itu"
"Loh kenapa"
"Aku gak suka kamu chat sama pria lain...kecuali sahabat kita"
"Ya gak bisa dong...mereka teman ku semua prince"
"Blokir sendiri atau aku yang blokir"
"Ck...gak mau prince"
"Ya sudah sesuka kamu saja...mulai besok jangan memintaku menjemputmu lagi...suruh saja teman laki-laki kamu itu"
Aretha langsung berdiri dan meraih tangan arsya yang ingin beranjak menjauhi aretha
"Kamu cemburu prince"
Alis aretha dimainkan naik turun..menggoda arsya
"Gak"
"Masa"
"Buat apa aku cemburu jika tak pernah menganggap ku ada"
"Kok gitu"
"Emang gitu... sebenarnya siapa aku bagi kamu"
"Kamu kan tau dari dulu kamu adalah orang terpenting dalam hidupku"
"Benarkah lalu kenapa kamu tak menurut perkataan ku"
"Karena kamu tak pernah memperjelas hubungan kita prince"
Arsya langsung menatap aretha begitu juga sebaliknya... Aretha tersenyum melihat Arsya lalu Arsya menggenggam kedua telapak tangan Aretha
"Jadi kamu mau mendengar pengakuan ku"
"Iya aku ingin hubungan ini lebih jelas"
"Aku sayang dan cinta sama kamu Aretha Zayba Almaira...aku ingin menjadi imammu kelak...maukah kamu menjadi makmumku"
"Aku mau my possesive prince"
Arsya hampir saja kelepasan ingin memeluk Aretha...Rizky berlari lalu menggantikan pelukan Aretha
"Belum muhrim bro...Haha"
"Dasar sutat perusuh"
____'
part Arsya dulu ya gaesss
jangan lupa like komen rate dan hadiahnya kakak
happy reading