RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Salah Orang



Dua hari sudah Arash berada di Jerman sesuai janjinya dengan Keynan dan akan membantu dalam proyek perdana Keynan... keluarga Louis sudah menganggap Arash sebagai anaknya sendiri


"Hari ini apa rencana kalian"


"Pesan tiket"


"Jadi kalian pulang"


"Jadi dad...tapi jangan ada yang tau"


"Baiklah Daddy dan Mommy akan menyusul kalian nanti"


Arash memang berencana kembali tapi tanpa ada yang mengetahui Arash akan melancarkan aksinya dan sudah berbicara pada Arsya untuk membantu dirinya...Arsya sudah menyetujui apa yang direncanakan Arash


Saat ini Arash masih menyusun beberapa rencana untuk ke depannya...dia sudah memantapkan hatinya untuk melepas Malika...dan sengaja dia mengunggah foto bersama Chila yang menghadap belakang hanya agar Malika tak menaruh harapan lagi...Arash selama ini tau jika Malika menjadi stlaker sejati dirinya


"Gue sudah lupa tentang kita walaupun belum sepenuhnya karena melupakan sesuatu yang indah itu tidak semudah membalikkan telapak tangan..mungkin dengan mengingat perkataan menyakitkan yang loe kasih ke gue terakhir kali itu akan mempermudah gue melupakan loe"


Keynan tahu apa yang terjadi dengan Arash bahkan Keynan juga membantu dalam rencana Arash...mereka hanya tinggal kembali ke tanah air dan semua selesai


"Rash loe yakin sama ini semua...apa Ghaisan akan nerima apa yang sudah loe rencanakan"


"Gue yakin Ghaisan gak akan tega ninggalin Malika...karena dia tahu yang sebenarnya dan Ghaisan bukan pria pengecut...mungkin memang dia masih seperti ini karena janji dia ke gue...dan setelah semua selesai nanti gue pastiin janji itu lunas"


"Gue berdoa loe dapat jodoh yang lebih baik dari dia...toh setelah gue lihat-lihat lagi dia gak sebaik yang gue bayangin"


"Aamiin makasih bang"


"Ck..keynan ajalah...ngeri gue kalau loe yang manggil bang"


"Buahahaa...Gak usah suudzon gitu...ntar gue manggil nama doang Daddy Louis marah gak sopan katanya"


"Iya tapi bukan loe atau geng gila loe aja yang manggil karena artinya pasti nyasar...menyebalkan"


Mereka menghabiskan waktu sambil sesekali bercanda..walaupun bukan saudara kandung atau sekedar memiliki darah yang sama namun mereka sudah seperti saudara sedarah


"Oya gue dengar Arsya akan melamar Retha"


"Insyaallah...Nanti dibahas saat kita uda disana"


"Pantas Daddy langsung ambil cuti lama ternyata untuk Aretha...hehe"


"Sepertinya begitu...Loe kan tau bang Aretha sama Arsya sepertinya memang sudah berjodoh dari sebelum mereka bertemu..Gue kalau lihat mereka suka iri...Haha"


"Iya gue juga bahkan mereka long distance cukup lama tapi masih saja selalu mesra dan setia banget...jarang ada yang seperti itu"


"Iya bener...yah mungkin itulah jodoh sejauh apapun dan sesulit apapun pasti tetap bersama pada akhirnya"


Sedangkan di tanah air...Arsya sudah mulai rencananya...dia sering muncul didekat Ghaisan dan Malika..bahkan terkadang dia sengaja datang kekantor Syamil hanya sekedar melihat reaksi ayah Malika


Seperti pagi ini Arsya yang akan menggantikan beberapa pekerjaan Arash dikantor Syamil..dan Arsya tau hari ini jadwal ayah Malika untuk mengunjungi kantor Syamil..di lobby kantor Syamil, Angga sang asisten sudah berada disana menunggu sang pimpinan...namun Arsya lebih dahulu sampai


"Pagi tuan muda"


"Pak Angga biasa saja gak perlu formal seperti itu...Papa Syam uda datang"


"Belum Mas Arsya"


"Ya uda saya keruangan Papa dulu"


"Baik mas"


Kebetulan hari ini dikantor Syamil sedang ada perekrutan pegawai bagian administrasi keuangan...Arsya melewati ruangan HRD yang sudah dipenuhi oleh para pelamar kerja...Arsya berhenti sejenak ingin melihat seperti apa proses perekrutan perusahaan ini dan dia memutuskan langsung masuk ke ruangan HRD


"Permisi apa saya mengganggu"


Kepala HRD yang terkejut dengan kedatangan Arsya sontak langsung berdiri memberi salam


"Oh tidak pak Arsya sama sekali tidak..bisa saya bantu"


"Saya hanya ingin melihat proses perekrutan karyawan di perusahaan ini"


"Baiklah silahkan masuk pak Arsya...Maaf saya mohon ijin untuk melanjutkan"


"Silahkan saya hanya akan duduk dan melihat dari sini saja"


Beberapa calon karyawan sudah silih berganti melakukan interview...dan semua mata calon karyawan wanita menatap Arsya dengan tatapan lapar...Arsya cuek dan meneruskan mencatat apa saja yang perlu diperbaiki saat melakukan interview agar mendapat karyawan yang benar-benar berkualitas


Arsya melihat kearah arlojinya dan langsung berdiri hendak meninggalkan ruang HRD dan kepala HRD juga ikut berdiri untuk mengantar kepergian Arsya


"Saya sudah cukup melihat interview hari ini Pak Irsyad dan ini ada sedikit catatan semoga bisa digunakan sebagai acuan dalam menentukan calon karyawan yang berkualitas"


"Terimakasih sekali pak Arsya sudah bersedia meluangkan waktu memantau perekrutan karyawan dan memberi masukan...mari saya antar"


"Tidak perlu silahkan anda lanjutkan saja..Saya permisi"


Arsya keluar dari ruang HRD dan berjalan santai... hingga sebuah suara mengagetkan Arsya dan cukup menarik perhatian para karyawan hingga Syamil keluar ruangan melihat keributan yang terjadi


"Tunggu..apa yang kamu lakukan di perusahaan ini"


Arsya langsung menengok dan tersenyum sinis...dan membatin sambil terus menatap orang tersebut


"Anda salah orang tuan...tapi cukup menarik"


"Oh saya tau kamu melamar di perusahaan ini...Hahaha..jangan terlalu berharap bisa masuk perusahan ternama ini"


Ini adalah Arsya bukan Arash... secara otomatis akan menentang perkataan orang tersebut...Dengan melipat kedua tangannya didepan dada


"Apa hak Anda berkata seperti itu kepada saya"


"Oh sudah berani menjawab ya sekarang"


"Allah memberikan saya mulut untuk berbicara"


"Semakin lama semakin terlihat sifat aslimu...dasar anak kurang ajar... beruntung Malika tidak berjodoh dengan anak seperti kamu"


"Saya juga bersyukur tidak memiliki mertua seperti anda"


"Kau kurang ajar sekali...saya jadi penasaran seperti apa orantua kamu mendidik hingga memiliki anak kurang ajar seperti kamu"


"Hahaha...Anda akan pingsan jika mengenal orangtua saya..saya jamin itu"


Syamil datang dengan tergesa-gesa karena keributan itu memang terdengar sampai ruanga Syamil


"Ada apa ini"


"Oh maafkan saya tuan Syamil...saya membuat keributan"


"Ada apa tuan Agung...mengapa Anda marah seperti itu"


"Beruntung Anda keluar saya sekalian mau meminta tolong kepada Anda"


"Apa itu"


"Memangnya apa yang dilakukan anak ini"


"Dia sangat kurang ajar sekali..bahkan dengan saya yang lebih tua tidak ada rasa hormatnya sama sekali"


"Apa anda mengenal anak ini"


"Saya kenal...dia adalah orang yang sama yang saya tolak saat berhubungan dengan Putri saya.. Arash kalau tidak salah namanya"


"Anda yakin"


"Sangat yakin"


Syamil hanya memicingkan matanya melihat kearah Arsya...dan sedikit merangkai dengan kejadian yang Arash alami setiap bertemu tuan Agung


Sesangkan Arsya hanya tersenyum dan dengan santainya memakai kacamata hitam dan menyalami Syamil..bahkan Syamil memeluknya


"Papa Syam"


"Kamu kemana saja Papa nungguin dari tadi"


"Biasa jalan-jalan bentar...aku masuk ya pa capek jadi tontonan"


"Sana masuk kayak artis aja...jangan lupa langsung cek aja berkasnya uda diatas meja"


"Siap papaku sayang"


Tuan agung melotot mendengar Arsya memanggil Syamil Papa...dia shock dan tiba-tiba kepalanya pun berdenyut


"Saya minta maaf jika putra adik saya kurang ajar...dia sebenarnya baik namun akan menjadi buas jika disakiti...Oya mari silahkan masuk tuan"


"Sebentar tuan Syamil...Anda tadi berkata jika Arash anak dari adik anda"


"Iya dia keponakan saya dan seperti anak saya sendiri"


Kepala semakin pusing itu yang dirasakan oleh tuan Agung...bahkan saat dia memasuki ruangan syamil dia melihat Arsya serius dalam mengecek beberapa file bersama Angga


Sebenarnya Arsya tau jika sedari tadi dia diperhatikan namun dia tak peduli..tetap pada pekerjaannya sesekali dia memberi koreksi kepada Angga


"Pak Angga tolong yang ini diperbaiki...karena saya yakin dia akan marah melihat ini...mumpung dia belum kembali"


"Iya mas saya akan perbaiki"


"Oya ini udah selesai...ada lagi yang perlu saya koreksi...karena saya harus segera ke kantor ada meeting"


"Ada mas meeting gabungan mas bisa hadir"


Syamil langsung memotong sebelum Arsya menjawab walaupun Syamil tau jika keponakannya itu akan menolak hadir


"Heh bocah tengil kamu harus datang"


"No Papa...itu bukan kapasitas ku...tunggu dia pulang saja...aku gak berhak...ntar dikira serakah"


"Hahaha kamu selalu begitu...Ya sudah sana pergi"


"Papa mengusirk"


"Hahaha...tidak ada yang bisa mengusir anak Sultan"


"Nah itu tau...Sultan mah bebas"


"Ya sudah terserah kamu saja... jangan lupa malam kerumah Mama bikin sesuatu buat kamu"


"Iya nanti biar dakocan yang menjemputku"


"Hahaa..suka sekali mengganti nama sepupumu itu"


Arsya hanya cuek...dia mengirim laporan Arash jika rencana awal sudah dilakukan...saat tadi sedang asyik berkomunikasi dengan Syamil Arsya selalu melihat jika ayah Malika hanya tertunduk sambil sesekali memijit pangkal hidungnya


Tak lama Rizky datang menjemput Arsya karena memang Arsya tadi diantar oleh Rizky


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam...oh kamu Ky...jemput anak tengil"


"Iya Om"


Tuan agung semakin pucat dan kaget karena setau dia Rizky adalah asisten orang yang memberinya investasi namun orang tersebut berada di London


"Loh pak Rizky Anda disini"


"Oh pak agung...Maaf saya tak melihat...apa kabar"


"Baik"


"Syukurlah..Maaf saya buru-buru"


"Oh ya pak silahkan"


"Ars buruan"


"Ealah pak sutat sabar napa"


Arsya berdiri dan berpamitan kepada Syamil namun dia seperti tak menganggap ayah Malika ada... langsung keluar bersama Iky


"Papa aku pulang..jangan rindu ya...rindu itu berat..Hahaha"


"Dasar anak tengil"'


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


Rizky hanya mengangguk kepada Ayah Malika yang masih bengong melihat keadaan itu dia benar-benar serangan jantung..bahkan dengan santainya melihat Arsya yang dia kira Arash merangkul Rizky dan mereka tertawa bersama


"Apa aku salah menilai orang...apa ini yang dimaksud Mirza jika Arash bukan orang sembarangan...aduh kenapa jadi pusing seperti ini"


Setelah kepergian Arsya ayah Malika melanjutkan pembicaraan dengan Syamil walaupun konsentrasinya sudah bercabang


_____


Hargai orang lain walaupun kau kaya


Karena sampai detik ini belum ada satu orangpun yang bisa menguburkan jasadnya sendiri....😅😅😅


Update perlahan karena kerjaan numpuk


jangan lupa komen dan jempolnya


happy Reading