RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Gara-gara BaBu



"Beib kamu kenapa sih menghindari aku terus...aku ke Bandung kamu selalu gak ada...aku kirim pesan dan telpon selalu gak ada respon...salah aku apa sih beib"


"Gak ada..kamu gak salah"


"Terus kenapa kamu nyuekin aku beib...aku kan jadinya bingung"


"Udah ah aku mau balik ke Bandung"


"Loh bukannya kamu mau nginap sini dulu"


"Gak jadi...udah gak mood"


"Beib pliss jangan kayak gini...kalau ada masalah kita omongin beib...jangan menghindar"


Shanum cuek dan terus berlalu melewati Mirza...Mirza langsung mencekal lengan Shanum


"Sha pliss..jangan gini...kamu diemin aku uda hampir dua minggu dan gak tau apa salah aku"


Devin dan Arsya masih dikafe yang sama dengan kedua pasangan itu kebetulan setelah dari bandara megantar Arash mereka ingin berkumpul... Aretha ikut bergabung setelah dari toilet


"Mereka belum baikan"


"Gak tau juga sih...lagian kita juga gak paham Shanum marah kenapa"


"Cemburu hon"


"Cemburu sama siapa hon"


"Huh...jadi waktu itu Shanum ke Jakarta tanpa ngasih tau Ezha...dan Shanum ngajakin aku buat ketemu ezha...kalau gak salah itu pas anniversary mereka yang setahun deh"


"Terus"


"Shanum lagi nyari kado sama aku di Mall...Gak taunya dia lihat Mirza lagi di Mall juga terus gak sendiri sama cewek tapi bukan Malika"


"Shanum gak tanya gitu siapa tuh cewek hon"


"Shanum awalnya gak curiga tetap positif thinking...tapi pas kita lagi di toilet tuh cewek juga ke toilet...dan gak sengaja kita berdiri disamping tuh cewek yang lagi telponan...asal kalian tau...tuh cewek malah bilang gini hon....'Bahagia banget hari ini bisa jalan sama Mirza...ngimpi apa gue semalam..gue harus cantik ntar malam diajakin dinner sama mirza'...terus gak lama terdengar suara Mirza manggil dari luar toilet..dia manggilnya baby..gitu"


"Terus si Sha ambil kesimpulan kalau Ezha selingkuh gitu hon"


"Awalnya dia masih gak kesana mikirnya..namun setelah dengar dia manggil baby ke cewek itu langsung deh sha marah"


"Huh...Kok gue gak percaya ya si Ezha selingkuh...karena gue berteman sama dia juga uda lama..dan dia itu setia banget orangnya"


"Gak tau juga kak...tapi Retha uda nyaranin buat Shanum ngomong baik-baik ke Mirza"


"Tapi shanum nolak hon"


"Nggak juga sih hon...tapi pas Sha telpon Mirza..sha dengar suara perempuan itu lagi dan tiba-tiba mirza langsung mati ponselnya..Gak aktif lagi pas dicoba lagi"


"Huh...kalau ini mah bakalan susah hon...kita nikmatin aja pertunjukan mereka"


"Tapi kasian hon...boleh gak aku bantu jelasin ke Mirza gitu masalahnya"


"Gak usah hon...biarkan mereka menyelesaikan sendiri...selama mereka belum meminta bantuan kita...kita cukup melihat saja sayang"


"Okay my prince"


"Gadis baikku"


"Ck...sok romantis"


Devin sambil mencebikkan bibirnya melihat Arsya dan Aretha yang bersikap romantis.. sedangkan padangan mereka masih tetap kepada pasangan yang sedang berseteru


"Sayang plis...tolong jangan kayak gini...apa masih kurang hukuman dua minggu buat aku"


"Kalau kamu gak suka ya udah tinggalin aja aku"


"Gak...gak mau dan gak akan pernah mau...jangan mimpi kamu bisa lepas dari genggaman aku Sha"


Shanum berusaha melepaskan cekalan Mirza namun tak bisa..bahkan Mirza tanpa malu berjongkok memohon agar Shanum mau menjelaskan kesalahannya...karena malu menjadi pusat perhatian...Shanum pun akhirnya mengajak Mirza duduk di bangku tempat sahabatnya berada


"Sayang aku mohon...ngomong apa salah aku"


"Berdiri...Gak enak dilihat orang"


"Aku akan berdiri jika kamu bersedia menjelaskan apa masalah kita"


"Hmm"


Mirza berdiri dan mengikuti Shanum dibelakangnya...Shanum duduk ditengah-tengah Devin dan Aretha..dan tetap tak mau memandang Mirza


"Okay...karena kamu masih belum menyadari kesalahan kamu..maka aku akan jelaskan"


Mirza menatap Shanum dengan wajah sendu dan tersirat rasa rindu mendalam tergambar di mata Mirza... teman-teman Shanum hanya diam mendengarkan...namun belum juga Shanum berkata datanglah sosok yang membuat Shanum mendiamkan Mirza


"Kak Mirza"


Semua menoleh kearah suara wanita itu...bahkan sang wanita langsung memeluk tubuh Mirza tanpa canggung...Mirza hanya diam tak menanggapi dan membalas pelukan itu


"Loe ngapain kesini bab"


"Lah kan tadi aku uda kasih tau mau minta kak Mirza buat nemenin nonton"


"Maaf gue gak bisa bab"


"Ayolah kak...temani aku...ayolah...masa tega lihat aku jalan sendirian"


Shanum malas melihat adegan itu...dia langsung beranjak berdiri dari tempatnya... diikuti teman-temannya...Mirza menyadari Shanum akan pergi langsung mengejarnya


"Sayang...tunggu dulu..kamu belum jelasin loh"


"Udahlah malas aku...urusin noh cewek baru lo"


Teman Mirza sudah berdiri dibelakang Mirza sambil menatap tak suka kearah Shanum


"Aku gak punya cewek lain sayang...cuma kamu..pliss Sha...Kita bicara ya"


Shanum belum menjawab...tapi cewek dibelakang Mirza yang menjawab


"Alah kak cewek kayak gitu aja gak usah dikejar lagi"


"Loe bisa diam gak bab...Gue muak sama loe..pergi sana"


"Hiks...Kak kamu kok gitu..kamu tega sama aku kak...aku bilang ke Om Agung"


"Silahkan gue gak takut"


Shanum malas melihat drama itu terus melangkah...dalam hati Shanum sangat sakit...dua berusaha menahan air matanya... tiba-tiba tubuh Shanum dipeluk erat oleh Mirza dari belakang


"Jangan pergi aku mohon...jangan tinggalin aku"


Retha yang merasa kasihan akhirnya meminta agar Shanum menyelesaikan masalah mereka sekarang agar tak berlarut lebih lama dan hubungan mereka pun digantung


"Sha... selesaikan saat ini juga...Gue sama Arsya akan ada disamping loe nemenin loe...Gak enak kan kalau masalah gak selesai malah kalian kayak digantung gitu"


Shanum akhirnya luluh dengan ucapan sahabatnya itu...dia menarik tangan mirza dan membawanya masuk ke mobil milik Arsya...karena Devin sudah lebih dulu pergi setelah mendapat telpon...mereka mengabaikan panggilan dari perempuan yang sedari tadi meneriaki nama Mirza


Ditaman kota yang sedikit rame karena hari menjelang sore dan karena masih libur sekolah banyak para anak muda berkeliaran sekedar berkumpul atau berolahraga..Shanum duduk di kursi taman yang berbentuk melingkar..arsya dan Aretha duduk berdampingan mereka tetap diam sambil terus mendengarkan Shanum dan Mirza


"Sha bicaralah"


Shanum masih diam mencoba mengatur nafas...Dengan penuh keyakinan Shanum akhirnya menatap Mirza


"Apa selama ini kamu berniat menduakan aku"


"Tidak...tidak pernah terlintas dalam pikiranku untuk melakukan itu..kenapa kamu berfikir seperti itu"


"Huh...katakan dengan jujur kamu kemana waktu anniversary kita..ponsel mu pun gak aktif"


"Aku minta maaf.. harusnya kita dinner waktu itu tapi ayah memintaku menemani Baby"


"Baby.."


"Iya Baby cewek yang tadi gangguin kita..namanya Baby"


Shanum sebenarnya terkejut mendengar nama perempuan itu karena dia sempat berfikir jika baby itu panggilan sayang Mirza untuk dia...mencoba untuk tidak memperlihatkan keterkejutannya Shanum melanjutkan pertanyaannya


"Siapa kamu"


"Dia teman masa kecil aku...dan dua kesini karena orangtuanya sedang ada urusan bisnis disini...selama ini dia tinggal di Singapura dan sudah menjadi warga negara sana"


"Kamu suka dia"


"Tidak...aku menganggapnya hanya teman tak lebih"


"Tapi dia menyukaimu"


"Iya dia menyukaiku dan dia sempat nembak aku dihari anniversary kita...dan aku menolaknya langsung"


"Wow...kenapa gak diterima.. bukannya keluarga kamu juga suka sama dia"


"Tapi aku tidak...dan keluarga aku gak bisa ngatur kehidupan ku seperti perjanjian aku dengan mereka...mereka akan setuju siapapun pilihanku"


"Yakin...Gak nyesel"


"Aku lebih nyesel kehilangan kamu Sha.. sebenarnya apa yang terjadi beib coba jelaskan... kenapa muter-muter gini"


"Huh... Baiklah akan aku jelaskan secara rinci cukup dengarkan jangan menyela"


"Baik aku dengarkan"


Shanum menceritakan semua tanpa dikurangi atau dilebihin...Mirza mendengarkan sambil terus menggenggam erat tangan Shanum dan menatapnya penuh cinta


"Jadi...bisa aku simpulkan kamu cemburu"


"Maafkan aku...sekarang semua sudah jelaskan...dan aku berjanji ini tidak akan mengulangi kesalahan aku sayang...untuk masalah baby...aku akan segera menyelesaikan...dia akan kembali ke Singapura besok sore"


Mirza menghela nafasnya...lalu mencium kedua telapak tangan shanum...lalu melanjutkan perkataanya tadi


"Kita baikan ya beib...uda gak marah kan"


"Ya kita baikan"


Arsya dan Aretha lalu beranjak sambil bergandengan tangan


"Uda akur kan...kita mau kencan...capek jadi penonton terus"


"Hahaha...makasih ya Ars... Tha...uda nemenin gue...ya uda sana aku nunggu sini aja"


"Iya sama-sama Sha..aku pergi bentar ya"


"Okay nikmatin hari kalian"


Arsya dan Aretha saling bergandengan tangan berjalan-jalan mengelilingi taman sambil bercanda


"Mereka cocok banget ya"


"Iya mereka sangat cocok dan saling mengisi"


"Dulu aku sempat mengira kalau Arsya itu gak suka pacaran...eh gaka taunya uda ada yang punya...sejak kapan mereka menjalin hubungan"


"Sejak TK...tapi habis itu LDR...Aretha ikut Orangtuanya ke Jerman"


"Hebatnya mereka bisa saling menjaga...aku juga pingin kita kayak gitu...besok lagi kalau ada yang ganjal pikiran langsung diomongin ya beib...jangan sampai kayak gini lagi"


"Iya..maaf ya"


"Sayang...aku berdoa semoga kita berjodoh hingga aku bisa menghalalkan kamu didepan orangtua kamu nanti"


"Aamiin... semoga"


"Oya maaf aku lupa hadiah anniversary kita..besok aku kasih ke kamu"


"Iya gapapa..aku juga lupa kok..hehe"


"Sayang tau gak aku uda rencana lulus nanti aku akan ngelamar kamu...apa kamu mau"


"Sebaiknya kita jalani dulu...kita tidak tau takdir kita kedepannya... manusia hanya bisa berencana namun Tuhan yang memutuskan"


"Iya aku tau itu...tapi aku selalu berdoa agar mimpiku bersama kamu terwujud"


"Aamiin"


Mirza duduk disamping Shanum sambil memeluk pinggangnya...merek menatap satu titik dimana anak-anak kecil berkumpul bercanda tawa bersama


"Beib... anak-anak itu lucu ya"


"Iya sayang... seandainya kita menikah nanti kamu pengen kita punya anak berapa"


"Dua saja cukup seperti anjuran pemerintah..kalau kamu beib"


"Aku pengen tiga atau empat biar rame"


"Huh...capek lahirinnya.. Hahaha...tapi seru juga ya pas kita tua mereka kumpul jadi rame"


"Iya...Nanti mau dipanggil apa sama anak-anak kita sayang"


"Hmmm...baba sama bubu lucu kali ya beib...beda gitu dari yang lain"


"Itu singkatan dari apa sayang"


"Bapak sama ibu..diambil depan sama belakang saja...lucu kan"


"Lucu sih...tapi kok aku infiil ya yang"


"Ilfill gimana"


"Cova deh kamu panggil nama itu secara bersamaan tapi singkatnya aja"


"Ba..Bu...Loh...Hahaha"


"Ya kan...Hahaha...masa nanti anak kita pas pulang sekolah misalnya..kalau misal manggilnya papi mami kan jadi gini...'Pi...mi aku pulang'....enak kan dengarnya...lah kalau yang tadi..."


"Ba...Bu aku pulang...Hahahaha...dikira kita pembokat kali ya beib..Hahaha"


"Makanya itu jangan itu ah...cari yang lain"


"Iya ntar aja..anak aja belum ada uda mikir panggilan"


"Kan nyicil beib...atu mau sekalian nyicil bikin jarinya gitu"


"Mesummm"


"Hahaha...Sok polos kamu beib"


Tanpa mereka sadari dibelakang mereka sedang terjadi keributan kecil seorang ibu hamil dan suaminya...Mirza dan Shanum yang merasa terganggu ikut menoleh


"Tuh kan jelek panggilannya...kenapa dari tadi kamu gak bilang sih...cuma iya iya aja"


"Enggak sayang itu lucu kok bener...mas mau kok dipanggil baba...beneran"


"Gak...Nanti disamakan sama pembantu gak mau pokoknya"


"Ya sudah kalau gitu maunya apa panggilannya"


"Gak tau...Gak mau mikir"


"Kalau bubunya kita plesetin ke bobo aja gimana"


"Kayak majalah anak-anak dong mas"


"Tapi kan lucu juga sayang"


"Terus manggilnya apa"


"Boba..lucu kan"


"Iya lucu"


Mulut Shanum yang lupa aturan pun tak sengaja mengeluarkan kata-kata yang semakin membuat ibu hamil itu menangis


"Yah Boba...disedot kenyel-kenyel dong.. Hahaha"


"Beib..mulutnya itu loh"


"Lah benar kan beib...Boba kan minuman favorit aku"


"Huaahhhhh...mas jahat panggilanku disamakan dengan minuman...mana katanya disedot kenyel-kenyel lagi...huahhh"


"Sayang dek...jangan nangis ya...Nanti kita cari lagi"


Suami perempuan itu menatap tajam Shanum...akhirnya Mirza meminta maaf dan membawa Shanum pergi


"Apa orang hamil sesensitif itu ya"


"Iya setauku gitu....karena kakak sepupuku juga lagi hamil sensitif banget"


"Wah amazing ya...besok kalau aku kayak gitu gimana beib"


"Aku akan sabar sayang...kan itu juga hasil perbuatan aku"


"Oh so sweet...jadi gak sabar pengen..."


"Ayo kita cicil kukunya dulu kalau gak sabar beib"


"Mesummm....otaknya itu loh"


"Lah katanya gak sabar tadi"


"Maksudnya gak sabar pengen makan beib...laper ini"


"Hahahaha...yuk makan..didepan sambil nunggu duo A pacaran"


"Kok Duo A beib"


"Iya Aretha dan Arsya"


"Iya ya...Kok aku gak sadar ya... Hahaha"


"Kamu mana pernah sadar beib...kalau lagi sama aku..pasti terbuai..ya gak"


Mirza memainkan alisnya sambil tersenyum penuh arti


"Dasar Mr Omes penyakitnya kumat"


"Hahaha"


Shanum dan Mirza berjalan menuju salah satu penjual makanan..Sambil menunggu Arsya da Aretha yang masih berjalan - jalan memutari taman kota...mereka masih bisa melihat pasangan itu dari tempat mereka duduk menikmati semangkok batagor


________


Ini kisah Shanum dan Mirza dulu ya...Bang Arash masih di pesawat belum turun dia


jangan lupa jempolnya


happy Reading