
Sebelum acara pertunangan dimulai semua keluarga kedua belah pihak sudah berada di Arkmel hotel sejak sore...kecuali si kembar karena mereka memang akan masuk nanti saat Ghaisan dan Malika juga memasuki ballroom hotel sebagai pengiring
Saat ini Ghaisan sedang berada dikamarnya bersama para sahabat dan kerabat...mereka sedang menjalankan shilat maghrib berjamaah dan Arjuna sebagai imamnya...kini mereka sedang khusuk berdoa usai sholat
"Ya Allah jika memang ini jalan takdir hamba dalam menemukan jodoh...insyaallah hamba ikhlas menjalani ini...jika memang Malika adalah takdir hidup hamb...ridhoi dan berkahilah hubungan kami...hamba telah ikhlas menerima segala ketentuan yang telah engkau gariskan kepada hamba sebagai jalan penyempurna ibadah hamba dan semua hamba lakukan semata - mata hanya demi ridhoMu wahai sang penguasa alam"
Ghaisan kembali meyakinkan hatinya untuk menerima Malika karena dia sudah tau pasti sang sepupu tidak akan pernah mau kembali kepada Malika..setelah janjinya terhadap Arash terpenuhi...Ghaisan telah memutuskan menerima dengan ikhlas dan berusaha mencintai Malika dengan sepenuh hati
"Tekadang jalan takdir dari sang maha pencipta itu lucu ya namun indah...seperti saat ini...Arash ternyata menjaga jodoh sepupunya sendiri..jaga dan sayangi dia ini adalah takdir terbaik yang telah ditentukan untuk loe Chan"
Devin memberikan sedikit nasehat kepada Ghaisan sebagai kakak sepupunya..Ghaisan hanya tersenyum dan mengangguk...begitu juga Keynan yang melakukan hal yang sama
"Chan...anggaplah masa lalu Malika sebagai penambah cerita jalan hidupnya...jangan pernah loe ungkit lagi karena akan menyakiti hatinya...dia sendiri tidak menginginkan hal seperti ini dalam hidupnya...buatlah dia selalu tertawa jangan pernah membuatnya menangis"
"Iya bang...gue akan berusaha sebaik mungkin...makasih"
"Huh...gak nyangka pasangan gue lebih dulu soldout...gue menjada deh...haha...bro bahagian dia ya...gue tau dihati loe masih ada gue...gue ikhlas..ikhlas banget loe milih dia bro...kalau loe milih gue yang ada kita anggar gak enak kali bro...enakan masuk ke gua...hahaha"
"Kampret loe Tha...ngomong di filter napa..gue masih lurus Tha gak belok kayak loe"
"Masa...mana gue lihat"
"Ini anak otaknya gak waras lama-lama"
"Hahaha...sans bro hari bahagia harus tertawa...gue hanya bisa bilang tetap jaga jarak aman...karena belum halal...oke bro"
"Taulah gue Tha...ntar gue pasang portal jarak dua meter...puas loe"
Hahahaha
Karena banyolan Ghaydan mereka semua tertawa...sedangkan Shanum saat ini berada dikamar orangtuanya...dia ingin menghindari keynan yang telah berani terang-terangan menunjukkan rasa pedulinya lebih dari sekedar sahabat biasa
"Oya si kembar dan Arsyilla belum datang ya"
"Mereka sebenarnya sudah standby nanti juga pas kita ngiringin dakocan masuk ballroom mereka ikutan juga kok"
"Oh gitu....bukannya hari ini identitas mereka dibuka dimuka umum ya"
"Iya makanya itu mereka memilih datang saat acara akan mulai dan setelah acara pertunangan akan ada show...kalian ingat kan"
"Pastilah...itu yang gue tunggu"
"Oya Tha persiapan videonya gimana"
"Tinggal play...semua bisa menonton acara drama"
"Oke berarti uda siap semua ya"
"Chan loe gak usah khawatir gitu...cukup loe tenang dan diam terus jalanin pertunangan loe sama Malika dengan baik"
"Iya bang makasih"
Sedangkan diballroom acara pembukaan sudah di mulai...keluarga Malika juga sudah siap disana..ayah Malika nampak biasa saja tanpa beban...dia masih berkeliling menyapa para tamu undangan yang kebetulan adalah kolega bisnisnya juga
Pembawa acara sudah bersiap menyambut rombongan dari Ghaisan yang akan segera memasuki ballroom..sesuai janjinya sikembar beserta keluarga sudah berada di depan ballroom sejak lima menit yang lalu
"Kalian uda siap"
"Siap dad"
"Bagus jangan lupa baca doa...biar semua dimudahkan oleh sang pencipta"
"Iya dad"
Ghaisan sudah datang dan diapit kedua orangtuanya...dibelakangnya sudah berdiri Ghaydan dan Keynan...lalu Shanum dan Devin...selanjutnya Arsya dan Aretha dan terakhir Arash dengan Arsyila..paling akhir ada Arjuna dan sang adik...barulah seluruh orangtua mereka mengikuti dibelakang
"Wah wah ini dia calon suami dari mbk Malika Ayesha putri..tapi kenapa membawa rombongan cogan dan cecan semua ini....boleh gak nih buat MCnya satu..haha"
Sang pembawa acara sudah menyambut kedatangan Ghaisan...namun mereka juga terfokus dengan rombongan di belakabg Ghaisan..banyak yang terpesona dengan mereka
"Baiklah karena ini acara pertunangan yang sangat istimewa maka sebaiknya kita awali dengan berdoa terlebih dahulu agar acara dilancarkan dan diberkahi...aamiin"
Usai berdoa Ghaisan dan keluarganya duduk berhadap-hadapan dengan keluarga Malika..acara pertukaran cincin sudah selesai dilakukan...dan kini saatnya keluarga Jay mengambil alih acara
"Acara pertunangan sudah selesai dan selamat kepada kedua pasangan semoga langgeng sampai hari pernikahan tiba..aamiin"
Semua para tamu undangan mengamini apa yang diucapkan oleh sang pembawa acara
"Acara selanjutnya akan diambil alih oleh keluarga besar bapak Zaydan Malik Alfatir...yang pada kesempatan ini juga akan mengenalkan keluarganya kepada seluruh tamu undangan dan juga seluruh penonton dimanapun berada karena acara ini sudah ditayangkan secara live sejak awal tadi diseluruh saluran televisi lokal maupun mancanegara dan juga seluruh mendia sosial"
Pembawa acara menjeda prakatanya sesaat dan langsung melanjutkan kembali
"Kepada perwakilan dari keluarga Zaydan Malik kami persilahkan"
Andrea langsung berjalan maju kedepan dan naik ke atas panggung yang digunakan untuk menampilkan pertunjukan musik sebagai hiburan
"Selamat malam semuanya...perkenalkan nama saya Andrea Dandelion...saya disini mewakili keluarga besar Zaydan Malik untuk memperkenalkan keluarga mereka yang selama ini selalu dirahasiakan"
"Sengaja identitas putera dan putri mereka disembunyikan untuk melindungi mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga memang keinginan mereka sendiri menyembunyikan identitas mereka...baiklah mari kita sambut Bapak Zaydan Malik Alfatir beserta sang istri tercinta Jasmine Adila Mahendra"
Jay dan Jasmine berjalan menuju panggung yang digunakan oleh Ghaisan dan Malika tadi saat memasangkan cincin..semua mata tertuju kearah mereka yang sudah pernah mengenal hanya biasa saja namun yang belum mengenali wajah mereka langsung terpesona..Andrea kembali melanjutkan
"Dan kini kami perkenalakan kedua putra kembar dan juga putri tunggal keluarga Malik yang selama ini menjadi bahan perbincangan karena belum pernah ada yang mengetahui wajah mereka"
Adrea menjeda sebentar dan langsung memanggil nama sikembar dan chila
"Mari kita sambut Arash Syauqi Malik...Arsya Abdellah Malik dan Arsyila Qeeva Malik"
Arsyilla berada diantara sang kakak dan merangkul kedua lengan sang kakak...mereka bertiga saling melempar senyum..membuat semua mata terpana melihat ciptaan sempurna dari yang kuasa
"Wah mereka ganteng dan cantik gak seperti berita yang bilang mereka selama ini"
"Aduh mau dong jadi menantunya"
"Wah boleh tuh jadi calon mantu cantik banget"
Namun ada seseorang yang berdiri disamping kedua orangtuanya sedang menatap Arsyila dengan intens..sang papa tak hentinya mengganggu dengan menyanyi lagu sedang hits secara perlahan
Terpesona, aku terpesona
Menatap (menatap) wajahmu yang manis
Terpesona, aku terpesona
Menatap (menatap) wajahmu yang manis
Bagaikan mutiara
"Cie cie ada yang gak kedip nih"
"Apaan sih pa B aja kali"
"B aja kali padahal dadanya jedag jedug...tarik mang"
"Papa diam bisa gak"
"Uluh uluh ada yang mau fokus pada satu titik nih...pepet terus...sebelum diembat orang...lihat aja banyak mata lapar memandangnya"
Bagas melirik kesekitar dan memang benar semua mata menatap lapar pada ketiga makhluk ciptaan tuhan yang sempurna itu
"Long time no see pricess barbarku...wait me..loe akan lihat gue dalam penampilan berbeda tapi bukan saat ini honey"
"Wah Princess Malik cantik banget...Gue harus bisa dapatin dia nih"
"Eh gue juga mau kali"
"Loe kan uda punya pacar masa mau ngincar dia seh..maruk amat"
"Hei bro selagi janur kuning belum melengkung masih milik bersama bro"
"Gue harus bilang bokap buat jodohin kita"
Bagas yang mendengar ucapan dua pria dibelakangnya dia mengeratkan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya...dengan santai Bagas berbalik mengambil minuman dan mendekati kedua pemuda tadi
"Hai gue dengar kalian mau dekati princess Malik"
"Iya memang kenapa ada masalah sama loe"
"Gak sih cuma gue mau peringatin aja dia bukan cewek normal loh"
"Maksud loe dia belok gitu"
"Hmmm...gue gak ngomong gitu ya...tapi yang jelas dia gak seanggun yang kalian lihat"
"Loe siapa...dan darimana loe bisa tau kalau Arsyila seperti itu..atau jangan-jangan loe juga suka sama dia dan Loe gak pengen punya saingan"
"Hahaha...kayak gak ada cewek normal aja...asal kalian tau gue kenal sama doa dari orok"
Bagas langsung pergi meninggalkan kedua pria tadi dengan berbagai pertanyaan di kepalanya...Bagas tersenyum disudut bibirnya
"Takkan semudah itu kau mendapatkannya Ferguso"
Kini keluarga Jay sudah berada diatas panggung dan Jay mengambil alih tugas Andrea
"Selamat malam semua...malam ini saya menjawab semua penasaran sekaligus spekulasi negatif seluruh masyarakat tentang keluarga saya...dan mereka bertiga adalah buah cinta kami yang paling berharga"
Mereka saling pandang dan melempar senyum...
"Dan disini saya juga mengumumkan jika putera kedua saya Arsya Abdellah Malik akan bertunangan bulan depan dengan Aretha Zayba Almaira putri dari Louis Fernandez...Aretha bisa kemari sayang"
Aretha berdiri dan langsung naik ke panggung..semua melihat kearah Aretha..apalagi nama Louis juga termasuk berpengaruh
Keluarga Malika hanya bisa diam memperhatikan...bahkan ayah Malika telah siap memencet tombol ponselnya untuk menghubungi seseorang untuk menjalankan rencananya...agung hendrawan tak menyadari jika Daffa dan Rizky sedang mengawasi dirinya secara intens
"Ayah jadi benar mereka keturunan Malik"
"Iya Bun"
"Huh sebenarnya menyesal sih gak dapatin yang lebih gede...tapi ini juga cukup semoga jadi batu pijakan"
Ayah Malika hanya terdiam saja karena memang istrinya belum tau jika mereka sudah tidak memiliki apapun saat ini...dan harapannya hanya Malika saat ini..mereka kembali terfokus pada acara
Jay dan keluarganya sudah turun dari panggung dan kembali ke meja khusus keluarga kecilnya..kembali pembawa acara mengambil alih
"Wah ternyata salah satu pangeran idola sudah memiliki pasangan dan sangat cantik ya"
Ghaydan dan yang lainnya saling berpandangan..tatapan matanya bertanya ide siapa ini...dan mereka mendapat jawaban jika itu usul Daffa
"Kami mulai ya...yang pertama Ghaydan Atha Septian putra Bapak Septian dan Ibu Afriska...pemilik Keke Diamond dan juga Ceo Pramana Group"
Ghaydan berdiri membungkukan sedikit badannya memberi hormat..dan kembali duduk
"Yang kedua Devin Putra Alfatir putera dari bapak Bintang Pradipta Alfatir"
Devin melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Ghaydan
"Berikutnya Shanum Sidqia Alvaro Putri dari bapak Alvaro dan ibu Nadia pemilik Longlife tea"
Shanum berdiri dan tersenyum lalu kembali duduk
"Selanjutnya Keynan Fernandez putra Louis Fernandez"
Keynan juga berdiri dan tersenyum
"Mereka ini masih jomblo termasuk salah satu kembar Malik dan sang putri ya...siapa tau ada yang mau mendaftar menjadi calon istri...hehehe"
"Kami disini juga mendapatkan hadiah untuk kedua pasangan yang sedang berbahagia"
Video rekaman ucapan selamat dari kakek nenek Malika diputar...Arash memang sempat meminta Ghaydan merekam ucapan selamat dari kakek nenek Malika...dengan latar suasana sebuah taman yang indah bukan lagi diruang rawat
"Assalamu'alaikum cucu nenek dan kakek..apa kabar kalian sayang...nenek dan kakek rindu kalian...Kakek dan nenek yakin kalian baik-baik saja dan bahagia sayang...malam ini Kakek dan nenek memberikan ucapan khusus Malika Ayesha Putri...selamat berbahagia sayang...semoga lancar hingga pernikahan nanti...dan Mirza Sulthan Mahasin apa kabar jagoan. .kakek dan nenek kangen sekali dengan kalian nak..sudah lama kita tidak berjumpa nak"
Malika dan Mirza kaget melihat kedua orang yang dulu merawatnya masih sehat karena selama ini menurut ayahnya kedua orang itu sudah meninggal dalam kecelakaan namun jenazahnya hangus terbakar tanpa bisa dikenali
"Kak ini Atuk dan Nini kan"
"Iya dek mereka masih sehat dek"
Mirza langsung berdiri dan memeluk Malika... Mereka langsung menatap kearah ayah dan bundanya meminta penjelasan
"Kalian salah paham itu video lama nak...sengaja ayah simpan sayang"
"Kami tidak bodoh disudut video itu ada tanggal pembuatannya dan waktunya semua tertera hari ini tepatnya pagi tadi yah"
"Itu hanya editan jaman sekarang kan canggih"
"Kami tidak sebodoh itu yah...dimana mereka sebenarnya yah"
"Mereka sudah tiada"
"Bohong kalian bohong"
Teriakan Mirza menarik perhatian dari seluruh tamu undangan... beberapa pengusaha yang sempat mengenal Kakek Mirza juga kaget melihat Hasan Mahasin masih sehat
"Ini pasti ada yang ingin merusak acara anak saya"
"Bukan anak tapi ponakan Tuan Agung Hendrawan"
Daffa langsung memotong omongan agung hendrawan
"Apa maksud kamu mengatakan bahwa anak saya adalah keponakan saya"
"Tidak perlu berbohong lagi kami memiliki bukti yang sangat kuat"
"Kalian semua gila...Nak kalian jangan percaya dengan omongan dia"
"Mirza Sulthan Mahasin dan Malika Ayesha Putri adalah anak dari Sulthan Syahir Mahasin dan Gendis Ayesha Prameswari anak kandung Bapak Hasan Mahasin"
"Kalian semua mengarang...mana buktinya jika kalian mengatakan mereka bukan anak kami"
Daffa menjentikkan jarinya sebuah video pengakuan tuan Hasan terpampang disana bahkan bukti tes DNA juga tampak dilayar tersebut.. Agung Hendrawan semakin murka karena kebusukannya terbongkar didepan umum dan keponakannya...bahkan pengacara keluarga Mahasin juga hadir disana
"Kalian kira kalian bisa menangkap seorang agung hendrawan dengan mudah...Kalian bermimpi...malam ini ditempat yang sama kita akan terkubur dalam gedung ini...karena saya sudah meletakkan bom waktu...tinggal saya pencet kita akan mati bersama...Hahaha"
Hampir semua tamu undangan panik mendengar apa yang dikatakan agung hendrawan... kecuali RashSya n the genk...mereka sudah mengantisipasi semuanya...mereka sudah tau hal tersebut akan terjadi
"Silahkan anda lakukan karena kami tidak takut"
Agung memencet tombol di ponselnya namun tak ada apapun yang terjadi hotel tersebut namun saat Rizky memerintahkan untuk menyalakan layar LED begitu terkejutnya agung hendrawan...karena resort miliknya yang dibangun diatas tanah sengketa dan juga menggunakan uang Mirza dan Malika hancur dalam sekejap mata
"Kenapa bisa...kalian kejam sangat kejam...apa salah saya hingga kalian menghancurkan hidup saya seperti ini"
"Kesalahan Anda cuma satu mengusik dan menghina keluarga Malik"
"Tapi saat itu saya tidak mengenal siapa Arash...dan harusnya kalian mengerti itu..saya tidak sepenuhnya bersalah"
"Tau ataupun tidak Anda tidak berhak menghina dan merendahkan seseorang...bahkan setelah Anda tau faktanya pun Anda tetap menghinanya kan"
Agung hendrawan hanya bisa tertunduk lemas...semua yang dikumpulkannya sudah habis...apalagi dilayar tersebut terpampang bukti penyelewengan dana setiap ada kerjasama dengan perusahaan agung hendrawan
Malika dan Mirza yang masih terpukul atas fakta yang ada hanya bisa menangis sambil berpelukan..apalagi mereka baru mengetahui jika orangtua kandung mereka meninggal karena ulah Paman yang sudah mereka anggap sebagai ayah kandung mereka.. Ghaisan mendekati Malika mengusap perlahan punggungnya
Tak berapa lama si kembar yang sempat menghilang datang membawa sepasang suami istri menggunakan kursi roda
"Mirza...Malika cucuku"
Merasa nama mereka dipanggil mereka langsung mendongak...Mirza dan Malika langsung berlari memeluk mereka
"Atuk"
"Nini"
"Sayang kalian apa kabar...kami merindukan kalian"
"Atuk kami juga rindu...sangat rindu kami kesepian tanpa Atuk dan Nini menemani"
"Maafkan kami nak..karena kami kalian harus mengalami ini semua...maafkan kami sayang"
"Kalian tidak bersalah...kami yang bodoh karena percaya begitu saja saat itu"
"Sudah ya sekarang kita sudah bersama kembali sayang"
Agung hendrawan sudah diborgol dan akan segera ditahan bersama sang istri... nenek Malika yang melihat itu merasa iba
"Agung apa kamu tak merindukan kami nak"
Agung hanya bisa menunduk dan menangis dalam apitan dua orang polisi
"Kemari nak peluk kami orangtua kamu nak.. kamu masih anak kami"
Agung semakin menangis melihat kedua orangtua yang telah membesarkannya masih bisa memaafkan walaupun dia sudah berbuat jahat
"Ayo nak peluk kami..kami merindukan ku nak"
Agung Hendrawan langsung berjalan dan bersimpuh di kaki kedua orangtua angkatnya itu
"Maafkan agung bu pak...Agung terlalu dibutakan oleh nafsu dunia...maafkan agung yang sudah durhaka ini pak bu..ampuni agung"
Kakek dan nenek Mirza lalu berusaha mengangkat tubuh agung hendrawan dan mereka langsung berpelukan bersama-sama
"Kami selalu memaafkan kamu nak ..kau adalah anak kami...kami selalu menyayangi kamu agung.. perbaikilah kesalahan kamu nak..dan kami akan menunggu kepulanganmu sayang"
"Agung malu dengan kalian yang sangat baik selama ini"
"Tak perlu seperti itu...kamu anak kami sudah selayaknya kami selalu memberikan yang terbaik untukmu nak...cepat kembali kami menunggu dirumah"
Polisi membawa agung hendrawan saat melewati Mirza dan Malika...mereka secara bersamaan memeluk agung. .biar bagaimanapun mereka sudah membesarkan Mirza dan Malika
"Maafkan Paman nak...telah berbohong pada kalian"
"Sudahlah ayah kami sudah memaafkan tapi kami minta ayah berubah menjadi lebih baik...dan kami menunggu kepulangan ayah nanti..jaga kesehatan ayah"
"Iya nak makasih kalian memang seperti Sulthan dan Gendis yang memiliki hati sangat lapang dan tak pernah memiliki dendam...Ayah pergi..Mirza jaga Atuk dan Nini serta adikmu"
"Iya Ayah"
Polisi menggiring Agung Hendrawan dan istrinya semua mata tertuju pada pasangan itu... sedangkan Mirza dan malika kembali memeluk Atuk dan bijinya
"Misi selesai...kasus ditutup"
Devin berucap sambil bernafas lega..mereka bisa tersenyum bahagia... Ghaisan menuntun Malika mendekat kearah arash
"Rash...kita harus bicara"
"Bicaralah disini kita semua kan keluarga"
"Rash sesuai janji gue ke loe waktu di bandara..saat ini gue akan menepati janji ke loe tanggung jawab untuk Malika gue balikin ke loe"
Semua menatap Ghaisan penasaran dan bercampur kesal
"Chan saat ini Malika tanggung jawab loe. jaga dia sayangi dia...dia lebih pantas berdampingan dengan loe daripada gue...janji loe sudah lunas..kini saatnya loe nepati janji loe buat jaga Malika"
"Tapi Rash.."
"Tidak ada bantahan...dan Mal gue harap loe juga bisa nerima Ghaisan dengan ikhlas...semoga kalian langgeng"
"Iya makasih Rash...Gue juga mau minta maaf karena pernah menyakiti loe"
"Sudah lama gue maafkan Mal.. sekarang berbahagialah bersama Ghaisan"
Acara pertunangan berganti menjadi acara yang mengharu biru...namun membawa bahagia tersendiri
*Seburuk-buruknya orangtua kita mereka tidak akan pernah rela anaknya disakiti siapapun..namun mereka sangat rela dan ikhlas disakiti oleh anaknya sendiri... seburuk-buruknya sifat kita hanya orangtua kita yang bisa menerima keadaan kita dengan Ikhlas tanpa syarat
Sayangi mereka jika masih ada berikan perhatian yang lebih untuk mereka..saat mereka nanti telah tiada hanya rasa penyesalan yang ada...kerinduan mendalam namun tak bisa disalurkan hanya lewat doa kita bisa mengungkapkan rindu kita......
Miss u Pak Bu....Alfatihah untuk kalian*
______
Ini part spesial dengan jumlah 2.900 kata
setelah ini sudah tidak ada konflik berat hanya kisah asmara mereka saja yang akan dibahas
Jangan lupa jempolnya
happy Reading