
Oya maaf dua episode sebelumnya ada kesalahan dalam penulisan...harusnya keluarga Jasmine berakhiran Mahendra bukan Mahardika...dan banyak typo penulisan yang membingungkan dalam membaca...Maaf lupa revisi๐๐๐
_________
Hari ini media berita online dan seluruh surat kabar bahkan televisi nasional sedang membahas keluarga sultan yang masih sangat merahasiakan tentang keluarga mereka terutama anak-anak yang akan menjadi penerus
Tagline yang sangat menarik tersebar di seantero jagad...bahkan diluar negeri juga sama hebohnya...siapa yang tak mengenal sosok Zaydan Malik Alfatir...sejak muda sudah terkenal dengan sebutan raja bisnis..saat ini rumah Arka sudah heboh dengan para keluarga yang akan menghadiri acara pertandingan Ghaisan
"Ini apa-apaan sih bikin tagline kok ngaco gini...malah geli Opa bacanya"
Alex yang membaca salah satu media berita online lalu mengkritik judul tagline berita tersebut..Arsya sang tersangka hanya tertawa
"Haha...itu keren Opa lain daripada yang lain"
"Ini pasti ulah kalian ya"
"Hanya Arsya Opa kami tidak ikutan"
Arash dan Keynan yang merasa ikut disalahkan merasa tak terima...bahkan Arka tertawa mendengar berita di televisi yang heboh membahas cucu-cucunya yang misterius itu...bahkan dari sekian komentar warga yang diwawancarai menyatakan jika cucu-cucunya berwajah buruk rupa membuatnya malu untuk diperkenalkan
"Buahahaa...aduh kalian dibilang buruk rupa...Ya Allah...ini benar-benar wow...Haha"
Juna langsung angkat bicara ikut mengompori si kembar...namun semua omongan Juna malah berbalik kepadanya sendiri
"Hahaha...Opa sebegitu jeleknya kah si kembar hingga mereka menggambarkan wajah si kembar dengan artis penomenal yang doyan brondong...coba bayangkan jika wajah kalian seperti itu.. Haha...berarti gantengan gue jauh dong"
Arash tersenyum smirk...lalu dengan santai menjawab perkataan Juna
"Bahagia sekali Anda bisa mencela kami...ingat jangan sampai senjata makan tuan"
"Emang bisa... gak yakin gue mah"
"Apasih yang bikin loe bahagia banget dari berita kita..padahal kita aja biasa aja"
"Hahaha...habis pada komen lucu banget...ada yang sampai gambarin wajah kalian dengan karikatur yak beraturan...Hahaha"
"Hmmm...begitu ya...Loe tau gak kenapa mereka bisa ngomong kayak gitu"
"Ya karena mereka belum pernah lihat kalian"
"Nah itu tau..terus kalau misal nih kita nyebar foto terbaru kita apa jadinya"
"Gue yakin pasti histeris karena mereka terpesona"
"Cerdas banget ya jawabannya...terus secara otomatis kita sama loe gantengan mana"
"Hahaha...jelas ganteng...."
Juna terdiam sambil mencerna kembali perkataan Arash tadi...sekejap dia langsung protes
"Sialan loe Rash loe jebak gue ya"
"Nggak kok...Loe aja yang terlalu jujur...oya thanks uda ngakui kegantengan kita"
Arash tersenyum tipis dan kembali melihat gawainya... sedangkan Afnan dan Alex yang berada disana memperhatikan sedari tadi hanya bisa berkata
"Poor Arjuna..Hahaha"
Kondisi dirumah Malika lebih suram dibanding hari sebelumnya...Ayah Malika jujur kepada keluarganya tentang kondisi rumah tempat tinggalnya saat ini...dan menyalahkan Arash serta Jay
"Mereka bukan orang baik...bahkan kerjasama ayah ditolak bahkan ayah dihina dan dipermalukan setelah itu ayah diusir dari kantor mereka...mereka semua kejam"
Malika hanya diam mendengarkan ocehan ayahnya...Mirza pun sama..bahkan dalam benak Mirza menolak semua perkataan ayahnya itu namun dia memilih untuk diam dan malas berdebat
"Maka dari itu ayah minta tolong sama kamu nak...segeralah bicara dengan Ghaisan agar mau memberi investasi ke perusahaan ayah yang baru ayah rintis...karena harta kita sudah habis direbut Zaydan Malik"
Malika mengangkat kepalanya dan melihat mata sang ayah...dia mulai ragu dengan setiap perkataan ayahnya...dan malika mulai mengutarakan pendapatnya
"Mengapa ayah tak mencoba meminta secara baik-baik kepada Daddy-nya Arash"
"Kamu pengen lihat ayahmu ini bersujud di kaki manusia yang tak berperasaan itu"
"Malika tidak mengatakan itu...Ayah bisa bicara baik-baik mencari solusi bersama..Malika yakin Daddy Arash akan setuju...kecuali memang ayah yang memulai masalah"
"Jadi menurut kamu ayahlah yang membuat masalah..begitu...berani sekali kamu berkata seperti itu kepada ayahmu sendiri yang sudah membesarkan kamu dimana balas budi kamu untuk ayah"
"Jujur Malika tak begitu percaya dengan semua ucapan yang ayah katakan karena selama Malika mengenal keluarga mereka...tak sekalipun mereka menyakiti orang...bahkan semutpun mereka lindungi"
"Hahaha...kamu terlalu naif...mudah dibodohi..mereka sudah mengelabuimu dan perlahan mencuci otakmu...pokoknya ayah gak mau tau...kamu harus segera bilang ke Ghaisan untuk mengucurkan dana kepada Ayah....kalau bisa setelah kalian tunangan malam ini"
Ayah Malika lalu beranjak pergi dan masuk kedalam ruang kerjanya..sedangkan Mirza yang melihat adiknya seperti dijadikan alat bisnis oleh ayahnya merasa sedih
"Sabar dek...omongan ayah gak usah dipikirin...sekarang loe istirahat nanti malam adalah acara kamu sayang jadi kamu harus tampil maksimal"
"Bang...apa Arash kembali"
"Iya Arash kembali...apa loe masih berharap kepadanya"
"Tidak bang...Malika sudah ikhlaskan Arash bersama orang lain...Malika sudah menerima Ghaisan meskipun Ghaisan belum ada rasa kepada Malika..Gue cuma mau minta maaf ke dia..itu saja"
"Ouh begitukah...ya uda Malika tidur dulu bang"
Mirza menatap langkah sang adek...dia begitu sedih melihat nasib sang adik yang semakin kesini semakin terlihat maksud perjodohannya... Mirza lalu menghubungi Devin untuk menanyakan apa yang dikatakan ayahnya tadi... walaupun dia tidak percaya...dia hanya ingin mendengar dari pihak lainnya agar bisa melihat letak kesalahan perkataan ayahnya
"Hallo Dev"
"___"
"Gue mau tanya Dev...jadi ayah gue cerita katanya Om Zaydan menyita semua harta kami dan mengakuisisi perusahaan keluarga kami..itu benar tidak"
"___"
"Oh gitu...baik gue akan tunggu penjelasannya malam nanti.. thanks Dev"
Mirza sudah menutup gawainya lalu berdiri masuk ke dalam kamarnya dia juga perlu mengistirahatkan badan dan pikirannya...karena sang ayah pun mendesaknya mencari pasangan yang setara dengan keluarga Ghaisan
Berita kemunculan anak-anak raja bisnis sudah tersebar bahkan arash benar-benar melakukan apa yang dikatakan kepada Juna...foto terbaru mereka dan itu membuat gempar seluruh dunia
Bahkan teman-teman lama mereka berlomba-lomba mengirim pesan memastikan berita yang beredar...bahkan di sosmed sudah banyak foto tersebar saat si kembar sekolah dan membuat teman-temannya bangga sudah pernah melalui hari bersama mereka
"Sons siap-siap dengan terbukanya identitas kalian maka waspadalah terhadap teman sekalipun karena mereka bisa saja memanfaatkan kalian"
"Kami sudah siap untuk semua itu Dad"
Kali ini Arka ikut angkat suara
"Satu lagi kalian bakalan laris manis...Haha"
"Memangnya kita dagangan apa"
"Ih gak percaya...dulu Daddy kalian juga gitu... identitas terbuka antrian yang daftar calon mantu menggunung...bahkan uda nikah sama mommymu aja masih ada yang mau jadi istri kedua dan seterusnya... Hahaha"
"Apa daddy menerima tawaran mereka untuk poligami"
"Tidaklah daddy sudah cinta mati sama mommy kalian"
"Awas aja ya berani poligami..kami akan membuat Daddy bangkrut biar tuh wanita yang Daddy poligami makan angin"
"Kembung dong bang"
"Iya biar mirip kayak ikan buntalnya Chila"
Chila yang merasa namanya disebut langsung menjawab
"Ada apa manggil Chila bang"
"Daddy bilang kamu dijodohin sama ikan buntal sayang"
Arsya menjawab asal membuat Jay melotot dan Chila mengamuk
"Daddy apa-apaan sih jodohin Chila ma ikan buntal...ogah kayak gak ada pria lain aja...kalau sama dia anak Chila bisa jadi kayak dugong"
"Kamu yakin sayang dengan ucapanmu itu"
"Yakinlah dad...Gak mungkin kan ikan buntal berubah jadi ikan selayang"
"Mungkin saja...asal ada usaha...Oya Daddy lupa malam ini keluarga Gautama juga datang dan kamu bisa lihat sendiri seperti apa ikan buntalmu itu"
"Alah pasti tambah gembung gak beraturan"
"Ih jangan salah Daddy pernah bertemu dengan Bagas saat Daddy ke Paris honeymoon dengan mommy.. dia sudah tampan loh...nyesel kalau nolak"
Jay tidak sadar membuka rahasianya sendiri...karena saat Jay pergi ke Paris berkata urusan bisnis nyatanya bukan...ketiga anaknya protes bersamaan
"Ouh jadi honeymoon ternyata"
"Padahal pamitnya urusan bisnis...Eh tenyata bisnis enak - enak"
"Siapa ya yang dulu bilang ke Chila jangan suka bohong itu tidak baik"
"Ingat umur napa...uda tua banyak tingkah"
"Kasian tuh pinggang encok nanti"
"Sayang duit jauh-jauh kesana cuma enak-enak...dirumah aja bisa"
Jay yang diserang hanya bisa meringis saja...tak bisa menjawab setiap ucapan bergantian ketiga anak-anaknya...Afnan yang masih duduk disana tertawa bahagia melihat manusia tengil dikalahkan oleh anaknya sendiri
"Benar ya kata pepatah like father like son...dan lawan berbahaya bagi seorang ayah adalah anaknya sendiri... hahahha...hujat terus jangan dikendorin...bantai saja..Hahaha"
______
Siapin kejutan terbesar ya...siapa yang akan dibawa Arash untuk membongkar kejahatan Agung Hendrawan dan apakah Shanum memilih Mirza atau beralih pada Keynan๐ค๐ค๐ค๐ค
jempolnya oey jempol
Heppy Reading