RashSya Story

RashSya Story
RashSya~ Belum ada Judul



"Ars kamu sudah siapkan semua apa yang dibutuhkan Aretha untuk pertunangan kalian"


"Tinggal nyari souvernir aja sih dad..kalau kebutuhan pribadi Aretha uda kemarin sama mommy belinya"


"Jangan lupa pastiin ibu panti dapat undangan sama anak-anak panti juga"


"Iya Dad...nanti Arsya sama Retha yang antar sendiri undangannya"


"Bagus.."


Jasmine langsung ikut berbicara


"Oya Bang Ars mommy lupa kamu harus kerumah Paman Bintang sama ayah Andrea jangan lupa"


"Iya mom...rencananya pagi ini langsung ke Paman Bintang terus ketemu bunda Jeje baru sore nunggu Retha balik kuliah dulu"


Jasmine dan Jay hanya mengangguk sambil tersenyum mendengar penjelasan Arsya


"Oya dad...Arash kemarin lupa bilang mau minta ijin kalau mulai hari ini mau diberlakukan sistem penerimaan magang anak sekolah dan mahasiswa...boleh gak Dad"


"Tujuan kamu membuat seperti itu untuk apa bang"


"Selain untuk membantu para siswa dalam menyelesaikan tugas akhir sekolah mereka...kita juga bisa mencari calon bibit unggul untuk kemajuan perusahaan dad...karena akhir-akhir ini hampir semua perusahaan selalu mengambil lulusan tertinggi dalam memilih karyawan namun kinerja mereka tak sebanding dengan gelar mereka"


"Jadi maksud Abang kita juga sekalian mencari calon pegawai baru gitu melalui anak magang"


"Kurang lebih seperti itu Dad...karena dari data yang Arash baca hampir tiga puluh persen tahun ini dan tahun depan karyawan kita pensiun karena usia dad...jadi sebaiknya kita mulai mencari dari saat ini"


"Terus berapa lama Abang akan ngasi waktu buat mereka magang"


"Enam bulan cukup dad"


"Daddy oke...itu lebih baik daripada kita harus berulangkali interview namun kinerja nol...lanjutkan bang Daddy merestui"


"Alhamdulillah terimakasih dad"


Usai menyelesaikan sarapannya si kembar langsung menuju kendaraan masing-masing menuju kantor..dijalan Arash mendapatkan pesan dari Ghaydan yang meminta bantuannya


Saat tiba dikantor...Arash cukup terkejut karena lobby dipenuhi oleh banyak orang dan sebagian dari mereka berseragam putih abu-abu..Arash bertanya kepada sekuriti disana


"Pak ada apa ini"


"Anu pak Arash katanya mereka mau magang disini"


"Loh darimana mereka dapat informasi itu"


"Mereka bilang hanya ingin mencoba saja pak...karena menurut mereka hanya perusahaan milik pak Arash dan pak Arsya yang selama ini menolak magang...dan mereka juga sudah bingung harus masuk perusahan mana dikota ini sudah menolak semua kalau harus keluar kota mereka butuh biaya tambahan bagi yang mampu gak masalah tapi bagi yang tidak kan kasian pak"


"Hmm...Ya sudah bapak atur saja agar mereka tertib saya akan ke bagian HRD"


Arash melangkah masuk kedalam lobby semua mata memandangnya kagum...saat akan melanjutkan langkahnya Arash mendengar suara kepala HRD berada diantar kerumununan dan sedang berdebat dengan seorang siswa berseragam putih abu-abu


"Pak masa kami semua tidak diijinkan untuk magang disini"


"Maaf dek memang perusahaan kami belum membuka kesempatan untuk murid magang...kalian bisa mencoba diperusahaan lain saja"


"Tapi hampir semua perusahaan yang menerima murid magang sudah full pak...tolonglah kami"


"Tidak bisa dek maaf"


Arash langsung melangkah mendekati kepala HRD dan meminta resepsionis untuk menertibkan mereka


"Pak Jaka bisa ikut saya sebentar"


"Oh pak Arash...Ya baik pak"


"Dan saya minta tolong untuk kalian tertibkan mereka agar tidak menghalangi jalan"


"Baik pak"


Pak Jaka berjalan mengikuti Arash masuk keruang tuggu yang tak jauh dari lobby...ruang yang didominasi dengan dinding kaca dan dapat melihat kedua arah itu menjadi pemandangan bagi para calon siswi magang


"Wah kalau bisa magang disini mata seger melulu...bosnya bening banget"


"Dinginnn tapi menghanyutkan"


Begitulah suara bersautan di lobby ZM Group saat ini... sementara Arash sudah selesai memberikan pengarahan kepada pak Jaka...dia keluar ruang tunggu bersama pak jaka menuju kerumunan calon anak magang


"Selamat pagi semua adik-adik"


"Pagi"


"Perkenalkan nama saya Jaka Suseno kepala HRD di sini... pagi ini adalah sebuah keberkahan bagi kalian semua karena ZM Group membuka peluang bagi siswa magang dan calon para siswa magang akan melalui dua tahap seleksi sebelum dinyatakan diterima sebagai siswa magang disini"


Semau tersenyum bahagia karena bisa mendapatkan peluang magang diperusahaan sebesar ZM Group..Arash yang melihat raut wajah bahagia mereka dalam hati dia tersenyum bahagia..setidaknya ada kebaikan yang dilakukan dihari ini...Pak Jaka juga memperkenalkan Arash


"Dan adik-adik semua perkenalkan disamping saya adalah pimpinan perusahaan ini Bapak Arash Malik"


Semua bertepuk tangan...Arash hanya tersenyum tipis saja dan sedikit mengangguk...pak Jaka meminta resepsionis membuat nomor urut agar satu persatu dapat diinterview...arash berbalik meninggalkan lobby menuju ruangannya... tiba-tiba ada salah satu calon peserta magang memanggilnya..wanita itu menggunakan pakaian berwarna hitam putih jelas seorang mahasiswa


"Maaf kak...boleh kenalan tidak"


Arash melipat jidatnya heran karena calon peserta magang itu berani memanggilnya dengan sebutan kak


"Bukannya tadi sudah diperkenalkan oleh Pak Jaka"


"Eh iya tapi saya mau kenalan secara pribadi sama kakak"


Belum sempat Arash menjawab ponselnya berdering dan tertera nama princess disana Arash tersenyum..lalu mengangkatnya sambil berlalu pergi meninggalkan wanita yang ingin berkenalan dengannya tadi


"Assalamu'alaikum sayang...Miss u so bad"


"_"


Wanita tadi terdiam melihat Arash menjawab telpon dengan sebutan sayang bahkan suaranya sangat lembut


"Ternyata uda ada yang punya tapi kayaknya LDR...masih ada peluang...jangan sebut nama gue Tifanny kalau gak bisa naklukin loe hai cowok tajir"


Arash terus berjalan dan masuk kedalam lift sambil terus berbicara dengan Chila di telpon... sedangkan ada seorang wanita yang sempat terpesona kepada Arash dia ada diantara puluahan calon anak magang bersama sahabat-sahabatnya


"Cie cie...terpesona aku terpesona...ngedip dong"


"Apaan sih biasa aja kok"


"Tapi tadi cowoknya bikin terpesona banget yak..sayang gue uda ada cowok"


"Yaelah ngimpi kalian ketinggian kali...lagian cowok kayak dia pasti ada yang punya...uda fokus sama tujuan kita biar cepet lulus SMA"


"Huuu sirik banget sih Lo dam"


Mereka berempat kembali fokus kepada arahan dari resepsionis untuk melengkapi data yang belum lengkap...sebelum sesi interview berlangsung


"Bener juga kata Adam orang seperti dia pastilah punya pendamping... astaghfirullah kenapa gue jadi mikirin dia sih....sadar fokus ke tujuan awal"


Seorang remaja putri bermonolog didalam hatinya setelah mengagumi Arash da saat ini dia kembali fokus kepada tujuan awalnya


Sedangkan ditempat lain Ghaydan sedang mengamuk kepada papinya yang mengambil keputusan sepihak tanpa persetujuan darinya


"Papi Atha gak suka sama cara papi ini"


"Memangnya salah papi coba jodohin kamu dengan anak dari teman mami kamu...toh anaknya juga baik"


"Atha gak mau...kalau papi sama mami terus maksa mending Atha nyusul Oma ke Paris dan gak balik sini lagi"


Ghaydan langsung meninggalkan ruangan kantor papinya dan berlalu pergi...dia sangat kesal kepada kedua orangtuanya yang selalu memaksakan keinginan mereka tanpa peduli perasaannya


Ghaydan berhenti disebuah danau yang biasa dia kunjungi bersama si kembar saat mereka ingin menenangkan diri


"Huh... mereka selalu menganggap gue boneka dengan seenak hati mereka mengatur hidup gue sesuka hati mereka...tanpa mereka pernah ingin tahu apa mau gue"


Ghaydan berbicara sendiri sambil melempar lempar batu kearah danau...tak jauh dari tempatnya berdiri Ghaydan melihat seorang remaja sedang berkelahi...dia hanya menonton tanpa berniat membantunya...tak lama Ghaydan berlalu pergi menuju rumah Jay...karena hanya disana dia merasa dianggap sebagai seorang anak bukan boneka


____


Hayo siapa yang terpesona aku terpesona sama bang Arash...konflik cuma sekitar kisah asmara gk berat tapi juga gak ringan 😅😅😅😅


jangan lupa jempolnya


Happy Reading