RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Party part 2



RashSya mengajak tema temannya kerumah untuk mengadakan party kecil karena sudah membawa harum nama bangsa dan sekolah...Melany dan Jasmine sudah mempersiapkan bahan bahan untuk barbeque


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam sudah sampai"


"Belum masih dijalan dad"


"Dasar anak semprul ditanyain serius jawabnya seenak udelmu"


"Lagian pertanyaan tak bermutu banget Dad"


"Duh Gusti punya anak gini amat yak"


"Drama"


Mirza dan Malika yang baru pertama kali menginjakkan kaki dirumah konglomerat ternama bahkan baru kali ini mereka melihat interaksi antara sang anak dengan ayahnya yang begitu santai...hanya bisa melongo saja


"Kalian berdua gak usah kaget dirumah ini gak ada yang waras..kecuali Oma sama mommy Jasmine saja masih normal kalau lagi gak terkontaminasi"


Ghaisan berusaha menjelaskan pada Mirza dan Malika yang masih takjub d dengan kegesrekan seorang Zaydan Malik


"Apa kamu bilang coba ulangi...Daddy mau dengar"


"Ampun dad...tadi bang Dev yang ngomong bukan Ichan"


"Dasar Sinchan alis gak rata..Loe mitnah gue hah"


Memang alis Ghaisan tidak tumbuh merata..


"Ichan mau ngaku apa Daddy sunat kamu"


"Dad habis dong dad...iya maafkan Ichan dad uda ghibah yang benar"


"Itu aib bukan ghibah shincan"


"Plis dong dad jangan shincan dong ganteng gini dipanggil shincan"


"Masih gantengan Daddy"


"Iya iya..ngalah aelah daripada gak bisa nodong lagi besok"


Arash yang jengah dengan drama mereka menengahi


"Uda berhenti kalian gak malu kelihatan belangnya didepan mereka berdua"


Arash menunjuk Duo M dengan dagunya..Jay mendekati mereka merasa tak asing dengan Malika


"Wah ada tamu to..ayo masuk nak..siapa nama kalian"


"Perkenalkan nama saya Mirza Om...dan ini adek kembar saya Malika"


"Kalian kembar juga kayak noh duo somplak"


Jay melirik kedua putranya


"Somplak somplak gini anak siapa coba"


Duo M tertawa melihat Arsya membantah ucapan Daddynya


"Iya Om"


"Yuk langsung ke belakang aja Mommy sama Oma sudah menunggu"


Jay hanya merangkul Duo M tanpa mengajak yang lain.. Ghaydan pun protes


"Ada yang baru yang lama dilupakan oey"


"Ada yang baru buat apa yang lama"


"Gitu ya dad...Ok..Gue loe end dad"


"Kalau sudah end harus bisa move on dari Daddy..Ok Ghay"


"Atha plis"


"Ghay"


"Serah deh Sultan mah bebas"


"Nah itu tau..hahaha"


Mereka berdebat sambil berjalan...Duo M merasa atmosfer berbeda dirumah si kembar.. mereka mengira jika keluarga terhormat akan banyak aturan...nyatanya mereka tak ada batasan tapi masih ada rasa hormat


"Mommy..honey..Daddy coming"


Jay berjalan sendiri didepan setelah melepas rangkulannya dipundak Duo M..itu membuat beberapa makhluk somplak memutar bola mata jengah..


"Lebay"


"Alay"


"Umur oey ingat umur"


"Ada anak dibawah umur loh"


Jay melepas pelukannya dari Jasmine dan menatap tajam kearah anak anaknya


"Iri bilang bos"


Kompak mereka menjawab..kecuali Duo M


"Huwekkk..jijay"


Melany dan Jasmine yang sudah biasa dengan kelakuan mereka hanya tertawa.. Jasmine menatap ke arah Duo M setelah para putra dan juga Princess Shanum mencium pipinya juga Omanya..Dan Jay paling tak suka istrinya diciumi selain dia


"Stop jangan wanitanya Daddy..cari wanita lain sana buat disosor"


"Emang soang"


Devin asal nyeplos saja menanggapi omongan pamannya itu


"Hei cantik siapa nama kamu"


Jasmine bertanya kepada Malika namun Shanum yang menjawab


"Shanum mommy nama aku"


Toyoran didapat Shanum dari Ghaydan


"Yey bukan loe kali yang ditanyain mommy...Loe mah udah pada bosan lihatnya"


"Daddy...Si Ghay jahatin Sha"


Shanum berjalan merangkul lengan Jay sambil merengek


"Kasih tuh kecrekan dia Sha biar ngamen di perempatan"


Ghay berubah ke wujud asalanya


"Emang Eike apaan suruh ngamen diprapatan...ih ogah"


Sambil melambaikan tangannya seperti mengibaskan rambutnya yang tak panjang


"Amit amit sawan..sawan...hus hus"


Jay mengibas ngibaskan tangannya seperti mengusir setan.. Jasmine kembali mendekati Malika


"Kamu siapa namanya nak...Mommy baru lihat kalian berdua main kesini"


"Saya Malika Tante...dan ini kakak kembar saya Mirza"


Mereka mencium tangan Jasmine dan Melany seperti mereka lakukan pada Jay tadi


"Jangan panggil Tante...panggil saja mommy seperti mereka..nama mommy Jasmine dan itu Oma mereka semua..namanaya Oma Melany"


Mereka mendekati Melany dan mencium tangannya


Arsya berjalan mendekati mommynya membisikan sesuatu


"Benarkah"


"Hmm"


Arsya tersenyum dan memainkan alisnya.. Jasmine menatap Arash sambil memainkan mata..Arash paham maksud mommynya


"Arsya loe ember banget sih"


"Cie cie..Abang uda berani ya"


"Apaan sih mom"


Arash tersipu malu..dan baru kali ini mereka bisa melihat Arash seperti itu...Hanya Jay dan Melany yang belum paham ada apa..Jay menatap sang istri meminta penjelasan


"Ihr Sohn hat einen Liebhaber Vater"


(Putramu memiliki kekasih dad)


Hanya duo M yang tak begitu paham bahasa Jerman


(Au au sudah berani ya)


Arash menjawab mereka


"Gak usah lebay mereka gak paham bahasa planet kalian jangan gunakan bahas nenek moyang kalau lagi di planet lain"


"Dating aber erinnere dich an die grenzen"


(Boleh pacaran tapi ingat batasan)


"Arash kennt Oma"


(Arash tau oma)


Mereka bercanda bersama duo M yang belum paham apa yang dibicarakan..mereka tadi berniat bertanya namun lupa karena melihat keharmonisan keluarga itu


"Kak..gue iri lihat keakraban mereka..bahkan bukan anak kandung pun mereka sangat menyayangi..andai orangtua kita bisa seperti mereka"


"Itulah orang kaya yang sesungguhnya dek..hatinya sangat kaya bukan hanya hartanya...beruntung kamu mendapatkan Arash...jaga hatinya dek..mereka sangat langka"


"Iya Kak"


Tak lama Arka datang dengan nafas terengah-engah...dia masuk leata pintu taman belakang..


"Hosh hosh...aduh Opa lelah..air air air"


Ghaisan yang sedang membawa selang air mendekat dan memberikan kepada Arka


"Kamu kira Opa kambing apa suruh langsung nyedot aja"


"Opa bilang air...lah ini kan air Opa"


"Heh dudul air minum..gitu aja gak paham"


"Oh air minum...bilang dong"


"Ya Allah kalau kamu bukan anak Syamil uda Opa gantung di pohon pete noh"


"Uda jangan ngomel terus kasian nafas tinggal pagi atau sore Opa..nih minum dulu"


Arka meneguk habis air minumnya...lalu kembali mengomeli Ghaisan


"Kamu bilang apa tadi chan"


"Apa sih Opa gak capek apa ngomel terus"


"Dasar cucu sontoloyo"


"Terus Opanya apa kalau cucunya sontoloyo"


"Ya Allah lelah saya..lelah"


"Makanya istirahat jangan ngomel melulu..bantuin kek malah ngomel aja"


Duo M cengok melihat Ghaisan terus mencela Arka


"Huh...mengalah saja daripada harus membalas perbuatan lucknut si shincan"


Melany mennldekati suaminya


"Opa mana Chila"


"Bentar lagi juga nyampe..tadi Opa puter balik gak gak kuat....sumpah gk kuat Opa"


Arsya mendekati Opanya...dan duduk disampingnya..sambil memijat kedua pundaknya


"Beuh ini namanya cucu Sholeh...bukan kayak yang tadi noh ngajak gelud aja kalau ketemu..Kencengan dikit Ars..Huh nikmat mana lagi yang kau dustakan ya Allah lelah berkelana dapat pijatan"


Arsya berpindah memijat kaki Opanya dan bertanya


"Emang opa sama Chila kemana"


Arsya berbicara sambil terus memijat kaki Opanya


"Hem..tuh adek kamu benar benar bikin nafas opa pagi sore"


"Kok bisa"


"Masak Chila naik sepeda Opa suruh ngikutin dari belakang"


"Naik sepeda juga"


"Mending naik sepeda...Opa disuruh naik otoped milik Chila Ars..coba bayangkan"


Semua tertawa mendengar penjelasan Arka


"Buahahaa...salut sama Chila...patut dicoba itu"


Devin menjawab omongan Arka


"Emang jalan kemana aja Opa"


Kini Arash mendekat sambil memijat pundak opanya


"Ah cucu cucu terbaik Opa...terus...enak benar"


Arka menjeda sebentar omongannya


"Dari rumah ketaman dekat masjid lumayan kan 500meter sendiri habis itu ke taman dekat gerbang kampung berapa meter noh...Mana otopednya warna pink gambar Princess..malu Opa dilihatin emak emak pada ngrumpi sore"


"La terus kenapa Opa bisa pulang duluan"


"Tadi pas Chila minta putar lagi Opa kabur...sekarang Chila sama markoneng"


"Eneng naik apa"


"Suruh boncengin Chila naik sepeda"


"Wah Oneng kualat tuh sama opa...hahaha"


"Iya kamu bener Sha...nanti pulang mau Opa omelin"


Si kembar menarik kedua tangan mereka dari badan Arka


"Kok udahan..lagi dong..jarang jarang loh kalian kayak gini..kecuali ada sesuatu"


Si kembar menyeringai dan saling menatap dan berbisik pada sang Opa


"Ada bayarannya Opa"


Arka menatap tajam kearah si kembar...Arsya menunjukka sebuah email dari ponselnya yang belum lama diterimanya


"Dasar licik kalian harusnya Opa tau kalian tak akan sebaik itu...menyesal Opa...sangat menyesal"


Jay bertanya melalui matanya


"Dasar titisan Abu Nawas...selalu mencari kesimpitan dalam kesempatan"


Ghaisan menyela


"Enak kali Opa yang sempit sempit"


Melany menjewer telinga Ghaisan


"Omongannya yak...siapa yang ngajarin"


"Ampun Oma ampun...iya Ghaisan salah"


Jay bertanya kembali


"Kalian apain Opa sampe cemberut begitu"


"Hanya sebuah penawaran kecil"


"Kecil pala loe peyang...Untung kalian Opa buntung"


"Mana buntung masih utuh semua gitu"


Jay meraih ponsel Arsya dan membacanya...Jay tertawa lepas...membuat semua menatapnya


"Buahahaa...cerdas sekali kalian...good boy"


"Dasar Titisan Abu Nawas...Gak bapak gak anak licik banget"


Arsya mendapat email dari asisten pribadi Opanya..karena memang Arsya belum memiliki asisten sendiri..Email itu berisi akan ada rapat pemegang saham terbesar dan meminta Arsya ataupun Arash memimpin namun Arsya dan Arash tak mau karena sudah ada perjanjian dengan Opanya selama seminggu mereka bebas meeting apapun itu...dan mereka memang belum siap dikenalkan dipublikasikan sebagai CEO..Si kembar menunjukkan email itu serta surat perjanjian yang berupa video rekaman saat mereka bermain PS sebelum berangkat ke Singapura kemarin...Jika Opanya melanggar si kembar akan terbang ke London dan tak mau mengurus perusahaan diIndonesia


Duo M baru tau setelah Devin membacakan email tadi dan juga memutar video Arash


"Dek laki loe daebak banget...kakak aja kalah..Loe harus jagain benar tuh dek"


Malika hanya tersenyum kecut...tak menyangka kekasihnya adalah seorang CEO muda...namun tak lama Devin berbsik pada Mirza agar merahasiakan semua yang dilihat dan di dengar


________


Happy Reading


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak