RashSya Story

RashSya Story
RashSya~ Next Generation



"Uyuttt yuhu. Oh oyottt eh salah uyut sembunyi dimana hayo"


"Uyuttttt. Awas kalau serkan dapat serkan cubit ya"


Serkan sudah berusia tujuh tahun sekarang. Dan si kembar baru memasuki usia enam tahun. Sehari-hari mereka asyik mengerjai eyang kakung dan uyut arkanya. Seperti saat ini. Arka sengaja bersembunyi setiap pulang sekolah ada saja ulah serkan yang membuat arka lelah.


Serkan sedang membuka laci dibawah meja televisi. Membuka setiap laci dan pintu buffet yang menyimpan foto keluarga dan beberapa pemghargaan sebagai pengusaha sukses.


"Den serkan nyari apaan bukain laci"


"Eh eneng cantik. Serkan nyariin uyut akung"


"Nyariin uyut kok didalam laci sih den"


"Siapa tau uyut ngumpet disitu eneng"


"Ya kali si uyut mainan bisa masuk laci"


"Iya juga ya. Kenapa serkan gak kepikiran ya"


"Ini anak kenapa beda ama bapaknya ya. Apa dulu bikinnya gak kepentok apa ya ko jadi konslet gini anaknya"


Eneng bergumam pelan agar tak terdrngar serkan. Tak lama si kembar datang sambil menjilati es cream.


"Abang serkan cari apa"


"Uyut akung. Meera lihat gak"


"Nggak"


"Kalau kamu al"


"Lihat"


"Dimana"


"Diteras"


"Beneran al"


Serkan sudah alan berlari menuju teras, Almeer berteriak dan membuat serkan geram.


"Tapi boong"


"Almeerr"


"Ganteng"


"Sombong"


"Biarin"


Eneng hanya bisa geleng kepala saja melihat kelakuan tiga bocah sultan itu. Mereka benar-benar tidak seperti orangtuanya.


"Almeer gak boleh gitu sama abang. Nih ya kata Buna kalau kita gak sopan sama yang lebih tua, mau jalan kita kebalik kepala dibawah dan kaki diatas"


"Ya gak mau dong kak meera. Hilang dong kegantengan al"


"Makanya hormati abang"


"Siap. Kepada abang serkan hormat grak"


"Almeer bukan gitu juga kali. Emangnya upacara bendera"


"Lah kan kak meera sendiri yang bilang kita harus menghormati yang lebih tua. Al kan gak salah"


"Ck. Maksud kakak cara kita menghormati itu kita hargai dia. Terus jangan suka bohong sama abang"


"Oh gitu ya. Emang abang serkan harganya berapa kak"


"Tau ah pusying pala berbie. Kanapa gue punya kembaran gini banget"


Si kembar dan Serkan memiliki sifat yang bertolak belakang. Saat ini mereka sudah duduk dibangku sekolah dasar. Kecerdasan otak mereka tak diragukan lagi. Bahkan mereka idola disekolah. Setiap hari ada saja hadiah yang mereka dapatkan dari para fans.


"Al kasih tau abang dimana uyut"


"Al gak tau abang"


"Meera juga gak tau abang. So jangan menatap meera seperti itu"


"Terus abang harus tanya kesiapa dong"


Almeer langsung mengambil gagang sapu dan bernyanyi sambil memperagakan gaya seorang vokalis band ternama.


Coba bertanya pada manusia


Tak ada jawabnya


Aku bertanya pada langit tua


Langit tak mendengar


uo oooo woooou oooo


"Gak usah nyanyi juga kali Al. Emangnya loe arel oah"


"Biarin wle. Yang pentinh suara al kan bagus"


Almeer berjalan ke taman belakang. Niatnya ingin berenang. Dia sudah menyiapkan pelampung. Saat berjalan kearah kolam renang, Almeer melihat seseorang bersembunyi dibalik pohon bonsai besar.


"Pantat siapa tuh"


Perlahan Almeer mendekat. Almeer bisa melihat sang uyut duduk santai dengan kursi kecil disana. Almeer pun mendekati sang uyut.


"Oooo uyut sembunyi disini ya"


"Al. Kok kamu kesini"


"Mau berenang uyut. Uyut sembunyi dari abang serkan ya"


"Husst jangan berisik nanti serkan tau"


"Oke. Tenang aja aman sama al"


"Bantuin uyut dong biar bisa keluar dari sini al. Uyut capek nih"


"Aha al punya ide. Tapi cepek dulu"


"Dasar anak sultan mata duitan amat sih kamu al"


"Ih ini beda uyut. Menurut buku yang al baca, ini disebut simbiosis mutualisme. Sama-sama mengutungkan. Uyut butuh bantuan al. Al senang dapat bayaran"


"Serah deh pokoknya ayo bantu uyut"


"Ayo al papah uyut


"Kenapa pake dipapah al"


"Mau dibantuin ga"


"Ya mau al"


"Ya udah ikuti kata-kata al"


"Ia-iya"


Al memapah arka perlahan. Dan arka berakting sakit perut. Awalnya semua berjalan lancar. Namun semua terbongkar setelah jasmine dan melany pulang dari pasar.


"Sakit perut. Mau pup"


"Kok pup al"


"Lah emang uyut mau apa"


"Mau makan lapar"


"Ayo serkan bantu"


Mereka membawa arka berjalan masuk kerumah. Sialnya Arka, Melany sudah kembali bersama jasmine dan jay. Melany langsung panik melihat suaminya dipapah cicitnya.


"Almeer, Serkan uyut kenapa"


"Mau makan"


"Mau empup uyut putri"


"Hah yang bener mana sih. Uyut kenapa"


"Gak tau"


"Loh kok sekarang malah gak tau. Ayo jujur sama uti. Kalau gak hidungnya nanti panjang kayak pinokio. Mau"


"Gak gak mau serkan. Tapi serkan jujur gak tau"


"Almeer"


"Almeer gak salah loh ya. Almeer cuma nolongin uyut biar gak capek diajak main kejar-kejaran sama abang serkan"


"Terus kenapa lemes gini"


"Uyut itu cuma boongan. Uyut gapapa kok"


"Benarkah. Jadi ini penipuan gitu"


Melany menjewer telinga arka. Arka berusaha membela diri.


"Aduh sakit sayang jangan dijewer"


"Siapa suruh bohong"


"Itu idenya almeer mah. Beneran"


"Malah nyalahin cicitnya gak malu gitu sama umur"


"Ampun mah"


Para generasi penerus keluarga malik langsung duduk mengambil posisi menghadap nenekmu.


"Ayo terus uyut cantk. Jewer terus"


"Kurang keras uyut cantik"


"Ah gak seru. Penonton kecewa"


Jay dan jasmine langsung tertawa. Si kembar dan serkan lebih banyak bersama oma opa dan juga uyutnya. Karena Icha menggantikan Daffa menjadi asisten sang suami. Sedangkan Aretha mengelola usaha restauran yang dirintisnya sendiri.


"Al opa akan pergi ketempat Ghibran"


"Cuma al nih yang diajak. Meera gak"


"Princess mau ikut juga. Ayo kalau mau"


"Gak ah. Meera mau nyusul Buna sama Ayah aja"


"Nanti ayah sama buna juga kerumah Ghibran sayang"


"Emang ada acara apa opa"


"Gak ada. Kan lama kita gak ketemu Ghibran. Mumpung mereka ada di Indonesia sayang"


"Okelah"


Ghibran Rasendria Gautama putra Bagas dan Chila. Semenjak sinyatakan hamil, Bagas membawa chila kembali ke Paris dan menetap disana. Kini usia Ghibran sudah dua tahun.


"Kak meeraaaaa"


Meera baru ingat jika pagi tadi dia tanpa sengaja mematahkan membuat lubang dicelana baru limitef edition kesayangan almeer.


"Mampus gue"


"Hush meera omongannya"


"Oke meera ganti. Oh my gosh"


Jay hanya geleng-geleng saja. Beruntung semenjak pandai berbicara Al dan Meera memanggilnya opa dan oma sedangkan kedua orangtuanya Buna dan Ayah. Hanya panggilan kepada Afnan saja yang tak berubah.


"Kak meeraaaaaaa"


"Meera kenapa adekmu berteriak"


"Hehehe. Itu opa gapapa kok. Hmm meera mau main tempat Hanan sebentar opa. Byee opa"


Meera berlari keluar dari rumahnya menuju rumah diseberang jalan. Sedangkan Al masih marah mencari meera.


"Opa dimana si meera putih"


"Siapa meera putih"


"Ck. Opa gak usah sok pikun gitu deh. Pikun beneran ntar"


"Dasar sontoloyo. Kamu kenapa nyariin kakak kamu sambil teriak-teriak. Kayak tarzan aja"


"Meera putih tu bikin kesel"


"Kenapa"


"Coba lihat celana baru al. Masak dibikin bolong gini opa. Ini masih baru opa"


"Hahahaaha. Itu kenapa bisa bolong disana. Tapi gapapa anggap aja jendela. Biar gak pengap"


"Opaaa. Ini celana limited edition. Si meera sakti bikin bolong pas ditempat rahasia"


"Ya sudah tinggal dijahit aja. Ingat al jangan dipake sebelum dibenahi takutnya si otong masuk angin hahahahaha "


"Opaaaa ngeselin beud"


"Beli lagi kok kayak orang susah"


"Gak ada lagi. Awas aja aku balas kamu meera sakti"


Al langsung berlari mengambil salah satu boneka tokoh boyband kesayangannya. Boneka itu almeer lempar keatas pohon rindang didepan kamar meera.


"Rasakan pembalasanku meera sakti"


Almeer keluar dari kamar Meera dan berenang bersama serkan. Mereka bertiga tidak pernah mau bermain diluar rumah. Menurut mereka tempat ternyaman adalah rumah.


______


Maaf alur saya percepat...


Jangan lupa jempollll


Happy Reading