
Maaf kalau baru bisa up. Alhamdulillah emaknya Arash baru sembuh. Maklum perut emak Arash agak elit kena minuman soda dikit langsung asam lambung yang melambung tinggi ke angkasa gak mau turun-turun. Baru pagi ini dia sadar dan kembali ke bumi. Gaje banget yakπ π π
Lanjut nih yang kangen pasangan penomenal si ikan buntal akan kita bahas dikit ya...cuzzz kepoin
______
"Non Chila ada kiriman buat anda"
"Dari siapa Kak Ali"
"Sepertinya masih seperti yang lalu. Hanya berinisial IB dan love"
"Sebenarnya siapa dia ini. Mengapa banyak sekali barang mewah dan surat dia kirimkan"
"Secret Admirer mungkin"
"Huh entahlah. Sekarang apa lagi yang dia kirimkan buat aku"
Chila membuka kardus itu perlahan. Bukan barang mewah namun sesuatu yang mengusik ingatan masa lalunya yang memang sedang dia rindukan.
"Foto ini"
Chila membalik selembar foto itu dan ada tulisan di sebaliknya. Dan pikirannya langsung tertuju kepada ikan buntal kesayangannya.
Bersabarlah sayang kita akan segera bertemu. Kamu ingat dia siapa. Dan apa jadinya jika dia tidak bisa bertemu denganmu dalam wujudnya yang baru. Apakah kamu yakin tidak memiliki rasa pada sigendut ini. Sayang jangan kecewakan aku jika ingin bertemu dengannya. IB with love β€β€β€β€
"Kurang ajar. Siapa kamu sebenarnya. Hanya gue yang berhak untuk menjahili ikan buntal. Dan gak akan gue biarkan orang lain mengambil hak paten gue. Kak Ali cari tau siapa orang ini. Jangan sampai Atuk tau. Akan gue hajar manusia bernyali tempe ini. Berani hanya lewat surat. Gue yakin mukanya bopeng gak jelas makanya sembunyi"
"Haha nona suka sekali mengambil kesimpulan tentang seseorang"
"Gak ada orang tampan menjadi pengagum rahasia. Kebanyakan orang sok kecakepan yang kayak gitu. Uda cari tau aja siapa dia. Belum tau dia siapa Arsyila Malik"
"Siap nona. Akan saya lakukan secepatnya"
Sedangkan dibelahan negara lain seseorang sedang tertawa mendengar ocehan Chila tadi. Membuat sang papa menjadi heran.
"Hahaha. Semakin aku tak sabar ingin menemuimu preman pasar"
"Kamu kesambet kuntilanak Perancis Gas"
"Selalu mengganggu kesenangan orang saja"
"Kamu itu beberapa Minggu ini Papa amati kayak orang gila baru. Suak ketawa gak jelas uda gitu dikantor senyum sendiri lihat tembok. Kamu gak sedang berfantasi sama tembok kan Gas"
"Apaan sih Pah. Kayak Bagas gak doyan lubang surga aja suka sama tembok"
"Lah terus ngapain tiap ngadep tembok senyum sendiri"
"Berarti gak senyum berjamaah Papa"
"Dasar anak menyebalkan. Kapan kamu mau ngenalin cewek ke papa. Perasaan habis lulus kuliah kamu cuma sama Jimmy terus. Gak belok kan"
"Belum waktunya. Nanti juga Papa akan dapat mantu"
"Oya lusa orangtua Helen ingin mengajak keluarga kita buat makan malam. Katanya biar saling kenal akrab gitu"
"Modus. Bilang aja Bagas uda punya tunangan Pah"
"Huh. Selalu begitu terus. Sebenarnya siapa yang sedang kamu nanti Gas. Jangan sampai kamu keduluan orang karena hanya menunggu disini saja tanpa tindakan"
"Santai aja Pah. Yang jelas papa pasti suka sama dia. Sebentar lagi dia wisuda jadi Bagas akan menemuinya saat acara itu"
"Ouh ouh. I know I know. Gaspol bro. Papa dibelakang kamu"
"Hmm serah deh. Makanya gak usah jodoh-jodohin Bagas lagi sama modelan kuntilanak gak pake baju. Bagas mah ogah sama yang kayak gituan"
"Papa aja ogah. Barang obralan semua. Nanti Papa sama Mama yang akan bilang ke keluarga mereka kalau kamu sudah tunangan"
"Makasih Papa the best"
"So pasti itu mah"
Setelah sang papa keluar dari kamarnya, Bagas langsung menghubungi asisten Atuk Syakir.
"Hallo kak Ali assalamu'alaikum"
"Sudah. Terimakasih karena kalian mau bekerjasama dengan saya"
"Tidak masalah selama itu memang yang terbaik untuk nona kami. Oya bulan depan nona akan kembali ke Indonesia karena kedua orangtuanya akan mengajaknya ke Jerman untuk menghadiri pernikahan sepupunya di Jerman"
"Terimakasih infonya kak Ali. Nanti Bagas akan meminta bantuan kakak saat di Jerman"
"Siap"
Bagas sudah memutuskan sambungan telepon dengan Ali. Selama ini Bagas menjadi secret admirer bagi Chila atas persetujuan Atuk dan di bantu oleh Ali. Karena sang atuk ingin mereka bersatu namun seolah bukan karena perjodohan. Dan hanya dengan cara ini mereka akan dekat.
"Preman pasar bersabarlah sebentar lagi aku segera kembali"
Bagas Putra Gautama. Pria berdarah Chinese Indonesia musuh bebuyutan seorang Arsyila Qeeva Malik. Namun tanpa dia sadari berawal dari permusuhan masa sekolah mereka, menumbuhkan rasa yang mendalam bagi seorang Bagas.
Bahkan berbagai cara Bagas lakukan agar tetap bisa mengawasi keberadaan belahan jiwanya. Bagas selalu rindu sikap barbar seorang Arsyila.
"Apakah hanya penampilan kamu saja sayang yang feminim. Aku sangat rindu pertengkaran kita dulu"
Bagas masih memandang foto seorang Arsyila. Hari ini dia akan bertemu seorang klien di sebuah restoran bersama dengan asisten sekaligus sahabatnya. Dia sudah bersiap dan akan segera berangkat.
Berbeda dengab Arsyila yang masih penasaran dengan orang yang berani mengancam keselamatan ikan buntal kesayangannya itu. Dia tidak lagi konsen dengan pekerjaan sampingannya saat ini.
Chila memang sedang mendalami desain interior untuk memperlus ilmunya. Selain kuliah bisnis yang digelutinya saat ini. Dan tiga bulan lagi dia akan wisuda dengan nilai memuaskan dan predikat cumlaude serta mahasiswi termuda. Awalnya kedua orangtua Chila meminta Chila untuk kuliah di Jakarta. Namun Chila masih enggan kembali ke Jakarta dan memilih meneruskan sekolah di Malaysia.
"Chila sayang"
"Ya Atuk"
"Malam ni kita akan makan malam bersama sahabat Atuk. Kamu bersiaplah sayang"
"Iya atuk. Tapi ingat Chila tak mau dijodohkan"
"Tidak akan ada hal semacam itu princess Malik"
"Good"
Atuk Syakir hanya bisa tersenyum melihat sang cucu yang selalu tak suka akan perjodohan. Walaupun. dia terlihat feminim namun sifat barbarnya masih melekat. Hanya dalam hal tertentu sifat bar-bar Chila akan dikeluarkan demi pertahanan keselamatan.
Seminggu yang lalu saat akan ada acara gathering yang diadakan di resort milik atuknya, Chila berulah karena salah satu kolega atuknya yang sudah berumur memintanya menikah dengan cucunya. Namun Chila bingung menolak karena berbagai cara selalu gagal. Dan beberapa hari berikutnya saat merkwa datang berkunjung disiang hari. Chila memiliki ide brilian.
Dia berdandan kaya punk. walaupun berjilbab. Bahkan lebih lusuh dari seorang gembel. Lalu dengan santainya dia berteriak didalam rumah seolah didalam hutan. Menggunakan bahasa kasar. Tak sungkan Chila memanjat pohon mangga dibelakang rumah dan dengan santainya tidur diatas dahan sambil bernyanyi tak jelas.
Bahkan pria yang akan dijodohkan dengannya sempat dia tendang tulang keringnya karena ingin merangkul pundaknya. Tak hanya itu setiap berbicara pada pria tersebut dia selalu memukul lengan si pria dengan sedikit kencang
Atuk Syakir hanya menahan tawa melihat ulah sang cucu berusaha menggagalkan perjodohannya sendiri. Karena hanya dalam hitungan satu jam keluarga itu ilfii dan tak ada niatan memiliki menantu bar-bar seperti Chila.
"Siapa kamu sebenarnya. Rasanya aku ingin menjual kepalamu. Kugunduli rambutmu. Kerontokan gigi-gigimu. Saat nanti aku berhasil menemukan kamu"
~Arsyila Malik~
"Apakah kamu akan mengenaliku dengan perubahan tubuhku saat ini. Aku yakin kamu akan terpesona karena ketampanan ku. Tunggu kedatanganku"
~Bagas Gautama~
______
Visual Bagas
Visual Arsyila Qeeva
Kalau gak suka silahkan bayangin sendiri yak. Aku suka karena tatapan mata keduanya itu tajam. Setajam siletπππ
____
Sedikit awalan kisah cinta ikan buntal dan princess barbar keluarga Malik ya
Jangan lupa jempolnya kakak
happy Reading