
"Chila hari ini kamu ikut Abang meeting sama GT Corp. Mereka mau ada acara gathering amal. Kan kamu sekarang yang megang bagian event. Abang mewakili dari pihak resort"
"Oke bos"
Arka yang mendengar pembicaraan kedua cucunya itu ikut nimbrung.
"Setau Opa sebelum abang kamu berangkat ke Lombok pernah bilang ada kerjasama pembangunan penginapan di daerah Lembang Bandung sama GT Corp juga. Karena mereka menyediakan lahannya"
"Iya Opa cuma untuk masalah pembangunan itu mereka maunya langsung dengan Abang dan tidak ingin dicampur adukan dengan masalah gathering. Ini kan acara pengangkatan CEO baru perusahaan mereka"
"Ouh gitu. Seingat Opa pemilik GT Corp cuma punya satu anak laki-laki dan namanya.."
Sebelum Arka melanjutkan arsya lebih dulu menyela dan langsung memberi kode kedipan mata kepada Opanya.
"Putra Gautama opa namanya"
"Ouh...Iya iya benar Putra Gautama"
Arsyila masih asyik membaca novel tanpa memperdulikan Opa dan abangnya itu. Setelah lulus kuliah, Arsyila meminta ijin kepada Daddy dan Opanya untuk kembali membuka EO yang pernah dipegang mommynya. Mereka pun setuju. Dan Sudah empat kali Chila menangani event besar kesemuanya sangat memuaskan pelanggan.
Tak jauh beda dengan Chila. Bagas memutuskan mengurus perusahaan Papanya yang berada di Jakarta dan kembali ke Jakarta seminggu setelah Arsyila kembali ke Jakarta. Beberapa bulan yang lalu sebenarnya Bagas dan Chila pernah bertemu saat pernikahan Arjuna namun mereka tak ada saling menyapa karena memang tak ada yang memberitahu Chila bahwa orang yang selalu berdiri disampingnya adalah Bagas.
Bagas mengetahui jika Chila memegang kendali bagian event, dia memiliki ide untuk membuat acara namun harus Chila sendiri yang menangani bukan orang lain. Bagas bekerjasama dengan kedua kakak kembar Chila juga kedua orangtuanya. Bahkan Atuk Syakir sudah menegaskan akan menjodohkan mereka secara diam-diam.
"Abang. Sore antar Chila ke resort yuk"
"Gak bisa honey, Abang mau ngantar kak Retha ke dokter"
"Wah akankah Chila mendapat keponakan"
"Doakan sayang. Nanti baru mau diperiksa dulu"
"Ya sudah Chila sama siapa dong perginya"
"Coba telpon Rizky honey"
"Hmm Iya juga. Bentar Chila telpon dulu"
Chila langsung menghubungi Rizky. Namun sayangnya Rizky juga ada acara. Chila menghubungi Daffa mencoba meminta tolong. Daffa bersedia menemani chila. Chila bisa saja pergi sendiri atau diantar Mang Toyib, namun para pengawalnya yang posesif tidak akan mengijinkan dengan mudah apalagi jika sudah masalah bertemu klien.
Sedangkan dirumah mewah milik keluarganya, Bagas sedang senyum-senyum membayangkan pertemuannya besok dengan Chila. Asisten sekaligus sahabatnya hanya bisa tertawa melihat kelakuan Bagas.
"Loe gak ada rencana buat ngasi teror ke Chila"
"Jangan sekarang. Nanti saja. Gue mau merubah rencana. Bukan lagi mengirim barang mewah"
"Kenapa perasaan gue gak enak ya dengar loe punya rencana lain"
"Negatif melulu otak loe Jim"
"Pokoknya selama gue disini gue juga mau cari cewek. Awas loe ngrecokin gue Gas"
"Heleh kayak loe bisa aja deketin cewek. Baru lihat aja langsung gagap. Hahaha"
"Semprul emang loe Gas"
Bagas masih asyik melamun sambil tersenyum. Dia benar-benar sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Chila.
"Rasanya sudah tak sabar menanti hari esok. Selamat datang di permainan hatiku baby"
Bagas bermonolog dalam hati sambil tersenyum dan terkadang terkikik sendiri. Membuat Jimmy bergidik ngeri. Jimmy pergi meninggalkan bagas sendiri didalam kamarnya.
Pagi menjelang. Rutinitas harian pun dijalani semua makhluk didunia ini. Begitu juga dengan keluarga Malik. Pagi ini sedikit berbeda. Karena Arsya membawa kabar bahagia berselimut duka. Seluruh keluarga menyemangati Aretha. Bahkan Arsya kembali kerumah keluarganya agar Aretha ada yang menemani dan menjaganya.
"Chila uda siap. Kita kekantor dulu baru nanti jam sepuluh kita ke resort"
"Iya bang. Hari ini Chila bawa Damar bang buat jadi asisten Chila"
"Iya gapapa. Oya bawa mukena kamu sekalian honey. Kayaknya bakalan lama acaranya nanti"
"Iya Abang itu selalu ada ditas Chila kok"
Arsya masuk ke kamarnya untuk berpamitan kepada istrinya. Dan meminta tolong kepada Mommy nya menjaga sang istri yang harus bedrest.
Chila berangkat bersama dengan Arsya. Mereka menuju kantor Arash dahulu karena memang event organizer milik Jasmine masih berkantor diperusahaan Arash. Arsya hanya mengantar sang adik sampai lobby saja. Dia juga harus menyiapkan berkas untuk meeting dengan Bagas.
Karena beberapa anak buah Chila sedang menangani event dab hanya ada empat orang inti yang free. Chila memutuskan membawa Damar. Damar dua tahun diatas Chila. Dan kemapuannya seimbang dengan Chila. Damar juga memiliki paras yang cukup menawan. Menurut Shanum yang pernah bertemu Damar, Damar sangat mirip dengan salah satu member Kpop kesukaannya dan juga Annisa.
"Kak damar hari ini temani Chila meeting dengan GT Corp diresort"
"Oh itu perusahaan yang mau ngadain gathering kan chil"
"Iya benar kak"
Chila memang meminta para pegawainya memanggil nama saja jika usia mereka diatas Chila. Dia melakukan itu agar lebih mudah berkomunikasi tanpa embel-embel sungkan. Dengan cara seperti itu mereka bisa saling dekat layaknya saudara.
Tiba waktunya Chila meeting dengan Bagas. Chila berangkat menggunakan mobil kantor bersama Damar dan supir kantor. Sedangkan Arsya memang sebelumnya ada meeting dikantor dan dia berangkat bersama Rizky dari kantornya. Bagas baru bersiap akan berangkat dan sudah mengabari Arsya jika sedikit terlambat.
"Kak Damar even yang dihotel Marriot selesai jam berapa"
"Malam nanti. Kenapa"
"Kalau nanti selesai dari sini kita cek kesana, gak masalah kan"
"Gak lah. Malah bagus lihat kinerja anak-anak . Apalagi ini even pertama yang dihandle team Raka"
"Berarti habis meeting langsung ke Marriot kita"
"Oke"
Mereka sampai diresort milik Arsya. Mungkin suatu keberuntungan bagi Bagas. Saat turun dari mobil, Bagas melihat Arsyila juga turun dari mobil.
"Kita bertemu lagi preman pasar"
Namun wajahnya berubah kesal karena melihat ada pria disamping Arsyila dan mereka berjalan sambil asyik bercerita. Bahkan terkadang saling tertawa.
Karena penasaran Bagas sengaja berjalan tepat dibelakang Arsyila untuk menguping pembicaraan antara Damar dan Arsyila.
"Kak nanti antarkan juga ke kamar yang digunakan dimarriot. Gue mau lihat seperti apa hasilnya"
"Oke bisa diatur. Sekalian aja cek kamar yang dihotel Arkmel kan acaranya lusa. Kita belum survey loh"
"Oh iya. Ya udah sekali jalan aja. Palinh malam baru kelar"
"Loe gapapa sampai malam"
"Nanti gampanglah"
Mereka tidak tahu jika seseorang sudah sangat kesal mendengar pembicaraan mereka seputar kamar hotel. Pikirannya sudah traveling keliling kebon. Jimmy sang asisten hanya menahan tawa melihat bos sekaligus sahabatnya kesal. Dia berbisik menggoda Bagas.
"Gila mereka mau check in. Dihotel keluarga lagi. Ck ck. Lakinya lumayan juga loh"
"Berisik"
Sampai ditempat meeting. Ternyata Arsya sudah disana. Arsya cukup kaget melihat Bagas berjalan dibelakang sang adik namun wajahnya kesal. Agar drama mereka tak ketahuan, Arsya langsung menyapa Bagas. Dan pura-pura tak kenal. Anggaplah amnesia mendadak.
"Abang uda datang, maaf tadi ada urusan dikit"
"Iya gapapa. Tapi kenapa kamu bisa bareng pak Putra"
"Hah. Chila sama kak Damar kok"
"Selamat datang pak Putra"
Arsya berjalan menyambut Bagas. Arsyila kaget karena dia tidak tahu jika orang yang akan ditemuinya berjalan dibelakangnya. Bagas menyambut tangan Arsya dan setelah dipersilahkan duduk sengaja Bagas duduk tepat dihadapan Chila.
"Lebih baik kita langsung mulai saja bagaimana"
"Sepertinya anda terburu-buru sekali nona"
"Sebenarnya tidak begitu Pak Putra. Tapi karena kita sudah lengkap apa tidak sebaiknya kita mulai saja"
"Tidak begitu. Bisa diartikan Anda memang akan ada urusan lain"
"Benar pak saya memang hari ini cukup sibuk"
"Jika Anda cukup sibuk mengapa Anda bersedia menemui saya"
"Karena memang kita terjadwal untuk bertemu hari ini Pak"
"Tapi saya tidak mau saat meeting penting diburu waktu hanya karena urusan pribadi"
Bagas sengaja menekankan kata pribadi dengan tatapan dinginnya. Saat Chila menatap mata itu dia teringat seseorang. Namun berusaha menepisnya.
"Urusan pribadi. Maaf pak saya juga profesional dalam bekerja tidak mencampur adukan dengan masalah pribadi"
"Seyakin itukah Anda nona"
"Anda sudah tau tujuan saya apa. Kecuali anda meminta lebih nona"
"Apa maksud anda tuan"
"Tidak bermasud apa-apa. Saya hanya ingin meeting kita berjalan lancar dan khidmat tanpa diburu waktu nona Arsyila Qeeva"
"Lalu mengapa anda seolah memandang saya rendah"
"Memang Anda rendah, bahkan tinggi badan anda hanya setinggi dada saya"
Chila semakin geram karena baru kali ini dia disebut pendek secara tidak langsung.
"Sekarang gini saja. Anda mau memulai meeting ini atau tidak. Saya tidak ingin buang waktu dengan klien yang tak jelas seperti Anda"
"Tidak jelas. Dimana letak ketidak jelasan saya nona. Apa saya termasuk makhluk tak kasat mata yang tidak bisa dilihat"
"Kampret"
Karena kesal Chila mengumpat pelan namun masih bisa didengar yang lainnya termasuk Bagas.
"Saya kira anda gadis yang manis. Ternyata dugaan saya salah. Penampilan saja yang anggun"
Brak
Karena kesal Chila menggebrak meja didepannya. Entah kenapa setiap perkataan yang keluar dari mulut Putra alias Bagas menyulut jiwa barbarnya.
"Kenapa kalau saya hanya berpempilan anggun. Ada masalah. Asal Anda tau sekarang juga bisa saya patahkan tangan anda"
"Wow wow... Menggemaskan sekali"
"Astaghfirullah jauhkan hamba dari setan jahanam ini"
Sekarang berganti Chila sengaja menekan kata setan sambil menatap Bagas.
"Setan mana ada setampan saya nona. Atau jangan-jangan sebenarnya nona suka pada saya jadi mengajak saya berdebat seperti ini sebagai modus"
"Pede sekali"
Arsya,Rizky dan Jimmy yang tahu ada apa sebenarnya hanya bisa menghela nafas dalam dan geleng-geleng kepala saja. Arsya dan Rizky kompak mengucapkan kata keramat yang lama tak terucap di mulut mereka. Sedangkan Damar hanya melongo tak paham. Ingin membantu namun Arsya mengisyaratkan untuk diam.
"Dan terjadi lagi"
Chila melihat kearah abangnya meminta penjelasan. Karena baru sekali ini mendapat klien yang menyebalkan.
"Bang ini mau dilanjut gak. Kalau gak Chila mau cabut sama kak Damar. Lagi padet ini bang"
"Huh sebaiknya kita mulai saja ya pak Putra"
"Hem"
Karena masih kesal chila meminta Damar menjelaskan beberapa konsep untuk acara Bagas. Namun Bagas menolak dan meminta Chila menjelaskan ulang.
"Saya ingin nona Arsyila yang menjelaskan untuk saya"
"Loh kan sama saja pak Putra"
"Saya maunya Anda nona. Kalau tidak mau ya sudah batal saja"
Chila kaget karena Bagas ingin membatalkan acaranya. Sekali even gagal akan mengakibatkan citra jelek untuk perusahaan. Dan Chila tidak mau itu. Namun sebelum presentasi Chila membaca doa terlebih dahulu.
"Audzubillahiminassaitonnirojim. Bismillahhirohmannirohim"
"Memangnya Anda mau presentasi sama setan sampai baca doa dulu"
"Rajanya setan"
Arsya dan Rizky menepuk jidat pelan agar tak terlihat Chila. Sedangkan Jimmy menghela nafas lemas. Damar yang masih tidak paham hanya bisa diam. Selesai presentasi kembali Bagas berulah menyebalkan.
"Bagaimana pak Putra. Konsep seperti apa yang Anda inginkan"
"Kalau nona Arsyila sendiri, konsep pernikahan seperti apa yang Anda impikan"
Semua melongo mendengar perkataan Bagas yang sengaja menggoda Chila. Karena terlanjur kesal, Chila mengatakan asal-asalan.
"Anda ingin tahu konsep pernikahan impian saya pak Putra"
"Iya saya ingin tahu seperti apa konsep pernikahan wanita setengah annggun ini"
"Saya ingin menikah disalah satu castle yang terdapat di negeri dongeng. Dengan gaun yang indah dan hanya satu-satunya didunia. Dihadiri ribuan anak yatim di seluruh dunia. Dilaksanakan didua negara dan souvernir yang limited edition"
"Sudah itu saja. Cukup mudah"
"Dan yang pasti saya ingin memiliki suami yang tidak menyebalkan seperti anda"
"Percaya diri sekali Anda. Siapa juga yang mau menikahi gadis jadi-jadian seperti anda nona"
"Syukurlah saya juga gak minat. Dan bagaimana dengan konsep yang akan perusahaan Anda pilih pak Putra"
"Saya menyukai konsep yang anda sukai nona Arsyila"
"Huh. Baiklah saya akan memilihkan konsep yang cocok dengan perusahaan Anda pak putra"
"Terimakasih. Saya yakin pilihan anda yang terbaik nona"
"Pasti"
Chila beralih kepada abangnya untuk meminta ijin pergi terlebih dahulu.
"Bang Chila balik dulu ya. Mau cek kerjaan di Marriot"
"Sama Damar kesananya dek"
"Iya bang. Nanti pulang jemput ya"
"Ya sudah sana"
Bagas tak mau kalah dia juga ingin beranjak pergi dengan alasan yang dibuat-buat. Arsya dan Rizky hanya bisa mengangguk saja.
"Saya juga permisi kebetulan ada klien yang akan bertemu sebentar lagi"
Jimmy sempat ingin protes namun kakinya terlebih dulu diinjak oleh Bagas. Karena setau Jimmy sudah tidak ada jadwal meeting lagi hari ini.
Arsyila sudah terlebih dahulu berjalan bersama dengan Damar. Saat melewati dekat kolam ikan hias. Chila melihat ikan buntal miliknya akan diangkat.
"Pak kenapa ikan saya mau diangkat"
"Mau dipindah ke aquarium yang baru nona lebih besar"
"Tapi jangan sampai dibuang loh ya"
"Baik nona"
Damar heran kenapa Chila sepertinya sayang dengan ikan buntal padahal masih banyak ikan cantik lainnya.
"Chil. Ikan buntal apa bagusnya"
"Gak ada"
"Terus kenapa dipelihara. Kan beracun juga ikan itu"
"Emang. Lihat ikan ini jadi ingat teman berantem gue kak pas kecil. bentukannya kayak ini. Kalau disentuh langsung gembung hahaha. Dah gitu kalau nangis guling guling kayak dugong nyasar di darat. Haha. Pokoknya unik dan ajaib. Tapi nyebelin banget. Kalau ketemu pengen gue gembosin tuh perut"
"Emang loe yakin kalau ketemu dia masih sama"
"Iyalah, badannya gede gak ketulungan gak mungkin jadi krempeng"
"Haha"
Orang yang mereka bicarakan sedang berdiri dibelakang mereka. Jimmy tertawa mendengar perkataan Chila tadi. Dengan santai Bagas mendekat kearah Chila dan tepat ditelinganya dia berbisik.
"Jangan mengambil kesimpulan sebelum Anda melihat buktinya nona"
Chila kaget karena bisikan Bagas. Saat akan membalas ucapan Bagas. Namun orangnya sudah berlalu pergi.
"Gak jelas"
_________
Yang kangen sama ikan buntal dan Neng Chila.....
Jangan lupa jempolnya kakak
Happy Reading