
Sore ini grup sahabat selamanya berkumpul dirumah Devin kecuali Shanum...mereka membahas rencana liburan mereka ke Bali..Mereka sudah berada dirumah Bintang namun sang tuan rumah tak tau rimbanya
"Dasar Devin dia yang ngundang dia juga yang ngilang"
"Kalau tau kayak gini mending gie kencan dulu tadi"
"Sama Karen Chan..hahaha"
"Kayak gak ada cewek lain aja"
Arash yang sedari tadi diam memperhatikan perdebatan para sahabat dan saudaranya itu akhirnya bersuara
"Chan loe cari yang kayak apa sih"
"Iya gue juga herman...padahal Karen itu tipe loe kan...cantik... sekseh...kalau otak gue gak tau"
"Nah itu masalahnya Tha..Rash..dia itu 11 12 kaya pembokatnya RashSya...Si Oneng"
"Ah loe Chan bercanda loe lucu banget"
"Ih ngeyel loe Tha...gak percaya tanya aja sama Devin...dia tau kelakuan absurd tuh cewek...Jujur dulu gue terpesona sama dia...eh pas tau sifatnya..ilfill gue"
"Ya uda sama Sha aja"
"Sha nya aja uda ogah sama dia Ars"
"Iya juga ya Ghay...Hahahaha"
Mereka menertawakan sang casanova amatir itu..Entah Ghaisan menurun sifat siapa..Papanya sewaktu muda tidak dekat dengan wanita...bahkan tidak pernah pacaran...sedangkan anaknya..sudah berkali-kali ganti pacar
Bintang menemui para keponakannya itu yang sudah hampir satu jam berada dirumahnya menunggu sang putra yang tak kunjung pulang
"Devin belum pulang"
"Belum uncle... sepertinya keasyikan pacaran dia"
"Pacar...siapa"
"Bang Dev lah...emang uncle gak tau kalau bang Dev punya pacar"
"Nggak...emang Ichan tau"
"Taulah..noh rumahnya selang empat rumah dari sini sebrang jalan cat putih"
Bintang berfikir itu rumah siapa
"Itukan rumah pak Yohan Pah"
Andini datang sambil membawakan camilan untuk tamunya
"Iyakah...kok papa baru tau pak Yohan punya anak seumuran Devin"
"Nggak seumuran uncle...dia lebih tua dari kita empat tahun"
"Apaaa"
Semua kompak berteriak mendengar penuturan Ghaisan...karena memang cuma Ghaisan yang tau masalah Devin...dan Ghaisan juga sudah bertemu dua kali dengan kekasih Devin
"Buahahaa...kalau orang normal ya nyarinya daun muda...ini Devin nyarinya daun tua...cepat layu trus gugur..Haha"
"Hahaha..Tha kalau bang Dev tau jadi perkedel loe sama dia...Tapi bener juga sih omongan Ichan...Hahaha"
"Kalian gak bercanda kan"
"Nggak auntyku sayang...Ichan malahan uda kenalan uda ketemu dua kali..Pas dia jemput bang Dev sekolah"
"Pah..anak kita masak suka sama yang lebih dewasa"
"Tenang dulu mah kita tanyain dia kalau udah pulang papa juga shock"
Andini mulai gelisah takut anaknya salah jalur...Usia Devin baru 17 tahun dan masih duduk dikelas XI..baginya gak wajar dia berpacaran dengan wanita usia 21 yang tentunya sudah matang
Tak lama Devin pulang sambil bersiul..dan membawa paper bag ditangannya..Devin tau rumahnya ramai karena saudaranya...dari luar sudah terdengar riuh..parkiran juga sama penuhnya
"Assalamu'alaikum..orang ganteng pulang"
"Waalaikumsalam ya penghuni akhirat"
"Sialan loe Tha gak sopan banget"
Devin berjalan kearah orangtuanya mencium tangan dan pipi mereka..Itu kebiasaan mereka sejak kecil
"Loe dari mana aja sih bang lama banget...uda lumutan kita nunggunya..Noh lihat aunty sampai nyediain semua makanan"
"Biasa Chan ada urusan bentar"
Devin menjawab santai sambil tersenyum.. Arsya pun menimpali
"Tau gini mending gue ngantor cari duit"
"Alah loe gak cari duit uda Sultan dari orok Ars...sosok an cari duit...bilang aja ngerjain Opa"
"Sekata kata loe ya bang...kalau ngomong kenapa bener semua"
Devin masuk ke kamarnya berganti pakaian dan kembali bergabung dengan para gengnya itu
"Dev kamu sudah makan"
"Sudah Mah tadi ditraktir temen"
Ghaydan menyaut
"Temen tapi demen"
Devin melempar bantal sofa kearah Ghaydan...Karena bosan menunggu mereka kini bermain PS dan juga game dari ponsel
Andini menyenggol lengan Bintang agar menanyakan kebenaran omongan Ghaisan..karena dia belum tenang kalau bukan Devin sendiri yang mengatakan
"Dev boleh papap tanya sesuatu"
Dari nada bicara dan raut wajah Bintang Devin sudah tau pasti salah satu sepupu lucknutnya itu berbicara sesuatu tentangnya
"Boleh Pah"
"Apa benar kamu dekat dengan anak Pak Yohan"
"Itu...anu Pah..anu"
"Anu..apa yang jelas dong Dev"
"Iya anu Pah"
Ghaydan menimpali sambil terus memencet stik PS nya
"Anunya si anu ketinggalan di anu..terus anu anuan deh"
Ghaisan menoyor kepala Ghaydan
"Apa sih gak jelas loe Tha"
"Duh ayang kenapa mukul kepala bebeb sih atit tau...tiupin"
Ghaydan berkata manja dan mengusap kepalanya...bahkan menyodorkan kepalanya tepat didepan mulut Ghaisan
"Jijik gue denger loe ngomong gitu"
Bintang dan Andini hanya geleng-geleng melihat ulah mereka dan kembali menanti jawaban sang putra
"Gimana Bang bisa jelasin ke Papa"
Devin menggaruk garuk pelipisnya yang tidak gatal
"I...I..iya Pah"
Sambil menunduk dan mengangguk pelan
Devin kaget mendengar penuturan Papanya
"Papa tau dari mana"
"Uda jawab aja bang"
"Hmmm..heem"
Jawabnya dengan suara pelan dan mengangguk..Andini dan Bintang shock mendengar jawaban putranya
"Ya Allah Pah bisa struk Mama ini"
"Hush Mama gak boleh ngomong gitu"
"Anakmu Pah..anakmu"
"Ealah gak inget apa bikinnya berdua..Apa perlu diingetin"
Ghaisan berteriak
"Ealah uda tua gak nyadar masih ada bocah disini yak"
"Umur aja bocah...uncle yakin otak kalian uda sering traveling"
"Uncle kalau otak kita traveling..gak ada otak dong kita"
Devin menimpali omongan Ghaisan
"Emang loe gak ada otak..plus mulut loe lemesh banget"
Devin mendengus kesal karena pasti Ghaisan membocorkan rahasianya..karena cuma Ghaisan yang baru tau
"Maap bang demi sepiring nasi dan lauk pauknya jangan lupa sayur mayur ditambah juga susu....Susu murni Nasional"
Ghaisan menyanyikan kata terakhirnya...
"Loe rendah banget sih Chan demi makanan mulut loe jadi lemes"
Bintang menengahi
"Sudah sudah...maksud Ghaisan baik agar kami orangtua kamu juga tau cara bergaulmu itu..agar tak semakin menyimpang"
"Dev normal Pah...gak belok"
"Normal darimana sih bang...yang kamu kencani perempuan beranjak dewasa gak seumuran"
"Ya normal dong mah kan Dev kencan sama cewek buka cowok..Lagian dimana salahnya sih sama wanita yang lebih dewasa..Dev kan masih dalam pencarian jadi diri...jadi Dev mau coba dulu cocok sama yang mana gitu mah Pah"
"Ya Allah kenapa anak gue jadi konslet gini"
Ghaydan menimpali ucapan Devin
"Buat pacar kok coba coba...yang pasti pasti aja"
Ghaisan ganti menimpali omongan Ghaydan
"Pasti pas"
Kompak berdua bersuara
"Dimulai dari nol ya mas... Hahahaha"
"Hey somplak kalian"
Devin melempar bantal sofa yang dipegangnya kearah duo Ghay
"Dev Papa minta akhiri ini semua jangan sampai kamu kebablasan nak"
"Huh..nanti dulu pak baru juga jalan dua bulan"
"Dev kamu mau jadi anak durhakim gak nurut orangtua..Mama kutuk jadi ketel mau kamu"
"Ck kutukan Mama gak keren banget sih...iya iya...nanti Dev putusin..kalau ingat"
"Ok papa kasih waktu satu Minggu kalau masih ngeyel gak ada uang jajan..gak ada mobil"
"Ih papa suka gitu ngancamnya gak asyik"
"Makanya nurut"
"Iya nurut iya"
RashSya berkata pada uncle dan auntynya
"Uncle menurut kami biarkan saja...siapa tau jodoh malah mendatangkan untung"
"Maksud kamu apa Ars"
"Ya kalau mereka jodoh terus nikah hemat biaya banget...Uncle tinggal pasang tenda dari depan rumah uncle ke depan rumah calon menantu..terus tinggal sewa meja prasmanan ditaruh sepanjang jalan itu..Hemat kan..gak pake transportasi juga..mau jenguk juga dekat"
"Semprul..Kalian kira uncle kalian sekere itu sampai ngadain acara numpang halaman orang...nggak pokoknya gak setuju...harus putus"
Ghaydan memutar musik dari ponselnya dan bernyanyi bersama Ghaisan diikuti RashSya..dan mereka berjoged ria mengolok Devin..Syair lagupun diubah mereka
Pacarku enggak modal
Lima langkah dari rumah
Tak perlu kirim surat
SMS juga nggak usah
Kalau rindu bertemu
Tinggal nongol depan pintu
Tangan tinggal melambai
Sambil bilang: "Hello, Sayang"
Duh, aduh, memang asyik
Punya pacar tetangga
Biaya apel pun irit
Nggak usah buang duit
Tak ada malam mingguan
Malam apa pun sama
Tiap hari berduaan
Merenda cinta yang mesra
Tidak usah ditelepon
Kalau kangen langsung jalan
Nggak pakai SMS-an
Lima langkah langsung nempel
Mereka memukul mukul meja..Devin hanya berdecih kesal dengan ulah para saudaranya itu.. Bintang dan Andini tertawa melihat ulah mereka
_____
Pacaran gak modal emang sama tetangga...kayaknya tetap modal ya...modal telinga tebal kalau emak bapaknya ngatain pasangan karena gak suka
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
Happy Reading