
Hari ini olimpiade nasional dilaksanakan...dan tempat yang terpilih adalah sekolah milik Arka yang memang terkenal dengan sekolah internasional dan murid berprestasi
"Dad...mom...doain kami hari ini lancar mengikuti olimpiade"
"Kami selalu mendoakan kalian nak...Daddy janji akan menonton setiap perlombaan kalian hingga final"
"Huh...apa Daddy tak ada kerjaan"
"Kalian tau kerjaan Daddy seperti apa"
"Lalu kenapa mau menunggui kami...kami bukan Chila"
"Sekali saja kalian kenalkan Daddy kalian yang tampan ini"
"Tidak mau"
"Heleh takut kalah saingan kan kalian"
"Jelaslah tidak kami tetap yang terdepan lihat saja uban Daddy sudah nongol dimana mana...hanya satu tempat yang belum nongol"
Arka menyahut perkataan Arash
"Dimana memangnya yang belum tumbuh uban Rash"
"Bulu hidung"
"Buahahaa kamu yakin cuma situ saja tidak ada tempat lain"
"Menurut Opa"
"Pasti ditempat tersembunyi"
Arka menaik turunkan alisnya...tanpa mereka sadari seseorang dengan otak sengklek menyaut
"Den Arash suka gak tau gitu...itu loh den hutan rimbun tempat pralon ajaib tinggal"
Jasmine yang mendengar perkataan si Eneng...kesedak
"Sayang pelan pelan makannya"
Jay mengulurkan air minum kepada Jasmine
"Ya Allah Dad ini anak perlu dirukyiah...otak kok gak waras banget...kenapa kamu samain dengan pralon Eneng"
"Iyalah nyah kalau kayak selang berarti Made in Indonesia...Kan den Jay blesteran nyah jadi ya gitu deh...Ya nggak den"
Si Eneng memainkan matanya...Jay mengambil hiasan buah buahan dilempar kearah asisten somplaknya
"Ngaco aja kamu Neng...kaya pernah tau aja"
Sedangkan Arka Melany dan RashSya tertawa mendengar itu
"Buahahaa sumpah eneng otaknya perlu di cuci"
"Iya bang kalau perlu kasih pemutih...Haha"
"Eneng kamu gak takut Jay mecat kamu kalau terus terusan kamu genitin...hahaha"
"Ih tuan besar jangan kayak gitu...Lagian Eneng gak mau sama den Jay sekali pun dia bujangan"
"Kenapa..anak saya kurang tampan Neng"
"Bukan Nyah...saking tampannya gak sanggup buat dilihatin...tapi tipe saya bukan den Jay yang kayak orang Arab...saya sukanya kayak Nanang Minho ganteng tinggi romantis...beuh pokoknya hebring kalau sama dia nyah...bibirnya itu loh..sekseh"
Si Eneng memonyongkan bibirnya semua yang disitu hanya terkekeh dan geleng-geleng saja..Arsya berdiri sambil membawa bakwan dicocol sambel ditaruh dibibir si Oneng
"Nih cium bibir Minho Neng"
"Ish den Arsya suka gitu deh...kalau mau nyiapin eneg bilang aja...Dengan senang hati Eneng terima"
"Suka suka loe lah Neng"
"Dad kami berangkat..doakan kami ya..Opa dan Oma juga"
"Dapat apa kalau opa doakan"
"Adalah matre amat yak punya opa...yang jelas dapat pahala biar gampang masuk surga...uda tua jangan dunia aja yang dipikir...pikir juga akhirat...gitu aja harus dikasih tau"
"Dasar cucu semprul kalian..salah makan apa dulu Jasmine bisa melahirkan cucu sontoloyo kayak kalian"
Si Arsya pun menyaut sambil merangkul bahu si eneng
"Kalau kata si Eneng aura kasih...Bukan salah ibu mengandung tapi salah bapak menaruh burung...hahaha"
"Ya Allah anak aku..Kenapa ikut gila kayak si Eneng sih...fix harus rukyiah ini"
Si kembar tertawa terbahak-bahak sambil berlari keluar rumah setelah berpamitan..dia tahu mommynya akan ceramah panjang
RashSya berangkat menggunakan motor Arash...mereka sengaja berboncengan..karena beberapa hari yang lalu Marsha terus mengejar Arash meminta diantar pulang.. beruntung ada Malika..Arash meminta bantuan Malika agar terhindar dari Marsha
Mereka langsung menuju sekolah milik Opa mereka...yang sebenarnya sudah berganti nama milik Jay
Satpam sekolah itu mengenali RashSya...karena memang mereka bekerja sudah sangat lama dengan keluarga Fatir..Mereka memberi hormat pada RashSya
"Selamat pagi tuan muda RashSya"
"Pagi pak...gak usah hormat kayak gitu biasa aja pak... mereka gak ada yang tau kami siapa...Oya kalian sehat"
"Alhamdulillah sehat den"
Arash turun dari motornya bersama dengan Arsya mendekati kedua satpam itu menyalami dan mencium tangan mereka
"Aden jangan seperti ini..kami gak enak"
"Ck..biasa aja pak kita kenal sudah lama...dan ini tadi ada titipan dari mommy dan Daddy buat anak anak bapak"
Arsya menyerahkan amplop putih yang memang semalam mereka berdua siapkan untuk kedua satpam itu...setiap mereka berkunjung ke sekolah itu pasti memberikan sebagian uang jajan mereka untuk penjaga sekolah itu dan juga tukang kebun
"Ya Allah den sampaikan terimakasih kami kepada nyonya dan tuan mereka sudah sangat membantu..Doa terbaik yang hanya bisa kami berikan"
"Iya sama sama Pak...kami masuk dulu mau nyari Mang Dudung dan Mang Udin...jaga kesehatan kalian"
"Iya den"
RashSya masuk ke dalam sekolah mencari kedua tukang kebun disana karena mereka datang sebelum para siswa lain datang jadi sekolah masih sepi...Tapi mereka tidak tau ada dua pasang mata memperhatikan mereka sedari tadi
"Bang...Kenapa firasat gue gak enak ya"
"Hem...Gue juga ngarsain kok...kayaknya Opa bakalan ngulah hari ini"
"Iya..setau gue Opa dan Daddy bakalan buka acara olimpiade nanti"
"Tenang aja kita masih punya senjata mematikan buat mereka Ars"
"Haha...pastinya"
"Tuh Mang Dudung sama Mang Udin kesana yuk sebelum pada datang"
"Kuy bang"
Mereka berjalan mendekati kedua pegawai sekolah itu..keduanya dulu bekerja dirumah Uyut mereka tapi karena permintaan Arka maka keduanya dipindah ke sekolah
"Assalamu'alaikum Mang"
Si kembar langsung mencium tangan mereka tak peduli penuh tanah karena habis mencabut rumput
"Waalaikumsalam...Eh Aden jangan seperti ini tangan kami kotor"
"Apa sih Mang biasa aja kali...Oya gimana kabar kalian"
"Alhamdulillah kami sehat"
"Syukurlah...Asam urat gak kambuh lagi kan Mang Udin"
"Namanya sudah tua den itu biasa"
"Jangan sampai lupa diobatin Mang...jaga kesehatan kalian..ini titipan dari Mommy dan Daddy buat keluarga mamang berdua"
"Ya Allah den jangan seperti ini...kami sudah mendapatkan lebih...Kenapa selalu seperti ini"
"Diterima saja itu rezeki keluarga kalian...dan ingat gunakan sebaik mungkin...kami masuk dulu Mang"
Mereka kembali mencium tangan kedua orang itu...dan berlalu..karena sudah terdengar suara kendaraan berdatangan
"Iya den...kami doakan semoga lancar dan jadi pemenang"
"Aamiin aamiin... makasih Mang... Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Mereka masuk ke ruangan yang sudah disediakan...Tapi mereka tidak ttau sepasang anak manusia yang penasaran berusaha mendekati Mang Dudung dan Mang Udin
"Pagi pak"
"Pagi Den Mirza"
"Panggil Mirza saja pak..Oya ini sarapan buat kalian"
"Terimakasih den..Kenapa harus repot repot"
"Tidak apa Mang saya tidak repot...Oya ini kenalkan adek saya..Malika"
"Malika Mang"
"Loh mas Mirza punya adek to...kok gak sekolah disini"
"Iya kami kembar tapi adek saya sekolah di SMA Cendrawasih"
"O gitu"
"Oya Mang boleh kami tau tadi siapa yang berbicara dengan mamang"
"Oh itu namanya den RashSya"
"RashSya...dua duanya namanya RashSya gitu Mang..mereka kembar kan"
"Maksud saya yang satu namanya den Arash yang satu lagi den Arsya...kami dari kecil memanggilnya dengan RashSya biar gampang"
"Dari kecil..Mamang kenal mereka"
"Bukan kenal lagi mas..mereka menganggap kami seperti saudara...padahal mereka anak Sultan gak sombong bahkan gak mau sekolah disini"
"Anak Sultan...masa sih Mang"
"Emang Mbk Malika yang satu sekolah dengan mereka gak tau siapa mereka"
"Tidak Mang..kami bahkan satu kelas"
"Wah wah..hebat penyamaran mereka... Sejujurnya sekolah ini milik Opa mereka sekarang sudah jadi milik ayah mereka"
"Tunggu Mang..jangan bilang mereka anak dari Zaydan Malik"
"Benar sekali mas Mirza...mereka anak dari tuan Zaydan Malik"
"Apaaaaa"
Baik Mirza maupun Malika kaget mendengar pernyataan itu...tak menyangka orang yang selalu berpenampilan biasa...bahkan doyan jajan dipinggir jalan adalah anak Sultan yang sangat dikenal di seluruh dunia
"Mas Mbk...kami kerja dulu makasih ya sarapannya"
"Oh ya sama sama Mang"
Malika dan Mirza saling bertatapan merasa masih tak percaya
"Dek...kok kakak masih belum percaya ya sama omongan tadi"
"Nggak mungkin mereka bohong kak"
"Seingat kakak disini ada dua cucu Alfatir juga.. salah satunya sahabat kakak.. Ghaisan..apa kakak coba tanya dia aja ya"
"Terserah kakak...kalau sudah dapat jawaban mau apa kak"
"Loe pernah dengar gak anak anak dengan IQ tertinggi yang pernah tersebar di sosmed waktu itu"
"Iya kenapa kak"
"Dua teratas dengan inisial ASM & AAM..Dan berasal dari keluarga Malik"
"Oh iya jangan-jangan"
"Iya mereka...dan kakak akan berhadapan dengan salah satu dari mereka"
"Dan salah satunya patner gue kak...hah tenang rasanya karena bakalan menang...Haha"
"Awas ya kak kalau gak mau nepatin janji"
"Kenapa gue ceroboh banget gak nyari tahu siapa saingan gue...ludes deh duit gue"
"Yes....yes...hengpong baru I'm comming"
"Huh...nasib nasib...Dek taruhan dibatalin bisa gak"
"O tidak bisa...jadi cowok harus konsekuen dong...jangan plin-plan"
Malika tertawa sambil merangkul pinggang kakaknya..banyak mata melihat karena Mirza memang salah satu idola disana...tapi dia hanya mengagumi satu cewek nan jauh disana
"Itu cewek kak Ezha ya..baru tau"
"Eh mereka mirip loh jangan jangan jodoh"
"Duh kok sakit ya tau kak Ezha punya gandengan"
"Bukannya itu seragam anak Cendrawasih ya"
"Oh iya ternyata cewek kak Ezha cuma dari sekolah biasa..gak level sama kita"
Para siswa membicarakan Mirza dan Malika saat mereka melintas..Mirza cuek saja malah merangkul pundak Malika dengan santai
"Hei dud...Gue cariin loe..malah asyik asyikan ma cewek....siapa nih kenalin dong"
"Nggak usah ntar loe gebet"
"Pelit amat sih Za...Gue mah bukan temen makan temen kali..Hai cantik siapa nama loe"
"Gue Malika...adeknya kak Ezha"
"What jadi ini kembaran loe itu"
"Apa si dev...muncrat tuh iler"
"Wah boleh nih"
"Nggak nggak boleh bukan selera loe...Loe sukanya emak emak Dev"
"Sialan loe Za...nggak ya gue masih suka yang muda juga kok"
Ghaisan pun datang
"Za...Loe pacaran ma anak Cendrawasih"
"Nggak Napa Chan"
"Tuh pada heboh"
Devin dan Ghaisan menatap kearah Malika
"Loe Cendrawasih Mal"
"Iya Kak.. Kenapa"
"Loe berarti kenal Trio sompret dong"
"Siapa Dev"
"Eh gak bukan siapa siapa"
"Kak gue nyari team gue dulu ya"
"Ok nanti pulang bareng kakak aja"
"Wokey"
Malika berjalan meninggalkan kakaknya dan kedua temannya itu
"Siapa dia Za"
"Kembaran gue Chan"
"Oh kembaran loe cewek"
"Awas gak usah macam macam loe..Gue kebiri loe berani dekatin adek gue"
"Haish...belum juga dipake uda mau dimusnahkan"
Devin hanya tertawa
"Oya Chan loe tau gak siapa yang bakal kita hadapi di olimpiade Matematika"
"Belum tau gue Za...emang kenapa"
"Gue takut kali ini kita keok"
"Gak akan loe lupa kemampuan gue...dan jangan sampai gue kalah gue bisa habis"
Devin menanyakan sesuatu pada Ghaisan
"Chan jangan bilang loe taruhan sama Trio sompret"
"Hee bang Dev..semalam"
"Berdoa saja mereka gak ikut olimpiade yang disekolah ini..kan seleksinya kemarin ketat banget"
Mirza menanggapi
"Kalian ada ngecek gak diweb seleksi kemarin siapa nilai tertinggi"
"Belum..ntar gue cek"
Bertepatan dengan panggilan para peserta olimpiade maka Ghaisan menyimpan ponselnya dia mengurungkan niat mencari tahu lawannya
Memang seleksi antar sekolah sudah dilakukan selama dua bulan dan SMA Cendrawasih satu satunya sekolah biasa yang lolos dengan nilai tertinggi...dan itu Diperoleh duo RashSya...sedangkan untuk sains ada diperingkat ke tiga...dan masih lolos untuk ikut tingkat nasional
Para peserta mulai masuk ada empat sekolah yang akan bertanding dari babak penyisihan..semi final..final dan grand final
Pembukaan acara dilakukan diaula...Arka dan Jay sudah tiba disana...hari ini Arka memang ingin mengumumkan tentang si kembar...tapi Arka mendapat ancaman..Si kembar akan tinggal di London dan tidak mau mengambil alih perusahaan mereka..Arka pun mengalah dia tak mau berpisah dengan cucu somplaknya itu
"Assalamu'alaikum waeeahmatullahiwabarrakatu....selamat pagi semua..salam sejahtera bagi kita semua... Baiklah pagi yang cerah ini kita akan menyaksikan pertarungan anak anak hebat yang nantinya akan dikirim ke luar negeri untuk mengikuti olimpiade internasional...Saya selaku pendiri dan pemilik yayasan ini ingin mengumumkan beberapa hal...Yang pertama yayasan Nusa Bangsa sudah berpindah menjadi milik putera semata wayang saya Zaydan Malik Alfatir"
Jay berdiri melihat sekeliling sambil tersenyum pada semua orang...Si kembar pun mengirim pesan pada Daddynya
"Nggak usah tebar pesona...kita kasi tau mommy biar dihukum😎😎"
"Gak ada yang tebar pesona...memang pesona Daddy tidak akan pudar..iri bilang bos😎😎😎"
"Uda tua gak ada yang diiriin😥😥"
Arka melanjutkan pidatonya
"Dan saya mengucapakan selamat datang untuk para peserta semoga kalian tetap bisa sportif dan juga rendah hati...Saya secara khusus mengucapkan selamat bertanding kepada keempat cucu saya...semoga kalian mendapat yang terbaik... Mungkin kalian bertanya-tanya siapa mereka..dua orang cucu saya bersekolah disini Ghaisan dan juga Devin..Dan yang tiga ada di SMA negeri yang juga ikut bertanding...dan belum waktunya kami publikasikan...hanya Devn saja yang tidak ikut bertanding hari ini..Selamat berjuang untuk semuanya... terimakasih... Wassalamu'alaikum"
Arka turun dari podium...tadi saat pengumuman...cucunya Arka mendapat tatapan tajam dari Arash dan Arsya yang sengaja memainkan ponsel...Arka tau Arsya sedang membuka aplikasi pemesanan tiket online...Karena mereka tak pernah main-main dengan ancaman mereka
Devin sebagai ketua OSIS membuka acara...dan saat melihat sekitar siswa peserta tatapannya tertuju pada Trio somplak.. Mereka bertiga tersenyum diujung bibir sedikit melambai
"Mam***s loe Chan loe ngadapin Trio kadal...sumpah gue cuma bisa baca doa...semoga loe masih bisa tersenyum setelah melihat lawan loe"
Devin membatin dan turun dari podium...Acara pembukaan telah usai para peserta diarahkan ke ruangan masing masing
Saat diruangan olimpiade matematika...Ghaisan yang memang belum tahu siapa lawannya berjalan santai penuh percaya diri...sedangkan partnernya Mirza hanya pasrah saja
"Tenang Za kita pasti juara satu"
"Tenang gundulmu itu Chan...Loe gak tau lawan kita kalau loe tau...gue jamin loe bakalan keder"
"Siapa sih yang bisa ngalahin kecerdasan Ghaisan Mahendra"
"Jangan sombong...ingat nanti jangan minta mundur kalau sudah tau"
"Nggak akan"
Peserta memasuki ruangan...dan betapa beruntungnya Arash karena menjanya dan Malika menghadap langsung meja Ghaisan dan Mirza
Ghaisan kaget..mulutnya menganga lebar...keringat dingin pun keluar...dia hanya bisa mengumpat dalam hati karena kebodohannya
"Gila si Arash..lawan gue dia..gak gak mungkinkan...ya ampun kenapa gie cek lagi sih pas Opa bilang keempat cucunya...poor Ghaisan...dunia loe berakhir hari ini"
Ghaisan membatin sambil masih menatap Arash yang tersenyum manis kearahnya bahkan menggodanya dengan kecupan
"Chan loe kenapa diem aja"
"Za cubit gue"
Mirza mencubit lengan Ghaisan yang masih menatap Arash
"Aduh sakit bege...loe nyubit gue"
"Loe yang nyuruh an tadi"
"Ini nyata dong"
"Ya iyalah masa ya iya dong...udah ah..konsen uda mau mulai"
Acara dimulai..Jay dan Arka menunggui Arash terlebih dahulu karena Arsya belum mulai...sedangkan Ghaydan ditempat tertutup
Babak penyisihan meloloskan tiga sekolah...Sekolah Arash.. Ghaisan dan sekolah Muhammadiyah..Dan nilai team Arash sangat tinggi
Sepanjang pertandingan Ghaisan berusaha mati-matian untuk unggul walaupun itu tak mungkin..dan dia sudah pasrah karena hari ini dunia kebanggaannya akan dihapuskan
Grand final mempertemukan Ghaisan dengan Arash.. kini mereka sedang istirahat untuk bertemu saat grand final...Arash sengaja duduk didekat Ghaisan...dan berbisik
"Hai kakak sepupu sudah siap dengan taruhannya"
"Rash..loe boleh minta apa aja selain itu...plis..gue belum siap"
"Huh siapa ya yang bilang..kalau pria yang dipegang omongannya"
"Iya iya..tapi bertahap ya"
"Bisa diatur kita lihat nanti...siap ketemu gue lagi kan"
"Rash loe jangan gunain otak loe semua dong....gue mati kutu beneran dach"
"Gue main santai bro...loe aja yang ngoyo"
Arka masuk ke ruang istirahat bersama Jay...Untung kedua cucunya duduk berhadapan...mudah untuk menyapa
"Gimana cucu Opa pertandingannya"
Arka dan Jay tersenyum tapi dalam senyumnya mengandung arti
"Huh gak usah pura pura napa Opa"
"Ya uda yang semangat ya...jangan dibantai habis-habisan...kasian..nangis nanti anak orang..hahaha"
Perkataan itu ditujukan untuk Arash yang cuek dengan kedatang Daddy dan opanya
"Mirip banget mereka...jadi memang dia anak Sultan gak nyangka..rendah hati banget"
Malika membatin sambil melirik kearah jay dan Arash yang sedang berhadapan..Jay dan Arka beralih menunggui Arsya yang bertanding diruangan lain
Arash dan Ghaisan kembali ke pertandingan grand final yang sangat menegangkan kejar kejaran nilai dan kecepatan sangat nampak..Hingga babak akhir nilai tertinggi masih dipegang Arash...begitu juga Arsya
Juara umum tingkat nasional di menangkan si kembar sedangkan Ghaydan harus menerima diurutan kedua
Jay yang hari ini menyerahkan hadiah kepada si kembar...sambil memeluk dan berkata
"Daddy bangga pada kalian"
Kini idola baru pun tersebar disekolah itu...Si kembar sangat dielu elukan..karena selain tampan mereka juga cerdas...itu tak membuat mereka sombong..Banyak siswi di Nusa Bangsa ingin mengenal mereka lebih jauh tapi tetap tak dipedulikan
"Poor Ghaisan hari ini gue harus melepas julukan gue...nasib nasib...coba dulu si kembar sekolah diluar negeri gk gini gini amat nasib gue"
"Sabar Chan...Loe taruhan apa sih sama kembar lucknut itu"
"Besok loe juga tau bang"
Mereka meninggalkan sekolah begitu juga yang lain... karena si kembar memang mereka akan dikirim ke luar negeri untuk tingkat internasional
_______
Maaf author baru balik...lagi sakit gigi...dan mentok mau cari ide
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
Happy Reading