RashSya Story

RashSya Story
Devin~CLBK 10



Hari pernikahan Tisya dan Devin sudah ditentukan tiga bulan setelah lamaran. Sebenarnya awalnya Arka meminta pernikahan mereka dibulan depan, tapi ternyata Devin harus ke Jerman urusan pekerjaan dengan Afnan.


Diperusahaan status Tisya masih sebagai sekretaris. Walaupun kadang Devin jahil dengan menahan Tisya diruangannya. Bahkan Tisya baru tau jika Devin sedang kesal wajahnya sangat imut. Cara dia cemburu berbeda dengan lelaki pada umumnya. Hari ini Tisya berencana menceritakan tentang Sakti.


"Kak"


"Apa sayang"


"Aku mau bicara bentar bisa"


"Sepertinya ini serius sekali. Ada apa"


"Ini masalah mantan pacarku kak"


"Hah. Mantan. Kamu pernah punya kekasih sayang"


"Ada sekali kak"


"Terus apa masalahnya"


"Aku pisah dengan dia tidak baik-baik kak. Dan belum lama Reza bertemu dengan dia saat meeting"


"Terus"


"Namanya Sakti. Dia lelaki paling nekad yang pernah aku kenal kak. Dia kakak angkatanku saat kuliah. Awalnya kami menjalani hubungan seperti layaknya pasangan lainnya. Masih dalam hubungan normal bukan yang terlalu vulgar. Kami tahu batasnya. Satu tahun kami jalan baik-baik saja. Namun saat tahun kedua, sakti berubah. Dia menuntut banyak hal dariku. Dia juga mulai main tangan"


"Terus kalian putus gitu"


"Awalnya aku sudah meminta putus, tapi dia gak mau. Dia meminta kesempatan sekali lagi. Dan kesempatan itu awal dari semuanya. Jika saat itu Reza dan Lyra tidak datang tepat waktu. Mungkin aku sudah gila sekarang kak"


"Maksudnya gimana sayang"


"Dia menjebakku kak. Diacara ulangtahunnya. Sengaja dia menaruh obat dalam minumanku. Bahkan dia mengajak teman-temannya untuk melecehkan ku kak"


"Biadab. Terus apa yang sudah dia lakukan ke kamu sayang"


"Dia hanya sempat meraba saja kak. Karena Reza sudah datang. Dan langsung menghajar Sakti. Dalam kondisi setengah sadar, Lyra membawaku ke rumah sakit. Dari situ aku memutuskan berpisah. Namun tak mudah. Sakti masih terus saja mengejarku. Dengan berbagai cara. Yang terakhir dia menculik ku kak sepulang kerja part time. Dia membawaku jauh dari kota. Reza saat itu sedang mengantar Lyra kembali kekota Y untuk kuliah. Aku yang tak sadarkan diri sepanjang jalan hanya bisa pasrah saat tau tiba-tiba sudah berada ditengah hutan.


Tisya mencoba menenangkan diri untuk bisa melanjutkan ceritanya. Devin langsung menarik Tisya kedalam pelukannya untuk menenangkan Tisya yang sudah mulai menangis.


"Sudah jangan dilanjutkan sayang. Jika memang kamu tidak siap"


"Tidak kak. Kamu harus tau semua sebelum kita menikah"


Devin mengangguk pelan. Dan Tisya kembali menceritakan apa yang sudah dialaminya.


"Dihutan tersebut aku diikat diatas ranjang. Bahkan Sakti tidak sendiri dia bersama dengan teman-teman lainnya. Aku hanya bisa pasrah saat itu. Berdoa ada keajaiban yang bisa menolongku. Dan..Hiks hiks"


"Sudah jangan dilanjutkan"


"Tidak. Kakak harus tau dan jika nanti kakak bisa memutuskan yang terbaik untuk kita"


"Baiklah"


"Digubuk dalam hutan itu, sakti kembali melecehkanku. Bahkan hampir seluruh tubuhku dijamahnya. Hiks. Hiks"


Tisya mencoba menghela nafasnya untuk melanjutkan cerita memilukan itu.


"Mungkin jika saat itu tidak ada polisi hutan berpatroli, aku mungkin sudah gila bahkan tak bernyawa. Hiks. hiks"


"Sudah sayang. Lupakan"


"Tapi kak. Aku sudah kotor. Mereka sudah menjamahku. Walaupun kehormatanku masih terjaga"


"Sayang kamu tidak kotor sama sekali tidak kotor. Kamu masih suci"


"Kak. Sakti pernah berkata, sampai kapanpun dia akan mencariku. Dia selalu berkata jika aku adalah miliknya"


"Tidak akan ada yang bisa menganggu akan ataupun mengambil milik Devin Alfatir. Kamu jangan takut sayang. Aku akan selalu melindungi kamu"


"Kak. Apa kakak yakin akan terus melanjutkan pernikahan ini setelah mendengar ceritaku"


"Maksudnya kak"


"Apa kamu lupa pernah menyumpahi aku saat dulu aku menolakmu disekolah"


"Sumpah itu, apa berlaku"


"Faktanya. Kisah percintaan ku berakhir tragis. Sampai aku malas menjalin cinta lagi. Dan kita berjumpa kembali"


"Hahaha. Padahal waktu itu aku hanya asal berkata kak"


"Iya asal. Tapi menjadi kenyataan. Dan tekadku setelah putus yang terakhir kalinya, aku akan mencarimu sampai ketemu. Tapi ternyata taksir berbaik hati kepadaku. Kamu kembali kesini"


"Jujur ya kak. Waktu kamu menolakku dulu, aku sangat malu. Karena semua mengejekku. Hanya Reza yang selalu membelaku. Beruntung dua bulan setelah kejadian itu, ayah mutasi kerja ke kepulauan. Jadi rasa maluku hilang sendiri"


"Tapi kakak masih penasaran deh sayang"


"Apa"


"Bagaimana Reza bisa terus berkomunikasi dengan kamu. Kan dia masih disini saat kamu sudah pindah"


"Setelah lulus keluarga Reza mengembangkan bisnis di daerah tempat ayah bekerja. Dan kami bertemu kembali. Lyra sempat mendaftar di kampus yang sama denganku dan Reza, namun papanya meminta dia untuk kuliah dikota Y"


"Oh gitu. Pantes kok kamu masih dekat saja sama Reza. Dulu aku kira kalian pasangan. Sampe aku lihat Reza mencium Lyra disebuah toko buku. Jujur aku kesal saat itu dan menghampiri Reza. Beruntung Ichan menarikku sebelum memukul Reza"


"Hah. Kok bisa"


"Aku saja bingung. Ada apa sama aku"


"Cie cie. Ternyata kakak dulu diam-diam suka sama aku ya"


"Nggak ya. Kan kamu pendek gak sesuai kriteria aku"


"Tapi sekarang juga masih pendek loh kak. Gimana coba"


"Sekarang mah lain sayang. Biarpun pendek tapi nyaman dihati"


"Uwunya"


Mereka berbincang dalam mobil yang sedang menuju keacara makan malam keluarga Malik. Hari ini syukuran dua tahun sikembar Dean. Icha memilih mengadakan makan malam disebuah restoran langganan keluarga. Dan hanya keluarga yang hadir.


Devin dan Tisya sudah sampai di restoran dan langsung masuk mencari meja yang sudah direservasi keluarga Malik. Terlihat baru Ghaydan dan keluarga kecilnya yang sudah datang. Devin langsung mendekati meja. Tisya mudah berbaur dengan keluarga besar Devin. Sambil menunggu keluarga lainnya, Tisya bermain dengan baby Shaki.


Tak lama keluarga inti Malik sudah datang. Bahkan dua meja besar yang direservasi keluarga tersebut masih tak muat. Beruntung masih ada satu meja belum direservasi. Hampir setengah dari restoran tersebut ditempati untuk acara sikembar Dean.


"Wah kalau kumpul ramai banget ya kak"


"Ini mereka masih waras sayang. Kalau udah kumat bobroknya. Kamu harus bisa menghilangkan rasa malu"


"Iyakah"


"Suatu saat akan tiba wakt, kamu melihat kebobrokan keluarga ternama ini. Dikulitinya saja mereka berwibawa. Tapi dalamnya. Ancur"


"Makin penasaran aku kak"


Mereka menikmati makan malam dengan tenang. Kado untuk si kembar sudah dikirim kerumah Arash. Karena Arash berpisah rumah dengan keluarga Malik. Walaupun masih satu komplek. Arsya yang tinggal dirumah keluarga besar.


Mereka mendapat tamu spesial. Bagas dan Chila juga ketiga anaknya datang tanpa pemberitahuan. Tisya yang baru pertama kali melihat Chila begitu mengagumi kecantikannya. Tiba-tiba orang tak diinginkan menyapa Tisya.


"Lama tak berjumpa sayang. Apa kau melupakan diriku"


_______


Besok lagi yah....


Jangan lupa jempolnya gaesss


Happy Reading