
Pagi ini ayah Malika sangat bersemangat karena merasa usahanya mencari investor dari perusahaan ternama di London...dengan semangat membara ayah Malika langsung bergegas berangkat menuju tempat dimana akan dilakukan pertemuan meeting
"Saya sudah tidak sabar mau langsung tanda tangan kerjasama...Haha"
Asisten ayah Malika yang sangat jengah mendengar ucapan atasannya itu hanya bisa tersenyum namun dalam hatinya menggerutu
"Tapi perasaan saya mengatakan ini awal yang buruk tuan"
Butuh waktu empat puluh lima menit untuk sampai ke kantor menemui investor yanga sangat ia nantikan...di lobbby sengaja Rizky menunggu kedatangan Ayah Malika yang kali ini didampingi oleh Daffa
"Selamat pagi tuan Agung"
"Selamat pagi pak Rizky... oya ini.."
"Perkenalan ini asisten pribadi tuan Syauqi...Daffa Dandelion"
"Dandelion.. seperti tidak asing dengan nama itu"
"Hahaha...apakah Anda mengenal Papa saya tuan Agung"
"Mungkin"
Rizky akhirnya mengajak tuan Agung menuju ruang rapat...saat melintasi lobby tadi ayah Malika membaca nama perusahaan yang dikunjunginya
"ZM Group"
Sepanjang jalan menuju ruang meeting ayah Malika memikirkan nama perusahaan tersebut karena merasa familiar.. sesampainya diruang meeting sudah menunggu beberapa staf tertinggi perusahaan tersebut
"Silahkan tuan Agung"
"Terimakasih"
Ayah Malika langsung duduk ditempat yang sudah disediakan...sambil menunggu sang aktor utama yang masih dijemput oleh Daffa
ceklek
Suara pintu terbuka Daffa masuk terlebih dahulu dan disusul seseorang dibelakangnya...karena sedang berbincang dengan orang disebelahnya maka ayah Malika tak memperhatikan kedatangan pimpinan perusahaan tersebut..Daffa membuka meeting terlebih dahulu
"Selamat pagi semuanya...saya mewakili pimpinan tertinggi membuka rapat pagi hari ini dan sekaligus menyambut kepulangan pimpinan kita Tuan Arash Syauqi Malik"
Mendengar nama tak asing ditelinganya ayah Malika langsung mendongak dan wajahnya sangat kaget bahkan keringat dingin langsung tanpa permisi meluncur deras
"Kenapa harus dia"
Tuan agung bermonolog dalam hatinya dan sebisa mungkin menyembunyikan rasa terkejut serta gugupnya...namun sang asisten malah nampak tersenyum tipis dibelakangnya
"Wah wah sebuah kejutan yang membuat jantung menari dipagi hari"
Sang asisten juga bermonolog dalam hati karena bisa dipastikan sang majikan akan terkena serangan jantung
"Mari silahkan tuan Arash untuk membuka rapat pagi ini"
Arash berdiri dari tempat duduknya dengan stelan jas berwarna biru dongker yang begitu menawan dengan tubuh tegap atletisnya bahkan arash sengaja menumbuhkan sedikit jambangnya disisi kiri dan kanan menambah kesan dingin dan tegas...sorot mata tajam menatap setiap peserta rapat...dan suaranya tak kalah menakutkan terkesan dingin dan tegas
"Selamat pagi dan Assalamu'alaikum waeeahmatullahiwabarrakatu...saya tidak akan banyak berbicara kali ini...saya hanya akan memberi tahu jika mulai hari ini ZM Group kembali saya pegang bukan lagi Bapak Zaydan Malik Alfatir..dan saya mohon kerjasamanya untuk kedepannya akan ada banyak perubahan peraturan diperusahaan ini...sekian dan terimakasih"
Arash kembali duduk dan mendengarkan segala laporan anak buahnya selama dia berada di London...setelah itu beberapa perusahaan yang meminta untuk bekerjasama...dan sekarang giliran ayah Malika yang akan melakukan presentasi diwakili oleh sang asisten
"Demikian penjelasan sedikit dari perusahaan kami tuan...semoga perusahaan ini bisa mempertimbangkan"
Jay diam dan memperhatikan setiap lembar proposal yang diajukan oleh perusahaan ayah Malika...dan saat seperti itu ayah Malika mencoba memprovokasi arash
"Maaf sebelumnya saya mengajukan kerjasama denga San's corp yang berada di London dan pimpinan disana bernama Syauqi...mengapa Anda yang muncul"
"Apa ada yang salah"
Arash menjawab tanpa memperhatikan lawan bicaranya semakin membuat ayah Malika murka karena merasa tak dihargai
"Ternyata Anda tidak memiliki rasa sopan santun terhadap orang yang lebih tua"
"Sopan santun seperti apa yang Anda inginkan"
"Dasar anak kurang ajar...saya tidak berharap bisa bertemu dengan orang seperti kamu lagi"
Arash menghentikan memeriksa berkas dari perusahaan ayah Malika dan menatap lawan bicaranya tanpa seuntas senyuman
"Apa yang membuat Anda membenci saya...apa karena saya miskin"
"Itu jelas sekali bahkan selain miskin kamu juga seorang penipu dan saya bisa melaporkan kepada pihak berwajib dengan tuduhan pemalsuan data"
"Data mana yang saya palsukan...dan tipuan apa yang saya mainkan..coba Anda jelaskan"
"Apa kurang jelas...saya mengajukan kerjasama dengan San's corp London dan bukan ZM Group dan nama pimpinan mereka adalah Syauqi M...dan yang jelas bukan kamu bukti ini cukup sebagai pengaduan penipuan"
"Apa anda pernah mengenal nama saya sebelumnya"
Arash menjeda sebentar omongannya dan menatap sangat tajam kearah ayah Malika dan sang asisten
"Nama saya adalah Arash Syauqi Malik...dan tuan Syauqi M itu adalah nama saya jika sedang berada diluar negeri...apa itu kebohongan"
"San's corp London itu adalah anak cabang dari San's corp Australia yang dahulu berpusat di Jakarta dan sekarang berpindah ke Australia karena sang pemilik menetap disana..apa anda tahu siapa pendiri dan pemilik San's corp itu"
Ayah Malika sedikit berfikir mengingat tentang sejarah berdirinya San's corp...Seketika dia mengingat siapa pendiri perusahan besar itu..lirih dia menyebutkan nama seseorang namun masih didengar oleh Arash
"Regan Santoso"
"Benar sekali Regan Santoso...apa anda ingin mengenal silsilah keluarga kami agar Anda lebih paham tuan Agung Hendrawan"
"Maksudnya kamu apa"
"Sepertinya Anda memang ingin mengetes silsilah keluarga saya...Baiklah dengan senang hati saya jabarkan"
Arash berdiri sambil merapikan jasnya dia mulai menceritakan silsilah keluarganya dan itu membuat ayah Malika semakin malu dan salah tingkah
"Regan Santoso menikah dengan Natasha Wilhelmina dan memiki tiga orang anak...Alex Putra Santoso, Reino Ahmad Santoso dan Putri Melany Santoso...dan putri satu-satunya dari keluarga Santoso menikah dengan Arka Dhierga Alfatir...apa anda mengenalnya"
Arash mengeluarkan seringainya sambil menjeda omongannya dan melihat raut wajah ayah malika yang semakin pucat dan tak hentinya menghapus keringat yang bercucuran
"Saya kira nama Arka Alfatir lebih dikenal daripada nama lengkapnya...saya lanjutkan tuan Agung yang terhormat"
"Arka Alfatir menikah dengan Melany Santoso dan memiliki satu putra tunggal bernama Zaydan Malik Alfatir...Dan Zaydan Malik Alfatir memiliki tiga orang anak dari pernikahannya dengan Jasmine Adila Mahardika...dan ketiga anak Zaydan Malik bernama Arash Syauqi Malik yang tak lain adalah saya sendiri...adik kembar saya Arsya Abdellah Malik...mungkin Anda pernah bertemu sebelumnya...dan terakhir Arsyila Qeeva Malik....apa anda sudah paham sampai disini...atau masih kurang detail"
Ayah Malika mencoba kembali berkelit dan mencoba mengingkari kenyataan sesungguhnya tentang Arash
"Tetap saja itu tidak valid karena menurut data yang saya punya pemegang kekuasaan dilondon adalah Tuan Alex dan itu bukan anda anak songong dan keputusan Anda saat ini tidak akan berpengaruh tanpa persetujuan tuan Alex"
"Hahaha...tenyata Anda masih sangat penasaran ya dengan saya.. sebaliknya Anda buka saja web comoany milik San's corp London disana sudah dijelaskan pemilik asli perusahaan tersebut"
Web perusahaan telah direvisi oleh Arash karena sebelumnya Melany tak ingin namanya dikenal dan saat ini Arash telah merevisi serta menyebut nama Melany sebagai pemilik sah San's corp London
"Bagaimana apa masih kurang jelas juga... disana tertulis kepemilikan San's corp London sah kepada Putri Melany Santoso yang tidak lain adalah Oma kandung saya...jika Anda meragukan keabsahan atas nama saya yang tercantum disana sebagai pemilik San's corp London saat ini...Anda bisa membaca berkas ini...ini sangat legal"
Keringat semakin deras namun sang pemilik tubuh pun ingin berusaha menyangkal semua yang dia dengar...tak ada satu kekuatan lagi untuk itu semua dia sudah kalah dengan seorang anak muda yang dianggapnya miskin dan hina selama ini
"Bagaimana Tuan Agung Hendrawan apakah surat akte kepemilikan itu masih kurang sebagai bukti"
Ayah Malika gemetaran bahkan untuk menjawab lidahnya berasa mati tak berdaya... akhirnya sang asisten yang yang mengambil alih
"Maaf tuan Syauqi saya mengambil alih karena sepertinya tuan Agung sedang fokus membaca berkas"
"Oh silahkan saya tidak masalah"
"Saya hanya menanyakan bagaimana dengan pengajuan kerjasama kami...apakah disetujui atau tidak"
"Saya sebenarnya tertarik untuk memberikan investasi...namun setelah saya cek kembali ada beberapa perhitungan diluar kewajaran...jika Anda setuju bekerjasama maka saya mengajukan audit keuangan terhadap perusahaan Anda dengan tim dari saya.. bagaimana"
Bukan sang asisten yang menjawab namun ayah Malika yang nampak tak suka jika Arash melakukan audit diperusahaan miliknya...saat dia sedang mengatakan hal buruk tentang Arash...sang raja singa muncul dan kembali mengaung
"Saya lebih baik tidak berkerjasama dengan anak songong yang sok tau ini...saya masih belum percaya akan semua hal ini...bisa saja dia menipu saya...jika memang kamu adalah anak Zaydan Malik kenapa tidak sedari awal berkata jujur kepada saya...sejak awal sudah ada kebohongan dan pastinya saat ini pun juga kebohongan..saya yakin kamu hanya seorang anak miskin yang memanfaatkan keluarga Malik...karena sampai saat ini belum ada yang tau wajah putra Zaydan Malik"
prok prok prok
"Hebat sekali Anda mencela keluarga saya...apa masih kurang Anda menghina putra kedua saya dihadapan saya saat itu dan saat ini anda kembali mencoba merendahkan putra saya yang lainnya... sepertinya hukuman kemarin belum membuat Anda jera...Daffa.."
"Ya Dad"
"Akuisisi semua perusahaan milik manusia rendahan ini....selidiki semua aset miliknya dan bekukan"
"Baik Dad"
Arash mencegah Daffa yang akan meninggalkan ruangan rapat
"Daffa stop loe gak perlu capek-capek lagi semua sudah aman"
"Maksud kamu apa son..jelaskan pada daddy"
Arash memberikan semua data perusahaan yang dimiliki oleh Agung Hendrawan..dan dia tersenyum menyeringai karena putranya hampir menguasai semua perusahaan milik ayah Malika tanpa sang pemilik sadari
"Kamu memang anak Daddy son..dan beruntung kamu tak melanjutkan kisah cinta dengan putri manusia tak beradab ini"
"Bukan putrinya Daddy tapi keponakan"
Deg
Agung Hendrawan menatap Arash dengan tatapan yang berarti darimana dia bisa tahu....namun hanya senyum licik yang dikeluarkan Arash
"Tunggu kejutan saya berikutnya tuan Agung yang terhormat"
_________
Wah....mati kutu si bapak Malika...Eh Om nya dengπ π π
jangan lupa jempolnya kakak
happy Reading