
"Shanum ayolah bantuin gue. Demi calon anak gue ini"
"Iya tapi gak gitu juga. Laki gue bisa ngamuk Arsya"
"Nanti gue ngomong ke Mirza. Ayolah ntar anak gue ileran Sha"
"Hoak itu mah"
"Plis Sha"
"Loe ngomong sendiri sama Mirza diijinin gak"
"Oke gue temuin Mirza dikantor sekarang"
"Hmmm"
Arsya langsung keluar kantor menuju kantor Mirza. Semenjak dinyatakan hamil pada trimester awal ini Arsya yang merasakan morning sick dan Aretha merasakan ngidam masih dibatas wajar. Namun hari ini Retha meminta sesuatu yang amat membahayakan hubungan Shanum dan Mirza.
Arsya sudah tiba di lobby perusahan milik Mirza. Arsya langsung menghubungi Mirza dia paling malas jika harus melalui resepsionis apalagi memang dia tidak ada janji.
"Assalamu'alaikum. Gue di lobby"
"Waalaikumsalam. Huh langsung aja naik"
Setelah menutup panggilannya Arsya langsung menuju ruangan Mirza. Sang sekretaris yang sudah mengenal Arsya langsung mempersilahkan masuk.
"Bro"
"Ada apa bos besar tumben nengok kesini"
"Gak usah gitu amat zha. Gue butuh banfuanoe zha. Urgent nih"
"Paan"
"Loe taukan bini gue lagi hamil"
"Hm, jangan bilang gue suruh tanggung jawab"
"Kampret loe. Itu jelas anak gue yang jebol juga gue"
"Lah kirain. Biasanya di drama-drama kan suka gitu"
"Kebanyakan nonton drama loe zha. Maksud gue kesini mau minta bantuan loe, bini gue ngidam yang hanya bisa dikabulin sama loe"
"Apaan kok kayak serius banget"
"Tapi loe janji jangan ngamuk. Ini sensitif banget buat loe"
"Langsung aja jangan bikin gue mikir"
"Retha pengen lihat Shanum foto prewed sama Keynan"
Mata Mirza melotot sempurna. Bahkan wajahnya sangat tegang. Bahkan matanya terus menatap tajam Arsya. Dengan nada dingin Mirza menjawab.
"Gak ada gitu ngidam yang normalan dikit"
"Iya gue tau loe pasti kaget. Tapi plis zha"
"Kenapa harus gue yang jadi korban. Gue mau aja nurutin asal bukan kayak gini"
"Zha gue tau ini berat buat loe. Tapi gue minta banget ya demi calon anak gue zha"
"Tapi kenapa harus prewed sih. Kan Shanum bini gue Ars"
"Iya tau gue dia bini loe, makanya gue ijin ke loe. Ayolah cuma dua foto aja kok"
"Akh loe Ars bikin gue bete. Masalahnya ini Keynan Ars. Loe tau sendiri kan sebelum gue nikah sama Shanum dia masih terus ngejar Shanum. Bahkan menjelang akad nikah dia masih aja usaha. Jujur gue masih gak percaya sama Keynan"
"Gue yang jamin zha. Keynan gak akan macam-macam"
"Bisa gak ditawar ngidamnya Ars"
"Ya kali penjual cabe tawar menawar. Ayolah zha. Plis"
"Ck loe ngeselin Ars. Sumpah gue gak bisa mikir sekarang"
"Zha loe baik hati banget orangnya dan gue yakin pasti loe bolehin"
"Jijik gue denger gombalan loe ars"
Mirza masih diam memikirkan jawaban untuk Arsya. Dan Arsya sedang membalas pesan sang istri yang menanyakan keberadaannya saat ini. Semenjak hamil Retha semakin prosesif.
"Iya sayang ini masih bujuk Mirza biar Shanum diijinin"
"__"
"Iya sweetyku. Love u Mi. Papi bentar lagi pulang"
Mirza memperhatikan dan mendengarkan apa yang sedang Arsya katakan pada istrinya. Dengan lapang dada akhirnya Mirza mengijinkan Shanum berfoto dengan Keynan.
"Gimana zha. Gue janji cuma bentar"
"Oke gue ijinin. Tapi gue ikut dan gaka ada adegan berlebihan"
"Deal"
Arsya pulang dengan hati senang karena bisa menuruti ngidam sang istri. Ini ngidam teraneh yang dialami oleh Retha. Arsya juga sudah menghubungi Keynan yang kebetulan sedang berada di Bali. Arsya tiba dirumah dengan hati riang"
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam. Sudah pulang bang"
"Iya mom. Retha dimana mom"
"Ada ditaman belakang lagi sama Oma"
"Arsya ke Retha dulu mom"
"Iya"
Arsya berjalan ketaman belakang untuk menemui sang istri yang sedang asyik berbincang dengan Omanya.
"Asyik banget ngomongin apa sih"
"Abang udah pulang"
"Heem sayang"
Arsya mencium kening istrinya setelah Retha menyalami Arsya. Tak lupa Arsya juga mencium pipi omanya.
"Abang jadi kan besok fotonya"
"Jadi sayang nunggu Keynan ke Jakarta dulu. Lusa dia bilang tadi"
Arsya mengajak Aretha ke kamar untuk istirahat. Kandungan Aretha tergolong lemah. Jadi Arsya dan keluarganya menjaga dengan sangat ekstra.
Sedangkan diruang keluarga Jay sedang mencari tahu informasi mengenai berbagai macam berkaitan dengan bayi. Bahkan calon kekmud ini sudah memesan berbagai mainan untuk dipasang ditaman belakang. Hal yang dulu pernah dilakukan oleh Arka.
"Mom sini deh"
"Ada apa dad"
"Yakin mau buat taman bermain lagi"
"Yakinlah cucu-cucu kita harus betah dirumah. Dan sebagai calon Kakek muda tertampan, daddy akan memberikan yang terbaik untuk calon cucu-cucu kita nantinya"
"Mommy ikut aja dad. Asal jangan permaiann yang ekstrim"
"Siap sayangku. Rasanya Daddy tak oercaya sudah akan menjadi seorang Kakek"
"Iya rasanya baru kemarin mommy berjuang melahirkan mereka. Eh sekarang uda mau jadi orangtua aja mereka"
Jay dan Jasmine duduk sambil berpelukan menatap album kenangan anak-anak mereka saat kecil.
Keynan sudah tiba di Jakarta bersama dengan arash yang baru pulang menjenguk Icha di Lombok. Keynan yang merindukan sang adik, langsung mengikuti Arash pulang kerumah keluarga Malik dan akan menginap disana.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam loh Keynan kok bisa bareng arash"
"Iya mom kemarin kita memang sengaja janjian bareng berangkatnya kesini. Apa kabar mom"
"Alhamdulillah sehat nak. Kamu bagaimana kabarnya. Orantua kamu bagaimana"
"Alhamdulillah kami semua baik-baik saja. Oya salam dari mami dan papi maaf mereka belum bisa berkunjung"
"Waalaikumsalam. Iya kami tau orantua kamu sangat sibuk"
Tak lama Aretha dituntun Arsya menemui kakak satu-satunya itu. Mereka saling berpelukan melepas rindu. Mereka langsung membicarakan keinginan Aretha karena memang Keynan tidak bisa lama di Jakarta dan harus segera kembali ke Jerman.
Dalam hati Keynan bahagia bisa berfoto bersama dengan Shanum. Namun sebagai pria sejati dia tidak akan pernah ingkar akan janjinya untuk melupakan Shanum dan hanya menganggap sahabat saja pada gadis itu. Apalagi Shanum sudah menikah dengan Mirza.
"Bagaimana kak. Kakak mau kan nurutin keinginan Retha"
"Dek bukan kakak gak mau tapi bagaimana dengan Mirza. Kakak gakau ada salah paham"
Arsya yang menjelaskan mengenai Mirza bahkan syarat yang diajukan Mirza juga diungkapkan oleh arsya. Dan Keynan menyetujuinya walaupun dalam hatinya berat.
Sebenarnya Arsya juga merasa tidak enak hati pada Keynan. Karena mereka tau kisah cinta segitiga antara Shanum, Mirza juga Keynan. Lebih tepatnya cinta terpendam keynan kepada Shanum yang terlambat diungkapkan. Setelah berusaha untuk tidak lagi menemui Shanum hingga dia bisa melupakan wanita itu, kini dia harus menyiapkan hatinya bertemu dengan cinta pertamanya itu.
Ditaman belakang setelah Arsya menemani Aretha hingga terlelap, Arsya menemui Keynan yang sedang sendiri memainkan gitar milik Arash.
"Bang. Maafin gue loe harus kembali masuk dalam lingkaran ini"
"Loe sekarang beneran adek gue Ars. Jujur gue belum yakin sanggup untuk kembali bertemu Shanum. Tapi gue lakuin ini semua demi Aretha. Gue gak pernah percaya yang namanya ngidam. Bagi gue nurutin ibu hamil agar dia tidak sedih saja"
"Kalau loe gak sanggup jangan dipaksa bang"
"Sanggup gak sanggup gue harus bisa hadapi Ars. Kalau gue terus kayak gini gak akan pernah bisa bangkit lagi gue"
"Gue yakin loe bisa bang. Dan loe bakal dapat gadis yang lebih baik dari Shanum"
"Semoga Ars"
Keynan kembali memetik gitarnya pelan tanpa berniat untuk menyanyi. Pikiran dan hatinya sedang dia tata agar besok bisa bertemu Shanum dengan hati yang lapang.
Sesuai kesepakatan siang ini mereka akab bertemu di sebuah studio foto yabg sudah disewa oleh Arsya. Aretha ingin merasakan foto didalam studio. Chila akan menyusul setelah meetingnya selesai. Chila ingin ikut berfoto dengan bumil kesayangannya.
Mereka sudah berada distudio foto. Awalnya Keynan berfikir Mirza akan memamerkan kemesraannya dengan Shanum. Tapi nyatanya tidak. Mereka duduk menunggu seperti biasa. Bahkan Mirza sempat memeluk Keynan. Saat Arsya dan Aretha sedang memilih konsep, Keynan yang asyik dengan gawainya sejenak berhenti karena mendengar lagu yang sedang diputar distudio itu.
Jangan datang lagi cinta
Bagaimana aku bisa lupa?
Padahal kau tau keadaannya
Kau bukanlah untukku
Jangan lagi rindu cinta
Ku tak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia, aku tak apa
Biar aku yang pura-pura lupa
"Mungkin gue memang harus pura - pura lupa kalau gue ada rasa sama loe sha. Berbahagialah sha"
Akhirnya sepasang suami istri itu sudah menemukan konsep yang mereka mau. Dan Chila juga sudah datang distudio. Entah apa yang terjadi. Saat akan pengambilan foto prewed shanum dan keynan, aretha berubah fikiran. Kini Chila menggantikan shanum.
"Kok gue sih kak retha"
"Chila gak mau ya"
Muka retha sudaj sedih dan hampir menangis. Chila langsung menyetujui kemauan kakak iparnya itu sebelum anak singa mengamuk karena singa betina dibuat nangis.
Chila sudah siap dengan gaun pengantinnya begitu juga keynan. Sekarng keynan bisa tersenyum lega karena pasangannya bukan shanum lagi.
Sedangkan dilantai bawah studio pemotretan...
"Selamat siang pak"
"Siang Danu ini kenapa sepi"
"Hari ini studio disewa pak"
"Siapa yang nyewa"
"Tuan Arsya Malik pak"
"Hah arsya gak salah dengar"
"Tidak pak. Tuan arsya melakukan maternity shoot dan prewed shoot"
"Emang arsya mau resepsi lagi"
"Prewed untuk adiknya pak"
"Apaaa. Ngaco kamu Dan"
"Tidak pak Jimmy silahkan anda lihat sendiri"
Studio foto ini memang milik Jimmy asisten Bagas. Kebetulan hati ini dia sedang ingin memeriksanya. Namun mendapat kejutan hebat. Jimmy masuk kedalam area pemotretan. Dan benar chila sedang berpose dengan keynan menggunakan gaun pengantin.
"Wah bisa meletus ini gunung semeru"
Jimmy mengambil foti chila dan keynan dari sisi lain dan mengirimkan kepada Bagas.
*Send pict
Eh diserobot orang broππ*
______
Apa yang akan terjadi dengan babang Bagas.....
jangan lupa jempolnya kakak
Happy Reading