RashSya Story

RashSya Story
RashSya~ Gadis Arsya



Hari ini sekolah kembali dimulai.... Beberapa hari yang lalu Shanum kembali ke Bandung diantar oleh Jay dan Tian...mereka sangat geram pada Varo yang menelantarkan anak-anaknya dan sibuk dengan urusan pekerjaan


Varo memang tak sekaya Jay namun dia juga bukanlah orang sembarangan..Berkat kerja kerasnya...dia memiliki pabrik teh dan merk dagang sendiri...selain itu usaha otomotif yang didirikannya sendiri juga sudah dikenal


Jay hanya meminta agar Varo lebih memperhatikan anak-anaknya agar mereka tidak terjerumus dalam hal negatif


Di SMA Cendrawasih akan diadakan ceremony penghargaan kepada para peserta olimpiade internasional...karena baru sekali ini saja sekolah ini menang didunia internasional membuat nilai sekolah tersebut naik di mata kalayak umum


"Selamat pagi anak anak semua"


"Pagi pak"


"Sesuai janji bapak tadi usai upacara bendera kita akan mengadakan acara syukuran atas kemenangan yang diraih oleh teman teman kalian yang sudah berjuang di Singapura beberapa waktu lalu...Dan kami sangat bangga dengan perolehan yang mereka bawa..Saya sebagai kepala sekolah secara personal mengucapkan... terimakasih yang sangat mendalam kepada Ananda Arash Syauqi Malik dan Arsya Abdellah Malik serta Ananda Fahmi Rahardian..Malika Ayesha Putri dan Marsha Alea Sukma..Kalian telah membawa nama bangsa dan khusunya nama sekolah kita ini... terimakasih... terimakasih"


Prok prok


Kepala sekolah menghampiri kelima siswa tadi dan menyalami mereka semua...Banyak sekali para siswa yang benar benar kagum pada mereka terutama tiga cowok pemeran utama dalam olimpiade


"Wah uda ganteng...Smart.. Sholeh kurang apalagi coba"


"Iya tipe cowok idaman banget sih tapi sayang tipe tembok..hahaha"


"Ih itu yang bikin misterius kali"


Hanya satu orang yang selalu tak suka pada si kembar..


"Huh... keberuntungan aja mereka itu..gak usah seheboh itu kali"


Seorang siswi menyaut


"Kai loe itu gak suka banget sama mereka... dibandingkan dengan mereka loe kalah jauh"


"Heleh mereka gak ada apa apanya dengan gue"


"Woy ngaca berapa kali loe dikalahin mereka tanpa adu jotos.. mereka keren gunai otak bukan otot"


"Dan asal loe tau Berotot belum berarti berotak tapi sebaliknya...berotak sudah pasti berotot"


Banyak siswa yang menyudutkan Kaisar yang berusaha menjatuhkan Si kembar..Walaupun Kaisar selalu mengatakan jika dia anak konglomerat ternama...namun tak ada yang percaya sama sekali


Kembali kepala sekolah mengumumkan..


"Spesial hari ini...Kami pihak sekolah sudah menyiapkan beberapa makanan untuk kalian nikmati berada di Aula sekolah...dan hari ini kalian bebas dari pembelajaran..Demikian pengumuman dari bapak...selamat menikmati hari kalian"


Kepala sekolah kembali mendekati para pemenang


"Kalian berlima tolong keruangan bapak sebelum ke Aula"


"Baik pak"


Ghaydan mendekati sahabatnya itu..


"Hai bro...Ihr seid großartig ... trägt den Namen der Schule und gewinnt das Herz einer Frau... hahaha"


(Kalian memang hebat membawa nama baik sekolah dan juga memenangkan hati seorang wanita)


Arash menjawab perkataan Ghaydan


"Bisa diem gak..Gue gibeng loe"


Marsha bertanya apa maksud Ghaydan


"Loe orang Jerman Tha kok bisa bahasa Jerman"


Ghaydan menyeringai sambil berlalu menjawab Marsha


"Kepo"


Ghaydan mengikuti para sahabatnya ke ruang kepala sekolah karena teamnya juga diundang...walaupun tak maju ke Internasional namun mereka juga berhasil mengharumkan nama sekolah


Didalam ruangan kepala sekolah mereka mendapat penghargaan khusus uang pembinaan dari sekolah dan juga beasiswa prestasi.. Sikembar tau apa yang harus dia lakukan dan berniat akan menemui kepala sekolah secara khusus mengembalikan beasiswa itu untuk yang lebih berhak


Karena memang tak ada pembelajaran Sikembar dan Ghaydan memutuskan pergi ke kantor saja daripada tak ada kerjaan


"Kalian mau kemana habis ini"


Marsha bertanya pada si kembar


"Pulang"


"Loh kok gak ikut makan makan dulu"


"Kenyang"


Fahmi membisikan sesuatu kepada Arsya


"Ars sore gue kerumah loe bosen"


"Hm"


Arsya hanyaengangguk dan berdehem..Fahmi berpamitan pada yang lainnya


"Gue ke Aula dulu"


"Hmm"


Marsha mencoba menyeret Malika untuk ikut dengannya


"Aduh loe mau ngajak gue kemana sih Cha"


"Aula lah kemana lagi"


"Sorry gue gak bisa gue ada acara sama keluarga gue"


"Nggak asik loe ah...Ya udah gue ikut kalian aja"


Kompak mereka menjawab


"Gak bisa"


Trio rusuh sudah berjalan menuju parkiran hari ini Arash akan mengantar Malika ke kafe miliknya karena memang ada yang harus dilakukan disana


"Bang loe besok besok kalau bawa cewek pake mobil sendiri napa"


Arash sudah didalam mobil Arsya bersama juga Malika..Arsya duduk dibelakang karena Arash membukakan pintu depan untuk Malika


"Loe gak suka gue naik mobil loe"


"Nggak untuk sekarang...gue ogah jadi obat nyamuk"


"Haha..makanya cari pengganti Sono biar gak jomblo... hahaha"


"Nggak akan terganti"


"Ars loe mau nunggu dia sampai kapan"


"Sampai gue tau kapan harus berhenti"


Malika belum tau maksud Arash itu siapa


"Ars..Gue gak suka ya loe selalu hanya jadi stlaker buat Retha..Loe harus bisa ngomong"


"Loe tau gue gimana kan bang"


"Huh...Untung Keynan gak ada hati sama Retha...kalau sampai itu terjadi gulung gulung deh loe...Haha"


"Sialan loe bang"


Arash memutar musik di mobil Arsya...sebuah lagu terdengar..Arash sengaja bernyanyi menyindir sang adek


"*Lihat aku sayang yang sudah berjuang


Menunggumu datang..menjempumu pulang


Ingat slalu sayang hatiku kau genggam


"Hahahaha"


Arash tertawa lepas setelah bernyanyi sepenggal lagu tersebut


Arsya memukul kepala Arash dari belakang


"Sontoloyo loe bang seneng ya gue kayak gini"


"Habis loe bege jadi orang..punya nyali kok kecil"


"Serah loe serah"


Arsya menutup telinga dengan headset dan memejamkan matanya..daripada diolok terus oleh abangnya yang lucknut mentang mentang sudah punya pacar


"Rash siapa yang kalian maksud"


"Oya kamu belum tau ya..aku lupa belum cerita"


"Hmm"


"Jadi singkatnya Opa punya anak angkat tapi diasuh uncleku di Jerman..dan itu cinta pertama si kunyuk satu noh..hahaha"


"Oh gitu..terus dia gak berani jujur gitu"


"Untuk saat ini belum..dia masih menunggu waktu saja"


"Boleh tau gak siapa namanya"


"Aretha Zayba Almaira...itu nama pemberian Opa...karena dia diasuh di panti sejak bayi"


"Dia anak panti"


"Iya..kami bertemu dengan dia sejak bayi..namun baru diangkat anak Opa saat dia kelas empat SD"


"Dari namanya pasti cantik"


"Iya dia sangat cantik tapi bagi aku cuma kamu yang cantik"


Arsya yang mendengar abangnya menggombal langsung digoda


"Cie cie kulkas dua pintu uda bisa gomablin cewek..uhuy"


"Loe bukannya molor tadi"


"Iya tapi gue uda bangun karena kejutan dari si gunung es...hahaha"


"Awas loe koar koar gue bejeg loe jadi tempe penyet"


"Gak takut gue sama ancaman loe bang"


Tak lama mereka sudah sampai didepan Ayesha Kafe


"Aku masuk dulu ya...Kalian hati hati..semangat kerjanya"


Malika sambil tersenyum menyemangati si kembar


"Kamu juga semangat..mau aku jemput nanti"


"Gak usah nanti bang Eza yang jemput"


"Ya uda Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


Malika masuk ke kafenya...Arsya pindah duduk didepan sebelum abangnya mengomel..


Ting


Ponsel Arsya berbunyi..sebuah pesan masuk


Bang Key


Ars..Retha sakit tolong bilang opa karena no nya gak aktif


Arsya terdiam sejenak dia menghela nafas dan menatap kearah luar sambil terus diam..Arash yang tau ada yang salah dengan adiknya mencoba bertanya


"Siapa yang ngechat"


"Bang Key"


"Retha kenapa"


"Sakit"


"Huh..Loe yang sabar ya...kalau dia jodoh loe pasti dimudahin kok"


"Hmm"


Arash mengantar Arsya kekantor dia juga ikut masuk ke kantor Opanya..berniat untuk menemani adeknya itu yang sedang tak baik


"Tumben barengan mau demo ke Opa"


"Assalamu'alaikum Opa"


"Eh iya lupa.. Waalaikumsalam"


Arka menanyakan pada Arash apa yang terjadi pada Arsya karena diam saja dia bertanya dengan gerakan matanya


"Opa bang key tadi mengirim pesan..Aretha sakit"


"Innalillahi"


Arsya melotot sambil berkata


"Dia masih hidup Opa...senang banget doain orang yang jelek-jelek"


"Iya kan gitu di agama kita Ars..gitu aja nyolot..lagi PMS bro"


Arash menjawab


"Opa mode singa dia aktif awas diterkam kapan aja"


"Waduh bahaya banget itu..mending gak usah kerja pulang aja"


"Arsya gak mau makan gaji buta"


Arsya langsung duduk di kursinya lalu menyambar semua pekerjaaan dia..Arka menghela nafas dalam...selama ini baik Arka maupun Jay pasti tau tentang mereka..bahkan kekasih Arash sudah diselidiki..Arka dan jay hanya memantau membiarkan mereka mengatasi masalah mereka sendiri...Jika sudah taraf bahaya mereka akan turun tangan


"Sejak dulu beginilah cinta.. penderitaannya tiada berakhir"


Arka berkata sambil menggerakkan kedua telapak tangannya seperti membaca puisi dan berjalan didepan meja Arsya


"Ngoceh terus...habis makan pepaya kali..lancar banget tuh ngocehnya"


Sambil membaca berkas Arsya membalas Opanya


"Ealah kamu kira opa beo apa"


Jika sudah seperti itu Arash sudah tenang meninggalkan Arsya dia pamit untuk ke kantornya...tapi tetap menggoda adeknya...membuat arsya berteriak melempar pulpennya


"Opa Arash ke kantor dulu..dan loe dek jangan bunuh diri gue tinggalin... haahaha"


"Minggat sono loe.. berisik"


Arka dan Arash keluar ruangan Arsya kebetulan Arka akan ada meeting diluar kantor


_______


Happy Reading


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak