RashSya Story

RashSya Story
RashSya~CEO somplak



Hari ini Arash mengajak sahabatnya berkumpul dirumah...Bahkan Malika dan Mirza pun ikut..Tak lupa Shanum ikut datang walaupun tidak libur sekolah namun karena Arash meminta weekend untuk berkumpul Shanum pun datang


"Akhirnya sang penerus keluar kandang juga...gak kucing Kuningan lagi"


Arash hanya tersenyum saja...Dia duduk disamping Malika..Arsya disamping Aretha..Hari ini Rizky sudah kembali dan siap bekerja dengan Arsya


"Oya Iky mana sih kok belum nongol"


"Kenapa loe kangen sama Iky Sha"


"Kangen banget gue sama Pak Sutat satu tuh"


"Ustadz kali Sha"


"Ustadz kalau dia lurus..orang dia gak ada bedanya sama kalian...gesrek"


"Emang loe lurus Sha"


"Lurus sebelum kesini..hahaha"


Shanum gak sadar ada yang sedang terbakar api cemburu disampingnya karena Shanum merindukan lelaki lain..Devin yang jahil pun sengaja menyulut api semakin besar


"Loe tau gak Sha Rizky makin ganteng loh"


"Iya kah..loe ada fotonya gak bang"


"Ada..sebentar ini foto terbaru yang kita ambil saat jemput tuh Pak Sutat pulang dari pondok"


Shanum merebut ponsel Devin...melihat foto Rizky bahkan memperbesarnya hingga memenuhi layar ponsel Devin


"Ya Allah ganteng banget yak..adem gitu lihat wajahnya..jadi pengen nyipok..hahaha... Astaghfirullah sadar Sha bukan muhrim"


Mirza yang duduk disamping Shanum ikut melihat foto Rizky dengan nada menyindir Mirza ikut berkomentar


"Iya ganteng..Sholeh lagi...gak kaya aku kan..Aku mah apa atuh"


Shanum melirik Mirza yang berkata denagn nada sindiran..Shanum terkadang lupa jika Mirza itu kekasihnya..Maklum pacar mode paksaan jadi suka kelupaan kalau kata Shanum


Yang lain asyik tersenyum licik melihat api membakar hati Mirza..Tapi mode hilang ingatan Shanum sedang aktif jadi lupa kalau yang duduk disampingnya itu pacarnya..ingat pacarnya


"Emang loe siapa"


Dengan santai Shanum menjawab perkataan Mirza tadi..Mirza melotot mendengar itu..Yang lain cekikikan melihat Shanum yang sedang amnesia itu


"Ya Allah..kenapa nasib hambamu ini sangat menyedihkan..ada yang lebih fresh yang lama dilupakan..Hareudang euy"


Shanum malah cuek saja...dan dengan santainya dia mencari kontak Rizky dioinsel Devin..Setelah dapat Shanum langsung menghubungi Rizky


"Assalamu'alaikum ada apa bang"


"Waalaikumsalam...Aa Iky...Miss u so bad"


"Shanum..ini loe kan"


"Bahagianya masih diingat sama calon imam impianku"


"Hahaha..suara kamu itu cempreng jadi mudah diingat"


"Tak apalah yang penting Aa ku sayang ingat Sha"


Manusia disamping Shanum memainkan gelasnya sambil menunduk dan menghentak hentakan kakinya..Para audience lucknut beraksi..Dimulai Dar Arash..Karena mode telpon Devin di loadspeaker jadi mereka bebas saling menyapa


"Ky loe gak jadi kesini"


"Jadi Rash..Eh loe Arash kan"


"Iya gue Arash...masih ingat juga loe suara gue"


"Pasti bro..Bentar lagi ya...Gue lagi ngantar ibu belanja nih"


"Wah ibu mertuaku kangennnn"


Rizky memberikan ponselnya pada sang ibu agar bisa membalas perkataan Shanum


"Assalamu'alaikum Non cantik ibu juga kangen"


"Ibu besok Sha kerumah ibu kangen sambel bikinan ibu"


"Iya siap Non"


Kembali terdengar suara Rizky menyaut


"Sha uda dulu ya gue mau jalan takut nabrak kalau terus telponan"


"Ih jangan dong..ntar Sha patah hati kalau Aa sayang kenapa kenapa"


"Hahaha..iya makanya gue tutup dulu ya.. Assalamu'alaikum Sha"


"Waalaikumsalam calon imam"


Muka Mirza benar-benar sudah merah memendam api cemburu..Yang lain menikmati pemandangan itu..Mirza bernyanyi dibelakang Shanum


"Aku mah apa atuh


Cuma selingkuhan kamu


Aku mah apa atuh


Cuma pacar gelapmu"


Shanum masih cuek entah sadar atau tidak Shanum bertanya pada Mirza maksud perkataannya


"Loe emang punya selingkuhan"


"Nggak aku Mah setia"


"Oh..emang punya pacar"


Sontak semua tertawa dengan pernyataan Shanum yang amnesia dengan pacar sendiri


"Hah..Twins sahabat loe ini terbuat dari apa sih.. gumush banget gue..bisa bisanya pacar sendiri dilupain Ya Allah..Ini kalau gue kawinin dosa gak sih"


Mirza uda sangat kesal dengan ulah Shanum...padahal belum lama dia bermanja-manja dipelukan Mirza karena dua Minggu mereka tidak bertemu


"Serah loe Za..palingan sama Ayah Varo langsung dikebiri loe Za...haha"


Mirza masih kesal dengan Shanum yang kembali cuek tak ada keinginan untuknya membujuk agar Mirza tidak cemburu lagi..Tak lama Rizky datang dengan kantong cemilan ditangannya


"Assalamu'alaikum"


Shanum yang tau suara siapa itu langsung berdiri menyambut Rizky tak peduli Mirza yang udah menggertakan rahangnya karena kesal.. Shanum berlari dan berteriak hendak memeluk Rizky namun Rizky menghindar


"Waalaikumsalam imamku"


"Eitss stop gak boleh peluk peluk ya"


"Ck gue kan kangen Ky sama loe"


"Iya gue juga kangen sama loe Sha tapi gak boleh peluk dosa


"Ya uda gue cium aja ya..Haha"


Mendengar itu Mirza yang tadi hanya melirik sontak langsung melotot tak suka..Kawan kawan jaharanya sangat suka pertunjukkan itu


"Shanum sayang gak boleh.. Ok"


"Huh terus gue cuma natap loe aja gitu. Gak asyik Iky mah"


"Ya udah sini gandengan aja ya"


Dengan wajah berbinar Shanum mengangguk antusias...Dari arah belakang Chila datang dan langsung menubruk badan Rizky


"Abang Iky...Miss u so much...Muah"


Chila yang berhasil naik ke punggung Rizky langsung mencium pipi Rizky


"Hai sayang...Abang juga kangen..Chila tambah cantik aja sih...Muah"


Rizky membalas ciuman di pipi Chila


"Gue iri loe gak dapat ciuman dari loe Ky"


"Haha...Chila kan masih kecil jadi gak masalah...lagian ciuman gue khusus buat istri gue nanti"


"Mau dong jadi istrinya"


"Haha...Gue yang ogah..Haha"


"Jangan benci benci nanti cinta sama gue.. Haha"


Mereka asyik bercanda tanpa sadar api unggun dalam hati Mirza semakin besar...Mirza meneguk minumannya langsung tandas... Ghaisan menggoda Mirza


"Haus Za..ambil lagi sono kalau kurang"


"Hem..tumben panas banget hari ini"


Mirza berkata agak keras menyindir Shanum.. Yang disindir gak nyadar malah semakin menjadi


"Abang gendong Chila"


"Siap Princess hatiku"


Rizky menggendong Chila..Shanum membawakan kantong kantong berisi cemilan milik Rizky dan tangan satunya memeluk lengan Rizky..Mereka berjalan kearah para sahabatnya


"Hai gaess..Uda cocok belum jadi keluarga sempurna..ada Mama Papa dan Putri yang cantik jelita...gimana gimana"


Mirza menatap tajam penuh amarah kepada Shanum namun Shanum hanya biasa saja tak merasa bersalah sama sekali


"Serasi sekali"


"Ah Retha suka gitu deh jadi malu kan"


Shanum menggoyang goyangkan lengan Rizky..Rizky hanya tersenyum..Rizky langsung melihat keseluruh makhluk yang sedang duduk menghampiri satu persatu


"Hai bang pa kabar"


Sambil berpelukan dengan Devin mereka saling bertukar kabar... begitupun dengan yang lainnya kecuali wanita


"Baik bro..Loe lama amat balik ke Sukabumi"


"Haha...Sorry ada yang harus diluruskan"


"Tapi loe uda menetap disini kan"


"Uda bang takut digantung Arsya gue...Haha"


Rizky mendekati Ghaydan dan Ghaisan bersamaan memeluk mereka


"Duo Ghay... hahaha"


"Hah loe ya Ky...Gak berubah"


"Berubah dong tambah ganteng...Haha"


"Sombong"


"Ret..kapan balik"


"Uda satu bulan bang...apa kabar bang"


"Baik...Loe gimana"


"Baik bang..tambah menawan aja nih"


"Jangan gitu ada yang marah nanti loe muji gue...Haha"


"Nggaklah kan gue jomblo... Haha"


"Kode tuh minta dihalalin... hahaha"


"Apaan sih bang"


Rizky memeluk Arsya sambil berbisik


"Masih loe gantung"


"Sue dasar loe Ky...jangan mancing kenapa"


"Kan biar cepetan beres gak gantung"


"Sialan loe"


Rizky melepas pelukannya sambil tertawa


"Hahaha...awas kecantol yang lain"


"Bisa diem gak loe Ky"


Rizky melihat Malika sekilas membuat Arash mengenalkan Malika padanya..Rizky sudah tau cerita tentang Malika hanya belum pernah bertemu


"Ini Malika Ky"


"Oh hai gue Rizky sahabat para CEO gila ini"


Rizky memeluk Arash yang sudah berdiri sedari tadi menyambut pelukan. sahabatnya..Rizky selalu memanggil Arash Abang karena menganggap Arash sebagai kakaknya


"Abang"


"Jangan pergi lagi...kalau loe masih mau gue anggap adek"


"Gueuda balik..dan gue pastiin gak akan pergi lagi"


"Dampingi Arsya..karena gue sudah ada Daffa"


Mereka berbicara setelah melepas pelukan..Yang lain hanya bisa menatap kedekatan mereka..Kini Rizky sudah berdiri dihadapan Mirza..Mirza tersenyum menyambut uluran tangan Rizky walaupun baru bertemu Mirza juga memiliki Rizky sambil berbisik


"Hai gue Mirza kakaknya Malika"


"Gue Rizky"


"Gue pacarnya Shanum jadi jangan panggil dia sayang lagi..paham"


Mirza melepas pelukan sambil tersenyum Rizky pun terkikik geli mendengar penjelasan Mirza


"Sepertinya penyakit amnesia dia kumat Mir"


"Panggil gue Ezha bro"


"Oh okey"


"Gue juga gak tau ada amnesia kambuhan"


Rizky langsung duduk disamping Mirza dan Shanum duduk mepet Rizky serasa tak mau pisah...Mirza semakin panas aja..Apalagi perhatian Shanum kearah Rizky terus


"Ky...Loe kok jarang banget balas pesan gue"


Sebenarnya Rizky tidak enak dengan Mirza namun teman lucknutnya memberi kode untuk masuk kedalam permainan mereka


"Sorry ya Sha selama di pondok gue jarang pegang ponsel"


"Gue kangen banget tau gak Ky ma loe"


"Gue juga kangen Princess kita ini"


"Ky gue disini sampai lusa besok jalan yuk berdua aja tapi"


"Hmmm boleh..sekalian kerumah ya..Ibu kangen"


"Beneran loh...Loe ntar pulang bawa mobil gue besok jemput gue dirumah uyut..gue nginep sana"


"Iya gue juga mau ketemu uyut besok..dandan yang cantik ya"


Rizky mencolek ujung hidung Shanum


"Pastilah apa sih yang nggak buat loe"


Mirza semakin panas saja..Dia memukul mukul meja didepannya dengan gelas yang dipegangnya..Eneng datang membawa es sirup seteko langsung direbut Mirza


"Sini kasih je gue aja Neng..panas haus"


Ghaisan kembali jail kepada sahabatnya itu


"Haus apa doyan Za"


"Dua duanya Chan napa..gak suka loe"


"O oo...slow man slow"


Ghaydan langsung memukul mukul meja sambil bernyanyi dan berjoged bahkan si kembar pun ikut berjoged


"Hareudang, hareudang, hareudang


Fanas, fanas, fanas


Syelalu, syelalu, syelalu fanas dan hareudang


Hareudang, hareudang, hareudang


Fanas, fanas, fanas


Syelalu, syelalu, syelalu fanas dan hareudang"


"Ars loe bau gosong gak sih"


"Iya bau banget yak"


Shanum yang sedari tadi sok imut didepan Rizky langsung bertanya


"Nggak ah..hidung kalian eror kali kayak otak kalian"


"Coba deh Sha loe cium baik baik...Ini gosong banget loh sampai jadi keripik hati"


"Iya bener banget tuh Chan..Malah uda mau remuk tuh keripik"


"Iyakah"


Shanum mengedarkan pandangan sambil mencoba mencium bau gosong yang dimaksud..Saat matanya bertemu dengan maa Mirza yang terus menatap tajam kearahnya..Shanum teringat sesuatu ada yang salah dan mencoba mengingat..Saat dia ingat Mirza berdiri hendak pergi ke taman belakang menenangkan hatinya


"Mampus gue"


"Kenapa Sha"


"Kalian sengaja ya jebak gue biar Mirza marah"


"Mana ada..Loe aja yang gak inget uda punya pacar..Amnesia kok dadakan"


"Diem loe Gha-i bukannya bantu malah ngejek"


"Ogah bantu loe...selesain sendiri aja sana...loe ***** juga sembuh tu Mirza...Hahaha"


"Mulutnya yak"


"Uda sana susul kakak gue sebelum tambah marah"


"Iya Mal...maafin calon kakak ipar loe ini Mal"


"Hahaha sudah dimaafkan sono samperin sebelum nambah susah"


Shanum langsung berlari ke taman belakang sedangkan yang lain tertawa bahagia melihat pasangan aneh itu..Shanum melihat Mirza duduk digazebo tengah kolam ikan sambil melemparkan makanan ikan secara acak karena kesal


Perlahan Shanum mendekati Mirza..Dari belakang Shanum duduk sambil memegang pundak sang kekasih


"Ay...marah ya"


Tak ada sautan dari Mirza bahkan tangan Shanum dihempaskan dengan satu sentakan dari bahu Mirza


"Maaf ya Ay..Jangan ambek dong"


Terdengar suara hembusan nafas kasar dari Mirza tanpa berbalik dan terus melempar makanan ikan


"Sebenarnya kamu nganggap aku gak sih beib"


"Ya gue anggaplah Ay...Kok gitu tanyanya"


Mirza berblik menghadap Shanum dan kembali berkata


"Tau gak kamu tuh kayak gak serius sama hubungan kita..Atau jangan jangan kamu main main aja sama perasaan aku"


Shanum masih diam mendengarkan semua keluhan Mirza dia tak berniat menyela satu katapun


"Sakit tau gak kamu kayak gitu tadi..seolah olah aku ini cuma pajangan"


Shanum meraih tangan Mirza agar tenang dan dia bisa minta maaf..Namun Mirza masih berusaha menepisnya...Shanum terus saja mencoba memegang tangan itu


"Aku bingung harus gimana lagi yakinin ke kamu kalau aku serius sama kamu beib... Walaupun aku tau cara aku dapatin kamu dengan paksaan...Tapi perasaanku tulus tanpa paksaan"


Mirza mendiamkan tangannya digenggam namun tubuhnya kembali menatap kearah ikan ikan yang sedang berenang bebas..Shanum pun mulai bicara


"Maafkan aku Ay jika sikapku melukai hati kamu..Aku tau aku salah..Aku refleks saat bertemu Rizky...Dia sahabatku sedari kecil.. Sekarang apapun keputusan kamu untuk hubungan kita aku terima Ay"


Mirza menatap lekat mata Shanum


"Maksud kamu apa Beib..Kamu pingin kita pisah gitu"


"Nggak bukan maksud aku gitu Ay"


"Terus apa... pertanyaan kamu itu seolah aku minta kita pisah..Huh... sekarang aku tanya kamu sayang gak sama aku..Kamu cinta gak sama aku...Atau jangan jangan cuma aku yang merasa seperti itu"


Shanum menatap kesal pada Mirza yang beranggapan jika dia hanya mempermainkan perasaan Mirza saja..Mereka tidak tau sahabat yang lain sedang menonton layaknya sinetron +62 sambil makan kacang


"Kok kamu bisa ngomong gitu"


"Terus gimana.. Sedangkan sikap kamu mencerminkan itu semua beib"


"Huh...Ya sudah aku ngaku aku salah...kamu boleh bilang apapun ke aku..tapi asal kamu tau aku sudah mulai cinta sama kamu"


Shanum pun beranjak ingin pergi..Mirza yang baru sekali ini mendengar ungkapan perasaan Shanum langsung diam..Sadar Shanum akan menjauh..Mirza berlari lalu memeluk Shanum dari belakang


"Coba bilang sekali lagi beib..Aku gak salah dengar kan"


"Aku sudah mulai cinta sama kamu tapi kalau kamu meragukan aku..Aku bisa apa..anggap saja kita gak jodoh"


"No..jangan bilang gitu beib..Gue gak mau kita pisah beib"


"Tolong lepasin pelukan kamu gak enak jadi tontonan para cunguk lucknut"


Shanum memberi kode kepada Mirza untuk melihat para penonton yang sedang serius menonton mereka berdua


"Sialan mereka awa aja"


"Ya sudah biarkan saja... Sekarang kamu maunya gimana"


"Ya gak gimana gimana beib...tetap seperti biasa"


"Jadi uda gak marah ini"


"Masih kesal sih dikit tapi aku gak mau kehilangan kamu beib"


"Cemburunya uda selesai ini"


"Masihlah..Siapa coba gak cemburu didepan mata pacar aku asyik sama cowok lain..walaupun sahabatnya sendiri"


"Hehehe..Gak usah lebay"


"Gue gak lebay beib..cuma takut kehilangan kamu aja"


"Ya udah kalau gitu..kita baikan ini"


"Iya sayangku..jangan bikin aku cemburu lagi ya"


"Gak janji"


"Awas aja ngulangi lagi langsung gue hamilin kamu biar gak bisa genit genit lagi"


"Dasar mesum"


"Hahaha..Love u to Miss seketek"


Mereka berjalan kearah teman-temannya yang langsung menyambut mereka dengan berbagai macam pernyataan


"Penonton kecewa masa gitu aja gak ada adegan tamparan gitu"


"Iya padahal gue maunya ada adegan kekerasan gitu biar berasa gitu penghayatannya"


"Betul habis itu klimaksnya pelukan dan kis kis an"


Rizky menyaut RashSya dan Duo Ghay yang sedari tadi berkomentar


"Dosa dosa ..ingat dosa"


"Ampun pak Sutat ampun"


Shanum menatap satu persatu sahabatnya


"Kalian kira ini sinetron gitu pake klimaks segala"


"Kalau gak klimaks gak enak beib..gimana gitu..ganjel"


"Apanya yang ganjel Ay"


"Ya itu kalau gak klimaks beib..Hahaha"


"Mesummmm"


Mereka menyambut tawa riuh saat sepasang manusia absurd kembali ke mode semula


_____


Hush...Sorry kalau gak seru ya...mau bikin part sedih karena masalah masih dipikir...semedi dulu


Happy Reading


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak